Analogi Duo Serigala

Di sela-sela waktu senggang, selain buku, game dan musik, saya juga sempat menonton film. Bukan, bukan menonton layar besar di ruangan sejuk ber-AC sembari berselonjor di kursi empuk. Cuma film dari personil konsultan yang kebetulan mampir asistensi – dan dengan entah berat hati atau apa – file-file koleksi filmnya sukses saya copy *hehe

Lagian di Manokwari juga belum ada gedung bioskop *hadeh

Yah, sudahlah. Btw, salah satu film yang saya tonton berjudul Tomorrowland. Alurnya agak kurang dimengerti sih di beberapa menit awal, tapi secara keseluruhan bagus untuk dinikmati para maniak fiksi ilmiah. Khususnya bagi sobat yang memiliki ketertarikan tentang bayangan masa depan yang futuristik dan apa lagi kalau bukan time traveler.

Film Tomorrowland

Di salah satu adegannya, ada sesuatu yang sangat mengena, yaitu sebuah dialog singkat antara seorang ayah dan anaknya yang sepertinya sederhana, namun maknanya sungguh dalam. Dialog itu mengetengahkan analogi berikut…

Alkisah ada dua serigala, yang keduanya selalu saja berkelahi. Yang satu hitam, dan yang satunya putih. Si hitam adalah pemurung dan putus asa, sedang si putih berperangai optimis dan penuh harapan. Pertanyaannya, serigala manakah yang akhirnya akan menang?

Jawabannya, serigala manapun yang kamu beri makan.

Tadinya saya berharap jawabannya adalah serigala putih, dan mungkin sobat juga berfikir begitu. Toh yang selalu optimis dan penuh harapan pasti akhirnya akan menang, kan?

Well, setelah saya renungkan baik-baik. Jawaban itu benar juga.

Bahwa sesering apapun kita berusaha berfikir positif, selalu mengharapkan yang terbaik, pun kerap berbuat apik, namun bila dalam kenyataannya hal-hal negatif-lah yang terus menerus kita lakukan, apalah gunanya?

Contoh kasus yang paling pas ngga usah jauh-jauh: saya sendiri.

Saya sebagai blogger #uhuk tentu dong ingin blognya terisi dengan konten ter-update, fresh dan – yah – setidaknya ada satu dua pengunjung asik yang berkomentar, tapi apa jadinya kalau yang justru saya lakukan adalah malas buka dashboard, enggan menulis dan ogah menyediakan waktu bahkan untuk sekedar blogwalking?

Blog yang sip itu yang seperti serigala putih, blog yang mati suri itu bak serigala hitam. As simple as that. Dan secara tak sadar selama ini saya telah memberi makan pada si serigala hitam…

Eit, itu dulu, sekarang beda. Ini buktinya update *hehe

Kalau sobat belum nonton aksi natural Britt Robertson dan rindu kharismanya George Clooney, silakan cek sendiri di film ini ya.

Dan jangan lupa, jangan pernah kasih makan si serigala hitam 🙂

This entry was posted in Inspirasi and tagged , . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

19 Comments

  1. Posted 16/11/2015 at 15:21 | Permalink

    Waaaaa, senaaaang apdet lagiiii!

  2. Posted 17/11/2015 at 22:53 | Permalink

    Asiknya ngeblog itu pada saat inspirasi datang, kilatannya cetar membahana, langsung buka dashbord saat itu juga. Numpang blog walking ya Mas, Salam Kenal… NB: Saya sedang berusaha untuk seperti serigala putih 😀

    • Darin
      Posted 22/11/2015 at 11:09 | Permalink

      Sama-sama mas. Mari kasih makan srigala putih dgn makanan yg bergizi (y)

  3. Posted 21/11/2015 at 06:51 | Permalink

    Sebuah analogi yang cukup masuk akal mas, ngeblog emang sebaiknya dijalani dengan senang hati dan sukarela, nggak perlu ada paksaan dan tekanan. Seperti air yang mengalir, walaupun banyak rintangan, ia tetap mengalir. 🙂

    • Darin
      Posted 22/11/2015 at 11:08 | Permalink

      Betul mas. Apalagi kalo pas kerjaan lg numpuk2nya.. haduh
      Tambah lagi sinyal yg amburadul disini.. hadeh hehe
      Tapi tergantung niat sih ya. Ini jg sedang diusahakan nulis offline dulu baru kalau sdh siap di-online-kan 🙂
      Trims sarannya bro (y)

  4. Posted 24/11/2015 at 19:11 | Permalink

    Iya, Mas Darin, saya juga nonton filmnya. Keren banget. Ide ceritanya gokil meskipun endingnya udah bisa ketebak.

    Kalau tentang analogi dua serigala, itu pula yang sedang terjadi sama bangsa ini. Apakah kita akan terus menerus memberi makan serigala hitam, yaitu dengan segala sumpah serapah terhadap seorang pemimpin. Atau memberi makan serigala putih yaitu dengan penuh optimisme dan menjadi bagian dari solusi.

  5. Posted 26/11/2015 at 10:31 | Permalink

    Wah mas Darin, di tempat ane ga ada bioskop nih….:(

  6. Posted 15/03/2016 at 12:39 | Permalink

    Nyimak aja dah sama soalnya gak ada bioskop mau nonton di mana bioskopnya kebakaran mas heheheheh……

  7. Posted 17/03/2016 at 04:34 | Permalink
  8. Posted 17/03/2016 at 04:38 | Permalink

    di indoneisa juga ada film sejenis, ganteng ganteng serigala he3….

    http://gradeshomecleaning.com/cleaning-news/0856-240-298-36-tukang-taman-dan-kolam-hias-bandung/

  9. Posted 02/04/2016 at 18:34 | Permalink

    keren juga mas ulasannya.. salam kenal dan sukses selalu..

  10. Posted 22/04/2016 at 23:13 | Permalink

    Kunjungan pertama kesini, baca dua artikel. Menarik juga 🙂

  11. Posted 13/07/2016 at 07:13 | Permalink

    salam duo serigala hehe. Sayagnya belum ada bioskop

    Cara Membuat / Mengedit Foto Thuglife di Android

  12. Posted 01/09/2016 at 11:00 | Permalink

    analogi yang keren banget gan… bener banget 😀

  13. Posted 04/10/2016 at 16:23 | Permalink

    ngeblog harus dijalani dengan senang hati dan tanpa ada paksaan dan tekanan 😀

  14. Posted 04/10/2016 at 16:24 | Permalink

    analogi yang bener banget, hehe

  15. Posted 22/11/2016 at 17:15 | Permalink

    Saya kira dua serigala penyanyi dangdut

  16. Posted 23/01/2017 at 10:45 | Permalink

    Salam kenal dan sukses selalu.. ditunggu kunjungan baliknya http://www.aidatour.co.id

  17. Posted 01/02/2017 at 22:48 | Permalink

    analogi yang cukup masuk akal mas
    serutan es batu

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*
*