3 Aset Terbesar Blogger Yang Mungkin Belum Kita Sadari

Apa itu aset? Di kamus bahasa Indonesia, aset diartikan sebagai sesuatu yang memiliki nilai tukar. Dan kalau kita pernah sesekali mendengarnya di artikel-artikel tentang bisnis, kita akan dikenalkan dengan aset mutlak yang harus dimiliki oleh setiap pebisnis, yaitu yang lebih dikenal dengan 3C; Capital, Contacs and Capabilities. Yup, modal, relasi dan kemampuan.

Di dunia blogging, sepertinya hal itu pun berlaku. Modal untuk membeli domain dan menyewa hosting bagi pemilik blog berbayar, saling support dengan partner blogging, dan kemampuan ngeblog yang harus dimiliki, adalah 3 aset yang semestinya dimiliki oleh setiap blogger. Meski banyak pula (mungkin sebagian besar) yang memilih untuk ngeblog secara gratis, toh pasti ada faktor-faktor lain yang membutuhkan pengeluaran uang. Pulsa modem internet, rental warnet, sampai ke tahap yang lebih menjanjikan, seperti membeli notebook dan gadget-gadget pendukungnya, bukankah itu semua dibeli dengan uang?

Nah, lalu apakah dengan 3 aset tersebut (modal, relasi dan kemampuan) ada jaminan bahwa aktivitas blogging akan selalu lancar? Mungkin ya, bisa juga tidak.

Karena apa yang akan saya sampaikan ini adalah 3 aset terbesar blogger berikutnya, yang mungkin belum kita sadari sepenuhnya. Apa sajakah itu?

1. Energi

Energi Blogging

image: pecelbule.com

Bagi blogger yang ingin menaikkan level bloggingnya ke tahap yang lebih serius, energi yang tinggi mutlak diperlukan. Energi ini bisa berwujud kondisi fisik yang prima dan kondisi mental yang selalu sehat dan positif. Itu untuk diri kita selaku faktor manusianya, sedang untuk sarana penunjang seperti laptop dan komputer, kondisi selalu siaga dan ampuh dalam menahan setiap serangan virus berbahaya patut pula tuk selalu dipersiapkan.

Pernahkah Anda mengalami kram kaki, mata berair atau leher dan punggung pegal karena terlalu lama duduk? Jangan salahkan blog. Salahkan kita sendiri yang kerap mengabaikan pentingnya energi saat blogging. Lupakah kita, bahwa selain bekerja lebih keras kita juga harus bekerja lebih cerdas? Kita bisa search Google bagaimana tips-tips agar bisa duduk berlama-lama dengan komputer dengan nyaman, tips-tips untuk mengurangi mata lelah dan sebagainya yang berkaitan dengan kenyamanan saat ber-blogging ria.

Ada yang sanggup begadang tiap malam untuk online, sosialisasi di jejaring sosial, menulis draft posting dan sebagainya, ya, jika energi disamakan dengan sebuah aset, kita sebagai bogger seharusnya mau dan mampu mengelolanya dengan benar.

Energi yang prima akan memberikan dampak positif yang tidak sedikit bagi aktivitas blogging, diantaranya yaitu dapat mengurangi stres akibat terlalu overload dalam menyerap informasi, dapat memperlancar proses kedisplinan menulis, juga bisa mempermudah proses saat brainstorming dan mengolah ide.

Mesin pun begitu. Update selalu antivirus kita, cari referensi bagaimana cara memaksimalkan kinerja komputer, oprek bagaimana tips memilih peramban favorit beserta add-ons-add-ons pendukungnya. Jangan sampai energi fisik yang prima tak didukung oleh energi mesin yang kita pakai. Bila perlu, baca kembali artikel tentang bagaimana berinternet secara nyaman dan aman sebagai bahan pertimbangan.

