6 Cara Berkomentar Yang Akan Membuat Anda Bersinar Bagai Superstar

Semua setuju jika mengartikan sebuah artikel blog yang bagus adalah yang bermanfaat, unik, cocok dan relevan dengan target pembacanya. Lalu bagaimana barisan-barisan kalimat di kotak komentar yang notabene juga adalah bagian dari konten atau artikel tersebut? Apakah pernah kita memiliki mind set yang sama dengan si penulis ketika menulis artikel tersebut, yakni menulis komentar yang juga bermanfaat, unik, cocok dan relevan dengan artikelnya?

Pertama-tama, berkaca dari pengalaman kita sendiri dulu deh. Kalau kita blogwalking, baca artikel (kalau cocok ya dikomentari) lalu scanning komentar-komentar yang ada, kira-kira link komentator yang mana yang mampu menarik hati kita tuk mengklik dan – hupla – berkunjung ke blognya?

Cara Berkomentar Yang Baik

image courtesy: popcultureonline.net

Nah, bila sang narablog dan artikel blognya saja bisa bersinar di antara artikel blog-blog lain, kita yang berkomentar juga jangan mau kalah dong dengan berusaha bersinar di antara komentator-komentator lain yang ikut nimbrung di situ. Setuju?

Ok, berikut trik-triknya agar komentar kita terlihat menyilaukan sehingga dapat mempengaruhi pemilik blog dan komentator lain tuk mengklik link kita. Here we go:

1. Jangan Ragu Bila tak Setuju
Ngga setuju dengan isi artikel dan semua komentar bilang ‘great post!‘ atau ‘nice info gan!’? Tuliskan saja ketidaksetujuan kita beserta alasannya. Ngga setuju bukan berarti membombardir isi artikel dan tak mengindahkan etika yang di kemudian hari malah bisa membuat nama kita jelek di blogosphere lho. Simpel saja, asal jangan tulis ‘pokoknya ane ngga setuju, titik‘ *haha*

Bila perlu, berikan fakta-fakta penunjang ketidaksetujuan kita dan informasi-informasi tambahan yang sekiranya dapat menjadi wawasan baru bagi narablog maupun pembaca yang lain di situ. Dijamin, komentar kita akan terlihat ‘berbeda’ dan mengundang pemilik blog beserta pengunjung lain tuk berkunjung balik ke blog kita.

2. Humor humor humor!
Humor kadang diperlukan saat kita dihadapkan pada komentar-komentar lain yang rata-rata serius. Saya pernah menemukan komentar sejenis di blog ini dan itu membuat saya tertarik tuk ingin lebih mengenal si komentator, dan ujung-ujungnya malah jadi partner ngeblog yang asyik.

Jadi, sesekali tunjukkan sisi kecerdasan emosional kita untuk tetap bisa bersikap santai dikala semua mengernyitkan dahi. Sisipkan humor dan buat dunia ini lebih berwarna!

3. Buat pembukaan komentar yang bagus
Layaknya menulis artikel, menulis komentar pun ternyata butuh ‘sentuhan’ lebih agar terlihat ‘wah’. Dan memilih pembukaan kalimat yang tepat dan mengena pasti akan lebih menohok.

4. Sumbang poin tambahan
Jika artikelnya berbentuk list atau daftar, usahakan untuk menambahkan poin yang sekiranya bisa dijadikan referensi bagi si penulis. Contoh, komentar Pak Joko Sutarto di artikel Inilah Alasan Mengapa Orang Tertarik Membaca Blog. Dengan cara ini, saya selaku pemilik blog dan pembaca yang lain akan bisa menilai bahwa si komentator tentu menguasai topik yang dibahas pada artikel. Dan kelihatan kan, komentarnya lebih bersinar dibanding yang lain? :)

5. Tambahkan link referensi
Bila kita menyetujui isi artikel dan mengetahui link yang dapat mendukungnya, tuliskan saja. Begitu pun sebaliknya. Beri link referensi yang berfungsi sebagai pelengkap argumen sanggahan kita.

Tunggu, ini yang sering disalahartikan oleh para blogger. Banyak saya temukan – yang kemudian dengan terpaksa saya jaring di kandang spam – blogger-blogger yang mengikuti kontes memberi link artikel kontesnya di kotak komentar. Ini sebenarnya sangat mengganggu, bukan hanya kepada saya, tapi juga pengunjung yang lain yang tentunya adalah ‘target’ dari penyebaran link tersebut. Jadi, bijak-bijaklah memberi link referensi, deal?

6. Komentar di komentar yang lain
Dengan fitur komentar bertingkat, kita dengan leluasa bisa membalas komentar orang lain meskipun kita bukan pemilik blog. Apalagi jika memang artikelnya sangat menarik untuk memancing sebuah diskusi, komentar bertingkat ini akan terlihat lebih seksi di mata pengunjung yang melihatnya.

So, komentari komentar orang lain dengan trik yang sama dengan lima cara di atas, niscaya – jleb – komentar kita bakal bersinar bagai superstar.

7. …….. ada yang menambahkan? Baca kembali poin no. 4 ya :)

Share Button

About Darin

Hai, terima kasih sudah membaca artikel di blog ini. Untuk selanjutnya, Anda bisa berlangganan artikel secara gratis via RSS Feed atau lewat Email. Dan untuk mengenal saya lebih dekat, mari cuap-cuap bareng di Twitter dan jangan lupa sempatkan buka laman About dan Arsip blog ini.
This entry was posted in Opini and tagged , , . Bookmark the permalink.

25 Responses to 6 Cara Berkomentar Yang Akan Membuat Anda Bersinar Bagai Superstar

  1. @dhanz_ztya says:

    Intinya berikan komentar yang berkualitas dan sesuai dengan tema yang ditulis narablognya, jangan ngomentar out of theme yang gak ada nyambung2nya, malah cuma nempelin link kontes. Awal tahun ini memang lagi membanjirnya dan lagi musimnya kontes, banyak juga yang nitip-nitip link.
    Yang point memberi kesan wah di pembukaan komentar ini yang agak susah mas Darin. Semua itu akan kembali pada tujuan awal ngeblog, kalau salah satu tujuannya adalah mengembangkan relasi dan kedekatan emosional sesama narablog pasti akan sangat memperhatikan dalam hal berkomentar ini. Apalagi mind set mereka sama, sehingga terjadi obrolan menyenangkan di komentar.

    • Dendy Darin says:

      Iya, saya juga sadar kalau tips no 3 yang agak sulit mas Dhan. Membuat pembukaan komentar kok malah bikin pusing hehe.
      Nah, masalah mengembangkan relasi ini tambahan yang bagus. Secara ngga langsung kalau kita berniat untuk lebih dekat dengan narablognya tentu akan ‘memaksa’ diri agar komentarnya ‘bersinar’. Pola fikir juga sepertinya berpengaruh. Kita cenderung untuk mengindahkan komentar dari komentator2 yang sudah lama kenal dulu. Jadi yah, memang subyektif ya. Tips di atas mungkin mengena untuk blogger2 yang ingin lebih dikenal di blog yang baru dikunjungi.

  2. Cahya says:

    Mas Darin secara logika saya kira tidak dapat menambah tautan referensi pada komentar/tanggapan kita. Karena pada usulan asali sebuah komentar akan secara langsung memiliki atribusi rel=nofollow untuk tautan yang disisipkan.

    Dan sebuah taut referensi dalam pembahasaan web selayaknya tidak memiliki atribusi tersebut.

    Sedemikian hingga, tautan yang memiliki nilai referensi selayaknya hanya ada pada konten, bukan pada komentar. Itu pun jika pada konten terdapat tautan yang tidak memiliki nilai referensi, maka harus disisipkan atribusi di atas.

    Nah, ini hanya sekadar tambahan dari kaidah web yang saya tahu saja. CMIIW.

    • Dendy Darin says:

      Waw, trims sekali atas wawasan barunya Bli. Saya baru tahu tentang masalah atribusi ini.
      Ya, taruhlah, kalau logikanya seperti yang bli Cahya terangkan di atas, untuk link2 referensi boleh lah. Tapi untuk komen2 yang menyisipkan link untuk tujuan promosi akan terasa bedanya, baik untuk pemilik blog maupun pengunjung yg lain. Bukan begitu? 😀

      • marsudiyanto says:

        Mungkin nggak harus link hidup Mas, karena sangat mungkin referensi tambahan juga dibutuhkan oleh pemilik blog.
        Namanya juga usaha.
        Sama kayak ngedarkan undangan. Kalau si empunya rumah yg mau dikasih undangan kok gak ada, ya taruh aja dibawah pintu 😀

        • Dendy Darin says:

          Hahaha, analogi yang masuk akal pak Mars. Masukkan undangan di bawah pintu 😀

      • Cahya says:

        Boleh saja sih Mas, tapi agar tautan itu dibaca sebagai referensi oleh web (termasuk oleh laba-labanya Google misalnya), maka tautan sebaiknya dipindahkan/disalin ke bagian konten – misalnya melalui tulisan yang diperbarui (content update).

        Karena jika tetap berada di kolom komentar, maka akan jadi tautan biasa saja, bukan pranala referensi. Ya, boleh saja sih untuk memperkaya diskusi juga :).

  3. andank says:

    sependapat saya dengan mas, kadang pengunjung hanya ingin meninggalkan link nya saja mas

  4. amdhas says:

    Klo di blog ane sih komentar itu asal jangan terpaksa atau hanya kunjungan balik..klo ane sendiri ga peduli, klo toh artikelnya bagus ane mau komentar dan lihat mood.

    Yang penting jujur itu ane setuju bang darin.. klo terlihat si blogger berkomentar hanya kunjungan balik itu sudah terlihat ko,,
    tapi bukan berarti kita tidak berkunjung lagi jika tidak di kunjungi [intinya jika kita sudah senang membaca dan beropini ga masalah itu, kembali kepada bloggernya masing-masing]..karena ane sendri punya feed yang di ikuti..toh klo bisa di komentari dan beropini yah..komentar saja dengan ikhlas, klo tidak yah.. baca saja.

    Berkomentar di blog lain tak perlu di paksakan.

    • Dendy Darin says:

      Setuju bang Hendro. Saya juga ngerti, ngga semua pengunjung mau berkomentar. Alasannya ya mungkin sama dengan yang Bang Hendro bilang, tergantung isi artikel dan mood 😀

  5. stupid monkey says:

    yep, setuju dengan yang lain, berkomentar itu harus jujur, menggunakan hasil dari analisa kita, tapi tentu tidak melanggar norma-norma yang ada, namun kepada pemilik blog juga jangan kecewa denga komentar yang sekedar lewat, sperti “kunjungan bali, bla ..” karna pengunjung juga tentunya orang-orang yang berbeda, namun itu semua bisa diambil sebagai pelajaran, infonya keren, blognya keren semoga adminya keren juga, thanks 😉

  6. Joko Sutarto says:

    Komentar saya paling bersinar? Bisa saja Mas Darin. :) Terima kasih apresiasinya. Saya, kok tidak merasa seperti itu. Hem, mungkin karena saya pengomentar pertama jadi tentu saja banyak dibaca oleh pengunjung yang lain.

    Dalam berkomentar saya menganut paham tidak mau komentar asal. Harus paham benar dengan apa yang ditulis baru berkomentar. Kalau misalnya saya tak paham atau kurang mengerti tetapi saya ingin berkomentar biasanya saya tak segan untuk bertanya atau meninggalkan pertanyaan ke bloggernya.

    Saya juga pernah menulis masalah komentar dan blogwalking di blog saya. Mungkin sedikit berhubungan dengan artikel ini. Ini linknya http://www.diptara.com/2010/12/cara-blogwalking-yang-efektif-dan.html.

    Nah, akhirnya saya terpengaruh dengan point nomor 5, beri link tambahan. 😀

    • Dendy Darin says:

      Saya nggak mengada-ada kok Pak. Pengunjung yang lain juga pasti melihat dan setuju dengan saya :)
      Nah, petuah dari bapak ini yang harus dicamkan baik2 oleh para komentator.
      Trims tambahannya pak :)

  7. Bahasa Blog says:

    Betul semua.. :) hal yang mendasar buat saya, komentar itu kan untuk saling berkomunikasi dengan tujuan silaturahmi dan memberikan informasi kalau kita (komentator) juga ada dan punya blog. Masalah link dan kunjungan balik, kalau itu bisa berdampak positif ya hanya bonus saja huehuehueh :)

    • Dendy Darin says:

      Hehehe sip. Ya, bagaimanapun juga blogger ngga bisa maju kalau malas bersosialisasi. Itu bonus yang terpenting :)

  8. alamendah says:

    Lantaran sudah lama sekali vakum dari blogwalking, dan tentunya berkomentar, sehingga butuh latihan lagi ( :) ) jadi komentarnya kali ini seadanya saja. Soal link referal biasanya langsung masuk ke kotak spam. Kalau link-nya relevan baru deh diloloskan.

    • Dendy Darin says:

      Iya, biasanya bang Alam kan pake acara bilang ‘maaf mengamankan…’ dulu 😀
      Selamat datang kembali bang! :)

  9. adetruna says:

    saya pribadi memiliki keinginan yang besar dalam menulis artikel atau berkomentar pada artikel orang lain, blog mas darin misalnya… Tetapi memang tidak diimbangi dengan kemampuan menulis yang baik… Sehingga artikel terkadang ‘dangkal’ begitupun saat berkomentar, ‘dangkal juga’ *artikel ini langsung saya bookmark and thank you! :)

  10. marsudiyanto says:

    Mas Darin bener, bahwa respon pembaca bisa dikatakan bagian tak terpisahkan dari konten.
    Meski nggak selalu, tapi saya suka juga membaca komentar sahabat, apalagi kalau konten dan komentarnya lagi ngepas.
    Satu lagi, saya sangat menghindari komentar yg sama, apalagi kalau yg sama banyak banget.
    Saya seneng komentar yg singkat tapi pas.

    • Dendy Darin says:

      Contohnya seperti komentar Pak Mars ini: singkat dan pas! :)
      Makasih tambahannya pak.

  11. Eric eviden says:

    Terkadang waktu senggang bikin kita menulis hal hal yang tidak penting, reply atau memberi komentar yang mengganggu.

  12. ahmad says:

    wah gak nyangka ternyata metode yang selama ini saya gunakan berdasarkan hasil pemikiran saya semuanya masuk dalam daftar ini,, ckckckc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *