Bagaimana Atmosfir Blog Anda Hari Ini?

Setelah beberapa waktu ngeblog, saya mulai merasa ada gejala seperti kurang darah. Mata saya sering berkunang-kunang, jantung deg-degan terus dan… ah, nulis apa pula ini?

Yah, seperti yang telah diketahui bersama, everything has change. Not just blog. Situasi, kondisi dan keadaan sekitar pasti tengah atau sudah mengalami perubahan.

Membangkitkan Motivasi ngeblog

Saya berubah, Anda juga. Meski tak sepenuhnya disadari, pasti ada sesuatu yang berubah di diri kita masing-masing, baik itu berubah dalam hal lebih/kurang ataupun naik/turun, apapun itu. Jadi – bisa dibilang – ungkapan lagu ‘aku masih seperti yang dulu…’ itu samasekali bohong besar. Bullshit :)

Blogosphere? Sama saja.

Banyak blog-blog yang pernah saya kenal dulu kini tak berbekas. Ada sih beberapa yang masih on fire, rutin update dan kerap keluyuran menyambangi blog lain. Tapi itu tak mengubah persepsi saya saat menuangkan tulisan ini, bahwasanya blogosphere sekarang memang terasa berbeda ‘hawa’-nya dengan yang saya kenal dulu.

Tentu kalau bicara tentang faktor penyebabnya – wahngga bakal habis dibahas walau dengan puluhan posting. Toh blogger juga manusia, dan manusia adalah mahluk yang kebetulan dianugrahi akal yang – sayangnya – sering dipakai untuk membuat alasan-alasan yang kira-kira masuk di akal. Betul?

Nah, bertepatan dengan masih hangatnya momen di awal tahun ini, saya mencoba mengingatkan diri saya pribadi dan Anda semua yang mengaku blogger dengan catatan-catatan sebagai berikut:

Terima kenyataan. Memang begitulah adanya. Saya tak bisa menuntut agar situasi blogosphere terus-terusan sehangat dulu. Bahkan sangat aneh jika saya menuntut seperti itu, karena kalau memang begitu berarti semua bloggernya ngga ada kerjaan lain selain ngeblog mulu saban hari *hehe.

Berkaca dari apa yang saya lakukan selama ini – yah – ngeblog itu ada pasang surutnya. I have to do something besides blogging. Dan saya yakin semua pun begitu. Dan saya tak perlu menyesalkan apa-apa yang tertinggal saat saya surut di ranah blogosphere. Seperti kata Ariel:

Membuatku terjatuh dan terjatuh lagi. Membuatku merasakan yang tak terjadi. Semua yang terbaik dan yang terlewati. Semua yang terhenti tanpa ku akhiri…

Terima kenyataan, dan kemudian…

Teruslah ngeblog. Move on. Kembali memegang kendali saat pasang datang. Kembali menggali passion menulis dengan menulis tentang passion-passion yang kebelet ingin digali.

Jangan khawatir jika tulisannya nanti dianggap sampah. Duh, saya sangat prihatin jika ada blogger yang menganggap tulisannya sendiri itu sebagai sampah di blogosphere. No, itu salah besar. Tulisan Anda adalah berlian bagi Anda sendiri. Kalaupun pantulan berlian itu tak sampai ke mata pembaca, ya no problemo.

Masalah komentar? Doh, hari gini masih meributkan kuantitas dan kualitas komentar? Wake up! Jumlah komentar itu nomor sekian ratus sekian. Yang paling penting adalah bagaimana Anda berhasil melahirkan sebuah karya, buah dari perkawinan silang antara kepuasan menulis dan kepuasan mengeluarkan benih yang kelak menjadi penerus dari karya-karya Anda setelahnya.

Promosi tulisan? Ah, sampai kapan Anda terus-terusan menuruti teori-teori blogging dari blogger yang kini tak tahu rimbanya itu? Promosi itu nomor sekian ribu sekian. Yang paling penting adalah bagaimana… mmm, untuk terusannya baca kembali paragraf sebelumnya ya.

Itu dulu saja. Teruslah ngeblog, dan biarkan selebihnya mengalir. Seperti kata Gesang (alm):

Air mengaliiir sampai jaaauuuh. Akhirnya keee….

Eits, jangan ke laut dulu. Puas-puasin dulu berenang di sungai, mumpung cuaca bagus :) Dan habis itu…

Ciptakan blogosphere-mu sendiri!

Ya, ngga ada yang lebih mengenal diri Anda selain Anda sendiri. Yang kadang menjadi masalah adalah bagaimana mewujudkan isi fikiran Anda menjadi sebuah tulisan. Dan itu bisa diselesaikan dengan satu rumus sederhana:

Everybody has a story.

Sure, semua orang pasti punya cerita. Saya punya, Anda pun punya.

Bayangkan jika kita mengobrol saling tukar cerita, tentunya masing-masing dari kita akan makin kaya dengan cerita. Saya dan Anda masing-masing jadi punya dua cerita. Satu cerita milik sendiri (yang ngga akan terhapus) dan satu lagi dari yang lain. Beda jika kita – misalnya – saling tukar uang seribuan, nilainya ya ngga akan tambah. Tetap saja toh saya punya seribu dan Anda pun begitu.

Itulah blogosphere Anda. Cerita Anda.

Ah, tapi blog saya kan bukan blog personal. Ada yang begitu? Maaf, yang menulis di blog itu manusia bukan? :)

So, bagaimana cuaca di atmosfir blog Anda setelah membaca artikel ini?

Share Button

About Darin

Hai, terima kasih sudah membaca artikel di blog ini. Untuk selanjutnya, Anda bisa berlangganan artikel secara gratis via RSS Feed atau lewat Email. Dan untuk mengenal saya lebih dekat, mari cuap-cuap bareng di Twitter dan jangan lupa sempatkan buka laman About dan Arsip blog ini.
This entry was posted in Blogging and tagged , , . Bookmark the permalink.

13 Responses to Bagaimana Atmosfir Blog Anda Hari Ini?

  1. Irvan says:

    mantap tulisannya enak dibaca gan :)

    kalo sy baru mulai lagi, blog udah lama ditinggal padahal dulu gara2 ngeblog bisa dapet $$$ yg lumayan (kacang lupa kulit rupanya)

    kalo buat tulisan sy nulis apa aja yang lagi kepikiran kecuali curhat :)
    sampah atau engga urusan belakangan yang penting nulis pake kata2 sendiri & kalau jenisnya tutorial udah dicoba sendiri bukan asal katanya atau cuma liat dari sumber lain tanpa dicoba

  2. Ranger Kimi says:

    Tulisan yang bagus, Mas. 😀

    Btw, Alhamdulillah, blog saya masih dapat dibilang termasuk rajin diupdate meski update-nya tidak saban hari. Dan memang betul kata Mas Darin, blogosphere sekarang memang beda dibandingkan tahun2 dulu, apalagi di tahun 2006-2007 dimana blogosphere ramai dan dipenuhi tulisan yang keren-keren. Tapi ya seperti yang Mas Darin bilang kita harus move on. Terima saja kenyataan bahwasanya blogosphere sekarang tidak seramai dulu. And I’m okay with that. Saya tetap ngeblog bagaimanapun keadaan blogosphere sekarang. Karena saya butuh media untuk mengeluarkan uneg-uneg dan berbagi.

    Dan komentar saya kali ini akan saya tutup dengan: It’s glad to have you back on blogosphere. 😛

  3. Jarwadi MJ says:

    alhamdulillah, saya masih menulis di blog lama yang dulu, bahkan punya blog baru, hihi

  4. Waktu pertama ngeblog sekitar 2007/2008, dunia blogging di Indonesia lagi keren dan hangat-hangatnya. Banyak blogger yang punya ide-ide “gila” yang dituangkan dalam tulisannya.

    Interaksi antar blogger juga hampir setiap hari terjadi. Tapi, sekarang mungkin tidak sehangat tahun-tahun itu karena merajarelanya social media sebagai salah satu penyebabnya.

    Tapi, seperti kata mas, “Everybody has a story”. Jadi, kita harus sadar bahwa dunia blogging tidak selamanya hangat tapi tidak selamanya juga dingin dan adem ayem.

  5. farizalfa says:

    gue juga ngerasain hal yang sama, udah banyak blogger2 yang gue kenal dua tahun yang lalu blog nya udah kagak ada lagi. entah pergi kemana itulah yang masih menjadi misteri sampai sekarang. :)

  6. Benar sekali om…..ngeblog memang ada pasang surutnya, ada saatnya menggebu-gebu ingin terus menulis dan menulis, di lain waktu stagnant, rasa malas mulai menggerogoti. sepertinya motivasi ngeblog harus di gali kembali, gimana menurut om ?

  7. setuju banget 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *