Hiatus Blogging, Why Not?

Hiatus Ngeblog Sementara

image credit: fcaministers.com

Dalam dunia blogging, istilah hiatus adalah suatu keadaan dimana si empunya blog ‘menghilang’ sementara dari aktivitas update posting.

Kalau diumpamakan, istilah ini mirip dengan hibernasi mencari mangsa bagi beruang di sepanjang musim dingin. Bedanya, kalau beruang hiatus-nya terjadwal, blogger masa hiatus-nya misterius, karena cuma Tuhan dan dia sendiri yang tahu.

Dan lagi, kadang ada juga lho blogger yang mengumumkan jauh hari bahwa ia akan hiatus sementara karena sesuatu hal. Tapi kebanyakan – kayak saya ini –ย  mirip kucing yang slonong-boy tanpa permisi kalau masuk dan keluar rumah.

Lah, suka-suka yang punya blog dong, mau hiatus kek, meletus kek, blog blog gue sendiri bray!

Yoi, your blog your rule. Siapa lagi yang mau bertanggung jawab pada blog kita selain kita sendiri, kan?

Dan dari pengalaman saya, hiatus itu memang kadang menyebalkan, tapi perlu. Menyebalkan – entah – mungkin karena saya serasa punya ‘hutang‘ pada blog ini. Saya seperti kena kutukan always finished what you have started, alias selalu selesaikan apa-apa yang telah dimulai. Dan yang lebih berat lagi, betapa menyebalkannya jika uang yang telah dikeluarkan untuk menyewa hosting dan domain itu menguap tanpa bau apapun, tanpa konten apapun.

Saya kemudian mencoba menutupi rasa sebal itu dengan menyibukkan diri sendiri. Mencoba pekerjaan baru dengan bidang dan lokasi yang sama sekali baru di Jakarta, mengikuti kursus, berburu buku-buku, dan akhirnya kini mendarat mulus di Papua.

Tahu apa yang saya rasakan saat membuka dashboard blog setelah sekian lama vakum?

Surprise! Perasaan sebal yang dulu pernah menghantui itu lenyap entah kemana. Saya malah merasa hebat. Perasaan bangga pada diri sendiri – entah kenapa – muncul dengan sendirinya. Saya lalu perlahan merasakan kesegaran yang cukup membuat saya melihat blog ini dari sudut pandang yang lebih besar. Ya, saya merasa fresh from the freezer! Apakah Anda juga pernah merasakan demikian?

Hiatus sementara dapat melihat blog dari sudut pandang yang berbeda

Ini yang paling terasa.

Jika menengok arsip blog ini, sebagian besar topik tulisan yang saya angkat adalah tentang blogging (yep, termasuk tulisan ini). Topik ini memang salah satu kegemaran saya. Selain fleksibel dan bisa dikembang-kempiskan sesuka hati sesuai selera, topik blogging saya rasa tak akan aus di telan zaman. Ia akan terus berevolusi dan menemukan hal-hal baru. Wajar saja, karena memang begitu luasnya cakupan dan keragaman yang dapat diusung oleh ditema ini. Dari mulai teknik dan tips penulisan, opini, coding template, menghasilkan uang dari blog, dan lain-lain.

Namun setelah saya hiatus dan banyak mendapat masukan dari dunia offline, saya terkejut bahwa saya ternyata telah menyia-nyiakan salah satu aspek terpenting dari penggunaan media blog…

Ladies and gentleman, saya lupa merefleksikan sepenuhnya potensi diri di blog.

Ya, saya merasa bahwa selama ini tulisan saya cenderung merefleksikan orang lain. Saya terlalu berfokus tentang bagaimana memuaskan dahaga kerongkongan lain sementara kerongkongan sendiri garing terkena dehidrasi. Mengagung-agungkan bagaimana caranya membuat konten berkelas dengan mengabaikan perkembangan kapabilitas diri yang seharusnya lebih diutamakan. Bagaimana dengan Anda?

Lho, bukannya itu yang memang selayaknya diterapkan di blog? Menyajikan konten yang disukai pembaca, berusaha agar isi tulisan dimengerti, agar diminati mesin pencari, dan supaya – mudah-mudahan – di ujung sana nanti kita dielu-elukan sebagai seorang seleblogger?

Saya tak mengatakan itu hal yang keliru. Tapi saya mencoba untuk mendengar sinyal lembut yang terpancar dari hati, bahwasanya ada sesuatu yang salah dengan cara ngeblog saya selama ini #eaaaaa

Dan saya lalu menemukannya… pluff, gambaran besar itu muncul begitu saja. Karakter, keunikan diri, ketulusan, keterusterangan, semangat dan tujuan hidup saya ternyata belum sepenuhnya terwakili di blog personal ini.

Kepala saya seperti diguyur air dingin ‘hey, wake up!‘. Halooow, ada yang lebih penting dari sekedar meng-update postingan, ada yang lebih bermakna daripada berkejar-kejaran di halaman satu google, dan bahkan ada yang lebih krusial dari pageviews, pagerank dan angka-angka statistik blog!

You are what you blog. So if you blog for external reasons, where are the real-you then?

Anda pernah hiatus (sementara) dari dunia blogging? Apa hikmah yang Anda dapat dari hal tesebut?

Share Button

About Darin

Hai, terima kasih sudah membaca artikel di blog ini. Untuk selanjutnya, Anda bisa berlangganan artikel secara gratis via RSS Feed atau lewat Email. Dan untuk mengenal saya lebih dekat, mari cuap-cuap bareng di Twitter dan jangan lupa sempatkan buka laman About dan Arsip blog ini.
This entry was posted in Blogging and tagged , , . Bookmark the permalink.

19 Responses to Hiatus Blogging, Why Not?

  1. salam kenal mas :) .. wah kalo kelamaan hiatus bisa hilang bakat nulisnya.. atau paling tidak merasa kesulitan lagi ketika akan mulai menulis.. itu dari pendapatku seh… seperti pisau yg lama tak diasah,, di akan berkarat dan berkurang ketajamannya

  2. Saya hiatus setiap saat mas ๐Ÿ˜€

  3. papapz says:

    hahay ngapain aja mas darin.. kangen neh tulisan-tulisannya :)
    bener mas terkadang saya bikin format personal blog tapi saya jujur paling g bsa blak blakan di blog sendiri hehe

    • Darin says:

      Kirain kangen sama orangnya -_-‘
      Hehe, iya sekarang dah mulai sadar punya blog nih. Cemungudh!

      • papapz says:

        idih emang gue cowok apaan xixi .. jauh neh masih di papua kah? enak ya jalan-jalan terus hehe

        • Darin says:

          Iya nih mas, jadi bang toyib dulu -_-‘
          Enak sih, cuma masih jauh dari keluarga, harus banyak sabar :’)

  4. Zippy says:

    Hahah..nyindir saya juga nih? ๐Ÿ˜›
    Iya juga sih, hiatus sah2 aja, blog kan blog sendiri, hihiih ๐Ÿ˜€
    Tapi masalahnya sayang juga mas kalo sering2 atau kelamaan hiatus.
    Kan udah bayar mahal tuh domain dan hostingnya, wkakakak ๐Ÿ˜†

  5. JhezeR says:

    saya malah sering hiatus mas darin, kadang bisa hampir 5 bulanan dan termasuk yg slonong-boy aja hehe…

    gpp kok hiatus kan cuma sementara, asal jgn gantung keyboard /pad aja ๐Ÿ˜€

    • Darin says:

      Waah senasib berarti xixi
      Iya mas, yg penting masih inget buka dashboard n bales2 komen ๐Ÿ˜€

  6. abanxcfendy says:

    Hiatus, kadang diperlukan untuk keluar dari dunia blogesfer (bener g ya istilah nya) kita perlu udara segar yang nyata. Tapi jangan lupa meskipun hiatus di blog namun aktifitas menulis terus meskipun itu bentuj nya doc, txt :mrgreen:

    salam kenal :)

    • Darin says:

      Salam kenal jg mas :)
      Bener tuh, harusnya aktivitas menulis tetep jalan ya. Tapi saya malah seringnya nulis di twitter ยค___ยค`

  7. Yos Beda says:

    aku malah ngga hiatus tapi berasa hiatus, karena update blognya sebulan atau dua bulan sekali sih, hahahah

  8. Pingback: Kapan Mulai (Serius) Ngeblog Lagi? | Darinholic dot Com

  9. Semua pasti ada titik jenuhnya, ada kala nya memang kita harus me refresh pikiran kita :)

    Kalo saya sih biasa nyari minat lain, contohnya fitness, belajar design, dll :)

  10. phrairin says:

    pernah hiatus juga, yang paling kerasa sih angka statistik terjun bebas…tapi bener hikmah yang kamu bilang sob, tulisan kita lebih nemuin ke orisinalitasannya, mau bener2 personal atau eksplorasi hal diluar diri kita…

  11. dearmarintan says:

    Saya punya 4 blog yang saya kelola sendiri, ada blog personal, blog review film, blog cabin crew, dan blog Kompasiana. Saat ini saya sedang hiatus dari 2 blog, yaitu Kompasiana (sejak tahun lalu) dan blog review film sejak beberapa minggu lalu. Pilihan hiatus selain karena ingin lebih berkonsentrasi mengurusi blog personal dan blog cabin crew yang berdampak lebih luas dan memiliki banyak pembaca, juga karena saya merasa sedang stuck dan nggak bisa nulis untuk kedua blog yang sedang vakum itu..

    Saya hiatus menulis saja, untuk blogwalking dan membalas komentar masih sih walaupun nggak seintens dulu waktu blog rajin diupdate.. hikmahnya, saya merasa jadi lebih punya banyak waktu untuk melakukan hal lain.. juga saat nonton film saya jadi merasa lebih bisa menikmatinya karena saya nggak merasa punya kewajiban untuk menulis review.. meski begitu, saya harap hiatus ini nggak kelamaan karena pada dasarnya dua blog itu pun juga saya sayangi :)

  12. ga pernah hiatus >.<

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *