Impian Masa Kecil Yang Menjadi Revolusi Penerbangan Murah Di Asia

Berawal dari keterpurukan di bisnis musik, siapa menyangka jika akhirnya ia menjadi salah satu taipan di dunia penerbangan. Itu kata-kata pembuka singkat dari acara bertajuk Advocates of Change di salah satu televisi swasta yang mengangkat kisah biografi tokoh-tokoh terkenal di dunia.

Saat pertama melihatnya di layar kacapun saya asing sekali melihat sosok Anthony Francis Fernandes, atau yang lebih dikenal dengan nama Tony Fernandes ini. Siapa sih dia? Tapi setelah menyaksikan pemberitaan tentang kiprahnya yang memelopori penerbangan murah di Asia, saya langsung teringat pada era menjamurnya maskapai penerbangan murah di Indonesia beberapa tahun yang lalu.

Ooh- saya pun termanggut-manggut – ternyata sosok ini tho yang memulai revolusi tersebut!

Siapa Tony Fernandes?

Tony memulai petualangannya setelah merasa tak cocok lagi dengan manajemen Warner Music Group yang melakukan merger dengan American Online. Sejak itulah ia menyatakan resign dari bisnis yang telah digelutinya selama 14 tahun itu dan mulai memikirkan tuk menjalankan bisnis yang lain.

Ia lalu teringat dengan impian masa kecilnya saat sering diajak orang tuanya ke London dan melihat-lihat bandara Heatrow setiap akhir pekan. Saat itu Tony kecil tak seperti bocah sebayanya yang kebanyakan bercita-cita ingin menjadi pilot. Di usianya yang masih belia itu ia sudah terinspirasi oleh Freedy Laker, salah seorang pengusaha Inggris yang memperjuangkan penerbangan murah maskapai SkyTrain dari Inggris ke benua Amerika.

Thus, tak membutuhkan waktu lama bagi Tony untuk kembali ke London, tempat dimana dulu ia menyelesaikan studi menjadi Sarjana Akuntansi tuk kembali menggali impian masa kecilnya. Secara kebetulan, ia menonton salah satu acara TV yang menayangkan program wawancara seorang pengusaha maskapai penerbangan easyJet bernama Stelios Haji-Ioannou dan terperangah saat mendengar bahwa easyJet mampu menerbangkan orang dari Luton (Inggris) ke Barcelona (Spanyol) hanya dengan ongkos 8 Poundsterling!

Dengan semangat dan rasa penasaran yang tinggi, esok paginya Tony langsung berangkat ke home base easyJet di Luton tuk melihat dan meninjau dengan mata kepalanya sendiri. Di hari pertama, ia belajar banyak bagaimana maskapai itu melakukan pemangkasan operasional yang tak begitu penting untuk menurunkan biaya angkut, seperti tak adanya snack, hiburan dan kelas bisnis di pesawat, alias semua penumpang mendapat perlakukan yang sama. Dan di hari kedua, Tony membawa serta kamera video untuk mendokumentasikan pengamatannya.

Sepulang ke Malaysia, ia mulai bergerak. Pada mulanya ia berencana untuk meminjam dana dari perusahaan finansial GE Capital sebagai modal untuk mendirikan perusahaan dan menyewa pesawat untuk operasional penerbangan. Ambisinya saat itu sangat besar, yaitu ingin mengembangkan sebuah maskapai yang melayani penerbangan jarak jauh. Namun kemudian Tony berubah fikiran setelah mendapat saran dari Conor McCharty (Kepala Bagian Maskapai Ryanair) untuk mengembangkan maskapai yang melayani penerbangan jarak pendek dulu.

Ia menerima saran itu. Lalu dengan kepiawaian negosiasinya, Tony berhasil mendekati Datuk Pahamin (Menteri Perdagangan saat itu) untuk memperkenalkannya dengan Perdana Menteri Dr. Mahathir Mohamad. Gayung pun bersambut, sang Perdana Menteri akan memberi izin pada Tony untuk membuka maskapai penerbangan – yang akan menyaingi monopoli bisnis penerbangan lokal yang dikuasai MAS (Malaysia Airlines System) – asalkan ia mau mengambil alih perusahaan yang sudah ada, yaitu Air Asia.

Kelihatannya ini kabar baik, tapi saat itu Air Asia adalah perusahaan yang tengah sekarat akibat krisis finansial parah dengan hutang sebesar 11 juta US dolar dan hanya meninggalkan 2 buah pesawat Boeing 737-300 edisi lawas (seri 9M-AAA dan 9M-AAB). Namun Dr. Mahathir memberi tawaran yang tak bisa dilewatkan, yakni Tony boleh mengambil alih Air Asia dengan biaya hanya 1 Ringgit!

Wow, saya membayangkan, ini sama seperti pengalaman Merry Riana di buku Mimpi Sejuta Dolar yang boleh kuliah gratis tapi harus mengembalikan hutangnya sebesar 30 ribu Dolar Singapura tiga tahun kemudian. Dan Tony Fernandes dengan langkah berani langsung menyanggupi tawaran itu tepat tiga hari menjelang tragedi 11 September yang menerjang WTC di Amerika…

Tony menggadaikan rumah, menjual seluruh harta bendanya dan meminjam modal dari GE Capital untuk biaya operasional. Apa yang dilakukannya mendapat pandangan skeptis dari pengamat bisnis. Memulai bisnis penerbangan saat orang-orang takut terbang karena pengaruh tragedi WTC? Itu sama saja dengan bunuh diri. Apalagi dengan kondisi seperti itu, Tony diharuskan menghasilkan keuntungan sejak hari pertama beroperasi jika tidak ingin mengalami kebangkrutan akut.

Tony Fernandes mengambil alih Air Asia

Ambisi Tony untuk membuat pelayanan penerbangan murah pun mendapat cibiran yang tidak sedikit. Asumsi umum menyatakan penerbangan murah itu tak mungkin berhasil karena adanya anggapan bahwa orang-orang di Asia cenderung ingin mendapatkan pelayanan yang lebih.

Namun mereka lupa, Tony adalah sosok dengan insting bisnis yang mumpuni. Ia selalu melihat sisi lain dari perekonomian yang terjadi. Tony memiliki hipotesa kuat bahwa orang-orang di Asia semakin hari cenderung untuk melakukan penghematan. Sisi inilah yang bisa dieksplorasi dan dijadikan ceruk keuntungan bagi maskapai penerbangannya. Ia pun meyakinkan staf dan dirinya sendiri, bahwa dengan menurunkan ongkos terbang 50 persen lebih rendah dari para pesaingnya akan memberi dampak yang besar bagi kinerja perusahaan.

Hasilnya, hipotesa itupun terbukti. Di tahun pertamanya, Air Asia mampu menerbangkan lebih dari satu juta orang. Dan di tahun 2009 kemarin, Air Asia dengan cabangnya yang telah melebar ke Indonesia dan Thailand mengklaim telah menerbangkan lebih dari 22 juta orang. Air Asia tumbuh dari maskapai dengan hanya 6 rute penerbangan menjadi 110 buah. Kini Air Asia memiliki 80 pesawat Airbus dari berbagai jenis dan masih memesan 175 buah Airbus A320 lainnya!

Ongkos Terbang Murah dengan Air Asia

Revolusi penerbangan murah yang dipelopori Air Asia akhirnya menular juga ke Indonesia. Ditandai dengan makin banyaknya maskapai penerbangan bertarif murah yang berdiri, kini makin banyak orang yang bisa bepergian dengan pesawat. Tak ada lagi ekslusivitas dan anggapan yang menyatakan bahwa naik pesawat itu mahal, karena sesuai dengan slogan yang terkenal dari Air Asia:

Now everyone can fly

Well, ternyata impian masa kecil pun dapat merubah dunia dan Tony Fernandes telah membuktikannya. Lalu, kapan ya giliran saya dan Anda? 😀

Sebentar, hmm.. impian masa kecil saya apa ya? *mikir* Kalau impian masa kecil Anda? Share, please 🙂

Share Button
This entry was posted in Inspirasi and tagged , , . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

10 Comments

  1. Posted 09/02/2012 at 16:08 | Permalink

    Yup, bisnis yang memberikan peluang pada banyak orang adalah bisnis yang baik :).

  2. Leo Ari Wibowo
    Posted 09/02/2012 at 17:39 | Permalink

    Salah satu dari sedikit orang yang mampu mewujudkan cita-cita dan menjalaninya. Saya?…. 🙂 Sedang berusaha mewujudkannya.

  3. ibnu ismadi
    Posted 09/02/2012 at 18:22 | Permalink

    salut banget ama orang ky gt.. dia memiliki mental yang kuat tuk mewujudkan cita2 na.. tanpa usah dan kerja keras maka dia ngga bakalan meraih impian na..

  4. Posted 09/02/2012 at 22:07 | Permalink

    Impian masa kecil yang sunggug luar biasa ya.
    Dan lebih luar biasa lagi ketika impiannya itu menjadi terwujud.
    Aih..hebat banget!
    Saya? Impiannya pengen jadi orang aja deh 😆 *slama ini emang robot? :mrgreen:

  5. stupid monkey
    Posted 10/02/2012 at 01:31 | Permalink

    ini contoh orang yang berperinsip dan yakin akan mimpinya, 😀

    sepertinya harus banyak belajar lagi nih soal keyakinan mengejar mimpi. 😀

  6. Posted 10/02/2012 at 14:03 | Permalink

    oh ini cerita di balik penerbangan yang terjangkau saat ini 🙂

  7. mas-tony
    Posted 10/02/2012 at 14:21 | Permalink

    Dulu saya tidak bermimpi jadi seorang pegawai, namun apa daya kenyataan membawa saya kesini.
    Impian memang harus kita punya walau kadang kenyataan membawa kita kearah laen

  8. Nando
    Posted 13/02/2012 at 16:32 | Permalink

    Tulisan yang menarik, Mas Darin. Selalu menyenangkan membaca biografi orang-orang hebat yang mampu mengubah pandangan dunia.

    • Darin
      Posted 14/02/2012 at 13:00 | Permalink

      Iya mas Nando. Membaca kisah2 orang2 itu setidaknya bisa menginspirasi kita, walau sedikit 🙂

  9. mirza
    Posted 02/05/2012 at 11:25 | Permalink

    setelah googling kesana kemari, akhirnya dapet link ini.
    Ulasan yang detil dan informatif. Semoga bermanfaat dan memberi motivasi.

    *ikut share ya

    Trims bung 🙂

One Trackback

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*
*