Jurus 4D Untuk Blogger Super Sibuk

Anda part-time blogger seperti saya? Atau Anda telah menjadi blogger yang saking sibuknya membagi waktu antara blogging dan belajar/bekerja sehingga tak tahu lagi mana yang menjadi prioritas? Kalau ya, berarti Anda patut untuk mencoba jurus manajemen waktu yang terdiri dari Dump, Delegate, Defer dan Do, atau lebih dikenal dengan sebutan 4D ini. Mau tahu?

Hehe, paragraf pembukanya marketing banget ya 😀

Ok, let’s rock!

1. Dump (Hapus!)

Jurus pertama adalah menghapus. Apa yang dihapus? Semua hal yang berpotensi memecah perhatian, baik yang bersifat online maupun offline. Misal saat online, hapus semua email-email yang tak perlu, baik di inbox, draft, sent maupun spam dan trash. Untuk pengguna Gmail dapat memanfaatkan fitur Report Spam untuk mengirim email-email berbau spammer langsung ke kotak Spam dan jangan lupa aktifkan juga filter auto-delete (menghapus otomatis) agar kita tak perlu lagi membuang-buang waktu tuk menghapusnya secara manual.

Caranya, buat filter baru dari menu Setting, dan di kotak isian ‘Has the words‘ isi dengan ‘is:spam’ (tanpa tanda petik). Kemudian klik ‘Test Search‘ untuk cek semua email-email yang ada di kotak spam lalu klik ‘Next Step‘.

Cara Menghapus Email Spam di Gmail

Di langkah berikutnya, centang pilihan ‘Delete it‘ dan ‘Also apply filter to X conversations below‘ (X adalah jumlah email yang terdeteksi), dan terakhir ‘Create Filter‘. Nah, sayonara panas, eh spam!

Menghapus email spam otomatis di Gmail

Untuk pengguna jejaring sosial, bisa juga untuk meng-unfollow akun Twitter yang sekiranya tak memberi manfaat untuk diikuti atau unfriend/block bagi pengguna Facebook. Tapi tentu harus pilih-pilih dulu dan melewati serangkaian pemikiran yang matang lho. Jangan sampai nanti gara-gara kita meng-unfollow secara buta malah merusak hubungan yang akhirnya menghambat aktivitas blogging. Repot, kan?

Hapus juga daftar kegiatan yang tak banyak memberi manfaat dan membuang-buang waktu. Atau minimal dikurangi lah. Seperti bermain game, PlayStation, jalan-jalan ke Mall atau kegiatan-kegiatan lain yang hanya bersifat having fun. Periksa pula handphone dan hapus semua pesan-pesan singkat yang tak penting.

2. Delegate (Delegasikan!)

Anda bukan berasal dari planet Krypton kan? Ok, berarti kita senasib karena sama-sama bukan saudaranya Superman 😀 Artinya, kita adalah manusia normal yang memiliki keterbatasan. Tapi sayang, banyak dari kita yang tak menyadarinya, termasuk saya. Entah kenapa kita semua cenderung untuk one-man-show atau berusaha untuk menonjolkan diri tuk mengatasi masalah.

Padahal ada cara-cara lain yang lebih efektif dengan hasil yang lebih memuaskan bila kita mampu mendelegasikan penyelesaian kegiatan. Memanfaatkan tenaga orang lain dan penggunaan teknologi yang tepat guna adalah salah satunya.

Kembali ke kasus email, selain menghapus email-email yang tak perlu, kita pun bisa mengatur lalu lintas berdasarkan kategori email yang kita tentukan sendiri. Di Gmail, masalah ini bisa diatasi dengan membuat Filter (penyaring) khusus yang akan mengirim email ke Label (kategori) tertentu secara otomatis.

Caranya sangat sederhana, yaitu hampir sama dengan langkah auto-delete email spam di atas, namun yang harus diperhatikan adalah ketika harus terlebih dahulu membuat Label. Misal, karena saya baru berlangganan artikel dari Jonathan Mead, saya membuat Label baru dengan nama Jonathan Mead dari menu Setting.

Membuat Label Email di Gmail

Lalu pindah ke tab Filters dan buat filter yang baru. Isi kotak isian ‘Form:‘ dengan nama pengirim Jonathan Mead. Klik ‘Test Search‘ untuk memeriksa email-email yang datang dari yang bersangkutan. Jika datanya benar, klik ‘Next Step‘.

Cara membuat filter email di Gmail

Langkah berikutnya centang opsi ‘Apply the label:‘ ke Label ‘Jonathan Mead’ yang telah dibuat sebelumnya dari menu drop-down, centang juga opsi ‘Also apply filter to 4 conversations below‘ (disini ada 4 email yang sesuai dengan kriteria) dan klik ‘Create Filter‘. Jadi deh!

Mengatur email di Gmail

Khusus untuk blogging, banyak yang bisa dilakukan, antara lain dengan mengundang blogger-blogger tamu untuk guest posting di blog kita (baca kembali artikel Manfaat Guest Blogging dan Mengapa Kita Harus Memulainya Sekarang Juga).

Dan dalam hal konsistensi menulis artikel, kita bisa mendelegasikan munculnya ide-ide dengan menggunakan aplikasi-aplikasi yang bisa dicari di Google. Kalau saya, selain buku catatan, sering juga memanfaatkan Evernote dan iDiary. Ini berguna agar ide-ide yang datang cepat terekam dan tak lekas hilang. Untuk penulisan outline dan draft, manfaatkan saja blog di localhost. Anda bisa mencari tutorial cara menginstal WordPress di localhost yang banyak beredar di Google, atau ikut bergabung dengan saya di CafeBisnis.

Sekarang untuk promosi artikel, apakah ada cara lain yang lebih efektif selain dengan blogwalking atau bahkan blog-running? Untuk yang masih setia menerapkannya ya silahkan. Tapi pertimbangkan betapa banyak waktu yang terpakai hanya untuk menyematkan link blog di kotak komentar blog lain dan berharap blogger yang bersangkutan mau berkunjung balik.

Solusinya? Manfaatkan portal berita yang mengizinkan blogger-blogger untuk mempromosikan tulisannya, seperti – favorit saya – di VIVAnews. Kalau artikel Anda bagus dan layak untuk dipromosikan, trafik akan datang sendiri dan mengalir tanpa kita undang.

Manfaatkan juga jejaring sosial, terutama Twitter dan Facebook. Alih-alih harus online tiap waktu tuk mempromosikan artikel di Twitter, gunakan plugin Tweet Old Post untuk mengangkat kembali postingan-postingan lama dan plugin TwitPress untuk nge-tweet otomatis saat kita publish artikel blog baru. Untuk Facebook, buat dulu fans page blog di sana dan gunakan aplikasi RSS Graffiti untuk mem-post di wall secara otomatis ketika ada artikel baru di blog. Nah, kalau Google+ jujur saya belum tau nih tips-tipsnya *hehe* Pembaca ajarin saya ya 😀

Oh ya, untuk blogwalking, daripada harus mengunjungi blognya satu persatu, akan lebih baik kalau kita berlangganan artikel gratis via email atau RSS Feed. Jadi kita tak akan ketinggalan update artikel meski sedang offline.

3. Defer (Tunda!)

Pernah mengalami keadaan mendesak tuk melakukan sesuatu, lalu setelah difikir ulang ternyata kegiatan itu tidak begitu penting? Seperti mengecek statistik blog, email, nge-tweet, fesbukan, chatting dan lain-lain? Memang ngga ada salahnya mengecek statistik blog. Itu malah dianjurkan untuk mengetahui perkembangan blog, kata kunci yang sering dicari atau menganalisa sumber-sumber datangnya trafik. Tapi kalau keseringan juga kan ngga baik.

Atur juga waktu kapan untuk mengecek email, kapan nge-tweet, kapan fesbukan, kapan chatting, dan kapan blogwalking. Intinya, jangan sampai kita melakukan sesuatu yang tak mendukung dan malah melupakan esensi dari blogging, yaitu menulis dan menyuplai konten-konten fresh. Setuju?

4. Do (Lakukan!)

Ini langkah paling final. The ultimate of everything is do it! Kalau di D yang ketiga adalah menunda (defer) tuk melakukan sesuatu yang tak begitu penting, ini sebaliknya, yaitu segera melakukan sesuatu yang dirasa penting.

Jika kita sudah menghapus (dump) hal-hal yang memecah konsentrasi, lalu mendelegasikan (delegate) hal-hal yang bisa dilakukan oleh pihak lain, kemudian menunda (defer) kegiatan-kegiatan yang tak begitu penting, sekarang saatnya melakukan aksi. Do it! Dan di saat waktu yang sudah ditetapkan untuk menulis tiba, maka menulislah. Gunakan waktu tersebut dengan sebaik-baiknya.

Time is free, but it’s priceless.

You can’t own it, but you can use it.

You can’t keep it, but you can spend it.

Once you’ve lost it you can never get it back. (Harvey MacKay)

Apakah Anda punya tips tambahan tentang manajemen waktu untuk blogger-blogger super sibuk yang bisa dibagi di sini? Share, please :)

Share Button

About Darin

Hai, terima kasih sudah membaca artikel di blog ini. Untuk selanjutnya, Anda bisa berlangganan artikel secara gratis via RSS Feed atau lewat Email. Dan untuk mengenal saya lebih dekat, mari cuap-cuap bareng di Twitter dan jangan lupa sempatkan buka laman About dan Arsip blog ini.
This entry was posted in Blogging and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

24 Responses to Jurus 4D Untuk Blogger Super Sibuk

  1. Ramy says:

    tipsnya mantap sekali apalagi untuk saya yang konsentrasi ngeblog kepecah sama tugas-tugas sekolah.. sayang di blogspot belum ada semacam Tweet Old Post, saya cuma mengandalkan Twitterfeed buat ngetweet postingan baru blog ke twitter. Kalau RSS Graffiti saya sudah pakai, nah yang untuk Google Plus saya pun masih nunggu (atau mungkin menanti-nanti XD)

  2. grandchief says:

    Sipp jurus-jurusnya mas,ijin praktekin dulu ah…. 😀

  3. Tutorial yang komplit Sob, semoga ini berguna untuk sesasam netter dalam membangun blognya.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

  4. asaz says:

    info lengkap nech soabat bisa saya praktekan dulu

  5. momod says:

    wih, mantep banget nih tipsnya ..
    kebetulan saya juga part timer blogger .. hehe

    salam kenal .

  6. dHaNy says:

    Tips yang sangat aplikatif mas, tambahanya mungkin bikin target post tiap 2 hari, meskipun itu buat saya sendiri agak berat. Misal punya ide langsung tulis dan dimasukkan dalam schedule post… Jadi 2 hari berikutnya akan post sendiri.. Kalau sudah terbiasa mungkin gak akan jadi beban… Saya pengennya jg kesana, tp kesibukan offline masih nyaman untuk dijadikan alasan. haha…

    • Darin says:

      Kayaknya itu dah masuk di langkah Delegate mas. Ya, mengatur frekuensi postingan dan memiliki planning yg jelas jg penting.
      Hahaha, dinikmati saja mas Dhan. Thanks tambahannya ya :)

  7. Kaget says:

    Aku cuma mikirnya di nomer 3,… tunda, tunda, dan tunda,…. ya sampe sekarang masih tertunda. kebanyakan blogger terhenti disitu kan? 😀

    • Darin says:

      Hahaha iya mas Anto. Tapi disinikan yg ditunda tu melakukan hal2 yg tak ada manfaatnya. Ngga tau deh kalau ngeblog itu kebiasaan buruk, seperti yg jadi tagline blog situ :p

  8. die says:

    Saya juga menerapkan 4D mas, Datang, Duduk, Diam, Duit…wkwkkw..[just kidding]
    Tips 1,2 dan tiga sepertinya sudah dilaksanakan walau masih belang kambing khususnya untuk nomor 3, nah yang nomor 4 ini yang jagi biang keroknya, bukan Do [lakukan] tapi mala Doedoek. 😀

    • Darin says:

      Xixixi, itu mah anggota DPR pak Aldy hahaha 😀
      Yah, kalau duduk sambil ngitung uang juga asyik kan pak? hehehe

  9. trik yang oke dan sangat bermanfaat, mas darin. jujur saja, saya termasuk yang masih mengalami kesulitan utk membagi waktu antara offline dan online. bahkan, sekadar utk memfilter email pun ndak pernah kepikiran, hehe … terima kasih share-nya, mas.

  10. stupid monkey says:

    hahaha, mantab, mantab, tips yg menarik sekaligus menggelitik, salute sob, terima kasih 😀

  11. Ditter says:

    Untuk yg langkah “delegasikan”, sebenarnya efektif juga ya untuk menghemat waktu. Tapi jujur, saya selama ini belum pernah melakukannya….

  12. Andi Sakab says:

    mantaps jurusnya nih. langsung di amalkan ah jurusnya :)

  13. Dery says:

    waah,, sama2 nih saya dengan mas darin..
    jadi harus benar2 perlu dalam memanage waktu, bukan hanya waktu juga,, tapi rencana dan langkah2nya..

  14. Pingback: 5 Fakta Tentang Blogging Yang Sebaiknya Anda Ketahui | Darinholic dot Com

  15. Ane mo ikutan bikin blog belum sempat2 nih gan, waktunya gak ada melulu :((

    jual rumah jelambar

  16. adi says:

    mantep gan

  17. domain says:

    First off I want to say terrific blog! I had a quick question which I’d like to ask if you do
    not mind. I was interested to know how you center yourself
    and clear your head prior to writing. I’ve had a difficult time clearing my mind in getting my thoughts out there.

    I do enjoy writing but it just seems like the first 10 to 15 minutes are lost just trying to figure out how to begin. Any ideas or hints?
    Cheers!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *