Entertain dan Esensi: Bisakah Keduanya Ada di Artikel Blog?

Dalam beberapa hari ini badan saya kurang enak. Entah, apa karena terlalu memaksa diri lembur tiap malam tuk menyelesaikan laporan pekerjaan atau memang sayanya yang kurang memperhatikan kondisi tubuh, hmm.. but it’s ok, saat ini fikiran saya sudah lumayan ‘agak sehat’ tuk menulis *hehe*

Hanya karena itu? No. Saya sangat bersemangat sekali menulis setelah membaca post dari Jamil Azzaini di TrainerLaris.com yang membahas tentang pentingnya faktor Entertain (hiburan) dan Esensi (makna) pada sesi training.

Benar juga. Pernah saya mengikuti sebuah training/pelatihan yang sangat teknis, host-nya begitu menguasai bahan pelatihan dan cukup interaktif. Namun suasananya – kalau tidak mau dibilang membosankan – begitu kaku, hingga tak jarang dalam beberapa saat ada saja peserta yang ke belakang hanya untuk membasuh muka, minum kopi, atau bahkan merokok tuk meredakan ketegangan.

Di kesempatan lain, ada juga sesi pelatihan yang gegap gempita, sangat menghibur, pembawa acaranya sering melemparkan joke-joke yang menyegarkan atmosfir, tapi setelah beberapa waktu akhirnya tersadar bahwa training telah usai, saya pulang dengan perasaan kosong sembari bertanya-tanya: eh, training tadi membahas apa ya?

Entertain dan esensi di ranah media

Kalau kita cermati, media-media televisi pun sepertinya telah memadukan dua faktor ini. Tengok saja acara Jakarta Lawyers Club. Meski topik yang dibicarakan adalah isu-isu nasional dan yang hadir di sana adalah tokoh-tokoh serius, konsep acaranya betul-betul menghibur.

Yang paling gres adalah hadirnya koki-koki masak semisal Farah Quinn. Bila menonton acara itu kita tak hanya disuguhi resep-resep makanan dan minuman yang menggugah selera, tapi juga dibandrol dengan sosok host-nya yang enak dipandang bak selebriti. Juga jangan lupa, acara Kick Andy Show yang selalu jadi favorit saya.

Dan pandangan sangat berbeda hadir ketika kita menonton OVJ yang memang di-setting 100% sebagai hiburan, kita tak akan mendapat esensi apa-apa kecuali – mungkin – badan yang sehat karena sering ketawa terguncang-guncang. Atau, diskusi editorial sebuah koran yang selalu muncul tiap pagi hari. Kita akan mendapat asupan wawasan bagus meski tanpa merasa terhibur sama sekali.

Saya ngga tau dengan acara-acara mistis atau reality show, itu menghibur atau memberi makna ya? *mikir*

Bagaimana dengan blogging?

Secara tak sadar mungkin kita selalu menilai saat selesai membaca sebuah artikel blog. Ada yang sangat teknis, ada juga yang sangat menghibur. Saya rasa sangat lumrah, karena kita – sebagai pembaca – datang dari beragam latar belakang dan artikel yang kita baca ditulis oleh blogger yang memilliki latar belakang masing-masing pula.

Artikel kemarin yang berjudul Ketika Blogger Menjadi Sangat Emosional menjadi bukti nyata bagaimana perbedaan cara pandang saya sebagai penulis dengan Anda yang membacanya.

Yah, itulah asyiknya ngeblog. Kita akan mendapat feedback dalam waktu yang singkat dan langsung muncul di bawah artikel yang dimaksud. Bandingkan jika kita – misalnya – menulis buku, tanggapan yang datang mungkin muncul setelah beberapa waktu. Itupun tak real-time, alias tanggapan-tanggapan berdatangan lewat email, forum, milis atau acara-acara bedah buku.

Ok, kembali ke masalah entertain dan esensi, apa yang ditulis oleh Pak Jamil Azzaini di atas saya rasa berlaku juga saat kita berurusan dengan dunia blogging. Ya, sebagai penulis, kita tentunya ingin menghibur pembaca yang telah sudi datang, namun kita juga berkewajiban untuk memberi makna/pencerahan pada artikel yang kita tulis, kan?

Saya tahu, ini sepertinya naif. Tapi dari permasalahan entertain dan esensi yang dikemukakan oleh salah satu motivator kondang itu sontak membuat saya berfikir, apakah saya sudah memadukan kedua hal tersebut di setiap postingan di blog ini ya? Hmm, sepertinya jauh panggang dari api *haha*

Bagaimana, Anda punya pendapat? Share, please.

Share Button
This entry was posted in Blogging and tagged , , , . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

28 Comments

  1. farizalfa
    Posted 07/03/2012 at 15:46 | Permalink

    Kalau saya, jujur belum bisa memadukan kedua hal tersebut di tulisan blog saya. Tapi, insyallah saya akan belajar. 🙂

    • Dendy Darin
      Posted 07/03/2012 at 15:57 | Permalink

      Sama mas Fariz, saya jg masih belajar 🙂

  2. Posted 07/03/2012 at 16:11 | Permalink

    Ulama & Kyai saja ditiap ceramahnya slalu menyisipkan dua hal itu Mas, padahal dulunya yg poin pertama (entertain) itu tabu.
    Ustad yg menggabungkan keduanya dipastikan laris manis kayak artis.
    Dan sayapun belajar dari situ. Sebagai guru, sedikit2 saya mengadopsinya 😀
    Meski banyak dikritik guru lain (biasanya guru kuno), saya jalan terus.
    Salam!

    • Dendy Darin
      Posted 07/03/2012 at 16:17 | Permalink

      Saya juga kadang membayangkan, gimana ya gaya pak Mars saat mengajari murid-muridnya? Tentu anti biasa seperti blognya nih hehe 😀
      Betul itu pak, malah sekarang jadi bias, mana yg ustad mana yg selebriti. Atau selebustad? 😀

  3. Posted 07/03/2012 at 16:12 | Permalink

    Dan menurut saya, blog bisa saya pakai untuk belajar kearah itu…

  4. Omiyan
    Posted 07/03/2012 at 16:42 | Permalink

    untuk sebuah blog saya memilih gado-gado 🙂

    • Dendy Darin
      Posted 07/03/2012 at 21:13 | Permalink

      Gado-gado memang paling nikmat ya mas 🙂

  5. iskandaria
    Posted 07/03/2012 at 16:45 | Permalink

    Saya mungkin kurang berbakat melucu ketika menulis di blog. Kadang saya merasa gaya tulisan kaku atau hambar. Yach, mau gimana lagi. Memang kurang bisa melucu sih. Kalaupun saya paksakan mungkin nanti malah jadi garing 😉 Tapi sebisa mungkin tetap saya usahakan agar mudah dicerna pembaca, walaupun mungkin terasa hambar atau kaku.

    Jadi ingat dengan gaya khas tulisan Ndorokakung yang walaupun sarat makna, namun tetap ada selipan humor cerdas di dalamnya.

    • Dendy Darin
      Posted 07/03/2012 at 21:16 | Permalink

      Eh, jangan salah, saya pernah juga lho tertawa terkekeh-kekeh baca tulisan Mas Is. Walau di tulisan itu ngga ada emoticon atau haha-hihi, makna yg ada cukup membuat saya tersenyum geli. Apalagi kalau menertawakan diri sendiri, wah saya sering banget 🙂

      Ya, NdoroKakung salah satu blogger yang tulisan2nya sarat makna namun tetap mengandung unsur entertain yg mumpuni.

      • iskandaria
        Posted 08/03/2012 at 12:40 | Permalink

        Oh, syukurlah jika masih ada tulisan saya yang bisa sedikit membuat pembaca tersenyum dan bahkan tertawa 🙂

  6. Posted 07/03/2012 at 17:52 | Permalink

    Ini pekerjaan berat.
    Kalau nulis yang ada entertaint-nya, esensinya mabur entah kemana. Kalau nulis yang sedikit serius, unsur hiburannya sembunyi ndak tahu dimana.

    • Dendy Darin
      Posted 07/03/2012 at 21:18 | Permalink

      Makanya, seperti yg saya tulis ya pak Aldy, jauh panggang dari api 🙂

  7. crazyhusband
    Posted 07/03/2012 at 19:19 | Permalink

    saya sangat tertarik sekali dengan postingan mas darin ini, setelah lama tak bersua di ranah perbloggan haha.. perkenalkan kembali saya : kang ian yang sudah berubah wujud hehe, oke mas esensi dan entertain kayanya memang berada dalam sudut pandang yang berbeda tapi ada dalam satu garis yang sama yang bisa memberikan prediksi lain dalam suatu hal (ngomong apa sih? :D) dulu saya punya blog rame sekali.. alexa menipis dan komentarpun banyak tapi koq merasa postingan saya curhat mulu sampai akhirnya saya pun merubah posisi menjadi blog yang aga serius tapi koq saya jadi kaku.. akhirnya memang saya harus jadi diri sendiri yang mencoba untuk lebih baik wlaau masih gahool juga 😀

    • Dendy Darin
      Posted 07/03/2012 at 21:21 | Permalink

      Jeh, ini Kang Ian? 😀 lama pisan ngga nongol he2
      Iya, yg kangian (dot) com gimana kabarnya tuh? Tapi yg sekarang oke jg, lebih spesifik. How to be a better father, gitu ya kang 🙂 Lanjutkan!

  8. Posted 07/03/2012 at 19:32 | Permalink

    gaya menulis emg gak bisa dipaksakan, kalo biasanya serius trus skrg sedikit lucu malah aneh jg jadinya.

    • Dendy Darin
      Posted 07/03/2012 at 21:23 | Permalink

      Setuju mas Jhezer. Ini hanya opini saja kok 🙂

  9. Posted 07/03/2012 at 20:01 | Permalink

    Tulisan dalam sebuah blog belum tentu menggambarkan pribadi narablognya, karena banyak juga narablog yang memiliki banyak blog yang masing-masing berbeda temanya. Terkadang saat sudah terlanjur memberikan tema blog kita jadi terpaku untuk selalu menulis tentang hal itu, meskipun di blog personalnya. Tapi saya rasa Entertain dan Esensi memang sangat penting untuk menonjolkan karakter tulisannya.

    • Dendy Darin
      Posted 07/03/2012 at 21:28 | Permalink

      Nah, sip sekali mas Dhan. Ya, kalau kita mengurus banyak web (multi-sites) untuk tujuan profit, tentu faktor entertain sepertinya tak dipakai. Artikel2nya cenderung to the point karena memang tujuan awalnya adalah monetasi.
      Mungkin saya yg kurang jelas saat menulis artikel di atas. Unsur Entertain dan Esensi yang dimaksud adalah untuk tulisan2 di blog personal namun dengan pembahasan tertentu 🙂

  10. Posted 08/03/2012 at 00:35 | Permalink

    Waduuuh, postinganku kayaknya gak dua duanya ahahaha 😀

  11. Graha Nurdian
    Posted 08/03/2012 at 07:37 | Permalink

    Yang paling susah ya menyeimbangkan keduanya mas, terkadang kita terlalu keblablasan, dan topik yang kita tuliskan pun otoritasnya diragukan, terkesan asal – asalan malahan menulis artikelnya. Mungkin ada beberapa contohnya mas?

    • Dendy Darin
      Posted 08/03/2012 at 08:02 | Permalink

      Salah satu contohnya tergaptek (dot) com mas. Yang dibahas serius tapi penyampaiannya menghibur 🙂

  12. Posted 08/03/2012 at 07:38 | Permalink

    menurut saya bisa bisa saja. entertain tidak harus membuat posting lucu kan, mungkin desain theme yang catchy pun termasuk entertaining

    entertaining juga berarti luas juga sih mas

  13. Posted 08/03/2012 at 20:32 | Permalink

    Blog saya sudah mengandung esensi entertain belum ya? Atau malah tanpa esensi sama sekali? Ajarin dong….. hehehee…. makasih …..

  14. Jangka
    Posted 08/03/2012 at 21:15 | Permalink

    Bukankah blog lebih disukai karena gaya entertainnya? Berbeda dengan situs-situs serius. Walaupun isinya sama orang lebih enjoy baca di blog.

    • Dendy Darin
      Posted 09/03/2012 at 12:19 | Permalink

      Betul sekali. Sisi personal lebih kental kalau kita membaca blog ya 🙂

  15. iwan
    Posted 08/03/2012 at 22:01 | Permalink

    memberikan hiburan mungkin saya bisa…memberikan pencerahan? sepertinya saya mesti banyak belajar nih

  16. Posted 09/03/2012 at 13:14 | Permalink

    Aww.. *ngaca*

    Sepertinya gaya nulis saya malah nggak ada dua-duanya. Baik entertain, maupun esensi. 🙁

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*
*