Blogger Di Era Informasi: Mengejar Atau Dikejar?

Posted on

Kalau kita mendengar kalimat era informasi, tentu terbayang sebuah zaman dimana segala hal dapat diakses dengan mudah. Kepingan-kepingan kecil informasi dari sudut-sudut kampung global yang terpisah ribuan kilometer begitu cepat terendus, sehingga pengetahuan dunia tak lagi sebuah hal yang sulit didapat, karena kini berada di ujung jari para pengguna internet yang jumlahnya terus berkembang secara eksponensial. Termasuk blogger.

Meninjau artikel terdahulu (baca: Menjadikan Blogger Sebagai Makhluk Pembelajar), ada fase atau tahap krusial yang harus dijalani oleh blogger, yaitu tahap pembelajaran, yang mana tahap ini mensyaratkan adanya informasi-informasi yang relevan demi kelancaran proses pembelajaran. Nah, berhubung situasi di era ini informasi begitu melimpah, tentu itu tak lagi menjadi masalah, bukan?

Blogger Di Era InformasiJawabnya, nanti dulu. Satu sisi, banjirnya informasi memberikan banyak kemudahan bagi blogger, namun di sisi lain, keadaan ini melahirkan kondisi ‘bingung’. Ya, kita dibuat bingung untuk dapat memilih mana informasi yang sebenarnya berguna bagi pembelajaran dan mana yang tidak berguna sama sekali. Kondisi ini bisa lebih parah jika kemudian menjadikan kita justru semakin kurang informasi pada saat informasi itu berkelebihan, alias berlebih karena kita yang dikejar informasi.

Dikejar informasi? Kok bisa?

Bisa saja, karena kalau dulu kita yang mengejar data, informasi dan pengetahuan hingga ke ujung dunia, maka sekarang data, informasi dan pengetahuan lah yang mengejar-ngejar kita dimana pun kita berada. Dari mulai bangun tidur, hingga kembali melempar badan di kasur, informasi itu bergentayangan. Sudah pernah kan, membuka sms dan email bahkan pada saat kita sedang buang hajat di toilet sekali pun? Itu lah informasi yang mengejar kita. Tak kenal tempat, tak kenal waktu.

Mengejar atau dikejar? Apakah blogger punya pilihan?

49 thoughts on “Blogger Di Era Informasi: Mengejar Atau Dikejar?

  1. Biasanya yang ngejar-ngejar kita itu promosi. Makanya ada fasilitas spam di email. Memang kadang menyebalkan, harus memilah mana dari sahabat mana junk mail. Tapi tetap semangat ya, untuk terus ukhuwah. Seperti postinganku terakhir, jama’ah adalah rahmat, perpecahan adalah azab. Jadi hati-hati dengan provokator yang sepertinya kata-katanya indah tapi memecah belah persahabatan

    1. Betul itu Mi, promosi yang tak kita butuhkan, atau kita tak merasa mendaftar tuk menerima informasi tersebut.
      Ya Mi, trims untuk pengingatnya 🙂

  2. Kang, ada lanjutan kisah Dasrun disini
    hxxp://sedjatee.wordpress.com/2011/01/31/dasrun-lunasi-atau-pergi/
    silakan dicermati
    salam sukses..

    sedj

    1. wew,kalo mnurut saya sih,para blogger itu mengejar-ngejar informasi,terutama para blogger yg mengejar uang,
      namun kalo blogger yg ngeblog hanya untuk menyalurkan hoby,itu bisa lain lagi critanya,

  3. curiga nih jangan2 kang darin ke toilet bawa hape buat cuit-cuit ya? 😀

    betul, kang informasi memang membanjir dari limbah sampe emas dan berlian. kita harus bisa selektif jangan sampai gara-gara di kejar informasi nanti malah lompat pager #loh

  4. wah menarik sekali sudut pandangnya mas..

    nah, menurutku disinilah perlunya mengambil peran unik. disertai postur pemikiran yang matang. model informasi seperti apa yang kita butuhkan dan informasi apa yang perlu kita salurkan. keduanya perlu singkronisasi dan balance.

    1. Peran unik, istilah yang mantep mas. Begitulah, untuk memilah informasi memang harus mengetahui dulu peran apa yg kita mainkan. Jangan sampai kita terjebak pada keadaan dimana kehilangan informasi yg benar2 penting, karna dibanjiri informasi2 yg tak terlalu penting 🙂

  5. Pingback: Tweets that mention Blogger Di Era Informasi | DarinHolic.com -- Topsy.com
  6. Kejar tayang! – seperti stasiun berita saja :D.

    Kembali ke tulisan esensial dan aksesori kemarin. Kalau informasinya esensial, mau tidak mau orang akan mencarinya, tapi kalau sekadar aksesorial, ya anggaplah itu kebutuhan tersier :).

  7. bener, bener..
    setuju mas, kalo sekarang kita itu lagi dikejar informasi..
    kalo kita tidak bisa lari, informasi2 akan jauh pergi kedepan, dan kita tertinggal jauh dibelakangnya.. sehingga kita harus mengejar informasi itu, wkwkwk 😀

    intinya kita itu ada didepan informasi, ato dibelakangnya? 😕

  8. Prinsip saya sih, tidak semua informasi harus kita ketahui atau santap. Contoh saja berita kriminal, kecelakaan, demonstrasi, dan berita-berita nggak penting lainnya. Sesuaikan saja dengan kebutuhan. Saya rasa tulisan di atas juga sangat selaras dengan salah satu tulisan mas Darin di Indonesianer tentang melangsingkan perspektif blogwalking.

    Intinya, di era informasi sekarang ini, biasakanlah bersikap kritis terhadap informasi yang tersaji. Jangan langsung ditelan mentah-mentah, walau itu bersumber dari seseorang/pihak yang dikenal kredibel atau punya otoritas. Termasuk dalam hal mencermati berbagai tulisan/posting di blog 😛

    1. Termasuk semua alat propaganda AS cs, jadi kita tidak berlaku standart ganda.

      Kadang-kadang kita selalu membenarkan informasi yang datangnya dari mereka, sementara kita tidak percaya terhadap informasi dari orang kita sendiri. Contohnya masalah terorisme… 😛

  9. Menarik sekali pembahasan kali ini. Perolehan informasi sekarang ini sungguh sangat beragam karena memang sekarang eranya sudah bergeser dari industri ke informasi. Kita yang ketinggalan informasi alamat kita akan ketinggalan kesempatan. Dalam satu detik saja informasi sudah dapat dikonsumsi oleh ratusan, ribuan bahkan jutaan umat. Media jejaring sosial menjadi sarana efektif untuk itu.

    Nah kalo untuk masalah mengejar atau dikejar untuk seorang blogger, tergantung informasi apa dulu. Informasi yang menjadi prioritas tem dan konten blog nya tentu akan kita kejar. Karena kita harus lebih expert dibidang itu. Kalo info lain mungkin sekedar dikejar dan sekedar tahu saja…

    1. Setuju mas Dhan. Kata2 prioritas itu sangat menarik, apalagi mas menghubungkannya dengan keahlian/expert di bidang tertentu.
      Memang, itu adalah salah satu cara agar kita lebih bisa memilah informasi. Mana yg mendukung keahlian dan mana yg tidak 🙂

  10. Saya gak suka kejar-kejaran mas. saya senengnya nangkep dan ditangkep.

    saya rasa gak hanya kejar-kejaran maupun dikejar informasi, semua orang bisa menciptakan informasi itu sendiri.

  11. Pingback: Menentukan fokus hidup | Willy Merdiansyah
  12. yg penting gak dikejar-kejar rentenir mas 😀
    apapun itu kita yg butuh informasi, bkn informasi yg butuh kita, kecuali kalau informasinya berupa sales latter 🙂
    tapi sayang walau informais sudah berlimpah, masih saja banyak orang yang gemar berntanya tanpa mencari informasi dulu.

  13. Hmmm, mantap betul Bung, memang begitulah kenyataannya.
    Begitu banyaknya informasi di sekitar kita, begitu agresifnya informasi itu menyergap kita, membuat kita bingung. Bahkan banyak wartawan yang kebingungan mau menampilkan berita yang mana? Sebuah transisi yang menarik dalam dunia komunikasi. 😀

  14. Pingback: sekolah dan kuliah tidak penting | Willy Merdiansyah
  15. ga pernah tuh merasa dikejar2 informasi, juga ga merasa ngejar.
    yang penting tetap ngeblog, hehe

    #ganyambung ya? 😀

  16. Jadi seperti permainan petak umpet kalau begitu 😆 semua saling kejar mengejar tanpa ada yang bisa dan mau mengalah. Buktinya, begitu melek matanya di pagi hari langsung ambil HP dan ngecek email masuk di blog nya :mrgreen:

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  17. Mencoba belajar memfilter data dan fokus, ya mungkin itu salah satu cara agar kita tidak kekurangan informasi disaat informasi melimpah.
    Salam jumpa.

  18. saya pengennya sih dikejar informasi mas… tp kadang malah jadi mengejar informasi untuk update blog hehehe,,
    mungkin karena blog saya rasa gado² dan mengandalkan traffik search engine jadinya mengejar informasi update teruss hehehe
    o ya ni ada award di blog saya.. mohon diambil dan diterima ya.. makasih masbro

  19. Pendapat sayahmah bisa dua2nya kang…. mengejar & dikejar, tergantung sikon… 🙂
    Salam Sukses untuk Kang Darin…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *