Freelancer: Menjadi Belalang Di Ladang Yang Tak Tentu

Kilas balik beberapa tahun yang silam, saat kuliah di awal-awal semester, saya sudah mulai berfikir bagaimana caranya untuk mencari tambahan uang saku. Selain kondisi keuangan dari orang tua yang mulai memprioritaskan studi adik-adik, episode hidup saya waktu itu cukup dikatakan beruntung, karena memiliki teman dan kolega yang sudi memberi support dan jalan ke arah sana.

Awal perjalanan dimulai di sebuah bilik warung internet dengan hanya enam klien, sebagai operator. Beberapa bulan setelahnya, saya berkeliling mengunjungi murid-murid sekolah menengah sebagai guru privat. Well, dua jenis pekerjaan yang kontras. Yang pertama mensyaratkan jadwal ketat namun bisa menghabiskan jam kerja dengan having fun, yang kedua jam kerjanya begitu fleksibel, tapi tentu butuh keseriusan yang lebih dari sekedar chatting.

Dan kini saya baru sadar, kedua pekerjaan itu lah yang mengenalkan saya pada dunia freelancer.

Freelancer, menurut saya adalah jenis Tips Menjadi Freelancer Suksespekerjaan yang benar-benar mengikuti falsafah pribahasa lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Yang kalau diartikan secara bebas sih, kita harus mengerti karakteristik ladang dan lubuk, hingga dapat menjadi belalang dan ikan yang adaptif, alias mampu beradaptasi.

Lokasi dan tempat bumi berpijak boleh berganti, namun jati diri mesti terus tetap selalu atraktif. Bila tak begitu, lucu dong bila bermain di ladang belalang sembah, namun kita terus-menerus berlaku sebagai belalang bungkuk.

Tips Menjadi Freelancer SuksesYup, cerita terus bergulir dan falsafah itu masih menjadi inspirasi kala dunia freelancer membawa saya menjelajahi Palu, Sidoarjo, Kupang dan akhirnya sekarang menclok di Jayapura.

Ok, curcol udah, sekarang saatnya bagi-bagi tips deh. Berikut poin-poin yang bisa saya share bagi darinholicers (sobat-sobat darinholic) yang juga tengah menggeluti dunia freelance, atau punya fikiran tuk ikut terjun bareng-bareng saya πŸ˜€

Separah apapun keadaannya, don’t give up! Ini freelance, dimana kita meyakini bahwa segala hal bisa berubah, dinamis dan anti-statis. Apa yang kita kerjakan saat ini bukan mustahil adalah sebuah batu loncatan ke jenis pekerjaan yang lain. So, lakukan saja pekerjaan itu sebaik mungkin dan terus mengembangkan kemampuan, baik teknis maupun non teknis.

Lingkungan hanyalah persepsi awal, maka buatlah persepsi sendiri yang lebih besar. Ya, tempat dan rekan kerja biarlah seperti yang terlihat, karena memang begitulah adanya. Namun tak lalu serta merta menjadikan kita ujub dan ikut selera pasar. Segera lontarkan pertanyaan-pertanyaan: apa yang bisa saya lakukan agar semua bisa berjalan lebih baik, lebih cepat dan lebih produktif? Atau kalau disederhanakan, apa sih yang kurang? Nah, dari sini kita bisa mengimajinasikan berbagai kemungkinan dan persepsi yang tadinya mungkin kurang mengenakkan jadi lebih menantang.

Kesempatan datang berkali-kali, tapi yang datang pertama adalah yang terbaik. Sebetulnya saya juga masih belum mengerti bagaimana pola kehidupan ini berjalan. Karena kadang apa yang saya harapkan tak kunjung datang, namun tawaran yang sebelumnya saya remehkan mendadak menjadi sesuatu yang paling menentukan.

Contoh kasus, saat masih menunggu proses mobilisasi proyek di Timor Leste yang tak kunjung kelar, saya ditelepon salah satu mantan kolega tuk bergabung dengannya di Jayapura. Ini pilihan sulit. Saya berharap besar tuk bisa mengunjungi Dili, tapi tawaran di Jayapura pun tak bisa dipandang sebelah mata. Begitulah, akhirnya keputusan pun ditetapkan hanya sekian detik selama ponsel di telinga, and guess what? Proyek di Timor Leste hingga kini tak tentu rimbanya, dan saya bersyukur bisa mengambil kesempatan disaat pertama kali ia datang.

Expect the unexpected. Ini sebenarnya lagu lama, karena selalu mengantisipasi perubahan dan bertindak preventif hukumnya wajib di dunia freelancer. Kita bukanlah peramal yang bisa menerawang masa depan. Masa depan itu ya dibangun saat ini, detik ini. Kejadian terburuk pasti ada. Tragedi terbesar pasti datang. Itulah takdir. Dan sebaik-baiknya menghadapi takdir adalah melakukan yang terbaik saat ini tuk menciptakan takdir kita sendiri. Ingat saja, do the best, and God will do the rest.

Tips Menjadi Freelancer Sukses

Akhir kata, beberapa poin di atas hanyalah pemikiran pribadi saya semata, yang mungkin tak selalu sejalan dengan sobat. Untuk itu saya senang sekali jika sobat bisa sharing pengalaman seputar dunia freelance atau sekedar sumbang opini di sini.

Monggo.

Share Button
This entry was posted in Inspirasi and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

24 Comments

  1. Posted 11/05/2011 at 19:54 | Permalink

    (Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!
    Yang pasti musti berani mengambil keputusan dengan cepat pada detik2 pertama. Mumpung kesempatan itu belum terbang menguap.

    • Posted 11/05/2011 at 19:56 | Permalink

      izin diterima mas Alam πŸ˜€
      Ya, dan yang pasti memegang teguh prinsip ‘nekad plus tekad’ πŸ™‚

    • Agus Siswoyo
      Posted 12/05/2011 at 14:14 | Permalink

      gag boleh!

  2. Posted 11/05/2011 at 22:23 | Permalink

    Harus tetep konsisten ya mas.. selalu berjuang dan belajar untuk meraih kesuksesan.. Saya sangat setuju juga dengan peluang pertama adalah pilihan terbaik, peluang terkadang tidak datang untuk kedua kalinya… Harus dimanfaatkan seoptimal mungkin…

    • Posted 12/05/2011 at 13:01 | Permalink

      Benar sekali mas Dhan. Kadang saya heran juga ada teman yang terlalu banyak pertimbangan saat tawaran datang. Bagus sih karena kita juga mesti melihat banyak kemungkinan. Tapi yang saya alami tak selalu begitu. Kesempatan pertama lah yang paling baik untuk disambut.
      Sukses selalu mas Dhan πŸ™‚

  3. Posted 11/05/2011 at 22:41 | Permalink

    ketigaxxxx…

    • Posted 11/05/2011 at 23:00 | Permalink

      Expect the unexpected..ini mindset yang benar2 harus tertanam dikepala para freelancer supaya benar2 selalu siap dengan segala perubahan dan perkembangan yang ada. Freelancer yang tangguh harus benar2 bisa membaca “peluang” dalam masalah yang paling rumit sekalipun…

      • Posted 12/05/2011 at 12:55 | Permalink

        Bli Andry yang berkecimpung di bidang bisnis dan marketing tentu lebih tahu. Yup, seperti kisah suksesnya Samsung yang terus melakukan inovasi dan tak cepat berpuas diri dengan kesuksesan, kita seharusnya selalu merasa tertantang. Jadi bukannya berusaha mengejar ketertinggalan, tapi berfikir bagaimana agar kita selalu terdepan di bidangnya. Right, bli? πŸ™‚

  4. Posted 11/05/2011 at 22:51 | Permalink

    fotonya sendiri ya… sapa tuh yang motret?

    • Posted 12/05/2011 at 12:56 | Permalink

      Iya Mi. Yang ambil gambar temen2 yang lagi iseng, hehe πŸ˜€

  5. Posted 12/05/2011 at 00:39 | Permalink

    maaf pak darin lagi kurang sehat saya , eh iya saya jadi inget juga teman-teman dulu saat kuliah malah yang suka kerja macam-macam yang rata-rata berhasil karena mereka punya banyak pengalaman di berbagai hal

    • Posted 12/05/2011 at 12:51 | Permalink

      Apa kabar Pak Munir? Wah, sakit apa pak?
      Betul pak. Sebaiknya memang begitu. Di masa2 kuliah sudah harus ditanamkan kemandirian dan berfikir bagaimana tuk mengembangkan kemampuan diri, meski di luar jurusannya. Itu sangat membantu, selain tuk menambah pengalaman, relasi, juga kepercayaan diri saat lulus kelak.

      Salam untuk rekan2 guru di sana pak πŸ™‚

  6. Putu Yoga
    Posted 12/05/2011 at 04:00 | Permalink

    hm.., bagaimana jika freelancer programmer ? santai tapi dikejar deadline πŸ˜€

    • Posted 12/05/2011 at 12:48 | Permalink

      Saya punya teman seorang programmer juga mas, dan memang pekerjaan itu sangat menarik πŸ˜€
      Ia bisa mengatur sendiri mana project2 yang diterima dan mana yang tidak. Jadi fleksibel. Tapi ya gitu, harus tepat jadwal saat deadline. Oh ya, yg menarik lagi, programmer bisa saling bantu dalam komunitasnya. Sukses selalu mas Putu πŸ™‚

  7. entik
    Posted 12/05/2011 at 12:42 | Permalink

    hmm.. dunia freelance adalah dunia yang dinamis dan penuh tantangan kayaknya..
    belum berani nyoba, dasar lagi seneng dan nyaman di zona ibu rumah tangga wkwkwk…
    salam dari djogja…

    • Posted 12/05/2011 at 13:07 | Permalink

      Halo bu Entik. Hehe, menurut saya menjadi ibu rumah tangga itu malah pekerjaan yg paling capek lho bu. Saya lihat istri saya sendiri bagaimana sibuknya di rumah, padahal anak masih kecil, umur 2,5 tahun πŸ˜€
      Salam juga dari Jayapura πŸ™‚

  8. Agus Siswoyo
    Posted 12/05/2011 at 14:17 | Permalink

    Seekor elang yang terbang bebas di alam raya tentu lebih nikmat hidupnya daripada di sangkar emas. Meski tak jarang kepanasan, kehujanan, tertimpa badai dan sebagainya, namun kebahagiaan sejati mengarungi realita kehidupan adalah nilai yang tidak mudah ditemukan di jalur profesi sebagai karyawan tetap.

    Artikel Mantabbb gan…!

    • Posted 12/05/2011 at 19:34 | Permalink

      Aduh, kenapa kalimatnya baru di-share sekarang mas? Kan bisa saya kutip nanti πŸ˜€
      Tambahan yang jos mas Agus! Thanks! πŸ™‚

  9. Siti Fatimah Ahmad
    Posted 12/05/2011 at 14:18 | Permalink

    Assalaamu’alaikum wr.wb, Darin…

    Hari ini dunia saya keliatan hambar lantaran demam. Semuanya tidak menyenangkan hati. Malah mahu stress aja. Alhamdulillah, membaca posting ini, saya jadi bersemangat untuk mengatasi kelelahan sakit dan kesibukan ini.

    Point 1 dan 2 memberi kekuatan untuk saya menjalani hari ini dan seterusnya. Jangan pernah rasa putus ada dan tetap terus mengubah sesuatu yang mustahil menurut pandangan orang lain. Trims ya. Semoga berjaya.

    Salam kenal kembali dari saya di Sarikei, Sarawak.

    • Posted 12/05/2011 at 19:33 | Permalink

      Wa’alaikumsalam bu Siti.
      Alhamdulillah jika tulisan saya dapat menginspirasi ibu, saya sangat bersyukur. Semoga sakitnya cepat bisa disembuhkan ya bu?

      Salam persahabatan juga dari Jayapura πŸ™‚

  10. Posted 13/05/2011 at 00:51 | Permalink

    Tips yang sangat bagus bro,.. apalagi saya sekarang mencoba menjadi freelancer (pekerjaan sampingan) meski dengan waktu yang terbatas (hanya dikerjakan sepulang kantor)… Btw foto yang sedang tidur itu bro darin ya??? Lebih ganteng dilihat bila sedang tidur bro, huwkwkwkwk

    • Posted 16/05/2011 at 16:39 | Permalink

      Hahahaha, lebih ganteng lagi kalau dilihat dari sedotan bro πŸ˜€

  11. kang ian dot com
    Posted 17/05/2011 at 10:23 | Permalink

    memang enaknya jadi freelancer itu di efektifitas waktunya.. kita bisa mengatur sendiri waktu kerja kita, kapan kita mengambil pekerjaan yang memang ingin kita kerjakan, ya mungkin yang pasti kita harus punya banyak kolega biar g kehabisan proyek πŸ˜€

    • hafiz
      Posted 24/05/2011 at 12:53 | Permalink

      bagus ni infonya ,makasih ,ni ada lagi banyak mengenai freelance ,odesk juga termasuk di sini , kunjungi hxxp://design-programming.blogspot.com untuk mengetahui tentang freelance, desainer maupun programmer.

One Trackback

  • […] siapa sih yang nggak senang dengan yang namanya liburan? Apalagi bagi seorang freelancer seperti saya, liburan akhir tahun iniΒ bisa dibilang sebuah long weekend extended version alias […]

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*
*