Apa Tantangan Blog Dan Blogging Yang Sesungguhnya?

Membaca artikel mbak Isnuansa yang berjudul Adakah Tantangan Baru Untuk Blog? membuat hati saya tergelitik. Tak hanya saya yang baru ngeblog selama satu tahunan di darinholic.com ini, tapi ternyata blogger-blogger yang sudah lama berkecimpung di blogosphere pun mengalami hal yang sama, dan kembali mempertanyakan hal serupa: ya, apa sebenarnya tantangan blog yang sesungguhnya?

Tantangan blog, seperti juga tantangan di berbagai bidang kehidupan yang dijalani – menurut saya – bersifat subyektif, dan perspektif dalam memandang arti tantangan yang sesungguhnya akan sangat berbeda antara satu blogger dengan yang lain.

Suatu contoh, bagi blogger-blogger yang baru memulai, tantangan yang umum adalah mempertahankan konsistensi tuk menulis dan update artikel. Sedang bagi para blogger yang sudah mendapatkan ritme blogging, tantangannya yaitu menggunakan fasilitas jejaring sosial untuk lebih menancapkan brand. Berkumpul, berbagi dan saling bertukar informasi di ajang kopdar juga adalah faktor lain yang sering jadi tantangan tersendiri untuk blogger-blogger tahap ini. Untuk blogger yang memiliki visi tuk menjadi full-time blogger? Tentu tantangan yang paling realistis adalah bagaimana caranya agar blog bisa menjadi ladang penghasilan tetap.

Nah, disini tantangan blog, yang jika melihat contoh-contoh di atas sepertinya tergantung bagaimana sikap blogger di berbagai level dan niche dalam memandang aktivitas blogging-nya. Mindset, misi dan visi ke depan juga banyak mengambil peranan tuk menggambarkan arti sebuah ‘tantangan’.

What’s the story?

Dulu, sewaktu masih aktif ngeblog di blogspot, pada awalnya saya ngeblog tanpa tantangan. Itu benar. Yang penting tulisan bisa dibaca oleh banyak orang dan mendapat respon, itu sudah merupakan hal yang luar biasa. Tak perlu memikirkan membeli domain, sewa hosting, SEO, subscriber, blog rank atau apapun, saya sudah cukup puas.

Namun kemudian pola fikir saya mulai bergeser setelah mengetahui bahwa ternyata blog bukanlah sebuah media biasa, tapi media yang luar biasa! Saya mulai belajar dari blogger-blogger lain tentang bagaimana blog bisa mendongkrak branding seseorang. Saya mulai kepincut tuk ikut merasakan bagaimana rasanya memiliki blog dengan domain pribadi. Saya pun kesengsem dengan pesona WordPress yang ternyata adalah platform blog paling populer di ranah blogosphere. Dan saat itulah, tantangan demi tantangan mulai berdatangan.

Di titik start, pengetahuan saya tentang domain, hosting dan WordPress bernilai nol. Jadi tantangan pertama adalah bagaimana caranya mengalokasikan dana tuk membeli domain, sewa hosting dan kemudian menginstal WordPress. Ini memunculkan tantangan berikutnya, yaitu mencari blogger-blogger yang bisa memberi saya pencerahan, kemudian mencari tahu dimana tempat saya bisa belajar dan mendapatkan informasi tentang semua hal yang saya butuhkan untuk memulai blogging di WordPress berbayar.

Salah satu blogger (mungkin Anda semua juga sudah kenal), Agus Siswoyo, adalah salah seorang yang memberi banyak masukan. Lewat saling berbalas tweet dan chat di YM, beliau menyarankan saya untuk bergabung di CafeBisnis, tempat dimana para blogger bisa belajar segala hal tentang blog WordPress dan pengembangannya.

Relationship first, dan itu terbukti. Saya bergabung disana dan mendapatkan banyak manfaat. Begitu banyak sisi-sisi dari blog yang belum saya ketahui. Walhasil, tantangan-tantangan baru pun muncul, dan hingga kini saya masih melakukan proses – walau kecil – tuk melewati tantangan-tantangan tersebut.

Jadi, Apa Tantangan Blog Yang Sesungguhnya?

Saya kira tantangan blog yang sesungguhnya adalah: tetap fokus pada tujuan blogging. Tapi tak menutup kemungkinan bagi blogger untuk membuat tantangan-tantangan baru yang diciptakan sendiri.

Saya terkesan pada Chris Guillebeau yang ‘menantang’ dirinya sendiri untuk mengunjungi setiap negara di dunia. Saya merasakan gairah yang sama saat Scott Dinsmore bergairah dalam menginspirasi orang-orang tuk mencintai pekerjaannya. Saya pun ikut-ikutan merasa tertantang oleh Steve Kamb yang menantang setiap pembacanya untuk selalu berfikir berbeda dengan orang kebanyakan.

Apa persamaan mereka? Ya, mereka menjadikan blog sebagai media untuk menginspirasi sebanyak mungkin orang tuk melakukan sesuatu. Dengan kata lain, mereka menantang diri mereka sendiri untuk mencapai tujuan tersebut. Apa akan habis tantangan itu? No. Never. Selama masih ada sesuatu yang bernama internet, mereka akan terus tertantang untuk berbuat hal yang sama hari demi hari.

Jadi apa kesimpulannya sekarang? Kita semua sudah tahu jawabannya:

Kita menantang diri kita sendiri lewat media blog.

Apapun itu. Baik dalam hal teknik menulis, menggali potensi diri, berfikir lebih kreatif, optimasi postingan, bersosialiasi dengan blogger lain, membagikan ilmu, memotivasi dan menginspirasi banyak orang, ya, apapun yang berkaitan dengan blog dan blogging.

Menulis postingan ini pun saya merasa tertantang. Apakah akan sukses menarik hati pembaca? Apakah tulisan saya bisa dipahami dan dicerna? Bagaimana mengoptimasinya agar terlacak di mesin pencari dengan kata kunci tertentu? Bagaimana dan dimana saya akan mempromosikannya?

Dan saat menekan tombol publish, tantangan itupun hilang berganti tantangan lain: tulisan apa yang akan saya posting esok hari?

That’s all.

Kita menantang diri kita sendiri lewat media blog. Dan jika blog tak lagi memberikan tantangan, tanyakan sekali lagi deh: Seriously, Ngapain sih kita Ngeblog? 🙂

Anda punya pendapat?

28 comments On Apa Tantangan Blog Dan Blogging Yang Sesungguhnya?

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer