2 Keuntungan Membatasi Waktu Saat Menulis Artikel Blog

Posted on

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menulis sebuah artikel blog?

Untuk tulisan yang masih berbentuk draft mungkin akan bervariasi,Β tergantung dari ketersediaan ide dan luas atau tidaknya cakupan bahasan yang ingin disampaikan. Saya sendiri masih belum memiliki patokan khusus untuk mengalokasikan lamanya waktu yang diperlukan untuk menulis sebuah artikel blog, baik yang masih berupa draft ataupun yang siap publish.

Padahal, menurut buku Melejitkan Otak Lewat Gaya Menulis Bebas (Freewriting) yang pernah saya review di sini, menulis itu perlu ada batasan waktu. Pertama saya juga heran, kenapa mesti begitu? Bukannya menulis itu bebas-bebas saja, mau berapa lama waktu yang dibutuhkan yang penting tulisan itu jadi dan memuaskan, betul?

Namun setelah membaca dua keuntungan yang ditulis oleh buku ini, sepertinya hal itu masuk akal dan patut untuk dicoba. Apa saja 2 keuntungan tersebut?

Yang pertama adalah:

Membatasi waktu akan membuat proses menulis menjadi lebih bergairah

Logikanya begini, karena menulis cepat dengan metode freewriting itu sama halnya dengan perlombaan lari jarak pendek (sprint), tentu aneh rasanya kalau kita ngga tau dimana letak garis finish. Dengan mengetahui garis finish terlihat dan nampak di seberang sana, kita bisa lebih fokus dalam berlari. Bayangkan kalau kita masih ragu: dimana letak garis finish-nya nih? Tentu kita akan sesekali memperlambat gerakan dan perlahan-lahan berhenti tuk mengetahui posisi apakah sudah melewati garis finish atau belum.

Menurut buku ini:

Menulis pun demikian. Akan lebih baik kalau kita membuat patokan waktu yang konsisten dan jelas. Dengan begitu, otakmu akan ‘mendiktekan’ kata-kata ke tangan secara efektif, ritmis, dan selesai tepat waktu.

Benar juga. Dengan begitu kita pasti akan lebih fokus tuk sesegera mungkin menyelesaikan tulisan. Bayangkan kalau tak ada batasan waktu, wah, mungkin belum selesai menulis satu artikel sudah berfikir tuk pindah menulis artikel lain dengan topik yang berbeda (ini sering banget saya alami).

Lalu, bagaimana kalau waktu yang ditetapkan sudah habis dan tulisan belum selesai?

Tidak masalah. Untuk kali pertama, kedua, ketiga, kita perlu beradaptasi dengan waktu sehingga masalah ‘selesai tidak tepat waktu’ bukanlah perkara yang terlalu penting untuk disesali. Berlatihlah terus menerus sampai kita terbiasa dengan batasan waktu.

Ok, sedang keuntungan yang kedua adalah:

Membatasi waktu akan mendorong otak untuk menemukan ide-ide tak terduga

Ini yang menarik. Teori yang dikemukakan buku ini sama halnya seperti menemukan ide-ide segar saat kita mengalami keadaan yang sangat mendesak/kepepet. Jadi teringat buku The Power of Kepepet yang pernah didiskusikan di blognya Pak Joko Sutarto. Disana digambarkan bagaimana kondisi kepepet dapat membuat orang yang tadinya baru di-PHK dari sebuah pabrik susu mampu menemukan jalan hidup baru sebagai Chief Enginer sebuah perusahaan multi nasional.

Lalu bagaimana dengan menulis? Buku ini berujar:

Menulis pun begitu. Seringkali otak kita mampu melejitkan ide-ide kreatif saat bekerja dalam kondisi yang kepepet waktu. Umumnya kita menjadi amat termotivasi kalau dikejar deadline. Kalau sudah begini, otak pun akan mencari segala cara untuk membantu jari-jari menyelesaikan tulisan dengan baik. Mengapa? Karena perasaan bergairah memicu otak untuk menghasilkan ide-ide yang berlimpah.

Saya masih belum faham artinya. Tapi dari pengalaman saat saya menulis draft sebuah artikel blog, kadang saya menemukan topik baru yang bisa dijadikan artikel terpisah. Apa mungkin ini yang dimaksud? Hmm.

Bagaimana dengan Anda?

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menulis satu artikel siap publish? Dan apakah Anda juga memakai batasan waktu saat menulis? Atau Anda punya cara-cara lain yang lebih cepat dan efektif dalam menulis artikel blog?

Share, please πŸ™‚

PS: Target saya untuk artikel ini adalah 30 menit, dan saya menyelesaikannya dalam waktu 1 jam lebih πŸ™

40 thoughts on “2 Keuntungan Membatasi Waktu Saat Menulis Artikel Blog

  1. postingan yang sangat menarik πŸ™‚
    sangat bermanfaat.. ^_^
    keep posting yaa..

    ingin barang bekas lebih bermanfaat ?
    kunjungi website kami, dan mari kita beramal bersama.. πŸ™‚

  2. Menulis cepat itu perlu latihan, karena kadang jika kita menulis cepat, akan ada banyak kesalahan. Bahkan penulis profesional pun sering minta bantuan proofreader untuk menilai ulang tulisannya.

    Saya selalu menghindari menulis cepat :). as a blogger, perhaps it would be good if we can enjoy our time in writing.

    1. Betul sekali Bli. Saya juga tadinya agak ragu dengan teori yang ada di buku ini. Tapi setelah saya coba, misal saya mengeset waktu selama 15 menit untuk menulis artikel dengan 500-an kata, awalnya saya kelimpungan. Tulisan ngga beres, dan ulasannya ngga fokus. Tapi yg menarik, dari tulisan acak2an tadi saya menemukan ‘bibit-bibit’ topik untuk tulisan lain πŸ˜€

      Ya, sepertinya perlu banyak latihan. Dan karena kita sebagai blogger adalah penulis sekaligus editor juga, mau tak mau jadi harus kerja ekstra untuk membuat sebuah tulisan yg menarik. Hmm, quote terakhir mantap dan saya suka sekali πŸ˜€ :

      as a blogger, perhaps it would be good if we can enjoy our time in writing.

  3. paling cepat saya menulis (perkiraan) membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam untuk artikel bebas, entah itu mau isinya sedikit atau banyak.. kadang disaat menulis sering ga fokus dan kurangnya imaginasi dan daya kreatifitas karena untuk memikirkan kata2 yang tepat..

    1. Ya, sama juga dengan saya mas. Apalagi saya terbiasa nulis draft di localhost dulu, dan sering banget nge-preview untuk mengecek tampilannya. Yah, proses menulis jadi agak lama. Makanya saya mulai mencoba tuk membatasi waktu menulis sesuai teori di buku itu πŸ™‚

  4. klo sya pribadi sebelum nulis sdh ada kerangka bgmna kalimat pembuka dan pragraf brikutnya jd wktu nulis g bgtu lma wlpun beratkan πŸ˜€ yg bkin agak lma untuk dipublis adalah edit image :(.

    1. Hebat deh mas Mingko. Itu intinya. Kita sudah ada tema dan outline, tinggal dipoles saja ya πŸ˜€
      Edit image? Pake Corel mas? πŸ˜€

  5. saia batasi tiap pagi setelah subuh ampe jam 8-9 mas, biar waktu yg lain fokus utk nyelesaiin kuliah dan kerja sampingan πŸ˜€

    1. Salut mas arif, bisa mengalokasikan waktu khusus buat menulis. Kalau saya masih nyuri2 waktu senggang πŸ™‚
      Semoga lancar kuliah dan kerja sampingannya ya.

  6. Saya sendiri tidak pernah memberi batas waktu ketika saya akan menulis. Jadi, saya biarkan mengalir saja. Kalau memang lagi dalam kondisi ‘flow’, biasanya tulisan 1000 kata atau lebih bisa dengan cepat saya selesaikan. Kalau lagi mandeg, ya saya hentikan dulu dan dilanjutkan di lain waktu ketika kondisi pikiran dan jiwa saya terasa mendukung.

    Mungkin pengalaman setiap orang berbeda ya. Kalau bagi saya sendiri, kuncinya cuma menulis saat aliran ide terasa deras mengucur (tanpa dibatasi waktunya). Sebab kalau memang sudah dalam kondisi mengalir, tulisan sepanjang apa pun bisa saya selesaikan dalam waktu singkat πŸ˜‰

    1. Menarik sekali Mas Is. Kondisi ‘flow’ itu membuat saya teringat dengan tulisan Bung Edy di buku Kiat Menulis Buku Best-Seller. Ya, kalau sedang ‘flow’ biasanya kita serasa enteng banget nulis sebanyak apapun. Malah kadang bisa mendapat ide-ide baru untuk tulisan lain.

      Ooh, berarti mas Is tergantung mood ya he2, ngga pakai batasan waktu? Hmm…

      1. @Darin, kalau dibilang tergantung mood, bisa juga sih Mas πŸ˜‰ Bagi saya ini sangat wajar, mengingat kita perlu suasana hati/pikiran dan kondisi lingkungan yang mendukung juga. Kalau kurang kondusif, biasanya aliran ide saya agak tersendat.

  7. Kalau saya cenderung menulis cepat, namun revisinya yang memakan waktu lama. Terkadang sampai menghapus beberapa paragraph. Kalau membatasi waktu membujang, bagaimana Kang ? Keuntungannya lebih banyak, khan ?

    1. Betul Bli. Revisi itulah yang kadang membuat proses publish artikel menjadi lama. Malah kadang topiknya jadi berbeda sehabis diedit haha.
      Weleh, membatasi waktu membujang? Wkwkwk, itu hukumnya harus Bli! Keuntungan berlipat ganda dah! πŸ˜€

  8. ane kalo menulis postingan ga tentu waktunya πŸ™‚ soalnya ane suka sambil maen hp, maen game n maen smua akun jejaring sosial πŸ˜€

  9. Memang sebenarnya sih saya gak pake batasan waktu, cuma saya cuma berusaha kalau untuk artikel yang panjangnya 300-400 kata, biasanya saya selesaikan dalam 30 menit πŸ™‚

  10. Pada saya menulis ga membutuhkan waktu yang lama, apa yang menyebabkan kita mengambil sedikit masa untuk menulis ialah mengedit artikel semula supaya sedap dibaca oleh pembaca. Saya sendiri boleh menyiapkan sebuah tulisan dalam masa 10 minit sahaja. Kebiasaannya saya akan mencari isi-isi penting terlebih dahulu sebelum memperjelaskannya kepada umum. Tapi untuk tampil lebih santai, saya akan membuatnya seperti sedang berbicara dengan pembaca.

    Oh ya, ini kunjungan pertama saya ke blog nya, ijin menyimak kandungan di dalamnya ya. Salam perkenalan blogger dari penulis blog Malaysia.

    1. Tips yang sangat bagus Mam. Langkah-langkahnya singkat dan jelas sekali. Membuat outline/kisi-kisi tulisan dalam 10 menit, lalu kemudian menyuntingnya dengan gaya bahasa santai. Thanks tambahannya πŸ™‚

      Oh ya, silakan Mam. Salam perkenalan kembali dari blogger2 Indonesia di sini.

  11. Bener banget, menulis sebuah artikel yang bagus itu perlu waktu, gak asal jadi. Kecuali kali mau asal, ya asal nulis, asal kelar, asal ada, ya asal publish aja. Semua orang punya ciri khas menulis, nah dengan membatas waktu menulis itu akan kita temukan sebuah ciri khas nya. Gak ngawur..

    I like it πŸ˜€

    1. Iya mas Cucu. Tadinya saya berfikir dgn membatasi waktu berarti nanti hasil tulisan akan asal2an. Ternyata setelah saya coba ngga begitu. Malah sepertinya otak lebih fokus untuk menulis apa saja yg berhubungan dengan topik yg telah ditetapkan. Tapi ya gitu, kadang waktunya meleset juga hehe πŸ˜€

  12. Kalo pengalaman saya, berbeda antara menulis topik di blog pribadi sama di blog jalan-jalan. Yang pertama, perlu banyak bacaan, terkadang sudah 3 jam lebih belum juga bisa menyelesaikan paragraf pertama.

    Kalau yang jalan-jalan, biasanya sangat cepat selesainya. Tinggal mengingat apa yang terjadi, selesai deh satu tulisan dalam 30an menit.

    Membatasi waktu menulis malah belum pernah saya coba, Mas.

    1. Itulah keunikan mbak Nunik. Tulisan di blog jalan-jalannya seperti mengalir. Mungkin sudah bakat kali ya menceritakan kembali pengalaman lewat tulisan πŸ˜€
      Nah, kalau artikel di blog pribadi memang agak berbeda. Di sini kita harus punya topik, opini yang kuat dan menarik hati pembaca, jadi mau nggak mau ya kudu muter otak juga. Coba deh mbak Nunik coba tips di atas, pengen tau hasilnya πŸ˜€

  13. saya cenderung mengunakan metode menulis cepat alias spontan tetapi memang efeknya tulisanan cenderung banyak kesalahan dalam penulisan. :mrgreen:

    jika di telaah memang dengan di batasi waktu lebih effisien πŸ™‚

  14. ternyata kalau menulis harus dibatasi ya ? saya biasanya nulis lamaa mas, kurang ide juga sih, saya coba deh tips mas darin ini..

  15. Layak dicoba itu mas. Saya saat ini memang sedang menargetkan menulis satu topik yang harus selesai besok. Tapi ide – ide saya yang muncul malah topik lain. Jadi untuk satu topik tertentu saya malah saat ini sedang write block πŸ™

  16. Kalau saya tidak mempunyai waktu yang pasti bro, kadang bisa satu jam lebih tapi terkadang cuma 10-15 menit,…. Mungkin itu tergantung mood ya bro???

    1. Iya bro, mood jg berpengaruh. Makanya lebih enak kalau kita sudah punya planning ide2 posting, jadi tinggal eksekusi menulisnya aja yang menunggu mood.

  17. waah, saya kalo nulis artikel tuh lama banget, bisa2 malah ga jadi biasanya..
    soalnya yang biasa saya tulis tu artikel tutorial mas, jadi benar2 harus teliti, sepertinya perlu membuat jadwal, setiap kapan buat artikel dan jenis apa artikel tersebut,,
    hmm..

  18. Mantap artikelnya…

    makasih ya, mo coba….biarnya sih, paling lama nulis artikel ya cuman 1 jam, kalau dah lewat 1 jam pasti ga jadi heheee…

    Memang penulis itu beda-beda gayanya, ada yang sistematis banget, ada yang flow aja…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *