Jangan Pernah Lupakan Semangat Saat Newbie!

Artikel ini ditulis oleh Fakry Naras Wahidi dari Optimaks.com.

Mungkin apa yang akan saya ceritakan ini pernah juga dialami oleh banyak blogger ketika mereka memutuskan untuk “oke, sekarang saya akan mulai ngeblog!

Dengan semangat menggebu, hal pertama kali yang dilakukan adalah memilih platform blog (Blogspot, Multiply, WordPress dan masih banyak lagi), setelah itu memilih nama yang pas dan template yang terlihat elegan agar disukai oleh semua orang. Setelah beberapa waktu barulah terfikirkan untuk belajar bagaimana caranya menulis artikel yang menarik untuk dibaca dan dikomentari. Dan saking menggebunya, hampir setiap hari saya update blog tanpa absen. Bahkan dalam sehari bisa dua sampai tiga kali publish artikel baru! Tetapi setelah melihat ke statistik trafik, yang berkunjung hanya beberapa gelintir dan kemungkinan itu view dari saya sendiri. Perasaan saya? Jangan ditanya. Sedih banget, padahal itu sudah dibuat dengan sepenuh-penuhnya hati lho :(

Ok, anggap saja itu masih permulaan, dan otak saya pun mulai sibuk memikirkan jalan keluarnya. Ooh, mungkin ada yang kurang dan perlu ditambahkan lagi. Sedikit gambar anime yang lucu-lucu mungkin. Atau tempelin foto artis girlband Korea. Aha, blog semakin berwarna, dan semakin lama gambar yang dipasang semakin banyak hingga blog terlihat lebih meriah. Tapi, angka statistik tetap saja stagnan dan enggan beranjak.

Hmm, ok deh, blogwalking saja untuk mencari referensi, siapa tahu mendapat tips-tips yang jitu agar banyak pengunjung yang datang ke blog. Eh, ngga sengaja malah melihat widget yang menurut saya bagus, yaitu menempelkan musik di halaman Blog. Yup, widget itu pun akhirnya sukses terpasang dengan harapan memasang lagu yang sedang hits mungkin bisa mendatangkan banyak pengunjung dan membuat mereka lebih betah, mood-nya enak dan antusias. Namun hasilnya lagi-lagi harus membuat saya mengurut dada. Tuhan, apa salah dan dosaku

Dan semangat ngeblog mulai memudar…

Akhirnya saya curcol ke teman, dan beberapa dari mereka menyarankan untuk memberi komentar di banyak blog dengan harapan agar pemilik blog yang dikomentari itu membalas kunjungan. Saran itu pun saya lakukan dengan melewati perjuangan yang tidak mudah. Karena ada blog yang menggunakan sistem moderasi (tidak tahu kapan di-approve), ada juga yang menggunakan capcha paling rumit yang pernah saya lihat (salah berkali-kali hingga akhirnya tidak jadi berkomentar), bahkan ada yang tidak menyediakan kolom untuk menuliskan alamat URL blog sehingga saya harus pulang dengan tangan hampa.

Efek ke trafik juga tak begitu menggembirakan. Yah, walaupun ada juga beberapa blogger yang membalas kunjungan, tapi mereka memberikan balasan komentar yang – sumpah – tidak enak untuk dibaca, yaitu “jangan promosi di blog saya, mohon maaf komentar Anda saya hapus!“. Wah, mendapatkan balasan seperti itu, hati blogger mana sih yang ngga merasa terpukul dan teraniaya?

Pernah saya tanyakan hal ini kepada teman, dan mereka menjawab “jelas aja blogger yang dikomentari tidak senang, karena model komentar nitip link seperti itu adalah salah satu perbuatan spammer, dan semua blogger ngga suka spammer“. Mengetahui jawaban tersebut, saya pun menyesal dan berjanji tidak mengulanginya lagi. Dan setelah itu saya pun melakukan hal yang sama, yaitu menghapus semua komentar di blog sendiri yang ada link-link promosinya tanpa ampun. Iya dong, biar fair dan profesional gitu loh.

Perubahan secara nyata akhirnya terlihat setelah saya lumayan aktif di jejaring sosial. Tadinya saya fikir kegiatan di sana hanyalah membuang-buang waktu dan mengganggu waktu ngeblog. Tapi ternyata yang terjadi sebaliknya, jejaring sosial membantu saya dalam hal bersosialisasi dengan pembaca dan untuk promosi sharing artikel-artikel blog. Saya pun lebih intens mendalami jejaring sosial, khususnya Facebook karena di sana saya bisa membuat Fans Page sendiri untuk pembaca blog saya.

Nah, dari Fans Page itulah mulai banyak yang meminta dibuatkan artikel ini itu (khususnya seputar game). Jadi untuk menarik perhatian lebih banyak pembaca, saya kerap menyisipkan artikel tentang game-game yang sedang nge-hits, meski niche blog adalah kebanyakan tentang kisah-kisah inspiratif.

Dari Fans Page juga saya menerima banyak masukan, kritik dan saran agar blog terlihat lebih profesional. Beberapa dari mereka ada yang bilang “hilangkan musiknya, berisik niih. Iklannya jangan kebanyakan dong, bisa bikin berat loading juga. Itu lhooo komentarnya pake capcay segala kan susah kalau mau komentar!”, dan lain-lain. Pada akhirnya saya menuruti semua kritik dan saran pembaca agar blog tampil lebih baik.

Sekarang, setelah tampilan blog menjadi lebih sederhana, saya merasa semakin antusias. Saya sudah tidak lagi meninggalkan komentar dengan link saat blogwalking, mulai memberanikan diri menjadi Guest Blogger, memperindah tampilan dengan saran dari beberapa blogger yang sudah berpengalaman (bukan asal tampil seperti dulu), dan update artikel pun lebih terjadwal.

Dan imbasnya, kini semakin hari pengunjung pun semakin banyak. Tanya jawab di komentar atau melalui email pun mulai terjadi. Saya beranikan lagi untuk mendaftar AdSense (setelah mendukung Bahasa Indonesia dan ditolak berkali-kali), lalu memasang E-Mail Subscriber dan aplikasi jejaring sosial.

Yah, kalau diingat-ingat, awal-awal ngeblog dulu memang lucu dan kadang membuat geli. Dan saya akui, perbuatan yang dilakukan untuk meningkatkan traffic ala spammer itu memang sangat menyebalkan. Apalagi setelah merasakan dan mengetahui sendiri bagaimana rasanya blog sendiri dikomentari seperti itu. 😀

Mungkin ini yang dinamakan dengan proses. Menjalani sesuatu dengan apa adanya dan dengan tidak melupakan bahwa manusia itu mahluk yang selalu ingin berkembang, walaupun tidak selamanya kearah yang lebih baik. Dan kadang kala, kita membutuhkan sedikit kemunduran demi kemajuan yang lebih besar, seperti atlet lompat jauh yang mengambil ancang-ancang untuk melompat lebih tinggi, atau seperti roda yang berputar, selalu ada perubahan sisi naik dan turun agar bisa terus maju.

Jadi, ketika menjadi pemula, jadilah pemula yang baik. Dan setelah menjadi seorang profesional, jangan lupakan semangat saat kita masih newbie dulu. Setuju? :)

Anda juga punya pengalaman unik di saat awal-awal ngeblog? Share, please.

Fakry Naras Wahidi adalah blogger asal Banten yang menyukai hal-hal yang berhubungan dengan komputer, internet, game dan komunitas. Follow @optimaks jika Anda ingin mengenalnya lebih jauh. Dan bagi Anda yang ingin menjadi blogger tamu juga di sini, silahkan melihat tata caranya di laman Guest Blogger.

Share Button

About Blogger Tamu

Blogger tamu adalah blogger-blogger yang telah bersedia menulis artikel untuk dipublikasikan di blog ini. Jika Anda berminat untuk menjadi blogger tamu di sini, silahkan melihat tata caranya di laman Guest Blogger terlebih dahulu.
This entry was posted in Blogging and tagged , , . Bookmark the permalink.

17 Responses to Jangan Pernah Lupakan Semangat Saat Newbie!

  1. die says:

    Memelihara semangat itu yang sulit, apalagi bagi sebagian blogger yang pekerjaan fulltime diluar hubungannya dengan blog.

  2. adiarta says:

    hati saya jadi tersentil membacanya. karena setelah introspeksi diri, saya seringkali nyepam demi meningkatkan traffic. sangat sulit rasanya bagi saya untuk menjadi blogger yg baik. tapi akan saya coba. :)

  3. iskandaria says:

    Membaca tulisan di atas, serasa membaca kilas balik atau rekleksi perjalanan ngeblog sampai sekarang 😉 Proses yang saya alami mungkin tidak jauh berbeda. Tapi perjalanan ngeblog saya masih akan terus berlanjut. Masih banyak yang belum saya lakukan dan akan saya lakukan. Masih banyak yang belum saya tulis dan menanti untuk ditulis.

  4. Kaget says:

    Ya itu mas, nitip2 link biasanya dilakukan newbie. duluuuuu sayapun begitu, ngga mengerti dan akhirnya sempat ditampar pemilik blog sebagai spamer nyata. secara tak langsung sikap mulai berubah, belajar dari yang telah dilakukan. sampai sekarang tetap belajar ko’, bahkan menurut saya blogger yang sudah tahunan masih tetap harus belajar seiring berkembangnya tekno

  5. Fakry Naras Wahidi says:

    wow
    artikelnya jadi bangus banget
    mas darin jago nih.

    btw terima kasih
    sudah memberikan kesempatan untuk jadi guest.

    semoga di lain waktu
    bisa diberikan kesempatan lagi
    heheh.

  6. Lilih Prilian Ari Pr says:

    Saya tercerahkan dengan artikel di atas. Hal itu merupakan pelajaran yang sangat nyata yang saya alami sebagai seorang blogger hingga kini. Hanya saja hal itu masih terus berlangsung. Mudah2an saya bisa terus bertahan dan bersemangat dalam berkarya di blogger.

  7. Cahya says:

    Kalau besok saya sudah sibuk, ya ngeblog pasti angin-anginan dah :).

    Btw, saya sering lupa mencentang antispam, mungkin bisa dibantu dengan memposisikannya sebelum tombol “post comment”?

  8. Asop says:

    Hmm hmm. Dan saya belum bikin fans page hingga sekarang. :mrgreen:

  9. isnuansa says:

    Hehehe… Pengalaman Fakry pasti menohok banyak blogger ini…

    Dulu, bisa publish artikel setiap hari, makin ke sini makin jarang saja saya buka dashboard. 😆

  10. ryan says:

    kayaknya itu pengalaman semua blogger, sepi pengunjung,,he

  11. LaLa says:

    Jiahahaa.. Bener banget.. Untuk blogger pemula seperti saya sekarang ini, emang gak enak banget kalo sepi pengunjung.. Rasanya udah sering share link ke socmed, tetap gak ngaruuh.. Tapi gak papaaaa.. Kalaupun gak ada yang baca, at least bisa jadi kenang2an seperti diary ajaa.. Xixiixi…
    Salam kenal yaaa..

  12. Jefry says:

    Yups mas, kalau mengingat perjuangan kita yang serba sulit terutama untuk mendapatkan pengunjung blog menjadikan kita tidak akan patah arang. Semangat …

  13. Sandy Eggi says:

    Wah perjuangan penuh liku-liku ya. Saya belum mencoba menbuat fan page di Facebook nih. Sebaiknya saya coba deh.

  14. info yang bene2 menarik nihhh….
    thanks yaahhhh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *