Comments Phobia!

Komentar adalah hal wajar di media bernama blog, karena memang itulah tujuan utama dari web 2.0 yang bersifat interaktif. Pro, kontra, kritik, saran, say hi, apalagi spammer, semua tumpah ruah. Itu biasa. Yang tak biasa mungkin yang gini…

Etika Menjawab Komentar Blog

Hayo ngaku, ada yang gitu nggak? 😀

Share Button

About Darin

Hai, terima kasih sudah membaca artikel di blog ini. Untuk selanjutnya, Anda bisa berlangganan artikel secara gratis via RSS Feed atau lewat Email. Dan untuk mengenal saya lebih dekat, mari cuap-cuap bareng di Twitter dan jangan lupa sempatkan buka laman About dan Arsip blog ini.
This entry was posted in Blogging, Opini and tagged , , , . Bookmark the permalink.

47 Responses to Comments Phobia!

  1. Joko Sutarto says:

    Saat ini terus terang kalau saya lebih senang baca blog dan berlangganan lewat RSS dari ponsel BB, Mas sehingga komentar bukan menjadi tujuan utama saya lagi. Apalagi mengharap kunjungan balik. Masa-masa seperti itu sudah lewat. Biarlah komentar pertamak cs dan cari backlink dan semacamnya itu menjadi masa lalu saja. Sekarang, berkunjung untuk menjalin silahturahim saja, Mas. :)

    • Darin says:

      Itu poinnya pak. Bagi yang sudah lama ngeblog tentu sudah paham dan ngeh hal ihwal etika komentar mengomentari. Dan kalau dibahas tentu tak ada ujung pangkalnya. Nah, kalau niatnya tu menjalin silaturahmi tentu ga mungkin terjadi phobia seperti kartun di atas, betul pak? :)

    • bro eser says:

      Sama bro, saya juga sekarang lebih memprioritaskan menjalin silaturahmi degan blogger lain dari pada harus bolak balik blogwalking hanya untuk mengharapkan kunjungan balik…

  2. MisterXWebz says:

    Setuju sekali dengan mas Joko, udah tua nih, saatnya kita mengutamakan silaturahmi, yang pada lomba SEO monggooo, yang pada lomba cari duit lewat Bisonlen monggooo,, kalo menurut saya mau jungkir balik sekeras apapun di “dumay” kalo yang atas ngasih rejekinya di dunia offline, kita bisa apa 😛 (halah, gak nyambung, hahahahahha)

  3. Kimi says:

    Dari dulu aku gak pernah komentar “pertamax” dan teman-temannya. 😀

  4. mas-tony says:

    saya sekarang ini jarang koment di blog temen-temen, bukan apa2 sulit koneksi salah satunya, dan sekarang pun yang koment di blog saya hanya temen2 yang dah pernah mampir. Dari dulu saya berusaha koment yang sesuai, walaupun mungkin krg mengerti

  5. hoeda says:

    Wah, saya belum pernah ngalamin seperti yang ada di komik itu, Mas. Soalnya emang blog saya nggak ada kolom komentarnya! Malah waktu ninggalin koment di blog orang aja kadang saya nggak ninggalin link. Piye, coba? :)

  6. Agus says:

    Kemungkinan Semua mengalami perjalanan seperti di blogcomic tersebut dari newbie sampai master bedanya kalau sudah master mereka pandai dan bahkan sudah mahir bermain ATM=Amati Tiru dan Modifikasi dan hasilnya tentu menakjubkan…

  7. Cahya says:

    Mas Darin, kalau sudah pakai space hosting sendiri, komentar yang iseng demikian biasanya bisa lumayan menyita ruang. He he…, bagi yang pelit seperti saya, saya enggan memberi ruang, lebih baik jika ada tanggapan yang memang benar-benar memperkaya konten dan diskusi.

    Saya kasihan nanti sama pengguna Google, mau mencari informasi tentang harga BBM, malah nyangkut ke pelbagai blog yang rebutan komentar paling awal :D.

  8. Andi sakab says:

    justru saya kalo dalam sehari sampai banjir komentar saya malah kelenger, kang. kalo sehari 5 cukup lah :mrgreen:

  9. Deny Gnasher says:

    Hahahahaha lucu-lucu 😀
    Alhamdulillah belum peprnah, wong saya masih newbie jadi postnya masih curhat2 hehe

  10. dHaNy says:

    Kalau tujuannya untuk menjalin silaturahmi pasti akan jarang terjadi saling menyudutkan seperti diatas, atau hanya sekedar komentar say hay… Mereka akan berusaha memberikan komentar yang sesuai dengan tema yang diangkat… betul gak mas Darin?

  11. tomi says:

    hahha.. saya sering menemukan yg pertamax atau nice info mas.. banyak yg ngejunk.. makanya baru dibuat keputusan untuk mengubah menjadi nofollow blog 😀

  12. Putu Yoga says:

    jiakakaka, pas banget tu, kadang2ada yg komen ke blogku cuma nice info gan -_-‘

  13. Siti Fatimah Ahmad says:

    Assalaamu’alaikum wr.wb, Darin….

    Hehehe… blogomicnya amat lucu dan ternyata memang terjadi di dunia maya. Menurut saya, memberi komentar adalah sebagai menghargai hasil usaha penulis blog. Saya akan memastikan apa yang dibincang bisa saya perolehi manfaatnya kerana itu, saya tidak banyak mendatangi blog dalam sehari.

    Tujuan saya ngeblog adalah untuk bersilaturahmi dan membaca tulisan teman dengan santai selain mendapat manfaatnya. Menulis komentar juga memberi peluang kepada saya untuk mahir menulis dan menyumbang idea sesuai dengan isi tulisan.

    terima kasih telah mengingatkan saya dan pembaca lainnya walau hanya melalui lakaran kartun.

    Salam mesra dari Sarikei, Sarawak. 😀

    • Darin says:

      Wa’alaikum salam Bu Siti.

      memberi komentar adalah sebagai menghargai hasil usaha penulis blog

      Ini yang semestinya dicamkan baik2 ya Bu :) Terima kasih tambahannya.
      Salam hangat dari Jayapura. :)

  14. catatan hery says:

    Mungkin ada benarnya komentar yang kurang mutu datang dari para pencari backlink. Tapi saya pikir ada juga lah yang kasi komentar karena alasan ‘bayar utang’ setelah blognya di komentari terlebih dahulu, dan ada juga yang kasi komentar pendek karena memang gak biasa kasi komentar panjang. Macam ragamlah.

    Aku pikir, biarkan saja komentar mengalir dalam satu posting selama masih bisa ditarik benang merah antara topik dan komentarnya. Pro kontra justru menambah warna dari posting itu sendiri.

  15. Agus Siswoyo says:

    Akhir-akhir ini saya malah malas balas komen yang masuk. Entahlah, kayaknya mereka bilang setuju semua. Nggak ada tantangannya.

    Kalaupun ada yang ngajak berantem, cuekin aja. Saya nggak terlalu ambil pusing sama hubungan yang terjalin lewat internet. Berantem di internet itu ibaratnya: Menang jadi arang, kalah jadi abu. Podho ajure! Lagipula kalau mudah esmosi biasanya cepat tua. Hahaha…

  16. Arief Maulana says:

    ga semua komentar perlu dibalas. Itu sepertinya yang saya terapkan sekarang. Disamping menghemat waktu, kadang males juga ngeladenin koment template yang it-itu aja,

    Btw soal spammer coment, coba cek di postingannya LutviAvandi.com. Ada tips menarik disana hihihi

  17. Lintas Berita says:

    wah bisa aja nih kartunnya he he he

  18. Endi says:

    :) lucu2.. itu pernah saya alami beberapa tahun silam, waktu mulai mengenal blog… sekarang tujuan utama adalah share untuk berbagi dan menjalin silaturrahmi.. :)

  19. kang ian dot com says:

    jiakakaka saya jg malas mas kalau dikomentari kaya gitu mah makanya sy sebisa mungkin g nyepam kalau komen 😀 maaf mas kalau ada salah salah kata xixi

  20. Bodin Lingga says:

    Komentar diBlog memang merupakan pencerminan Jati diri kita dan bentuk asli siapa kita sebenarnya.jika kita membuat gaduh dan rusuh isi Blog ,tentu-kawan-kawan blogger lainnya nggak bakalan simpati dengan kita.Bisa jadi malah kita tambah banyak musuh nantinya.Oleh karenannya sebelum menulis komentar kita juga harus berfikir tentang perasaan kawan yang kita kunjungi,menghormati Beliau sebagai pemilik kekuasaan diBlog tersebut dan segala otoritas lainnya.Terimakasih sharenya kawan,saya inspiring banget dengan beberapa point ditas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *