Belajar Motivasi Blogging dan Bisnis Dari James Gwee

Lewat artikelnya yang berjudul Enam Hal Yang Saya Pelajari Dari Petani Tentang Target, James Gwee mengemukakan enam sikap yang dimiliki oleh para petani yang bisa dijadikan contoh dan diterapkan pada teknik dan proses penjualan. Dan dari sisi blogger, tak ada salahnya jika enam hal yang menginspirasi para penjual itu tuk diaplikasikan pada aktivitas blogging. Apa sajakah enam hal tersebut?

1. Menentukan hasil terlebih dahulu (decide the result)
Sebelum menanam bibit, petani tentu terlebih dahulu membayangkan jenis dan mutu tanaman yang akan dihasilkan. Petani tahu, jika ia hari ini menanam benih semangka jenis biasa maka esok akan tumbuh pohon semangka jenis yang sama. Tak mungkin ia berharap mutu semangka yang bagus jika yang ia tanam hari ini benih semangka kualitas standar.

Begitupun blogger. Jika kita telah menentukan tujuan blogging dengan jelas, tentu kita akan membuat strategi dan ‘menanam bibit unggul’ bagi blog kita dengan bijak di hari ini. Apa bibit unggul yang dimaksud bagi blog? Seperti yang telah saya tulis sebelumnya (baca: Bagaimana Cara Menggauli Blog yang Baik dan Benar?), yaitu antara lain: memilih platform blog yang powerful, isi dengan konten-konten bermanfaat dan bersosialisasi di komunitas yang mendukung perkembangan blog.

2. Pemeliharaan (maintain)
Apakah pak tani hanya duduk-duduk berdiam diri setelah benih tertanam rapi di lahannya? Tentu saja tidak. Ia akan menyirami, memberi pupuk dan memelihara tunas-tunas tanaman meski belum sedikitpun terlihat hasilnya. Tak seharipun petani absen tuk sekedar menengok dan memeriksa kondisi tanaman.

Bagi blogger, ini tentu berkaitan dengan bagaimana menjaga konsistensi blogging. Ritual menggali ide, menulis, optimasi dan sebagainya adalah ‘masa pemeliharaan’ yang seharusnya dilakukan setiap saat.

3. Sabar menunggu hasil (wait patiently)
Petani selalu sabar menunggu tanamannya berbunga dan berbuah, dan tak terburu-buru untuk memanennya hingga benar-benar masak.

Blogger pun begitu. Meski tak ada yang melarang untuk memonetasi blog sejak awal, adalah lebih bijak jika kita menunggu hingga blog berkembang stabil dan kita nyaman. Jangan sampai karena terlalu terburu-buru dan tak sabar menuai hasil, kita langsung down dan lupa akan tujuan blogging setelah hasilnya tak juga nampak dan sesuai dengan yang diharapkan.

4. Belajar dari mentor (seek the right way)
Petani bercocok tanam tentu mengikuti cara-cara petani-petani terdahulu yang sudah terbukti berhasil. Karena mereka tahu, hanya dengan cara itulah bertani akan efektif. Lain halnya bila mereka mencoba-coba (trial error), tentu akan memakan banyak waktu dan biaya yang tak sedikit.

Bagaimana dengan blogger? Jika tujuan kita adalah ingin menghasilkan uang dengan blog WordPress, tempat terbaik untuk memulai adalah di CafeBisnis (link afiliasi), karena selain gratis untuk menjadi member-nya, kita pun akan berkenalan dengan blogger-blogger yang sama-sama belajar dan berkesempatan tuk berguru langsung pada blogger-blogger yang sudah berpengalaman dan terbukti menghasilkan. Apalagi jika menjadi member premium, tentu akan lebih baik, karena kita akan mendapatkan ebook-ebook spesial dan tools-tools lengkap untuk menunjang aktivitas blogging.

Ya, memang tak ada salahnya jika ada yang memilih tuk belajar secara autodidak. Tapi seyogyanya pertimbangkan waktu dan biaya yang kita habiskan, apakah sebanding dengan tujuan yang akan dihasilkan?

5. Selalu bersiap-siap dengan keadaan terburuk (prepare for the worst)
Petani kadangkala mengalami keadaan-keadaan yang tak diinginkan, seperti gagal panen total, serangan hama, banjir dan musibah lainnya. Tapi mereka tetap tabah dan belajar dari itu. Mereka menyiasatinya dengan menyisihkan sebagian hasil panen tuk ‘ditabung’ di lumbung dan menabung sebagian hasil penjualan di koperasi atau bank sebagai persiapan jikalau keadaan buruk kembali terulang.

Sama halnya dengan blogger. Kadang motivasi ngeblog menguap begitu saja, karena hal teknis seperti blog di-hack atau server jebol. Atau sebab-sebab non teknis – yang sepertinya klise – seperti tak ada lagi hal yang bisa ditulis. Oleh karena itu tak ada salahnya jika kita saat ini sedang on fire, isi selalu bank ide tulisan, dan teruskan mind mapping untuk memuntahkan kemungkinan-kemungkinan ide yang belum terfikirkan. Mungkin saat ini manfaatnya belum ada dan terlihat, tapi yakinlah, hal tersebut akan sangat membantu saat kita terkena sindrom blogger’s block.

6. Lupakan hal negatif dan maju terus (cut loss and move on)
Jika memang karena sesuatu hal tanaman tak dapat dipanen seperti yang diharapkan, petani tak lantas pasrah dan membiarkan tanaman membusuk dan menanti masa tanam berikutnya. Mereka akan dengan segera membabat habis tanaman yang sudah tak ada harapan itu dan membakarnya. Ya, mereka rela tuk menghanguskan jerih payah selama ini karena mereka tahu, jika dibiarkan tanaman itu malah akan merusak kandungan tanah dan mengganggu calon-calon tanaman berikutnya.

Apakah hal negatif juga sering menimpa blogger? Sudah pasti. Kritik, masalah spammer, kotak komentar yang sepi, atau trafik tak jua naik adalah hal-hal yang dapat menimbulkan perasaan negatif bagi blogger. Sebaliknya, kita harus melupakan itu semua dan tetap fokus pada tujuan semula. Yup, move on!

Motivasi blogging dengan analogi 6 sikap petani di atas tadi bagi saya sangat mengena, cocok dan relevan. Untuk itu, tak ada salahnya jika saya mengajak Anda tuk mengenal sosok penulis yang juga ternyata seorang motivator ternama ini lebih jauh, ya, James Gwee.

Motivator James Gwee

Siapa James Gwee?

Bagi yang pernah membaca buku Positive Business Ideas, nama James Gwee tentu sudah tak asing lagi. Namun bagi Anda yang belum mengenalnya, silahkan mengunjungi situs jamesgwee.net atau membaca tulisan-tulisannya di majalah Marketing & Media Kawasan. Di kedua media tersebut beliau aktif menulis tips-tips, motivasi dan inspirasi yang mencerahkan, baik bagi masyarakat umum maupun insan-insan yang bergerak di bidang penjualan. Dan tentu saja hampir beberapa bulan sekali beliau menyempatkan diri tuk membagikan ilmu marketingnya lewat seminar-seminar, seperti seminar yang akan dihelat tanggal 25 Februari 2012 nanti di Jakarta.

Selain aktif mengadakan seminar bagi calon-calon penjual masa depan, James Gwee adalah seorang direktur sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan bisnis bernama Academia Education & Training yang berbasis di Singapura. Perusahaan yang berspesialiasi pada bidang penjualan, motivasi, pelayanan, kepemimpinan, kemampuan manajerial, membangun tim dan pengembangan diri ini, sejak berdiri di tahun 1992 telah membuka 18 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Hal lainnya, beliau juga tercatat sebagai host sebuah acara di Radio Smart FM yang bertajuk Smart Seminar Series. Dan siapa menyangka bahwa beliau pernah pula didaulat untuk menjadi salah satu dewan juri di perhelatan Indonesia Sales Award di tahun 2004 dan 2005.

Luar biasa.

Seminar The Sales Camphion bersama James Gwee, 25 Februari 2012
Nah bagi Anda yang berminat untuk menghadiri seminar James Gwee, silakan klik gambar di atas atau mengunjungi form pendaftarannya di link afiliasi saya di sini, dan ikuti terus update tulisan dan informasi dari beliau di jamesgwee.net.

Salam sukses and happy blogging!

Share Button

About Darin

Hai, terima kasih sudah membaca artikel di blog ini. Untuk selanjutnya, Anda bisa berlangganan artikel secara gratis via RSS Feed atau lewat Email. Dan untuk mengenal saya lebih dekat, mari cuap-cuap bareng di Twitter dan jangan lupa sempatkan buka laman About dan Arsip blog ini.
This entry was posted in Advertorial, Blogger and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

9 Responses to Belajar Motivasi Blogging dan Bisnis Dari James Gwee

  1. Hery says:

    Sebagian besar hal diatas menurutku bisa didapat secara alami setelah mengelola blog minimal 1 tahun. Namun mungkin tidak semua blogger menyadarinya. Posting ini laik menjadi penyadar bagi blogger tahunan untuk kembali on track dan penting dibaca pemula.

    Sejarah berulang, bukan?

    • Dendy Darin says:

      Yup, apa yang dikatakan Bang Hery benar sekali. Tak terasa setahun ngeblog, jadi banyak pelajaran yang bisa diambil. Sekaligus juga sharing motivasi bagi blogger2 yang lain.
      Yes, history on the past for the future ahead :)

  2. Zippy says:

    Keren juga ya motovasinya, bener2 ngena banget 😀
    Ternyata antara bisnis dan ngeblog itu gak juah2 beda ya mas 😀
    Oh..ya, cari ide nulis itu yang sulit 😆

    • Dendy Darin says:

      Kalau ngeblog dianggap berbisnis, itu sepertinya sudah sebuah keharusan deh Zip 😀

  3. Ipras says:

    Mungkin intinya adalah terus fokus pada tujuan utama, biar masalah yang ada itu jadi terasa hanya seperti sebuah jalan saja yang memang bisa menunjukkan arah terhadap tujuan utama kita itu :)

  4. dHaNy says:

    Ngeblog memang sarat dengan konsistensi, perlu dipupuk, perlu diberi penguatan bahkan award juga perlu. Interaksi sesama narablog dalam kotak komentar sangat penting untuk menambah daya dongkrak ngeblognya…
    JamesGwee merupakan motivator handal untuk masalah marketing saat ini. Saya juga pengen banget ikutan tapi belum bisa memastikan apakah tanggal 25 bisa ke Jakarta atau tidak.

  5. Cahya says:

    Seleblogger … 😀 – bahasannya berat.

  6. Pingback: Semangat Untuk Terus Belajar | The Official Blog of Dendy Darin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *