Kejutan Pantai Pasir Enam di Jayapura

Su dekat itu, Pak! Terus sa!”

Saya baru saja selesai meneguk air mineral saat teriakan Sadrek itu terdengar lamat dari ujung tikungan depan. Sejurus kemudian, sosoknya yang ramping dan mengkilat dihujani terik matahari muncul. Dengan parang di tangan dan kaus hitam tak berlengan, anak sulung dari Ondo Api itu terlihat bagai musafir kawakan yang kerap menunjuki jalan orang-orang tersesat.

Semangat yang mulai kendor pun bangkit kembali. Dan beberapa jam kemudian, tepat saat ufuk barat mulai merona jingga, titik Bench Mark terakhir selesai dipasang, menandakan survey topografi paket perencanaan jalan sepanjang lima kilometer ini rampung, dan tim yang sudah sempoyongan bisa segera bergegas pulang.

Tapi hey, tunggu dulu.

Pantai Pasir Enam Jayapura1
(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Is that real?

Saya dan tim terperangah. Memang Sadrek dan penduduk lokal bilang nanti ujung pengukuran ada pantai yang bagus, tapi tak menduga bakal secantik ini.

Pantai Pasir Enam namanya. Berlekuk indah di teluk mungil dengan bentangan pasir putih lembut berpagar tebing curam. Saya tak pernah melupakan betapa magisnya pandangan pertama itu. Entah karena faktor kelelahan yang sudah di level kritis atau memang suasananya mendukung, eloknya pemandangan pantai ini memang jadi kejutan yang teramat spesial.

“Mandiiiii!”

Pujo dan Angli berlarian menerjang ombak. Tak butuh waktu lama, saya dan yang lainnya pun ikut bergabung.

Mandi di Pantai Pasir Enam Jayapura
(Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Wisata Pantai Pasir Enam Jayapura
(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Puas dengan sensasi air asin yang membasuh badan, tim pun bersantai dan ngobrol dengan pengelola salah satu tempat wisata yang jarang diketahui itu. Ya, sebagian besar warga Jayapura lebih mengenal pantai-pantai yang sudah menjadi langganan untuk rekreasi, seperti pantai Kupang (bangku panjang), pantai Base-G dan pantai Pasir Dua. Banyak yang kebingungan jika ditanya dimana lokasi pantai Pasir Enam.

Baca Juga:  Mengintip Kepingan Surga di Ilaga

Dari info yang saya peroleh, prasarana di pantai Pasir Enam dibangun secara swadaya oleh masyarakat setempat yang dipimpin oleh Pak Daniel Tato (di Papua lebih dikenal sebagai Ondo Api/Kepala Suku). Biaya masuk pun terhitung murah. Berdasarkan jenis kendaraan; motor dikenakan tarif 10 ribu sedang mobil 20 ribu. Harga segitu sudah termasuk penggunaan semua fasilitas yang ada lho, seperti leha-leha gazebo, mandi air tawar dan toilet. Soal perut jangan kuatir, tersedia warung sederhana yang siap memanjakan kalau sekedar menyesap Popmi dan kopi sih.

Gazebo Pantai Pasir Enam Jayapura
(Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Makan di Pantai Pasir Enam Jayapura
(Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Fasilitas Pantai Pasir Enam Jayapura
(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Saya jadi mafhum kenapa pengunjung tak terlalu banyak di pantai ini. Selain informasi yang minim, jalan aksesnya memang menantang; masih berupa tanah menjurus off road dan menurun tajam sepanjang hampir dua kilometer. Wajar selama tiga hari survey hanya segelintir anak-anak muda saja yang lewat. Itupun mereka pun harus bergegas pulang bila langit sudah mendung, karena hujan akan membuat jalan becek dan berat untuk didaki.

Usai menikmati segarnya air kelapa, saya dan tim berunding dengan dua pilihan; pulang atau menginap. Pujo dan Angli memilih pulang, karena mereka harus menyusun rencana malam minggu. Lha kalau saya, ngapel siapa? 😀

Maka jadilah saya dan Asep yang masih ingin menikmati kesyahduan suasana pantai bermalam di gazebo, bertemankan ikan bakar, debur ombak, dan obrolan hangat bersama geng Sadrek. Saya ingat-ingat lagi, mungkin inilah pertama kalinya saya melewatkan malam di pantai.

Menginap di Pantai Pasir Enam Jayapura
(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Dan paginya, tak ada yang lebih indah dari berendam bermandikan sunrise.

Keindahan Pantai Pasir Enam Jayapura
(Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Panorama Pantai Pasir Enam Jayapura
(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Panorama yang terekam kemarin sore perlahan berubah drastis seiring makin meningginya matahari. Sadrek menganjurkan, harus menaiki tebing dulu jika ingin melihat pemandangan pantai lebih mantap. Ok, saya dan Asep pun menurut saja.

Baca Juga:  Mengatasi Phobia Naik Pesawat Terbang Dengan Bermain Game Microsoft Flight Simulator X
Cantiknya Pantai Pasir Enam Jayapura
(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Sesampainya di puncak, OMG, it even beyond imagination. Ternyata warna lautnya sebening kristal dengan gugusan koral yang ciamik!

Wisata Pantai Pasir Enam Jayapura
(Sumber: Dokumentasi Pribadi – sori ikut nampang hehe)
Keindahan Pantai Pasir Enam Jayapura
(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Dan kejutan tak berhenti sampai disitu, sebelum pulang, Sadrek memberi tahu bahwa ada air terjun tersembunyi di ceruk tebingnya. Well, it’s wonderful.

Air Terjun Pantai Pasir Enam Jayapura
(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Setelah berkemas dan berbincang sejenak di rumah Sadrek dan Pak Daniel, saya dan tim pun pamit dengan wajah sumringah, karena tak hanya data survey yang didapat, namun juga membawa memori lanskap pantai Pasir Enam yang menawan.

“Jangan lupa kontak sa kalau kesini lagi, Mas!” sahut Sadrek. Saya dengan semangat mengangkat jempol mengiyakan.

Kalau kamu, terakhir nyebur di pantai mana?

Blogger yang sedang nge-freelance di ujung timur Indonesia. Suka nulis, baca buku, musik dan nggambar. Contact | Subscribe RSS Feed or Email

2 comments On Kejutan Pantai Pasir Enam di Jayapura

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer