Apa Saja Yang Harus Dipertimbangkan Untuk Menjadi Seorang Full-Time Blogger?

Posted on

Menjadi seorang full-time blogger, alias menggantungkan penghasilan hidup lewat aktivitas blogging, mungkin sering dijadikan cita-cita oleh sebagian besar blogger. Motifnya pun beragam. Selain tentu saja karena faktor uang, perihal kebebasan waktu juga tak sedikit didaulat tuk menjadi primadona. Ya, siapa sih yang tak mau bebas secara finansial, juga bebas menentukan waktu kerja dan waktu luang?

Bukti-bukti konkritnya pun telah banyak bertebaran. Ada yang ngeblog full-time untuk konseling, developer blog, jasa kepenulisan, jasa desain, hingga menjadikan blogging sebagai pendukung travelling.

Apalagi dengan makin menjamurnya ebook dan blog-blog make money online, kesempatan tuk ikut ‘mencicipi kue’ dari blogging kini semakin terbuka lebar. Hal ini memberikan satu visi bahwa tak mustahil jika di kemudian hari (atau memang sudah terjadi?), profesi full-time blogger sama halnya dan sejajar dengan pengusaha dan enterpreneur.

Menjadi Bloggerpreneur?

Namun di blogosphere Indonesia, untuk menjadi blogger jenis ini sepertinya belum begitu membudaya. Maklum saja, bagi sebagian besar dari kita, aktivitas ngeblog masih diidentikkan dengan hobby atau kegiatan sampingan. Namun tak bisa dipungkiri juga, dari hanya berupa ‘kegiatan sampingan’ itu ada beberapa di antara mereka yang sukses menulis buku, menjadi desainer grafis, atau menjadikan blog sebagai toko online.

Jadi, dengan melihat kenyataan tersebut, sepertinya hal mendasar yang membedakan antara part-time dan full-time adalah alokasi waktu yang disediakan. Dan full-time blogger merupakan individu yang memberi porsi lebih waktunya pada kegiatan blogging. Adapun hasilnya – well – pasti relatif untuk masing-masing pelakunya, kan?

Nah, untuk lebih mengetahui seluk-beluk dunia full-time blogger, pada artikel kali ini saya sengaja menyisipkan hasil wawancara saya dengan salah satu full-time blogger yang telah lama berkecimpung di dunia blogging. Yup, beliau adalah Agus Siswoyo, narablog dari AgusSiswoyo.com. Harapan saya, dengan dipublikasikannya wawancara ini akan berimbas pada makin terbukanya wawasan kita semua tentang hal-hal apa saja yang harus dipertimbangkan dan dikuasai sebelum kita memutuskan untuk terjun ke dunia full-time blogging.

Dan berikut petikan wawancara tersebut:

Full Time Blogger Agus Siswoyo

Sejak kapan Mas Agus memutuskan untuk menjadi seorang full-time blogger dan apa motivasi yang paling mendasari keputusan itu?

Secara resmi, saya menjadi full-time blogger per 1 Desember 2010 saat resign dari kantor lama, dan beberapa alasan yang mendasari keputusan tersebut antara lain:

 

  1. Karir saya sudah mentok. Tanggungjawab saya langsung ke pemilik perusahaan/investor. Ini artinya nggak ada posisi lebih tinggi yang akan saya dapatkan selain menjadi my own boss.
  2. Sifat idealis lebih dominan daripada faktor mencari duit. Ada waktunya kita ingin menjadi diri sendiri dengan pemikiran sendiri saat bekerja. Tidak ingin dikekang, ingin merdeka secara jasmani dan rohani. Gaji, bonus dan THR memang menyenangkan. Namun lebih bangga lagi kalau bisa memiliki semua itu dengan mencari, bukan diberi.
  3. Pengalaman bekerja diberbagai bidang. Saya tahu tidak akan ada kata siap bila kita tidak menyiapkan diri sejak awal. Ready is always on progress. Dengan 7 tahun pengalaman bekerja di bidang konveksi, waralaba, industri rumah makan dan direct sellling, saya optimis dasar-dasar menjual produk dan jasa sudah lengkap. Lagipula saya sudah terlambat melewati masa kerja jadi ‘orang kantoran’ yang harusnya cuma 2 tahun. πŸ™‚
  4. Termotivasi dari lingkungan dan pergaulan. Selama bekerja, saya menghindari berteman lebih dekat dengan sesama karyawan (bukannya karena sombong dan cuek sama mereka, tetapi saya nggak mau selamanya memiliki mindset sebagai karyawan). Sebaliknya, saya sering melecut diri sendiri dengan membuka relasi saat menghadiri komunitas entrepreneur muda, pameran usaha, ketemu para blogger sukses, dan orang-orang muda yang memilih jalur wirausaha sebagai jalan hidup.

Setelah kini menjalani profesi full-time blogger, adakah hal-hal menarik yang sebelumnyaΒ tak diperhitungkan?

Banyak sekali. Yang utama adalah pola disipilin hidup harus benar-benar dijalankan, bukan sekedar teori. Pekerjaan full-time blogger adalah buat mereka yang bisa disiplin meski nggak diawasi oleh orang lain. Lupakan masalah kebebasan mengelola waktu seperti jargon sales letter karena pada dasarnya nggak ada pekerjaan yang benar-benar membebaskan kita untuk berbuat sesuka hati. Dengan kata lain:

Employee works overtime, entrepreneur works EVERYTIME.

Lalu yang kedua adalah pentingnya menghargai kepercayaan mitra bisnis. Trust adalah modal utama bisnis berbasis online. Kerjasama yang tidak dilandasi dengan kepercayaan akan menghasilkan kekecewaan di kemudian hari. Ujung-ujungnya merusak reputasi orang yang bersangkutan. Karena dalam proses joint venture melibatkan hubungan emosional dua orang. Terjadi mediasi antara dua ego yang sangat mungkin berseberangan. Kalau keduanya nggak paham visi dan misi kerjasama, mending bubaran saja deh.

Jika saja waktu bisa diulang kembali ke titik start, hal-hal apa saja yang akan menjadi prioritas dan dipersiapkan oleh mas Agus untuk menjadi seorang full-time blogger?

Kalau saya mau berandai-andai, hal-hal terlewatkan yang ingin saya ambil kembali antara lain:

  1. Memiliki pengetahuan dasar di bidang yang kita tekuni. Karena saya menekuni bidang penulisan, saya fokus ke penguasaan bahasa Indonesia dan bahasa asing. Saya pernah belajar bahasa Inggris, Jeman, Arab, Jepang dan sedikit Belanda. Seharusnya saya dulu belajarnya nggak main-main sehingga bisa lebih berarti untuk saat ini.
  2. Belajar menjalankan disiplin diri sejak awal. Saya dulu beranggapan disiplin diri bisa dibikin seketika. Ternyata dugaan saya salah. Saya awalnya kaget dengan pola kerja full-time blogger yang melibatkan disiplin tinggi. Mau nggak mau saya harus belajar dari nol tentang disiplin diri. Mulai dari jam tidur, jam bangun tidur, jam berolahraga, jam bekerja, jadwal makan, dan lain-lain. Kelihatannya simple tapi pengaruh banget ke profesi saat ini.
  3. Yang ketiga ini sangat emosional dan individual. Saya telah melewatkan waktu yang berharga dengan meninggalkan beberapa orang yang berarti dalam hidup saya. Misalnya sahabat dan ‘teman dekat’. Kebahagiaan bekerja makin lengkap bila kita bisa rasakan dengan orang-orang yang bisa menerima kita apa adanya dan dalam kondisi apapun. We know lah maksudnya πŸ™‚

Ok, terakhir nih mas, apa saran-saran untuk blogger-blogger Indonesia yang ingin terjun menjadi full-time blogger?

Saran saya:

  1. Jangan terburu-buru untuk menjadi full-time blogger. Pahami kelebihan dan kekurangan profesi ini. Jangan pindah profesi karena trend. Satu orang mungkin cocok, sementara bagi yang lain belum tentu.
  2. Jika sudah yakin full-time blogger adalah jalan hidup kalian, maka siapkan diri sejak awal. Bangun disiplin diri, meningkatkan potensi dan kompetensi diri, membangun relasi, dan konsisten belajar.
  3. Miliki cadangan dana yang cukup, minimal untuk 6 bulan pertama menjadi fulltime blogger. Jangan berpikiran sekarang resign besok langsung dapat order. Kebanyakan full-time blogger memerlukan waktu untuk membangun kepercayaan publik pada profesi yang digeluti.
  4. Full-time blogger adalah pekerjaan seni. Kita nggak bisa main kasar disini. Diperlukan kelenturan sikap sekaligus ketegaran mental dalam menghadapi beragam kondisi yang tidak terduga.

Sepenggal wawancara yang mencerahkan. Thanks mas Agus! πŸ™‚

Bagaimana dengan Anda, berminat juga kah tuk menjadi seorang full-time blogger? Dan bagaimana pendapat Anda tentang hal-hal yang harus dipertimbangkan dan dipersiapkan tuk menjadi full-time blogger di atas? Share, please.

36 thoughts on “Apa Saja Yang Harus Dipertimbangkan Untuk Menjadi Seorang Full-Time Blogger?

  1. Wow sangat momotifasi sekali, akan tetapi untuk menjadi full time blogger sampai saat ini saya masih belum kepikiran karena berbagai alasan, munkin suatu saat nanti kalau sudah ada niat dan tekat pasti juga akan kesampaian, saya sendiri menjadikan sebuah blog hanya untuk bahan dokoumentasi saya, dan sukur2 kalau bisa bermanfaat untuk orang lain.

  2. Wow, saya paling suka pada bagian “Memiliki pengetahuan dasar di bidang yang kita tekuni.” jadi apapun kelebihan yang kita miliki, galilah terus, jangan terpengaruh dengan orang lain, dan yang lebih penting, jangan membanding-bandingkan kelebihan kita dengan kelebihan orang lain, dengan begitu kita bisa fokus apa yang kita mau dan bakat apa yang kita miliki..

    1. Nah tuh, mas Dery sdh punya pengetahuan dasar yg saya lihat cukup mumpuni di bidang coding. Lanjutkan terus mas πŸ™‚

  3. Wah kalau saya ingin sih ingin tapi belajarnya selalu setengah-setengah. Lagi trend itu langsung belajar, trend satu lagi pindah itu lagi belajarnya.

    Cita-cita saya sih simple ingin menjadi seorang entreprenuer

  4. Tidak, saya tidak akan pernah menjadi seorang fulltime blogger, karena keahlian saya bukan disana. Mas Agus dengan tegas mengatakannya. Aku lebih senang membuat kebun, membuat desain rumah kecil-kecilan dan aku lebih enjoy menjadi wasit futsal πŸ˜€

  5. Sepertinya saat ini saya sedang menuju kesana Mas, menjadi seorang full blogger adalah sebuah impian dan keinginan. Berbagi manfaat melalui tulisan adalah satu prinsip dasar saya terjun ke dalam dunia blogging. Sederhana bukan?

  6. jangankan fulltime blogger, menjadi part-time aja masih banyak nganggurnya … anyway i love this articles very awesome and inspiring me πŸ™‚

  7. We know lah maksudnya

    I don’t know, lho Mas Agus. πŸ˜†

    Full time? Sudah kepikiran, tapi belom berani. Nggak tahu nanti kalo sudah gendong bayi.

    1. Xixixi, saya juga ga tau tuh maksud mas Agus apaan. Tapi kayaknya nyerempet-nyerempet ‘someone’ gitu deh mbak πŸ˜€

  8. kesalahan saya dulu….
    belum sempat memahami, udah resign dari kerjaan duluan… wkkwkw
    rugi waktu, plus rugi tenaga…

  9. Menuju kesana sepertinya memang harus banyak belajar dan banyak menulis,selain itu konsistensi tujuan awal harus dipegang teguh dan paling utama sepertinya harus niat,karna nggak mudah dan nggak banyak yang bisa kesana.

  10. Itu yang kemudian orang bilang “banyak jalan menuju roma”. asal tujuannya sama yaitu didasarkan atas ketulusan maka kesuksesan pun bisa kita raih. dengan sedikit kesabaran dan ketelatenan, asal ada kemauan pasti semuanya tercapai. Salut yah, memang bekerja dengan dikekang oleh orang lain sangat membosankan, lebih baik tidak bekerja dan mempunyai penghasilan yang pas-pasan daripada harus menjadi budak dan peliharaan orang lain. Keep Blogging!

  11. full time blogger
    Topik menarik yang selalu hangat dibicarakan oleh blogger pemula. Sekedar menyinggung persiapan blogger, menurut saya waktu 6 bulan adalah relatif bagi masing-masing individu. Tak menutup kemungkinan meleset, baik kurang maupun malah lebih dari angka tersebut. Salah satunya blogger yang harus berjuang untuk meraih income selama kurang lebih 1 tahun lamanya. Jadi hal tersebut sangat relatif untuk setiap blogger

  12. Tidak mudah juga sepertinya untuk menjadi full-time blogger terutama bila pekerjaan yang sebelumnya sudha sangat mapan..
    btw postingannya snagat bagus dan inspiratif, izin membookmarknya dulu

  13. Tulisan yang ini memberikan insight bagi para blogger. Wajib baca. Walaupun sudah yakin ingin menjadi full time blogger, tetap wajib baca! πŸ™‚ Thx

  14. sampai sekarang walaupun sudah mulai bisnis online saya masih menekuni pekerjaan yang lama, kira kira apakah ada acuan sampai kita bisa full time di bisnis online, mohon sarannya.

  15. Tulisan bermanfaat tentang simbol Parpol ini luar biasa bagus.
    Keren banget & penting. Setiap mereka yg pakai maupun sedang cari atribut parpol seperti baju polo shirt di Indonesia perlu baca ulasan ini.

    Kunjungi juga website saya yamin, ada artikel
    menarik yg pasti berguna bagi para pemakai atribut dari usaha konveksi.
    Thank you.

  16. Cerita mas Agus diatas membuat semangat menulis sy hrs kian dijaga. Ya, saya nyaman menulis, berbagi konten manfaat. Entah apa sebutan itu yg jelas menulis adalah dunia saya. Salam

  17. tantangan utama untuk mejadi full time blogger ada kekonsistenan dan disiplin dalam menulis artikel yang berkualitas. Dan saya sampai sekarang ini masih belum bisa disiplin. Terima kasih atas tulisan ini gan. Tulisan ini menjadi cambuk buat saya untuk tetap menulis walaupun dalam kondisi malas dan kurang bersemangat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *