Blog Warning: Cepat Panas, Cepat Pula Dingin

Aktivitas blogging, terutama di awal-awal perjalanannya tentu berlimpah motivasi dan antusiasme. Layaknya mengendarai kendaraan baru, kita senantiasa merawatnya tiap hari. Dipoles dengan shampoo terbaik, bahan bakar selalu full, dan tak pernah lupa membawanya check up ke bengkel resmi terdekat. Sore-sore? Saat yang tepat buat dibawa hang out!

Namun kala hari berganti hari, minggu dan bulan terlewati, lho kok tak lagi greng ya? Yang melirik makin jarang, yang menyambangi kian berkurang, apalagi teman seper-nongkrong-an pun entah kemana ia melayang.

Sebelum terlambat, saya teringat tulisan Deddy Andaka tentang tipsnya bisa bertahan ngeblog selama 9 tahun:

Jangan menjadikan traffic (jumlah kunjungan), komentar dan ranking blog sebagai prioritas utama ketika Anda baru mulai ngeblog. Karena semua itu dibangun berdasarkan usaha yang butuh waktu. Β Memang ada cara-cara instant yang meningkatkan semua itu, tapi prinsip saya yang cepat panas akan cepat pula dinginnya -dan Anda akan kehabisan energi mengejar semua itu.

Traffic. Hmm.. kalau melihat data dari AWStat:

Tetap Semangat Ngeblog

Memang belum ada bagus-bagusnya ya? πŸ™‚

Komentar pun setali tiga uang. Mungkin karena visitor sudah terkena sindrom blogwalking atau saya yang dijangkiti phobia komentar, akhir-akhir ini tak semeriah dulu *hehe*. Rangking blog? Alexa tak menunjukkan kemajuan yang signifikan. But it’s okey, blog must move on.

Karena kini perhatian saya beralih ke bagaimana agar momentum ngeblog terus-menerus hangat, tak kendur tuk mengasah kemampuan, dan sebisa mungkin paradigma blog sebagai ajang berbagi ini tak melenceng jauh dari track.

Dan biar lebih asyik, pesan Deddy untuk blog yang baru lahir patut direnungkan:

ο»ΏTipsnya: buat target jangka waktu yang agak panjang untuk ngeblog. Misalnya dalam 2-3 tahun ke depan harus tetap konsisten menulis. Maka ketika dalam 6 bulan sampai 1 tahun pertama blog Anda masih sepi pengunjung, tidak ada komentar maupun tidak memiliki ranking Google maupun Alexa, Anda harus tetap menulis.

Ok, menulis dan menulis, itu esensinya. Yup, asal jangan cepet panas ya, nanti cepet dingin dong πŸ˜€

Happy blogging!

Share Button
This entry was posted in Blogging and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

39 Comments

  1. Posted 27/05/2011 at 21:49 | Permalink

    kalau saya ngeblog just share, g pernah mikirin trafik, koemntar juga g pernah mengharapkan balasan, karena saya komentar juga buat mengasah kemampuan otak saya dalam menanggapi sesuatu, gt

    • Posted 27/05/2011 at 23:51 | Permalink

      yup Riz, kolom komentar juga bisa mengasah nalar, terutama untuk yang sifatnya opini πŸ™‚

  2. Catatan Bang Hery
    Posted 27/05/2011 at 21:49 | Permalink

    Biar tetep panas, perlu dipikirkan ngeblog diatas kompor, mas. Hehehe

    Tapi memang sesuatu yang instan sulit dijaga konsistensinya.

    • Posted 27/05/2011 at 23:50 | Permalink

      Hahaha, asal elpiji-nya ga mbledug ya bang? πŸ˜€
      Betul, apa2 yg instan memang ga baik. Tapi saya maniak mi instan nih hehe

      • Rizdan
        Posted 13/06/2011 at 20:08 | Permalink

        Maniak mie instant masuk kategori yang baik tapi kalau 1 hari ngabisin 1 dus nah itu yang nggak baik,bikin bangkrut.
        Maaf kunjungan perdana langsung nyambung tanpa permisi,

  3. Posted 28/05/2011 at 00:54 | Permalink

    Saya juga gitu Mas, semangat ngeblog kadang naik turun, hehe…

    Pernah juga senang memperhatikan traffic, tapi sekarang nggak lagi. Lagipula, blog saya kan blog personal.

    Bener banget Mas Darin. Terlepas dari semuanya, yang penting kita terus menulis. Biar mesinnya tetap hangat, hehe.. Salam hangat Mas;

    • Posted 28/05/2011 at 11:35 | Permalink

      Salam hangat kembali masbro.
      Yes, that’s the point: keep writing! πŸ™‚

  4. ajurNA
    Posted 27/05/2011 at 23:16 | Permalink

    Yupz, Bagiku ngeblog adalah belajar. belajar berbagi, belajar berkomunikasi, belajar sabar, belajar mengutarakan expresi dengan tulisan dan satu lagi belajar konsisten. kalau menurutku yang naik turun adalah konsisten, kalau yang lain sedikit demi sedikit ada peningkatan tapi kalau belajar konsisten itu yang paling sulit bagiku.

    • Posted 27/05/2011 at 23:54 | Permalink

      Konsistensi itu saya rasa juga buah dari latihan dan terus belajar. Soalnya semangat belajar itulah energi agar bisa terus konsisten.
      Trims tambahannya mas Arjuna πŸ™‚

  5. shanushy0809
    Posted 28/05/2011 at 00:25 | Permalink

    panas dan tidaknya dipengaruhi oleh kondisi
    kalo lg datang angin positif, bisa seharian ngelog
    tp kalo datang angin malas, malah bisa berbulan2 nggak nyentuh blog sama sekali

    • Posted 28/05/2011 at 11:32 | Permalink

      lagi-lagi mood biang keroknya ya mas? πŸ™‚

  6. Posted 28/05/2011 at 04:54 | Permalink

    Analogi yang pas betul ini. Cepat panas cepat dingin pula. πŸ™‚ Dan pas juga dengan (umumnya) kebanyakan blogger yang baru memulai ngeblog akan begitu. Pemburu komentar, pemburu kunjungan balik, pemburu backlik, dan trafik instant. Setelah itu karena saking panasnya akhirnya mengendur terus dingin. Dan yang paling sedih berhenti karena monetize yang diharapkan tak kunjung tercapai.

    Soal komentar, saya seringkali mengetestnya. Saya mengurangi blogwalking terus bagaimana impactnya? Biasanya jumlah komentar juga cenderung ikut menurun. Mengapa? Karena komentar kebanyakan datang dari blogger yang blognya saya komentari.

    Pada artikel, terutama kalau artikelnya kurang mempunyai daya pikat untuk dikomentari akan cenderung sepi komentar kalau kita jarang blogwalking. Namun kalau trafik blog saya kecenderungan stabil dan malah meningkat dari waktu ke waktu. Saya tidak tahu apakah karena saya sudah punya konten pilar yang mempertahankan kunjungan dari Google sehingga bisa mempertahankan ini. Atau bisa jadi mungkin karena artikelnya sudah banyak (300-an) sehingga ibarat orang dagang karena banyak dagangannya yang beraneka macam sehingga bisa mengundang pengunjung.

    Seperti yang pernah saya komentarkan di artikel Mas Darin di artikel Comment Phobia, sekarang ini komentar bukan menjadi tujuan utama lagi. Saya tak terlalu memperdulikan banyak dikomentari apa tidak di setiap posting saya. Sisi positifnya saya jadi bisa belajar mana artikel yang menarik dikomentari dan mana artikel yang menarik buat pengunjung Google. Karena komentar tercipta secara alamiah. Bukan dari hasil seperti memanasi yang terlalu instant sehingga menjadi cepat dingin. πŸ™‚

    ***Ups, lagi-lagi komentar saya kepanjangan πŸ™‚

    • Posted 28/05/2011 at 11:48 | Permalink

      Tambahan yang bagus Pak Joko. Fenomena new blogger (blogger2 pendatang baru) dengan kecenderungan seperti itu masih kerap ditemukan. Apalagi yang memang prioritasnya (mindset) adalah monetize dan ingin cepat dikenal. Padahal itu semua butuh proses.

      Hahaha. Kok sama ya pak? Saya juga pernah. Faktor blogwalking juga berpengaruh pada jumlah komentar. Yup, tentu dilihat juga menarik atau tidaknya suatu artikel. Wah, kalau artikelnya sudah 300-an dan sebagian besar adalah artikel pilar (banyak diburu visitor organik) tentu traffic sudah tak jadi masalah ya pak? Salut deh πŸ˜€

      Nah, berarti memang perlu keseimbangan ya, antara artikel yg memancing diskusi dan artikel ber-keyword hangat?

      Trims pak, saya senang kok dengan komentar bapak yg selalu memberi nilai tambah *hehe*

  7. Posted 28/05/2011 at 13:26 | Permalink

    Sekarang saya lagi semangat ngeblog nih. Mudah-mudahan untuk seterusnya akan tetap semangat! Atau minimal menjaga konsistensi untuk tetap ngeblog deh. πŸ˜€

    • Posted 28/05/2011 at 13:44 | Permalink

      gitu dong, semangat terus Kim πŸ˜€

      • Posted 28/05/2011 at 13:46 | Permalink

        Hehehe.. kemarin kan blog melempem karena lagi ngerjain yang lain. ;))

  8. Siti Fatimah Ahmad
    Posted 28/05/2011 at 14:01 | Permalink

    Assalaamu’alaikum wr.wb, Darin…

    Jika mengejar rangking, traffic menjadi tujuan, maka itulah yang bakal diperolehi. Tentu sahaja kualiti dalam penghasilan hanya apa adanya. Mengapa mahu berlomba2 dalam menghasilkan trafik terbanyak, apa ada hadiahnya ? kesannya, saya juga merasai setengah blogger yang mampir ke blog sekadar komenta ringkas seadanya lalu minta dikunjung balas. Jadi terfikir, ada apa sehingga meminta dikunjung balas dengan segera.

    Blog sebagai wadah untuk berkongsi cerita, bertukar idea dan menambah ilmu. makanya, konsistenlah dengan kewujudan blog tersebut. Jika tidak mahu kesunyian, maka hadirlah ke blog orang lain untuk bersilaturahmi dengan memberi komentar yang berbentuk kunjungan “kopdar” di maya. Intinya berbalas idea dan perbincangan buka sekadart berkata halo atau apa khabar, kemudian terus bubar.

    Trims ya, nice posting, menambah manfaat ilmu saya.

    Salam mesra dari sarikei, Sarawak.

    • Posted 28/05/2011 at 23:14 | Permalink

      Wa’alaikumsalam Wr. Wb. Bu Siti.

      Pendapat ibu tentang blog sebagai wadah tuk bertukar ide dan sharing ilmu memang benar adanya. Dan saya tertarik dengan pernyataan ibu:

      Jika tidak mahu kesunyian, maka hadirlah ke blog orang lain untuk bersilaturahmi dengan memberi komentar yang berbentuk kunjungan β€œkopdar” di maya..

      Inilah seharusnya bentuk blogwalking. Bersilaturahmi dan saling memberi semangat, betul bu? πŸ™‚

      Salam hangat kembali dari Jayapura.

  9. Posted 28/05/2011 at 19:11 | Permalink

    saya sendiri masih senang banget kalau ada yang komen. Meski komennya spam, heheheh. Tapi dari awal dulu memang tidak ada niat mengejar trafik ataupun pagerank (ga paham). Yang terpenting, efek ngeblog itu ke kehidupan sehari-hari^^

    • Posted 28/05/2011 at 23:18 | Permalink

      Malah bagus tu mas πŸ˜€ dijalani terus saja, kita ga bakal tau nanti gimana efek ngeblog tersebut, yg penting enjoy. That’s the point πŸ™‚

  10. bdangkal
    Posted 28/05/2011 at 17:30 | Permalink

    sy tergolong blogger yg ramai dikunjungi balik hasil dr blogwlking, betapa effort menyusun artikel berkualitas memerlukan energi yg sgt besar dan berat… *Merenung

    • Posted 28/05/2011 at 23:15 | Permalink

      Namanya juga usaha mas, sama kayak saya juga, hehe πŸ˜€

  11. Posted 28/05/2011 at 22:26 | Permalink

    Semoga saya juga tertular untuk bisa konsisten terus nih, 9 tahun kalau urusan ngeblog termasuk lama banget, salut bisa tetep konsisten…

    • Posted 28/05/2011 at 23:20 | Permalink

      Iya mas, kalau saya masih mikir2.. apa kuat ya? hehe πŸ˜€

  12. Posted 29/05/2011 at 02:22 | Permalink

    Ane setuju. Dgn artikel plus tanggapan masukan dari kolom komentar.

    Sekarang walaupun ga ngebut dalam posting tetapi sy punya target jangka panjang. Biarin jarang update tapi rutin ada dan langgeng πŸ™‚

    • Posted 30/05/2011 at 15:48 | Permalink

      sip kang, semoga tetep langgeng, sakinah mawadah warohmah nya? #eh hehe πŸ˜€

  13. Agus Siswoyo
    Posted 29/05/2011 at 14:09 | Permalink

    Biar awet hangatnya, dimasukkan termos saja. πŸ™‚

    • Posted 30/05/2011 at 15:51 | Permalink

      pesen termos satu mas, gak pake lama ya? hihi πŸ˜€

  14. Rohani Syawaliah
    Posted 30/05/2011 at 20:05 | Permalink

    asekkkkkkkkkkkk

    saya akan semangat terus buat nulis….

  15. Desi
    Posted 01/06/2011 at 13:18 | Permalink

    Pasang kompor didekat komputer biar panas terus.
    Oya, ikutan cara di blog saya juga dong, ada hadiahnya lho:
    http://www.griyakuliner.com/pencapaian-anda-pada-mei-2011/
    Trims.

  16. Posted 28/01/2012 at 15:59 | Permalink

    eaaa kena lagi nih warningnya :mrgreen:

  17. Posted 25/05/2015 at 16:01 | Permalink

    Yg penting udah usaha gan

  18. Posted 25/05/2015 at 16:02 | Permalink

    sukses gan

  19. Posted 04/07/2015 at 21:50 | Permalink

    matursuwun..

  20. Posted 10/07/2015 at 06:28 | Permalink

    Intinya ngeblog itu harus banyak sabarnya..he..!!

  21. Posted 22/07/2015 at 13:15 | Permalink

    Blog to life, life to blog, hahaha

  22. Posted 23/08/2015 at 16:39 | Permalink

    Sama – sama seperti berbisnis blog juga pastinya akan ada turun naik, ya namanya juga hidup kaya roda berputar.

  23. Posted 13/10/2015 at 06:23 | Permalink

    Yang penting itu adalah menyenangi blogging ini, pastinya blog yg ditulis sepenuh hati itu berbeda dgn yg abal-abal

  24. Posted 28/02/2016 at 09:40 | Permalink

    atas ane betul

2 Trackbacks

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*
*