Inilah 5 Fakta Tentang Blogging (Yang Tak Pernah Diungkapkan) Dan Solusinya

Blogging is fun, ngeblog itu asyik, blog membuat Anda…umm spesial, so, ayo ngeblog dan teruslah ngeblog!

Saya yakin telinga Anda sudah seperti kebal mendengar kata-kata itu bukan? Yup, tips dan motivasi blogging bagi sebagian blogger mungkin hanya menjadi bahan bacaan sambil lalu, atau – kalau mau lebih ekstrim – cenderung membosankan. Hey men, tak adakah cerita lain yang lebih menarik tentang blogging?

Well, sebenarnya agak lucu juga, karena cerita yang selalu menarik dibahas tentang blogging tiada lain adalah blogging itu sendiri. Mau bukti paling konkrit? Ngga usah jauh-jauh, karena buktinya berada tepat di depan layar ini. Ya, Anda sendiri. Kenapa Anda membaca artikel ini? Tak adakah kegiatan yang lebih penting selain manteng di sini? *hehe*

Itulah blogging πŸ˜€

Tapi jika Anda masih bersikeras untuk menginginkan sesuatu yang lebih menarik tentang blogging, mungkin apa yang akan saya tulis ini bisa menjadi jawabannya. Karena 5 hal berikut adalah fakta yang tak pernah (atau belum?) diungkapkan tentang blogging yang akan membuat Anda terkejut.

Mau tahu? Here we go

1. Blogging itu lebih sulit dari apa yang kita bayangkan

Ada yang bilang, membuat blog itu segampang membuat akun email. Bahkan ada yang menggambarkan, membuat blog dengan mata terpejam pun bisa dilakukan dalam hitungan detik. Itu memang fakta yang sebenarnya, dan kenyataannya juga setali tiga uang. Kalau saja ada kontes membuat blog paling cepat, sudah pasti pesertanya bakal tumpah ruah. Ya ya, hari gini masih menganggap membuat blog itu susah?

Tapi fakta yang satu ini berbicara lain, yaitu sangat jarang sekali ada artikel yang mengulas tentang betapa sulitnya ngeblog. Yang banyak bertebaran adalah bagaimana, how-to, dan tips-tips tentang ngeblog. Padahal, mengedepankan wacana bahwa ngeblog itu sulit pun tak mengapa, seperti mas Anto dengan slogan Blogging Hanya Kebiasaan Buruk-nya. Tapi mungkin karena prosentase ingin menginspirasi lebih besar daripada ingin memprovokasi, jadilah wacana itu terkubur dibalik gegap gempitanya artikel seputar blogging itu gampang.

Ngeblog Itu Gampang?

image: ldsphonecounseling.com

Faktanya, blogging itu sulit. Benar-benar sulit. Dan apa yang menjadikannya lebih sulit? Yup, kita sendiri. Konsistensi ada di garda paling depan, menyusul kemauan tuk terus menulis, dan terakhir tentu saja koneksi internet yang paling sering dijadikan kambing kurban.

Solusi: Fakta yang sungguh nyata ini dapat ditumbangkan dengan cara sederhana, yaitu: bayangkan blog kita satu tahun dari sekarang. Apa yang ingin kita lihat saat itu?

2. Menjadi bagus saja tidaklah cukup

Konsistensi sudah, kemauan tuk terus belajar masih, trafik blog pun lumayan, lalu apa itu sudah cukup? Jawabannya selalu relatif, tapi bagi kita yang benar-benar serius blogging dan yakin bahwa blog dapat merubah pribadi kita seutuhnya, menjadi bagus saja tidaklah cukup.

Setiap hari, bahkan setiap detik, ada saja ilmu baru dan gagasan baru di dunia blogging yang muncul dan menunggu untuk dieksekusi. Ya, memang, kalau kita cukup jeli, apa yang tersebar berserakan itu memang tak semua harus dicerna atau dipublikasikan. Inilah gunanya filter/penyaring bagi setiap blogger. Baik yang menjadikan topik blog sebagai hobi, memang ahli atau profitable, guyuran informasi up to date itu harus benar-benar dimanfaatkan seefektif mungkin.

Ini juga yang kadang melenakan banyak blogger. Apalagi dengan menjamurnya jejaring sosial yang sangat berpotensi menjadi distraksi (pengalih perhatian), kriteria ‘bagus’ pada blog perlahan menjadi semakin bias. Ah, ngapain nyusahin diri membuat artikel yang bagus-bagus, toh blog saya sudah nyaman-nyaman saja kok. Nah, kan?

Solusi: tetaplah mengasah gergaji dan teruslah fitness agar artikel terlihat lebih seksi!

3. Sebenarnya, tak ada yang peduli dengan kita

Saya tahu, ini sepertinya sangat menyakitkan. Setelah menghabiskan waktu mengolah ide, menulis, editing dan akhirnya publish, dan tak ada seorang pun yang mengindahkan, itu sama saja seperti sudah capek-capek membuat warung kopi tapi tetap saja semua orang pergi ke warung kopi sebelah. Apa yang salah?

Tak ada yang salah, karena memang faktanya tak ada yang peduli dengan kita. Walau tulisan sudah dibuat se-ciamik mungkin, detailnya sip, referensi hebat dengan kombinasi dahsyat, tapi coba lihat, adakah yang benar-benar peduli?

No.Β Pengunjung rata-rata adalah juga sesama blogger. Itu pula kadangkala motifnya hanya sekedar berkunjung balik, say hi dan langsung menghilang *hehe, just kidding*

Solusi: bersahabatlah dengan SEO, atau gunakan jurus 4D bila memang terlalu sibuk.

4. Blogging itu lebih kepada ‘siapa‘ yang kita tahu, bukannya ‘apa‘ yang kita tahu

Pada awalnya, blog diciptakan murni sebagai media sharing pengetahuan. Para peneliti membuat wadah publikasi hasil penelitiannya dan membagikan pada sesama kolega untuk dapat saling memberi masukan. Dengan kata lain, blog dijadikan wahana komunikasi dan bersosialisasi di dalam komunitas maupun rekan seprofesi.

Adakah yang berubah dengan blog di hari ini? Banyak. Kini, blog menjelma menjadi bagai toko-toko virtual yang berlomba-lomba memikat peselancar di dunia maya tuk berkunjung. Dan jika kita menggambarkan diri sebagai konsumen, kira-kira jika ingin membeli laptop untuk kebutuhan kerja, ke toko laptop manakah tujuan kita? Ke toko laptop referensi dari sahabat atau toko laptop sekenanya yang ada di pasar? Pasti kita lebih mengutamakan yang pertama, bukan?

Fakta Blog

image: articles.nydailynews.com

Hal itu pun berlaku di dunia blogging. Tak peduli se-expert apapun kita, semahir apapun kemampuan blogging kita, itu takkan berbicara banyak bila tanpa dukungan dari sesama blogger.

Solusi: cari blogger-blogger yang benar-benar mau bekerja sama dan bersosialisasilah.

5. Sebaiknya, kita cinta mati pada blogging

Setelah mengetahui 4 fakta tentang blogging di atas, apakah sekarang Anda masih ingin tetap ngeblog? Kalau jawabnya ya, maka buktikanlah. Buktikan cinta Anda yang katanya setinggi puncak Himalaya dan sedalam samudra Pasifik itu dengan nyata.

Sediakanlah waktu khusus dan berkualitas untuk blog. Keluarkan segala kemampuan, aset terbesar, daya fikir tertajam untuk blog. Bila perlu, jadikan blog sebagai pasangan yang menjadi pakaian kita seutuhnya dan dibela mati-matian hingga berdarah-darah. Tapi ingat, jangan terlalu maksa dan membuat kita stres.

Solusi: tak ada solusi, karena sudah jelas:Β love blog till death do us part.. *jiah* πŸ˜€

Jadi, siapkan Anda menerima fakta-fakta tentang blogging di atas? Atau Anda punya pemikiran sendiri yang ingin dibagi di sini? Share, please.

Share Button
This entry was posted in Blogging and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

38 Comments

  1. TonyKoes
    Posted 27/02/2012 at 11:57 | Permalink

    Warungku juga sepi mas.. πŸ™‚

    • Darin
      Posted 27/02/2012 at 12:00 | Permalink

      Ah, sepi komentar tapi rame traffik kan mas Tony? πŸ˜€

      • Posted 27/02/2012 at 22:23 | Permalink

        Lebih baik sepi, dari pada ramai tapi isinya spam mulu…uchhh…capek.

        • Darin
          Posted 28/02/2012 at 10:48 | Permalink

          Setujuuuuuuuuw! πŸ˜€

  2. Posted 27/02/2012 at 12:18 | Permalink

    point pertama blogging itu sulit
    tepat sekali mas.. padahal ide sudah ada bahkan sudah menumpuk, namun untuk menuangkan menjadi suatu artikel yang relevan itu yang sangat sulit.
    “ngeblog adalah seni”

    • Darin
      Posted 27/02/2012 at 13:04 | Permalink

      Makasih tambahannya mas Velli. Ya, benar sekali, blogging is an art πŸ™‚

  3. DeArryk
    Posted 27/02/2012 at 12:35 | Permalink

    Poin nomor 3 kayaknya bisa bikin galau blogger se-nusantara nih… Ya, walaupun sesama blogger, kadang-kadang mereka juga manusia yang perlu informasi kok.

    • Darin
      Posted 27/02/2012 at 12:56 | Permalink

      Dan apakah mas Dearryk sekarang sedang galau? πŸ™‚

  4. Posted 27/02/2012 at 12:52 | Permalink

    poin nomor 3, memang menjadi renungan saya selama ini mas, idem dengan saudara DeArryk,

    • Darin
      Posted 27/02/2012 at 13:03 | Permalink

      Sama mas Adhani, maka solusi bersahabat dengan SEO patut sekali dipertimbangkan.

  5. Posted 27/02/2012 at 14:08 | Permalink

    Susah mencari bagian yang saya tak setuju.
    Bukan sekedar “bikin ayem” penulisnya, tapi emang benar adanya.
    Pelajaran berharga yg juga baru saya sadari adalah poin No. 4, blogging itu lebih kepada β€˜siapaβ€˜ yang kita tahu, bukan β€˜apaβ€˜ yang kita tahu…
    Dan mengasah gergaji itu hukumnya wajib…
    ——————–
    Saya barusan terkekeh2 baca tulisan Mas Darin di blognya Ibu Gie Wahyudi… πŸ˜€

  6. Posted 27/02/2012 at 14:47 | Permalink

    mari mengasah gergaji πŸ™‚

  7. asaz
    Posted 27/02/2012 at 15:07 | Permalink

    blogging itu yang bertahan berangkat dari hoby apa pun yang terjadi kalau udah hoby tidak akan mundur pasti dijalanai, contoh sebelum hoby ngeblog saya hoby mancing kalau lagi mancing nau hujan petir atau cuaca seperti apa pun tetap saja jongkok nunggu kolam orang

    • Darin
      Posted 27/02/2012 at 17:02 | Permalink

      Analogi yang keren mas Asep πŸ™‚

  8. Posted 27/02/2012 at 16:46 | Permalink

    Cinta mati pada blog? bisa-bisa irus melayang dari dapur.
    Saya ngeblog just for fun, maklum kerja dihutan, walaupun pekerjaan bejibun, sesekali ngeblog bisa menghilangkan kepenatan.

    • Darin
      Posted 27/02/2012 at 17:02 | Permalink

      Hahahaha πŸ˜€ Ya ngga sampe segitunya ah pak Aldy, LOL.
      Ya, blogging just for fun juga oke kok pak πŸ˜€

  9. Posted 27/02/2012 at 19:10 | Permalink

    bner mas, topik tentang blog yang saya posting di blog memang selalu kalah pamor dengan topik-topik lainnya..
    dan saya setuju banget sama yang dukungan dari blogger lainnya, soalnya sekarang blog saya sudah mulai rame banyak komentar, mungkin itu karena awalnya saya dulu yang berkomentar di blog mereka, hehe

    • Darin
      Posted 28/02/2012 at 10:44 | Permalink

      Faktor blogwalking masih ampuh ya mas, hehe πŸ™‚

  10. Leo Ari Wibowo
    Posted 27/02/2012 at 20:12 | Permalink

    Blogging itu bisnis.

    Maksudnya bukan monetasi dengan memenuhi blog dengan iklan PPC atau Afiliasi, tapi kita menjalankan blog seolah-olah kita menjalankan sebuah bisnis/perusahaan. Ada perencanaan, ada riset pasar (Google Trends?), ada pemasaran (link exchange?), membangun relasi (salah satunya dengan berkunjung ke blog mas Darin), berani melakukan perubahan/perluasan produk (topik), dll. Blogging akan menjadi sebuah tantangan yang menarik untuk dijalani kalau kita melihatnya seperti itu.

    Atau setidaknya itu pemikiran saya mas.

    • Darin
      Posted 28/02/2012 at 10:46 | Permalink

      Tambahan yang bagus mas Leo. Disinilah tantang blog yg sesungguhnya. Jika kita memperlakukan blog layaknya sebuah bisnis, mau tak mau kita juga memiliki pola pikir seperti pebisnis, alias mau bekerja keras dan extra untuk itu.
      Thanks mas πŸ™‚

  11. TonyKoes
    Posted 27/02/2012 at 20:43 | Permalink

    Blogging itu tidak sulit mas.. Tetapi sangat sulit πŸ™‚
    Seyogyanya dikembalikan lagi pada niatan awal saat kita memutuskan untuk menjadi seorang blogger. Sekedar ingin menyalurkan hoby atau ingin sesuatu yang lebih dari kegiatan blogging ini.Pemilihan tema blogging apa yang diusung juga memberikan kontribusi terciptanya konten blog yang selalu berada direl Niche Artikel. Tema yang mudah mungkin tidak terlalu menguras otak dalam menggali ide-ide yang baru. Tema yang berat tentunya juga akan membelenggu penentuan sebuah ide.
    Lebih gampang lagi kalo gak pakai tema seperti blogku yang hanya menulis dari apa yang saya lihat,dengar dan alami.
    Memang Koneksi Internet,kesibukan di kantor, lagi gak ada mood adalah alasan yang paling indah, ketika urusan blogging kita dalam keterpurukan.. πŸ˜€

    • Darin
      Posted 28/02/2012 at 10:47 | Permalink

      *alasan paling indah* πŸ˜€ terkekeh-kekeh saya mas hehe
      Konsistensi memang selalu menjadi isu utama blogging ya πŸ™‚

  12. grandchief
    Posted 27/02/2012 at 21:50 | Permalink

    Hehehe tertarik dengan bagian yang ketiga mas,terkadang karena hal yang ekstrem dari pemikiran kita,terlalu meneliti apa yang kita tulis,dan bisa jadi malah menghambat terbentuknya tulisan kita.

    Padahal mungkin siapa yang peduli dengan tulisan kita,biasanya memang blogger yang lain yang akan banyak mengunjungi blog kita dan untuk pengunjung dari search enggine,mereka akan datang dan kemudian pergi setelah di temukan apa yang dicari.

  13. Posted 28/02/2012 at 00:40 | Permalink

    blogging tergantung keinginan kita, kalau kita buat senang – senang kan enak, dapat berbagi dg orang lain hehehehe

    karimalamin.blogspot.com

  14. Hanif Mahaldi
    Posted 28/02/2012 at 07:48 | Permalink

    bingung mau komentar apa. hehe, ya soal ngeblog ada hasil atau tidak itu aktualisasi diri, lebih hebat kalau hasilnya ada, kalau gak ya gak masalah, bentuk ekspresi diri adalah blog. seperti artis, sebisa mungkin dia tetap dilihat tampil diTV walau bayarannya rendah. hehe.

    • Darin
      Posted 28/02/2012 at 10:49 | Permalink

      Wow, perumpamaan yang sip mas Hanif. Eksistensi diri juga bisa jadi faktor untuk memotivasi ngeblog.
      Manteb! πŸ™‚

  15. Posted 28/02/2012 at 09:24 | Permalink

    Blogging menurut ane sih menulis, klo urusan yang lainnya itu bisa di lengkapi.

    Namun ada hal yang sangat viyal untuk blogger indonesia yang serius mengelola websitenya.
    Mau tau?
    baca artikel blog ane yang terbaru,,nah nanti baru deh terbuka apa yang paling penting untuk pembaca dan pengguna website atau blog.

    • Darin
      Posted 28/02/2012 at 10:53 | Permalink

      Artikel rujukannya bagus sekali mas Amdhas. Tengkyu πŸ™‚

  16. Posted 28/02/2012 at 10:01 | Permalink

    Ada poin diatas yang menurut saya menarik, “membuat blog itu gampang” tapi mengisinya itu yang sedikit sulit dengan ide2 segar dan membawa pencerahan. Tapi tidak semuanya begitu, tergantung kemampuan individu juga, klo sy mungkintermasuk yag itu…. πŸ˜€

  17. Posted 28/02/2012 at 10:53 | Permalink

    Just wan to say hi.
    Blog saya masih sepi. Susah banget mau nulis paan lagi. Masih berkutat di kuadran 4. πŸ˜€

  18. adetruna
    Posted 28/02/2012 at 12:33 | Permalink

    Kenapa sy jauh-jauh hari mengusung nama blogdangkal? Sebab, keinginan nge-blog yg kuat tapi takdimbangi dengan konten yg dalam jadinya ya dangkal, makanya namanya, β€œBlogdangkal”

    • Darin
      Posted 29/02/2012 at 08:09 | Permalink

      Lagi-lagi kang Ade merendah.. dzzigh! :p

  19. Posted 28/02/2012 at 13:26 | Permalink

    Selalu ada sisi gelap dan terang, pilihannya adalah sisi yang mana yang mau kita ambil :).

    • Darin
      Posted 29/02/2012 at 08:10 | Permalink

      Dan sisi abu-abu sepertinya masih menarik ya πŸ˜€

  20. Kaget
    Posted 28/02/2012 at 18:00 | Permalink

    Aku cuma kepikiran di point 3, siapa sih yang peduli dengan blogger yang sering cuap2 dan curhat di blog. Kayaknya kalau dipikir2 merasa bodoh sendiri πŸ˜€

    • Darin
      Posted 29/02/2012 at 08:51 | Permalink

      Tapi ada jg diantara blogger2 tersebut yang mampu menulis buku loh mas πŸ˜€

  21. Posted 01/03/2012 at 12:27 | Permalink

    Kalau sudah jadi hobby, kayaknya nggak ada kata sulit deh… Blogging is fun…:D

  22. Faisal
    Posted 02/03/2012 at 22:00 | Permalink

    Saya dapet pencerahan sehabis membaca poin nomor 4 mas. Selama ini saya lebih cenderung mengelola blog dengan “apa” yang saya tahu. πŸ˜€ Terima kasih mas.

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*
*