2. Waktu

Waktu Ngeblog

joyreplicawatch.com

Bila berbicara tentang waktu, kita akan berbicara tentang aset atau sumber daya yang tidak dapat diperbaharui. Satu detik yang terlewat tak akan kembali. Waktu sangat krusial bagi blogger. Satu sisi dapat membuat blogger menjadi tak sabar, terutama bagi blogger yang tujuan utamanya sangat berorientasi pada uang (money oriented).

Mungkin karena terbujuk oleh pemberitaan bombastis yang mengatakan bahwa blogging dapat menghasilkan uang dalam semalam, banyak blogger berlomba-lomba tuk membuat blog. Tapi setelah beberapa waktu berjalan blognya tak jua mendapat penghasilan yang diharapkan, mereka pun mundur satu persatu. Salahkah? Tidak juga. Uang tak melulu dapat dicari lewat cara blogging. Toh lebih banyak jenis aktivitas lain di luar sana yang lebih menghasilkan. Jadi bukan blogging-nya yang salah, tapi cara menyikapi waktu untuk mencapai tujuan blogging-nya yang harus lebih dipertajam.

Karena untuk sukses di berbagai bidang, goal/tujuan itu harus ada batas waktunya, jadi bukan satu atau dua hari. Saya pernah membaca buku yang mengatakan:

Perbedaan orang sukses dan orang kebanyakan adalah: Orang sukses jika diberikan sebuah prospek yang menjanjikan, mereka akan bilang: saya akan membuat rencana dan menjadikannya kenyataan. Sedang orang kebanyakan: saya akan melakukannya suatu hari nanti.

Well, menukil kata-kata Tom Cruise dalam film Knight and Day: suatu hari adalah kata yang sangat berbahaya, karena itu artinya hari itu tak akan pernah terjadi.

Satu sisi yang lain, waktu pun bisa menjadi senjata andalan blogger yang paling ampuh. Syaratnya, kita harus yakin dengan tujuan dan tahu persis langkah-langkah dan jalan mana yang harus ditempuh. Sekaligus, harus sadar sepenuhnya bahwa untuk membangun sebuah blog yang mapan dan menghasilkan itu memang perlu waktu yang tak sebentar.

Jadi kuncinya, bersahabatlah dengan waktu. Gunakan tool-tool manajemen waktu, atau membuat sendiri pengaturan waktu yang efektif dan efisien, seperti: selalu memiliki bank ide, jadwal menulis outline postingan, waktu bersosialisasi di social media, tepat dan cepat dalam berpromosi, dan lain sebagainya.

Apalagi dengan gencarnya fakta yang menyatakan bahwa aktivitas blogging itu bagaikan lari marathon, mau tak mau kita harus pintar-pintar ‘mengambil waktu bernafas’ agar konsistensi ngeblog terus terjaga bukan?

3. Kemauan Untuk Bekerja Keras

Ngeblog Dengan Keras

nymetroparents.com

Energi siap, pengaturan waktu mantap, selanjutnya? Meminjam istilah dari buku Mimpi Sejuta Dolarwillingness to put in the hard work.

Ya, memiliki kemauan yang keras untuk belajar dan terus mengembangkan diri adalah aset terbesar berikutnya yang mungkin belum kita sadari. Jika memang sudah cukup puas dengan kenyataan yang ada (tulisan seadanya, trafik seadanya, teman blog seadanya, trik promosi seadanya), maka energi berlimpah dan waktu berpuluh-puluh tahun pun takkan mampu mendongkrak blog ke arah yang lebih jelas.

Lain halnya jika kita memperlakukan blog layaknya sebuah brand atau penampilan kita yang seutuhnya. Secara logika, apakah kita tega berpenampilan seadanya di catwalk blogosphere sedang yang lain memiliki kemauan tuk berusaha tampil dengan busana terbaik dan senyum menawan?

Asal tahu saja, di mata blogger-blogger profesional, blogging adalah sebuah pekerjaan besar. Jadi mereka mempersiapkan segala sesuatunya untuk berusaha tampil maksimal di antara yang lain, dan mereka pun bersedia untuk membayar harganya di muka. Dengan kata lain, mereka selalu diliputi oleh kemauan untuk bekerja keras.

Apa alasannya? Karena kemauan untuk bekerja keras sangat berkaitan erat dengan konsistensi dan disiplin diri. Kemauan untuk bekerja keras akan terus memotivasi diri untuk belajar hal-hal yang menunjang aktivitas. Dan untuk aktivitas blogging, kemauan untuk bekerja keras dapat ditafsirkan sebagai berikut:

  • Kemauan tuk selalu mengasah kemampuan menulis
  • Kemauan untuk belajar dari blogger-blogger yang lain
  • Kemauan untuk lebih memperdalam hal-hal teknik platform blog-nya
  • Kemauan untuk selalu memantau perkembangan sesuai topik/niche blog
  • Kemauan untuk belajar bagaimana cara mempromosikan blog secara efektif
  • Dan lain sebagainya

Epilog

Seiring berlalunya waktu, dimanapun posisi level blogging kita, ilmu dan khasanah blogging akan terus berkembang. Newbie dan pemain lama memiliki kesempatan yang sama, karena 3 aset terbesar di atas adalah bukan aset yang diperuntukkan bagi kaum dan golongan tertentu. Semua kembali pada faktor pribadi masing-masing pelakunya yang akan jadi pembeda, apakah kita menyadari 3 aset tersebut dan mau memaksimalkannya, atau acuh dan lalu tersadar setelah blogging tak lagi menjadi aktivitas yang mengasyikkan.

Energi, waktu dan kemauan untuk bekerja keras. Apakah kita – wahai blogger – telah menyadarinya? Atau Anda punya pendapat lain yang bisa didiskusikan di sini? Sharing, please. Ya? Ya? :D

Share Button
This entry was posted in Blogging and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

24 Comments

  1. Posted 31/01/2012 at 12:57 | Permalink

    Aset saya yang paling berharga sebagai narablog mungkin saat berekreasi dengan santai, ada banyak ide muncul dari sana :D.

    • Dendy Darin
      Posted 31/01/2012 at 13:16 | Permalink

      Benar juga, menyediakan waktu tuk ‘bernafas’ ya Bli? :)

  2. Posted 31/01/2012 at 13:08 | Permalink

    kalau saya bermasalah dengan asset waktu. pandangan orang selama ini bilang kalau fulltime blogger itu bebas mengatur waktu. justru karena kebebasan itulah yang justru membuat kita terlena. :)

  3. Posted 31/01/2012 at 13:32 | Permalink

    masih sedang berusaha menjadi penulis yang baik, sedang mengenal apa itu SEO dll … masih panjang rupanya perjalanan saya di dunia blog ini.

  4. I2-Harmony
    Posted 31/01/2012 at 17:02 | Permalink

    Yang paling pamungkas ya itu gan, kemauan untuk belajar. Kalo ga mau belajar ya… gitu deh… :D

  5. Posted 31/01/2012 at 18:09 | Permalink

    memang benar mas, saya dulu mulai aktif ngeblog waktu libur sekolah, *saya masi SMA. sekarang udah masuk sekolah, banyak tugas, waktu terpotong, konsentrasi terpecah. Tetapi enaknya kalau masuk sekolah bisa dapet inspirasi buat nulis, entah guru ceramah atau kejadian di sekolah :DD

  6. Posted 31/01/2012 at 18:39 | Permalink

    asyiknya ngeblog jd lbh byk thu ktika blogwalking dan berinteraksi dg ssma blogger jg visitors :)

  7. Ipras
    Posted 31/01/2012 at 21:01 | Permalink

    Aset yang sangat berharga tuh Mas, jadi emang harus dimaksimalkan secara serius agar hasilnya juga maksimal :)

  8. asaz
    Posted 01/02/2012 at 09:22 | Permalink

    kemampuan mengatur waktu sangat diperlukan supaya tidak bentrok dengan kegiatan lain

  9. Hery
    Posted 01/02/2012 at 11:18 | Permalink

    Kalau menurutku, aset yang paling besar justru adalah passion atau gairah dalam ngeblog itu sendiri. Blog menjadi besar karena bloggernya memiliki level passion yang tinggi dari waktu ke waktu tentang materi/fokus dari blog tersebut. Berapa banyak blog yang akhirnya terbengkalai karena bloggernya kehilangan passion. Dengan hilangnya passion, blogger akan dengan mudah mengkambinghitamkan faktor lain yang memundurkan kegiatan blogging.

    Sebaliknya, blogger yang tetap memiliki level passion yang tinggi, dengan sendirinya akan mempersiapkan energi, waktu dan kemauan keras untuk memastikan bahwa blognya berkembang dari waktu ke waktu.

    Agaknya kita semua perlu belajar pada mas Darin dan mas Agus Siswoyo tentang menjaga passion ini.

    Salam

    • Dendy Darin
      Posted 01/02/2012 at 11:39 | Permalink

      Tambahan yang sangat bagus Bang Hery. Ya, passion itu sangat mutlak dimiliki jika ingin serius di dunia blogging. Jika passion terus menyala, niscaya energi, waktu dan kemauan keras pun akan mengikuti.

      Sama-sama belajar bang. Salam sukses juga ya :)

  10. Asop
    Posted 01/02/2012 at 11:19 | Permalink

    Nah, soal jejaring sosial, saya belom pernah menggunakan akun twitter saya… :(

    *minta ajarin siapa ya?*

  11. grandchief
    Posted 01/02/2012 at 12:18 | Permalink

    Di bagian ketiga tentang kerja keras ini yang kadang harus di garis bawahi mas,kadang sempat juga terlena dengan aktifitas ngeblog yang apa adanya jadinya menerimanyapun terkadang juga apa adanya.Sepertinya memang harus di rencanakan sebagai sesuatu yang sedikit agak dipaksakan agar bisa tetap konsisten memberikan semangat dan memberikan asupan yang berguna bagi blognya :D

    Sepertinya memang harus banyak belajar dari mas Darin nich :)

  12. dansapar
    Posted 01/02/2012 at 13:50 | Permalink

    setuju dengan tambahan dari mas heri, passion :)

  13. Posted 01/02/2012 at 22:16 | Permalink

    kalau saya terkendala besar di waktu mas.. maklum masih part time blogger..
    ngeblog cuma di saat senggang aja

  14. Jackysan Dofollow
    Posted 01/02/2012 at 22:59 | Permalink

    Wahh..lengkap sekali ulasannya….
    Ijin baca2 dulu mastah..
    Salam kenal….

  15. edi wasito
    Posted 02/02/2012 at 21:49 | Permalink

    terimakasih energi postif nya..menjadi blogger sejati..hehhe
    happy blogging

  16. Posted 04/02/2012 at 12:21 | Permalink

    aset berharga yang harus di jaga…

  17. Posted 22/03/2012 at 02:01 | Permalink

    wehehe…
    apik.

    salam.

  18. Posted 10/05/2012 at 03:01 | Permalink

    Eh.. Kirain asset-nya blogger.com wkwkwk.. Ternyata bloger toh

    • Darin
      Posted 10/05/2012 at 07:41 | Permalink

      ^_^ saya baru diingatkan, ternyata blogger.com juga bisa jadi aset terbesar ya mas he2

  19. Posted 12/06/2012 at 18:08 | Permalink

    Wuaachhh..menarik jg ni bahasannya.
    Memang klo kita sadari waktu mjd aset yag msti dimanfaatkan secara efektif.. meski kemauan trus ada Tapi mau gak mau energi kita jg dipakai buat aktivitas lain diluar dunia ngeblog…
    So’ intinya bagaimana menyiasati waktu dan membakar minat kita saja…
    heheee..

    Salam Blogger!

  20. Posted 10/12/2012 at 20:05 | Permalink

    saya pikir blogging itu kegiatan yang mudah, ternyata setelah diterjuni lebih dalam begitu banyak menguras energi dan waktu sampai2 tengah malampun saya masih menyempatkan buat blogging dan belajar banyak tentangnya

One Trackback

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>