Belajar Arti Keberanian Dan Kesederhanaan Blogging Dari Ingvar Kamprad

Sukses sering datang kepada orang yang berani bertindak. Ia jarang mendatangi orang yang malu-malu dan selalu takut pada konsekuensi-konsekuensi (Jawaharlal Nehru)

Seberapa beranikah Anda? Dan setelah melalui berbagai rintangan serta persoalan, apakah Anda masih mampu bersikap sederhana? Mari kita berkaca dari kisah hidup seseorang yang bernama Ingvar Kamprad berikut ini:

Siapa gerangan Ingvar Kamprad?

Ingvar Kamprad adalah pendiri merek mebel berkelas dunia yang bernama IKEA. Ia juga pernah dinobatkan sebagai orang terkaya ketujuh di dunia dengan total kekayaan mencapai 31 Milyar US Dolar oleh majalah Forbes di tahun 2008. Sebuah angka yang fantastis bagi seorang pengusaha yang bergerak di bidang mebel.

Nama IKEA merupakan kepanjangan dari Ingvar Kamprad Elmtaryd – Agunaryd. Nama Elmtaryd diambil dari nama tanah pertanian tempat ia dilahirkan, sedangkan Agunaryd adalah nama desa terdekat dari tanah pertanian tersebut.

Biografi Ingvar Kamprad

Sikap berani mencoba pria kelahiran 30 Maret 1926 di Swedia ini memang terlihat sejak masih di usia belia. Di masa kanak-kanak, Kamprad sudah berdagang korek api dan menjajakannya ke teman-teman dan tetangga dengan menggunakan sepeda. Dengan tekad yang kuat dan impian menjadi orang besar, Kamprad semakin gigih menjajakan korek apinya. Setelah laba terkumpul cukup banyak, ia mencoba berbagai bisnis baru, antara lain berjualan ikan, dekorasi pohon natal, bibit, pena dan pensil.

Meski rajn berbisnis, Kamprad tak melupakan pendidikannya. Ia merupakan siswa yang berprestasi. Bahkan, berkat prestasinya yang memuaskan, pada usia 17 tahun sang ayah memberikan hadiah uang padanya. Dan tebak apa yang dilakukan Kamprad dengan uang itu? Ya, ia tak menggunakannya untuk bersenang-senang, melainkan menggunakannya untuk berbisnis.

Dan bisnis itu adalah dengan membuka perusahaan bernama IKEA. Pada awalnya perusahaan ini bergerak di bidang penjualan yang menjual berbagai barang kelontongan, seperti pulpen, dompet maupun bingkai foto. Melalui perusahaan inilah Kamprad terus menuai keuntungan. Dan dikala usahanya semakin maju, ia mulai mengembangkannya ke bisnis mebel.

Dalam bisnis mebel tersebut, Kamprad sempat jatuh bangun. Faktor yang sangat mempengaruhi yaitu karena banyaknya jumlah pesaing. Tetapi sikap berani yang telah dipuppuk sejak belia membuat Kamprad terus bertahan. Ia lalu menerapkan strategi jitu, yaitu mempertahankan harga murah namun dengan kualitas paling prima.

Strategi lain yang tak kalah menarik adalah, Kamprad membuat ruang pamer mebel khusus dimana para pelanggannya dapat langsung melihat, memegang dan merasakan sendiri kualitas produk yang diinginkan. Plus, di ruang tersebut para pelanggan juga ditawarkan desain-desain mebel terbaru.

Hasilnya sangat menggembirakan, hingga akhirnya mampu memperluas usaha Kamprad hingga ke luar Swedia. Dan demi kemajuan bisnisnya, Kamprad selalu berusaha menyediakan berbagai jenis desain meski itu didapat dari negara yang sangat jauh, seperti desain dari China, Vietnam dan lain-lain.

Desain indah nan inovatif tersebut rupanya didukung oleh keberadaan yayasan sosial yang dibentuknya, yaitu Stiching INGKA Foundation. Di yayasan itu, Kamprad mengembangkan pendidikan dengan fokus utamanya berhubungan dengan desain dan arsitektur. yang konon dana yayasan tersebut melebihi jumlah kekayaannya sendiri. Bahkan, yayasan itu pernah disebut-sebut sebagai yayasan dengan dana terbesar di dunia, yakni mencapai 36 Milyar US Dolar!

Kini, IKEA telah menjelma menjadi perusahaan mebel raksasa yang memiliki lebih dari 200 outlet dan tersebar di 31 negara dengan jumlah pekerja lebih dari 75 ribu orang. Namun satu hal yang pasti, meski memiliki yayasan dan perusahaan mebel terbesar di dunia, Ingvar Kamprad tetaplah orang yang dikenal sangat sederhana. Mobil yang dipakai sehari-hari hanyalah Volvo yang sudah berusia di atas 15 tahun, dan saat bepergian pun ia selalu memilih menggunakan pesawat kelas ekonomi.

Dan IKEA sekarang seakan menjadi ikon untuk mebel kelas dunia. Saat orang menyebut nama merk mebel, satu nama yang selalu ada di benak adalah IKEA. Namanya bahkan dianggap setara dengan merek ritel lain, seperti McDonald untuk fastfood dan Coca Cola untuk minuman bersoda.

Masih beranikah wahai Blogger?

Terinspirasi dari artikel mas Jarwadi, saya merasa ikut termotivasi dan ingin sekedar membuktikan bahwa keberanian blogger untuk menulis – bahkan menulis tiap hari – adalah hal yang seharusnya terus ada. Hambatan dan rintangan, atau bahkan sindiran pasti muncul. Namun bukan berarti itu dijadikan alasan tuk melemahkan semangat blogging, kan?

Sebaliknya, hal itu justru dijadikan bahan bakar ekstra yang mampu menumbuhkan kepercayaan diri dalam menulis. Saya pun masih menganggap tak ada perubahan berarti pada tulisan-tulisan saya. Tapi saya yakin, apa yang saya lakukan ini akan membuahkan hasilnya suatu saat nanti. Dan keyakinan itulah yang mampu memberanikan diri tuk terus belajar blogging lewat mengembangkan teknik menulis dan update tiap hari.

Ingvar Kamprad salah satu contoh yang patut ditiru dalam hal keberanian dan kesederhanaan. Dan dalam blogging, bukankah dua sikap ini yang seharusnya tetap diterapkan?

Bagaimana pendapat Anda?

Share Button

About Darin

Hai, terima kasih sudah membaca artikel di blog ini. Untuk selanjutnya, Anda bisa berlangganan artikel secara gratis via RSS Feed atau lewat Email. Dan untuk mengenal saya lebih dekat, mari cuap-cuap bareng di Twitter dan jangan lupa sempatkan buka laman About dan Arsip blog ini.
This entry was posted in Blogging, Inspirasi and tagged , , , . Bookmark the permalink.

19 Responses to Belajar Arti Keberanian Dan Kesederhanaan Blogging Dari Ingvar Kamprad

  1. die says:

    Kesederhaan dan pantang menyerah. Mungkin itu kunci awalnya. Karena jika sesuatu dimulai dengan yang rumit, umumnya akan berakhir dalam jangka waktu yang lama. Mencoba, mencoba dan mencoba…

  2. jarwadi says:

    saya juga terus menuliskan mas, hehe. malah malah, sindiran di twitter itu saya anggap sumbangan ide untuk saya tulis sebagai posting blog. dan benar tulisan singkat itu menuai banyak respon melebihi tulisan tulisan saya yang lain.

    jadi saya harus berterimakasih kepada pall dan mas darin yang memotivasi saya dengan posting ini :)

  3. Tiiand says:

    jgn sampai putus asa ..

  4. Ipras says:

    Kemarin saat blog saya kena hack, saya juga sedikit gentar dibuatnya, karena sempat dibuat kewalahan karena sampai-sampai blog jadi gak bisa diakses.

    Tapi ya namanya juga lagi belajar untuk bisa mengatasi permasalahan keamanan di blog saya, maka keberanian pun saya tingkatkan walau harus bertaruh yang bisa saja menjadikan data blog saya rusak.

    Tapi akhirnya ya seperti yang sekarang, blog saya sudah kembali bisa diakses :)

  5. BloggerAddict says:

    “Saya pun masih menganggap tak ada perubahan berarti pada tulisan-tulisan saya.”

    Kalimat itu bisa digolongkan kedalam bentuk kesederhanaan. Tapi.. hellow.. jangan biasakan menilai diri sendiri karena hasilnya cm dua hal, klo gak minder pasti sombong. Biarkan ranah itu digarap orang lain.

    “Tapi saya yakin, apa yang saya lakukan ini akan membuahkan hasilnya suatu saat nanti.”

    Kalimat yang ini merupakan salah satu poin penting dalan kampanye keberanian untuk terus blogging.

    Good job mas Darin

    • Darin says:

      Wow, tambahan yang hebat Mas Surya. ‘Biarkan ranah itu digarap orang lain’ 😀
      Intinya, sekali mimpi terpancang, urung berhenti kaki berjalan, setuju? :)

  6. Media Online says:

    wowwwww gila kekayaannya waktu tahun 2008 31 M omg
    kalau gue punya duit segitu mah, gue langsung nikah *lol

  7. Bung Eko says:

    Salut buat Ingvar Kampard (namanya susah banget). Jadi raja di bidangnya, tingkat dunia pula, adalah sesuatu yang sangat spesial dan pasti butuh kerja keras, ketekunan, serta kesabaran ekstra. Nah, dalam blogging saya masih juga sering abai dan tak mengindahkan syarat-syarat sukses itu. Akhirnya, jadilah saya blogger yang begini-begini saja. 😀

    • Darin says:

      Iya, bung Eko juga sampe salah nulisnya, Kamprad bung 😀
      Ah, bung Eko merendah deh hehe :)

  8. TonyKoes says:

    Saat ini saya masih berpegang pada pepatah dalam bahasa inggris yang berbunyi ” Nek wani ojo wedi-wedi lan nek wedi ojo wani-wani”
    Kebetulan saya sudah mencoba bisnis (Bengkel ) dengan modal keberanian sedikit properti dan skill tentunya, wal hasil pada tahun pertama hanya menghasilkan 500rb dalam setahun, boro-boro break even point (BEP), beli rokok saja tidak cukup. :)
    Tetapi akhirnya ditahun kedua dengan mngubah sedikit format dibidang usaha yang sama, sudah mulai mendatangkan hasil yang melebihi BEP , kuncinya keberanian.
    Tetapi keberanian juga harus memperhitungkan satu hal yaitu Resiko, tentunya resiko dan beresiko itu beda kan..?

    • Darin says:

      Komentar yang sangat inspiratif mas Tony. Apa yang mas lakukan bisa memberi pandangan nyata tentang arti keberanian di artikel ini.
      Btw, bengkelnya sebelah mana mas? Boleh dong sesekali saya cek up motor di sana? 😀

  9. asaz says:

    woow menulis post tiap hari saya belum bisa tuh paling hanya 2 kali per minggu selain masalah waktu juga ide

  10. momod says:

    yap, saya setuju dengan mas darin .. banyak kritikan yang masuk atas postingan kita, jangan membuat kita jadi kapok dan ciut untuk membuat tulisan lagi . malah harus lebih semangat . saya juga (sedang) mengalami kritikan yang cukup pedas atas postingan saya . hehe

    • Darin says:

      Wah, beruntung sekali dapet kritikan pedas mas. Secara ngga langsung itu menandakan ada orang di luar sana yg benar2 memperhatikan dan mengikuti perkembangan blog kita 😀
      Ya, itu bukannya menghambat, malah menambah semangat! Sip! :)

      Btw, blog situ kolom komentarnya diskriminatif deh.. harus pake akun google soalnya :(

  11. Terapi Qolbu says:

    hal yang paling menghalangi sukses adalah rendahnya keberanian untuk mencoba.

  12. Pingback: Manfaat Kecerdasan Emosi Saat Blogging | Darinholic dot Com

  13. dg blogger kita bisa lebih kreatif dlm mengasah otak. harus cari informasi ttg bagaimana mencegah agar blog tdk kena hack ataupun crack. (U.U)
    saling bagi info ya sesama bloggers

  14. Pingback: Review Buku Money From Anywhere | darinholic

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *