Blogger Interview: Isnuansa

Tulisan kali ini berupa cuplikan wawancara saya dengan mbak Isnuansa – narablog dari isnuansa.com – yang berlangsung lewat saling berbalas email. Beruntung beliau bisa menyempatkan diri untuk menjawab beberapa pertanyaan yang saya ajukan, karena saya tau beliau adalah salah satu tipe blogger yang doyan banget travelling.

Ok, berikut cuplikan wawancara tersebut:

Blogger IsnuansaSejak kapan mbak ngeblog?

Kalau ditanya sejak kapan ngeblog, jawabannya tahun 2005 akhir. Blognya di tempat gratisan: http://isnuansa.blogspot.com/. Dua tahun kemudian 16 Desember 2007 saya mendaftar http://isnuansa.com/ sebagai domain pribadi. Sayang, malapetaka terjadi. Seluruh isi blog dari Des 2005 – Mei 2009 hilang karena kerusakan server. Saya nggak pernah back up. Jadilah arsip blog saya tinggal sisa Mei 2009 sampai sekarang.

Bagaimana ceritanya bisa berkenalan dengan dunia blogging?

Punya blog pada awalnya karena sering menemukan blog ketika googling. Saya berpikir “Owh, ternyata, tidak cuma perusahaan saja yang bisa punya website. Orang per orang secara pribadi bisa menuliskan ceritanya di website. Gimana cara bikinnya ya?” Saya lantas belajar cara membuat blog.

Menurut mbak, blogging itu asik ngga sih? Apa alasannya?

Awalnya blogging sama sekali nggak asyik. Karena setelah bikin blog, jadi bingung mau nulis apa, hahaha… Untungnya nggak lama, karena pelan-pelan mulai bisa menikmati gimana rasanya menulis dan mendapat komentar dari orang lain.

Lalu, hal-hal apa saja yang memotivasi mbak hingga bisa bertahan ngeblog sampai saat ini?

Motivasi terus menulis sebenarnya cuma buat dokumentasi aja. Tulisan saya kan nggak ada yang terlalu penting sebenarnya. Hanya cerita keseharian, setelah agak bosan beberapa saat lalu menulis tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan blog, hehe..

Siapa blogger-blogger yang mempengaruhi gaya ngeblog mbak, atau yang selalu memotivasi mbak untuk terus ngeblog?

Kalau blogger bagus banyak, tapi saya nggak ada yang secara khusus ingin seperti blogger tersebut cara menulisnya. Dulu, saya pembaca setia Darren dan Chow, sekarang udah jarang. Kalau yang lokal, saya suka dengan Daeng Gassing, Priyadi dan Trinity. Gaya ngeblog saya, saya ingin menulis dengan bahasa yang mudah dimengerti, nggak neko-neko dan nggak mbulet seperti pidato pejabat yang isinya nggak ada.

Sebentar, berapa blog sih yang mbak kelola?

Bwahahaha, ada juga pertanyaan tentang jumlah blog? Lupa. Soalnya ada banyak yang saya bikin sekedar klaim nama, seperti posterous, tumblr, blogdetik, dagdigdug dan lain-lainnya. Termasuk blogspot yang udah nggak diurus. Tapi kalau yang serius dikelola ya ada 3. Isnuansa.Com yang paling utama.

Apakah blog-blog mbak dimonetasi (menghasilkan uang/penghasilan)?

Dari tiga yang saya punya, yang menghasilkan baru isnuansa.com. Yang satu lagi sudah mulai, tetapi buat bayar biaya hostingnya yang lumayan mahal setahun saja belum cukup. Sementara saya hanya terima review dan belum tertarik ikut semua jenis Pay Per Click. Eh, tunggu sebentar. Ngomongin soal monetasi, saya sebenernya lebih seneng kalo “dibayar” dengan jalan-jalan. Bayangkan kalau saya harus menabung untuk ke HongKong dan Singapore, berapa puluh review yang harus saya tulis? 😛 Blog saya yang satu lagi, memang berharap murni dibayar dengan jalan-jalan saja.

Mbak aktif di jejaring sosial? Apa jejaring sosial favorit mbak dan apa kesan mbak tentang jejaring sosial tersebut dalam kaitannya dengan aktivitas blogging mbak?

Jejaring sosial, yang pasti ya Facebook dan Twitter. Facebook dan Twitter berguna untuk share tulisan dari blog. Beberapa saya buat khusus untuk share tulisan, disamping akun pribadi untuk hahahihi sama teman.

Terakhir, apa pesan-pesan mbak untuk blogger-blogger Indonesia yang pemula maupun yang sudah lama dan ingin lebih konsisten ngeblog?

Ngeblog itu pasti ada bosannya. Rasa malas menulis, merasa nggak punya bahan untuk diceritakan. Tapi saya selalu berusaha melawannya dengan mantra:

Saya seorang blogger. Dan blogger itu menulis. Nggak ada alasan untuk tidak menulis. Apapun bisa ditulis, kan?

Great, thanks mbak Isnuansa! 😀

Dari wawancara singkat ini setidaknya kita bisa belajar dan memetik manfaat dari blogger yang bersangkutan, baik itu inspirasi dan motivasinya yang berkenaan dengan dunia blogging, juga opini dan cerita-cerita uniknya selama malang melintang di blogosphere. Yes, everybody has their own story.

So, ingin berkenalan lebih lanjut dengan blogger yang satu ini? Kunjungi blognya dan ikuti kicauannya di twitter!

33 comments On Blogger Interview: Isnuansa

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer