Apa Rahasianya Bisa Awet Ngeblog Bertahun-Tahun? (Interview 5 Blogger Tahan Banting)

Sejak kapan Anda ngeblog?

Sebulan, setahun, lima tahun yang lalu? Saya sendiri mulai mengenal blog sejak tahun 2008. Dari mulai ngepost random di berbagai blog blogspot hingga akhirnya sejak akhir 2010 mengudara dengan blog ini.

Dan bila diseret mundur ke belakang, perjalanan ngeblog memang fluktuatif. Ada pasang surut. Dulu kegiatan blogging sangat berwarna karena banyak blogger-blogger yang aktif, baik dari frekuensi tulisan maupun diskusi di kolom komentar. Banyak pula blogger-blogger yang secara kualitas, tulisannya betul-betul membuat hati kesengsem.

Bagaimana dengan sekarang? Well, gambaran jawaban itu bisa saya lihat dari aktivitas blogwalking ke blog-blog yang narablog-nya pernah berkomentar di sini. Hasilnya? Banyak blog yang sudah gulung tikar, dan kalau pun masih ada, postingan terakhirnya telah berusia lebih tua dari lumut.

Namun saya beruntung, karena dari aktivitas blogwalking itu, saya menemukan beberapa blogger seangkatan – duh, berasa sepuh πŸ˜€ – yang masih tetap asyik dengan blog-nya sampai sekarang. Selain beruntung, saya pun penasaran, kenapa ya mereka bisa tetap eksis ngeblog sampai sekarang? Apa rahasianya?

Thus, demi menjawab rasa penasaran itu saya mengontak mereka (syukurlah mereka masih ingat saya *lol*) dan bertanya langsung dengan pertanyaan: apa rahasianya bisa awet ngeblog bertahun-tahun?

Dan berikut jawaban blogger-blogger tersebut:


Setelah lama vakum dari blogosphere, saya banyak melakukan perombakan untuk blog agussiswoyo.com. Theme saya ubah sesuai selera, yaitu simpel. Saya ngeblog pakai domain berbayar dari 2009 sampai sekarang. Mengapa bisa bertahan ngeblog?

1. Follow my passion
Saya hanya akan lakukan apa yg saya sukai. I don’t care what people say to me. Saya sudah sering diprotes orang di dunia nyata (jadi oposisi pemerintah desa. Hahaha). So, saya tidak terpengaruh komentar netizen yg maha benar. I keep my identities karena itu yg bikin saya beda dengan blogger lain. Menjadi unik adalah passion saya meski banyak orang yang nggak paham dengan pilihan saya.

2. Berdakwah di dunia maya (agak lebay ya. Hihihi)
Bukan hanya bermodal passion, saya juga punya misi pribadi untuk menginspirasi pembaca. Ehem,Β saya mengajar di pendidikan formal (SD dan MI) sejak tahun 2012 sampai sekarang. Setiap tulisan saya berpeluang dibaca anak didik saya sehingga saya harus bertanggungjawab secara moral atas segala dampak artikel saya. Teacher jaman now harus bisa menjadi magnet bagi murid-murid yang diajarnya.

3. Balas dendam
Saya telah memutarbalikkan anggapan orang bahwa ngeblog nggak bisa dapat apa-apa. Big NO! Justru penghasilan saya dari content placement bisa mengalahkan gaji guru yg sudah kerja puluhan tahun (aduh sombongnya…). Saya nggak butuh iklan yang memenuhi halaman blog saya. Saya memilih sendiri vendor yg sesuai dgn ‘ruh’ blog the jombang taste. Dan ketika mereka nyinyirinΒ guru honorer macam saya, saya balas dengan screenshot transfer yang masuk ke rekening saya πŸ™‚


Blogger Irvina Lioni

Tips agar awet ngeblog hingga bertahun-tahun (irvinalioni.com):

1. Jika memang memiliki passion menulis, maka jangan lupa untuk terus mengembangkannya dengan selalu berlatih menulis melalui blog. Kalau memang sudah ada passionnya, sudah seharusnya masih menulis blog hingga kini walaupun ada gempuran ini itu. Percayalah kepada diri sendiri, bahwa menulis blog memiliki banyak manfaat untuk kita, seperti:

  • Mengisi waktu luang dengan kegiatan positif, sehingga terhindar dari kegiatan buruk yang bisa saja dilakukan, misalnya menghujat orang lain di media sosial. Soalnya saya seringkali menemukan teman yang bingung mau ngapain, eh jadinya malah menghujat orang lain di Instagram!
  • Bikin bagus sebuah tulisan, bisa jadi. Namun, yang lebih penting adalah: menulis blog secara konsisten dapat membuat kita bisa berpikir lebih rasional, semakin tergugah untuk mencari banyak sumber informasi yang kredibel, semakin bijak dalam menulis, terhindari dari hoax, dan skill mengetik lebih cepat dari mereka yang bukan blogger *lol*.
  • Blog bisa jadi portofolio buat mereka yang ingin serius menjadi copywriter, content writer, jurnalis, penulis naskah, penulis buku, dan segala macam profesi yang berkaitan dengan menulis. Sejujurnya karena blog lah saya bisa lebih mudah masuk perusahaan asing dahulu dan menjadi anak industri kreatif selama empat tahun lebih.
Baca Juga:  Pemenang Giveaway Novel Poconggg Juga Pocong!

2. Bergaul dengan sesama blogger yang masih menulis blog. Kalau bergaulnya sama yang sudah malas ngeblog, biasanya akan tertular, jadi sama-sama malas. *hehe*.

3. Percayalah bahwa berbagi pengalaman dan cerita (mau itu lucu, unik, menarik, kredibel, inspiratif, pokonya selama itu positif intinya) di blog, sama saja dengan menabung pahala.

4. Selalu berkomunikasi dengan pembaca blog, baik melalui blog sendiri, blogwalking, hingga pertemanan di media sosial. Saya pribadi di media sosial lebih banyak bergaul dengan sesama blogger dan pembaca setia. Ketika saya baik kepada mereka maka mereka akan baik kepada saya dan tidak perlu dipaksa untuk mau membaca setiap tulisan baru saya. Saya juga mendapatkan banyak masukan dari mereka, sehingga blog saya bisa semakin berkembang dan masih ngehits hingga sekarang. Anjay~~~

5. Mau gak mau harus awet ngeblog, soalnya saya besar karena blog (cie elah), masa iya harus ditinggalin. Kasihan.


Dari beberapa pengalaman pribadi di hansutomo.com, rasa jenuh disaat ngeblog kayaknya wajar karena hampir semua blogger bakal seperti itu. Jadi untuk menyiasati rasa jenuh itu biasanya saya melakukan beberapa hal berikut:

  • Sering-sering blogwalking. Kalo mau dibilang sih kegiatan yang satu ini selain untuk memperluas persahabatan di dunia perbloggeran bisa juga untuk refreshing karena dengan blogwalking ke blog lainnya bisa jadi kita akan mendapatkan ide untuk konten yang akan kita isi di blog kita.
  • Punya koneksi internet yang cepat. Buat saya sih koneksi internet yang cepat bisa bikin semangat kita untuk terus ngeblog. Bayangin aja gimana kita mau betah ngeblog kalo koneksi internet kita aja mpot-mpotan jalannya. Hehehe.
  • Ganti tema blog. Ini yang baru saya lakukan sih, selain ganti domain. Gimanapun juga suatu saat kita akan bosan dengan tema blog yang itu-itu saja. Biar gak bosan, salah satu caranya ya ganti tema blog. Emang sih agak ribet karena mesti ngatur lagi dari awal. Tapi patut dicoba kok. Tema yang baru bisa membuat mata kita jadi segar dan betah buat ngeblog πŸ˜€
  • Gabung di komunitas Blogger. Ini lumayan asik sih, soalnya dengan gabung di komunitas Blogger yang aktif, tentunya akan membuat kita bakal jadi betah ngeblog. Kita bisa sharing satu sama lain saat kopdar. Cuma sayangnya gak semua daerah komunitas blogernya jalan. Hihihi πŸ˜€

Blogger Isnuansa Maharani

Waahh, pertanyaannya singkat, tapi bikin bingung mau jawabnya, hahahaha. Karena saya pun nggak tahu sebenernya, kenapa bisa selama ini tetep ngeblog terus di isnuansa.com. Udah lumayan lama juga ya ternyata? Dan belom bosan. Masih pengen tetep bisa nulis lagi sesering dulu. Tapi apalah daya, godaan sosmed lainnya seperti Twitter dan Instagram lebih menarik buat ditongkrongin.

Tapi tetep kok, masih diusahakan mengisi blog juga. Masih blogwalking juga baca blog teman-teman (meski nggak setiap hari lagi kayak dulu). Masih menjadikan blog sebagai rujukan kalau mau jalan-jalan atau beli barang.

Ngeblog karena memang saya suka, jadi ya nggak merasa beban. Kalau diminta kasih tips supaya bisa tetep ngeblog terus bertahun-tahun, bingung malahan. Ngeblog secara konsisten ini memang nggak mudah. Yang pasti, tantangannya bisa dari berbagai sisi. Mungkin ada blogger yang waktunya tersita buat kerjaan kantor, kerjaan rumah, anak dan kegiatan lainnya, sehingga sudah nggak punya waktu lagi buat ngeblog. Bisa juga ada blogger yang lama-lama bosan karena ternyata nggak menghasilkan apa-apa (padahal dulunya mulai ngeblog karena ngarep bisa dapetin duit banyak). HAHAHAHA.

Saya bisa awet ngeblog mungkin ya karena memang pada dasarnya suka banget dengan blog. Hampir nggak pernah bosen sama blog. Kalau nggak ada ide, saya biasanya buka akun komunitas blogger di Facebook atau Google+ terus baca-baca tulisan blogger yang baru update. Biasanya muncul ide tuh dari situ. Kadang ya terus nulis sendiri, tapi kadang juga enggak. Nggak perlu dipaksa juga kalau lagi nggak bisa nulis. Tapi saya sih selalu kangen lagi buat nulis blog.

Baca Juga:  Theme Satisfaction - How Fast Can You Load?

Blogger Eko Nurhuda

Saya pribadi malu kalau disebut konsisten ngeblog. Memang, saya mulai aktif ngeblog sejak akhir 2007. Atau kalau dihitung dari hari membuat blog pertama malah pada pertengahan 2005. Hanya saja dari 2007 hingga ke 2018 ini ada beberapa periodisasi di mana ada masa vakumnya, sehingga sebenarnya tidak bisa dikatakan konsisten. Kalau kita ganti dengan kata bertahan, saya rasa masih relevan.

Ketika membuat blog pertama kali pada medio 2005, saya hanya didorong rasa penasaran. Maklum, blog tengah booming saat itu. Ketika kemudian saya bisa menguasai seluk-beluk blog (membuat akun di Blogger.com, menulis posting, menambahkan gambar, memberi tautan, mengotak-atik tampilan, dll) maka selesai sudah gairah saya terhadap blog. Ini yang lantas membuat saya berhenti tak lama berselang.

Beda halnya saat saya kembali membuat blog pada medio 2007. Tepatnya Agustus 2007. Ketika itu saya yang berstatus mahasiswa jurnalistik di Akademi Komunikasi Yogyakarta tengah di ujung masa studi meski pada akhirnya tidak selesai-selesai juga. Tujuan membuat blog jadi lebih jelas: sebagai media menuangkan gagasan sekaligus “tempat sampah” artikel-artikel yang ditolak media massa. Saya pun bisa rutin memperbaharui blog, setidaknya sepekan sekali hingga akhir 2007.

Pada perjalanannya saya menemukan hal baru, yakni monetisasi blog. Ini sedikit mengubah orientasi. Dari sekedar media menuangkan gagasan jadi alat mencari uang. Di satu sisi ini bagus dong ya, karena ngeblog jadi kegiatan lebih produktif nan menghasilkan. Saya juga bisa punya semangat untuk update tiap hari sejak awal 2008. Bahkan sempat posting lebih dari sekali dalam sehari di masa-masa tersebut.

Di sisi lain, terlalu berorientasi pada uang rupanya membuat saya tidak merasa nyaman. Memikirkan blog jadi secara otomatis memikirkan dolar, sehingga yang dilakukan adalah menulis demi dolar. Tidak ada lagi tulisan-tulisan “idealis”, pun tak ada posting ringan mengenai keseharian yang membuat blog benar-benar personal di masa itu. Semuanya tulisan untuk menghasilkan uang.

Jadi lebih jengah lagi ketika kopi darat dengan sesama blogger. Orang menghargai kita karena menganggap penghasilan kita dari blog lebih besar dari dia. Dan, tema pembicaraan berkutat hanya soal uang, uang, uang, dan uang. Yang belum menghasilkan ingin tahu bagaimana caranya mendapat penghasilan. Yang sudah menghasilkan ingin tahu bagaimana caranya menghasilkan lebih banyak lagi. Begitu seterusnya. Sementara itu tidak ada batasan bagi ketamakan kita, bukan?

Saya pun sampai di titik jenuh. Lalu bertepatan dengan hari ulang tahun pada Desember 2009 saya menggagas blog baru, bungeko.com. Inilah blog yang mempertemukan kita kemudian. Dengan blog baru ini saya kembali pada niat semula ngeblog: menuangkan gagasan dan syukur-syukur bisa memberi kontribusi pada masyarakat. Karenanya blog ini tidak saya monetisasi sama sekali, pun saya menjauhi dunia “blogger pemburu dolar” (ini istilah yang langsung muncul di kepala untuk memudahkan identifikasi saja hehehe).

Selain gagasan dan opini mengenai isu-isu yang tengah hangat, saya posting hal-hal ringan mulai dari aktivitas keseharian hingga catatan perjalanan. Rupanya posting-posting begini yang kemudian membuat saya nyaman ngeblog. Interaksi dengan sesama blogger pun lebih enak, lebih mengalir, lebih tulus. Kita ingin mengenal blogger lain karena semata-mata tertarik dengan apa yang dituliskan di blog. Entah karena memiliki kesamaan, kagum, atau justru empati. Ketika kopdar juga yang dibicarakan tak melulu soal dolar, dolar, dan dolar.

Tentu saja ada plus-minusnya ya. Ketika kemudian keuangan saya goyah, blog yang tidak menghasilkan materi ini lama-lama terlantar. Saya sibuk mencari uang di tempat lain. Jadilah bungeko.com vakum sama sekali sejak awal 2012 hingga akhir 2014. Saya tetap menulis, baik di media cetak, media online, maupun sebagai content writer di sejumlah situs. Tapi bungeko.com hanya diperpanjang nama domainnya saja tanpa pernah diisi tulisan baru.

Baca Juga:  Misteri Tulisan Kentang

Lalu suatu ketika saya mengikuti sebuah seminar mengenai blogging di Semarang pada awal 2015. Ini didorong oleh rasa kangen ngeblog, juga penasaran dengan kondisi dunia blogging di Indonesia belakangan ini. Dan, rupanya sudah banyak sekali terjadi perubahan. Peta dunia blogging sudah sangat berubah. Hanya sedikit saja blogger angkatan kita yang bertahan, kalau tidak mau dibilang tidak ada. Kebanyakan sudah jadi orang besar, bekerja di media-media kakap atau mempunyai posisi bagus di perusahaan teknologi informasi.

Satu hal yang saya bawa pulang dari seminar tersebut, dan itu saya sepakati betul, ngeblog itu soal gairah. Karenanya hanya tulis apa yang menjadi gairah kita. Dengan menuliskan apa yang menjadi gairah kita, maka tulisan yang dihasilkan bakal lebih bernyawa sehingga lebih enak dibaca. Dan karena itu adalah apa yang menyenangkan bagi kita, tak akan ada kata bosan. Mungkin bakal dihinggapi rasa jenuh, tapi cukup diselingi rehat sejenak, gairah itu akan kembali lagi.

“Apa yang menjadi gairah kita” ini di masa lalu kita kenal sebagai niche mungkin ya. Saya juga pernah membahas mengenai hal ini pada salah satu bagian di buku pertama saya yang di-review dengan apik oleh Bung Darin. Jadi, agar dapat bertahan satu kuncinya adalah jadikan blog sebagai wadah menuangkan apa yang kita sukai dalam bentuk tulisan. Entah itu kuliner, wisata, sepakbola, parenting, apapun itu.

Bagaimana dengan penghasilan? Saya pribadi termasuk yang percaya memulai blog jangan diniati karena uang. Sebaliknya, kalau kita ngeblog karena apa yang menjadi gairah dan terus bertahan dengan itu, lama-lama bakal terbentuk personal branding. Setidak-tidaknya kita dikenal luas karena sering menulis tema tertentu. Ini bisa membuka jalan menuju penghasilan dan bahkan karier yang di masa kini sumber juga bentuknya bisa sangat beragam dibanding 10-11 tahun lalu.


Blogosphere Indonesia

Saya ucapkan banyak terima kasih pada kelima blogger di atas yang telah sudi meluangkan waktunya untuk merespon interview singkat dengan uraian yang super duper keren.

Dan dari jawaban yang mereka ungkap, ada beberapa poin menarik yang bisa kita petik tentang rahasia awet ngeblog hingga menjadi blogger yang tahan banting, diantaranya:

  • Suka menulis.Β Bukan hanya suka, tapi doyan. Dan dengan blog sebagai medianya, juga kita sebagai pemegang otoritas utamanya, progress menulis akan terdokumentasi dengan rapi. Pemilihan kata, merangkai kalimat, penggunaan diksi, sampai pola tulisan, berangsur-angsur kelak mengalami mekanisme alamiah ke arah yang lebih baik. Jadi jangan down kalau masih belum lancar menulis. Keep your writing alive!
  • Suka berbagi. Membagi pengalaman, kegiatan, opini, keahlian, apapun, bakal menjadikan kita sebagai mahluk sosial yang komplit. Jangan beranggapan bahwa menulis di blog hanya melulu soal kesenangan diri, no. Yakinlah, sekecil apapun, segala yang ditulis di blog pasti akan beresonansi dengan pembacanya.
  • Suka bersosialisasi. Walau kini medsos merajalela, blog masih menjadi platform yang mumpuni untuk personal branding. Lagian, medsos hanya menampakkan status dan cuitan singkat menjurus dangkal. Beda dengan blog. Sosialisasi lewat blog bisa menjadi semacam puzzle bagi pembacanya untuk menyelami isi pikiran penulisnya secara lebih baik. Selain itu, aktivitas blogwalking dan menyapa blogger lain akan membuat semangat ngeblog terus menyala.
  • Tak berorientasi materi. Tapi kalau memang itu menjadi efek samping dari blog, kenapa tidak?
  • Blog nggak akan mati. Ya, blog nggak akan mati, yang mati itu kesadaran mengaktualisasi diri lewat blog, sedang blog mah akan tetap ada, tetap eksis, dengan atau tanpa blogger di belakangnya.

Akhirul kalam, semoga artikel ini menambah wawasan kita tentang khasanah dunia per-blogging-an serta perkembangannya hingga kini. Syukur-syukur konsistensi blogger-blogger tahan banting yang saya interview di atas bisa menginspirasi dan membangkitkan lagi semangat ngeblog Anda dan saya.

Happy blogging everyone!

Blogger yang sedang nge-freelance di ujung timur Indonesia. Suka nulis, baca buku, musik dan nggambar. Contact | Subscribe RSS Feed or Email

14 comments On Apa Rahasianya Bisa Awet Ngeblog Bertahun-Tahun? (Interview 5 Blogger Tahan Banting)

  • Ya ampun aku kok malah curhat di sini hahahaha.
    Bener kata Mbak Isnuansa, pertanyaannya mah cuma sekalimat tapi jawabannya bikin pusing. Anyway, saya yang harus berterima kasih karena masih diingat, Bung. Hehehe.

    • Hehe
      Tapi curhatnya Bung Eko bisa jadi mirip2 dengan blogger2 lain πŸ™‚ Thanks ya Bung sudah berpartisipasi.

  • Makasiihh Mas Darin.. <3 <3 <3

    Mas Agus, apa kabar? Wuih, ngeblog bisa buat balas dendam juga ya? Dalam artian positif dong tentunya yah..

    Zippy ganti nama nih, hahahaha. Sekarang pakai nama asli ya? Dan jadi lebih sering traveling nih kayaknya dibanding nulisnya. Mampir ah ke blognya.

    Halo Mas Eko! *dadah-dadah* Aku malah belom baca bukunya nih. Mampir juga ah, ke blognya. πŸ™‚

    (Kalo sama Irvina Lioni saya belom pernah sapa-sapaan yah, kayaknya. Tahu sih, dulu pernah baca-baca kancut keblenger, tapi ya paling sekilas mampir doang, nggak sampai kenalan ya..)

  • Mas Darin makasi ya. tulisan tulisan di artikel ini bener bener bikin support urusan ngeblog. saya juga pernah mengalami beberapa kali bertemu orang yang memberikan pendapat negative tentang apa yang saya buat. Tapi saya terus jalan aja. Semoga saja blog baru saya ini bisa terus bertahan. Makasi ya mas Darin.

    • Sama-sama. Ya, memang komentar2 negatif pastilah ada, tapi kita bisa ambil sisi positifnya saja. Artikel ini saya buat untuk menyemangati diri saya juga, syukur2 bisa buat semangat teman2 yg lain πŸ™‚

  • Tipsnya keren2..
    Dulu sblm ada blogspot, wordpress dll .. ngeblognya ala2 di geocities, kemudian bergeser ke trending forum, saya malah lebih aktif di forum nuller hahaha.
    Pernah punya blogspot isinya curhat trus lama2 malu sendiri. Kenalan wordpress self-hosted 2007 an kalo gak salah, bkn ngeblog, malah utak-atik themes berbayar trus dijualin ke temen2 dekat hahaha jaman2nya Thesis booming *yasalaam*
    Ngeblognya sih idup mati idup mati kayak lampu disko, sampe skr apalagi sudah punya anak,. hahaha parah yak :((

    • Duh kok ya banyak yang senasib ya hahaha
      Iya, berarti masih ikutan pas booming chating mirc itu ya? πŸ˜€ asl pls
      Wah zaman segitu udah utak-atik theme? Hebat lho. Saya mah zaman itu masih cupu πŸ˜€
      Ya memang ngeblog ada pasang surut. Mungkin disitu seninya ngeblog ya

  • Aduh… curhat saya kok nggak diedit sih. Bisa-bisa saya kena pasal makar thdp pemerintah desa.

    • Walahahaha
      Justru saya bingung ni ms agus nulisnya masih nanggung kayaknya nih, masih banyak uneg2 yg belum dikeluarin *ngipasin πŸ˜†

  • Saya juga mulai ngeblog sejak 2007/2008 dan punya kemiripan cerita dengan Bung Eko, saya bosan dengan blog lama dan akhirnya membangun blog baru, yang untungnya bisa bertahan sampai sekarang.

    Blogger yang bisa bertahan lama itu memang yang biasanya antara suka nulis dan/atau yang punya banyak ide.

    • Berarti banyak juga cerita blogger yg mirip ya πŸ™‚
      Ya mas, blogging itu proses. Dari sekian banyak blog, yang bertahan ya yg bisa terus berproses, walau akhirnya down ia bangkit lagi.
      Betul, rahasia terpentingnya adalah suka menulis dan nggak kalah penting juga: tahan banting he2

  • Makasih lho mas udah dimasukin kesini, hahahha πŸ˜†
    Ya intinya sih saya termasuk blogger musiman.
    Bukan yang eksis setiap saat, wkkwkw πŸ˜†

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer