Kebiasaan Blogging Paling Efektif: Mulailah Dengan Pertanyaan ‘Mengapa?’

Di suatu sore yang cukup hangat, saya beserta istri memutuskan untuk mencari makan di luar. Saat itu saya sedang ingin sekali menyantap capcay, masakan khas dari negeri Tiongkok yang kini mudah sekali ditemukan di warung-warung pinggir jalan dalam berbagai versi. Dan ketika – seperti yang sudah-sudah –ย saya memarkir kendaraan di dekat sebuah warung kaki lima, istri saya dengan polos bertanya, “Kenapa sih suka makan capcay di sini? Kan tadi di sepanjang jalan juga banyak warung capcay

Saya tertegun. Mengapa? Ya, kenapa ya?

Sebenarnya saat itu ada beragam jawaban yang terlintas di benak saya, seperti:

  • Di sini capcaynya lebih enak. Tapi pasti dijawab dengan, “Berarti yang lain ngga enak ya?” Padahal ngga juga.
  • Di sini tempatnya asik. Pasti dibalas dengan, “Loh, di sana malah lebih asik. Tempatnya adem.” Pasti mentok mau jawab apa lagi.
  • Di sini pelayanannya ramah. “Hmm, suka sama mbak pelayannya ya?” Ngga bagus.
  • Di sini tempat parkirnya luas. “Luas? Jalan kecil gini dibilang luas?” No.
  • Pokoknya ya makan di sini!

Coba tebak jawaban mana yang saya pilih? Yup, yang terakhir. Soalnya biar cepat habis perkara dan langsung makan *hehe* ๐Ÿ˜€

Pertanyaan ‘mengapa‘ pun ternyata berlaku di dunia blogging

Seberapa lama visitor membaca, sharing artikel, memberi komentar dan mengeksplorasi sebuah blog? Kalau kita cermati, hal itu sangat tergantung dari seberapa dalam jawaban dari faktor pertanyaan ‘mengapa’, yaitu antara lain:

  • Mengapa saya mengunjungi blog ini?
  • Mengapa saya membaca artikel yang panjang ini?
  • Mengapa saya juga harus membaca artikel-artikel yang lain di sini?
  • Mengapa saya harus share artikel ini di Twitter atau Facebook?
  • Mengapa saya mesti langganan update artikelnya?
  • Mengapa saya juga harus ikut berkomentar?

Pertanyaan-pertanyaan itu – walau tak terungkap – pasti terbersit di fikiran pembaca. Dan jika jawaban dari ‘mengapa‘ itu tak cukup memberi kepuasan, lalu buat apa pengunjung menghabiskan waktunya yang berharga hanya untuk melihat-lihat blog Anda? Dan lagi, pertanyaan ‘mengapa‘ akan semakin krusial jika ternyata judul artikel blog tidak mampu merangsang jemari peselancar untuk mengkliknya.

Blogger yang efektif tahu tentang hal ini. Maka disusunlah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ‘mengapa‘ itu dengan wujud ‘karena‘ berbentuk tampilan dan konten blog.

Tampilan dan konten blog yang mampu menjawab dengan ‘karena

Tampilan dan konten sebuah blog nyatanya memang begitu, berbicara lebih keras daripada isi artikel.ย Contoh, saat Anda mendarat di artikel ini, baik yang datang dari mesin pencari, referral maupun direktori blog, yang pertama Anda lihat adalah tampilan/desain blog. Bersamaan dengan itu, pasti benak Anda akan bertanya-tanya, “Mengapa saya harus menyisihkan waktu tuk membaca artikel ini?

Dan jawaban tersirat dari judul di atas: “Karena Anda akan mendapatkan wawasan tentang blogging yang efektif dengan pertanyaan ‘mengapa?’

Apakah jawabannya sudah memuaskan? Jika tidak, Anda tentu sudah cepat-cepat pergi dan mencari bahan bacaan di blog lain. Tapi jika cocok, Anda sudah pasti akan melanjutkan membaca ke paragraf-paragraf awal.

Pentingnya Pertanyaan 'Mengapa'

Nah, saat membaca paragraf-paragraf awal, kembali benak Anda diliputi pertanyaan, “Apakah paragraf awal ini cukup memikat, dan mengapa saya harus membacanya lebih lanjut?” Jika jawabannya tidak, Anda kabur. Jika ya, manteng terus.

Hingga akhirnya usai membaca keseluruhan isi artikel, Anda akan disuguhi tombol-tombol sharing ke jejaring sosial, artikel-artikel yang berkaitan juga kotak komentar, dan pertanyaan ajaib itu pun kembali berulang, “Mengapa saya harus membagikan artikel ini? Mengapa saya harus membaca artikel-artikel yang berkaitan? Mengapa harus ikut berkomentar?

Jawaban eksplisit dari artikel kira-kira begini:

  • Karena artikel ini bagus kan? Jadi patut dishare lho!
  • Karena artikel-artikel lain yang berkaitan juga bagus. Coba deh baca-baca!
  • Karena ada sesuatu yang Anda ingin ungkapkan di kotak komentar kan?

Dan seberapa dalam jawaban yang diungkap oleh pengalaman pembaca selama membaca artikel akan sangat banyak berpengaruh: “Ah, artikel yang biasa-biasa saja, ngapain di-share?“; “Sory, artikel ini aja membosankan bagaimana dengan yang lain? Pasti sama!“; “Ngga ah, buang-buang waktu aja deh kalo nulis komentar“.

Kuncinya, penuhilah jawaban ‘karena‘ di blog

Tampilan blog yang serasi dan enak dipandang secara tak langsung mengungkapkan: “Karenaย Anda pasti suka blog ini, karena loadingnya cepat, navigasi mudah dan tidak membingungkan.

Konten blog yang unik, original, menghibur dan bermanfaat akan berbicara: “Karenaย Anda memang pantas membaca artikel-artikel di sini, karena isinya pasti bermanfaat bagi Anda.

Dua faktor itu, tampilan dan konten, jika menjawab dengan lugas semua pertanyaan ‘mengapa‘ dari pengunjung, mungkin tak kan membutuhkan waktu lama lagi tuk mengonversi pengunjung tersebut menjadi pembaca loyal. Dan saya kira inilah kebiasaan blogging paling efektif yang seharusnya dilakukan.

Dengan kata lain:

Teruslah menanyakan pada diri sendiri dengan pertanyaan, “Mengapa blog saya patut dikunjungi dan dibaca oleh banyak orang?”, lalu jawablah pertanyaan itu dengan desain tampilan dan konten-konten yang Anda publish.

Sederhana, singkat dan efektif.

Bagaimana pendapat Anda tentang wacana di artikel ini? Apakah faktor pertanyaan ‘mengapa‘ itu cukup penting dan membantu dalam perkembangan aktivitas blogging Anda?ย Share, please ๐Ÿ™‚

Share Button
This entry was posted in Blogging and tagged , . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

27 Comments

  1. Dery
    Posted 29/02/2012 at 09:08 | Permalink

    siipp, saya jadi lebih mengerti kuncinya untuk tetap eksis di blog..
    intinya kita harus bisa menjawab pertanyaan “mengapa blog saya patut dikunjungi”..
    o y, berarti dalam artikel yang kita buat, harus bisa menjawab pertanyaan “mengapa artikel ini dibaca pengunjung”, tapi apakah tidak lebih baik jika menggunakan pertanyaan “bagaimana”? menurut saya, jika pertanyaan yang di ajukan adalah “bagaimana” kita bisa menjelaskan secara rinci, detail dan lengkap..
    hmm.. masih agak bingung nih, hehe.. ๐Ÿ˜€

    • Darin
      Posted 29/02/2012 at 09:31 | Permalink

      Sip mas Dery ๐Ÿ˜€
      Pertanyaan ‘bagaimana’ itu bagus juga, tapi saya kira patokannya tetap dari ‘mengapa’ dulu. Misal ‘mengapa blog saya harus dibaca?’, yg secara tak langsung memberi kita pandangan ttg jenis audiens blog (karena kita ngga bakalan bisa memuaskan semua orang). Lalu barulah ke tahap: ‘Bagaimana ya caranya agar blog saya bisa ditemukan, dibaca, di-share dan dikunjungi lagi oleh pembaca di kesempatan berikutnya?’
      Jawabannya tetap sama, yaitu berusaha menjawab lewat tampilan dan konten blog ๐Ÿ™‚

  2. Posted 29/02/2012 at 11:48 | Permalink

    Yes!, salah satu faktor yang membuat saya selalu datang kesebuah blog (umumnya sih berlangganan via email jika tersedia), karena loading yang cepat, simple dan kontennya saya butuhkan.
    Walaupun kontennya bagus tapi kalau loading lelet (sekalipun sudah mematikan segala macam fungsi pada peramban yang berpotensi memperlambat), akan saya tinggalkan dan coba datang lain kali siapa tahu sudah dilakukan perbaikan.
    Fast loading + Content = Pilihan Utama.

  3. iskandaria
    Posted 29/02/2012 at 12:28 | Permalink

    Biasanya ada faktor X yang membuat saya betah menyimak konten-konten yang saya temukan di sebuah blog maupun jenis website lainnya. Kalau masalah kecepatan loading sih, sepanjang tidak keterlaluan leletnya (dengan koneksi standar 64 kbps), bagi saya tidak terlalu jadi masalah, apalagi jika saya suka dengan gaya penyajian kontennya, cara menulisnya, muatan/materi kontennya, ataupun nilai informatifnya.

    Untuk bisa terdorong men-share artikel/posting/konten yang saya temukan, biasanya karena saya menemukan sesuatu yang ‘berbeda’, menarik, atau penting diketahui oleh banyak orang. Soal pertanyaan “mengapa”, mungkin secara tidak sadar saya menjadikannya sebagai pijakan/landasan untuk lebih memperbaiki segala sesuatu di blog saya Mas. Soalnya saya mungkin jarang secara sengaja berpikir dengan pertanyaan “mengapa” tersebut ๐Ÿ˜‰

  4. adetruna
    Posted 29/02/2012 at 13:09 | Permalink

    acungan jempol dgn bang haji oma, beliau sudah lama bersenandung dengan kata, โ€œMengapa?โ€ … Mengapa eh mengapa berjudi itu haram *terereret! sehingga utk menjawabnya bisa menjadi tulisan 500 karakter di blog ๐Ÿ™‚ *Keren juga kang darin dengan artikel yg ini m/

  5. Kika
    Posted 29/02/2012 at 14:35 | Permalink

    Setuju banget.

    Sama dengan sebuah produk, selalu dimunculkan pertanyaan What – Why – How and What If?
    Bila ingin bisa mendapatkan banyak hal dari blog tentu juga harus memperhatikan ke dalam itu semua. Meski saya sendiri belum sepenuhnya bisa mempraktekkannya.

    Salam kreatif.

  6. Hanif Mahaldi
    Posted 29/02/2012 at 15:56 | Permalink

    berkelas… akhirnya ada yg bahas beginian pak, sering blogging isinya gak ada beginian. lebih ke tekhnis tapi tidak dasar, tidak hanya sekedar tekhnik umum, tapi lebih ke bagaimana memmbuat pengunjung nyaman membaca artikel kita selain memberi manfaat ilmu pengetahuan yg baru. dan jujur, saya tetep stay diartikel ini sampai berkomentar disini.

  7. Sriyono Semarang
    Posted 29/02/2012 at 18:12 | Permalink

    saya,
    gak pinter nulis,
    tapi,
    saya,
    pengin juga punya blog,
    yang seperti ini punya saya,
    lama apa bentar ya monggo saja,
    namanya juga masih belajar…
    ha…

    • Darin
      Posted 29/02/2012 at 23:06 | Permalink

      Merendah juga nih mas Sriyono.. :migreen:

  8. Posted 29/02/2012 at 20:33 | Permalink

    Salut, sampai-sampai acara makan malam bersama isteri bisa menjadi topik untuk menulis di blog, blogmaniac nie mas darin ๐Ÿ™‚

    • Darin
      Posted 29/02/2012 at 23:04 | Permalink

      Saya maniak komik mas hehehe ๐Ÿ˜€

  9. Ipras
    Posted 29/02/2012 at 21:51 | Permalink

    Tampilan dan konten, 2 hal yang sangat harus diperhatikan agar bisa mengikat pengunjung sehingga betah berlama-lama menikmati yang telah kita suguhkan. Siiip deh mas ๐Ÿ™‚

  10. Posted 29/02/2012 at 22:39 | Permalink

    Tapi jangan terlalu banyak mengapa-nya, nanti malah ndak jadi menulis :).

    • Darin
      Posted 29/02/2012 at 23:05 | Permalink

      Tergantung cc-nya ya Bli Cahya? ๐Ÿ™‚

      • Posted 01/03/2012 at 09:26 | Permalink

        CC apa Mas, copy carbon, creative commons, country code, cubic centimeter, command and control, common criteria,…..

        Atau malah.. cituasi dan condisi? :D.

        • Darin
          Posted 01/03/2012 at 09:37 | Permalink

          Hahahaha LOL
          Cubic centimeter itu maksudnya Bli, xixixi ๐Ÿ˜€

  11. Cucu Hermawan
    Posted 01/03/2012 at 01:18 | Permalink

    Mengapa saya ngeblog?? biar saya terkenal
    Mengapa saya ingin terkenal?? Karena saya ingin punya blog

    Halaahhh ๐Ÿ˜€

    • Darin
      Posted 01/03/2012 at 09:28 | Permalink

      Motivasi yg harus terus dikembangkan mas, hehe ๐Ÿ˜€

  12. dhenycahyoe
    Posted 01/03/2012 at 02:40 | Permalink

    Mengapa, Apa dan Bagaimana…..
    setiap pertanyaan atau ungkapan dengan kata tersebut memang sangant panjang jika dijawab, (ngeles karena gak ada jawaban). seperti halnya dengan blogging saya sendiri hanya sekedar hobi dan kesenangan saja titik dan gak ada yg lain

    • Darin
      Posted 01/03/2012 at 09:29 | Permalink

      Dan jika hobi dan kesenangan itu dapat menghasilkan, kenapa tidak? Betul mas dheny? ๐Ÿ™‚

      • dhenycahyoe
        Posted 02/03/2012 at 02:09 | Permalink

        Menghasilkan apa dulu nih? $$ apa kesenangan, jujur kalau masalah menghasilkan $$ saya masih belum kepikiran untuk kesana mas, tapi saya cukup senang aja bermain2 dengan blog, ada yg baca dan mampir saja sudah sukur mas ๐Ÿ˜€

        • Darin
          Posted 02/03/2012 at 08:26 | Permalink

          Kata-kata ‘menghasilkan’ memang relatif ya mas Dheny. Ada yg beranggapan bahwa yang dihasilkan haruslah bersifat materil, tapi dari pembahasan di atas, menulis itu bisa juga dijadikan ajang latihan pengembangan diri. Kita bisa menengok hasil produk2 fikiran kita di belakang tuk dijadikan landasan perbaikan di masa sekarang. Sekaligus, mengeluarkan isi fikiran saat ini tuk dijadikan potret esok hari.

          Hmm, blog mas Dheny yang sering mengulas seputar internet dan WP, tulisan2nya bisa juga tuh dijadikan rekaman yang kelak dibukukan ๐Ÿ™‚

  13. Posted 01/03/2012 at 11:41 | Permalink

    Kadang saya selalu terobsesi untuk google saja, jadi isi artikel kadang amburadul. Tapi yang penting tetap belajar nulis terus agar “si mengapa” terjawab

  14. Asop
    Posted 04/03/2012 at 15:27 | Permalink

    Mengapa saya ke blog Mas Darin?

    Karena ingin meninggalkan komentar. ๐Ÿ˜€

    • Dendy Darin
      Posted 05/03/2012 at 22:00 | Permalink

      Sip, komentarnya saya terima dengan mesra mas Asop he2 ๐Ÿ˜€

  15. Posted 03/06/2012 at 00:21 | Permalink

    Hmm… Tulisan sederhana namun mengena.
    “Untuk apa waktu pengunjung yang sederhana mengunjungi blog Anda”.
    Iya juga sih.. Jangan2 selama ini mereka hanya tersesat, lantas langsung meng-close.
    Tapi di traffic kita masih tercatat , lantas kita berbangga diri dgn jumlah pengunjung yg banyak.
    Terimakasih telah diingatkan.

    PS: Saya juga maniak capcay nih ๐Ÿ˜› (Loooh??)

  16. Lilih
    Posted 04/06/2012 at 12:15 | Permalink

    tampilan blog dan konten memang sangat memengaruhi tingkat kebetahan blogger untuk bertandang ke suatu blog. namun, apakah marketing blog termasuk yang memengaruhi tingkat kebetahan blogger untuk membaca-baca artikel di dalamnya?

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*
*