Ketika Menang Atau Kalah Bukan Masalah

Malam itu, langit Solo mendung bermantelkan tiupan angin Barat yang dingin. Di bawahnya, di atas jalan beraspal tipis, dua motor berjalan pelan bersisian, salah satunya dikendarai oleh saya, yang dengan terpaksa menahan dingin walau telah diselimuti sweater plus jaket. Ini adalah hari penyeleksian, hari H, jadi tak ada alasan bagi saya dan band untuk abstain, apalagi mundur.

Sekitar tiga jam sebelumnya, Aris, sang bassist menyodorkan daftar peserta seleksi yang dikeluarkan panitia festival. “Nek ngene carane, ra mungkin awa’e dhewe mlebu..” (kalau bagini caranya, kita nggak mungkin masuk – red). Secarik kertas itu sontak membuat saya dan Ucuk (almarhum), sang vocalist, mengernyitkan dahi. Memang benar. Rentetan band yang ada di sana pasti membuat band-band seumur jagung bakal down, bahkan merinding. Kalau ada yang bilang: bagai membawa ketapel ke tengah pertempuran senjata, itu benar, seperti itulah mungkin gambaran kami.

Piye, Cuk?” (gimana, cuk? – red) tanya saya pelan. Sebagai seorang drummer yang baru belajar dan langsung nekat mengikuti sebuah ajang festival, ini bukan hal yang mudah. Ikut, berarti siap menanggung cibiran para master. Dan mundur? Well, sepertinya itu pilihan yang menarik.

Namun apa yang terjadi selanjutnya sungguh mengagetkan. Ucuk meremas-remas kertas tadi, mengepalkan dengan kuat, dan melemparnya jauh-jauh ke tengah jalan sambil berteriak: “ra urusan!” (gak ada urusan – red)

Koe ra ngerti, ki kesempatan awa’e dhewe ben kabeh ngerti, ono band sing jenenge Biscuit!” (tau nggak, ini adalah kesempatan kita biar semua ngerti, ada band yang namanya Biscuit – red), Ucuk meraih tas pinggangnya dan berjalan ke arah motor yang diparkir. “Ayo latian! Matengke dhisik lagu-lagune!” (ayo latihan, matangkan lagu-lagunya – red)

Sobat tahu? Saya seperti terkena aliran listrik. Dan sepertinya Aris pun begitu. Dengan semangat yang kembali menyala, saya gamit stik drum dan bersama Aris berlarian menyusul Ucuk.

Di dalam studio, Ucuk hanya menggumam di microphone, “Awa’e dhewe ra golek mlebu opo ora, sing penting ngeband sing phenak. Masalah mlebu po ora kui urusan panitia. Dudu urusan awa’e dhewe. Yo, come as you are sik…” (Kita nggak nyari masuk apa nggak, yang penting main yang enak. Masalah masuk apa nggak itu urusan panitia, bukan urusan kita – red). Dan dentingan intro Come As You Are dari Nirvana pun memulai sesi latihan dadakan sore itu.

Sekelumit flashback di pertengahan tahun 1998, dan sebaris kalimat dari sahabat yang kini telah tiada. Ya, meski memang pada akhirnya kami tak masuk seleksi, setidaknya ucapan almarhum bisa jadi pengingat, jadi penegur hati dikala menghadapi ketegangan dan persaingan hidup. Menang atau kalah bukan urusan kita, dan bukanlah suatu masalah. Karena itu urusan nanti. Karena memang masalah yang nyata hanya satu, yaitu maukah kita menikmati proses itu?

Enjoy your life!

Share Button

About Darin

Hai, terima kasih sudah membaca artikel di blog ini. Untuk selanjutnya, Anda bisa berlangganan artikel secara gratis via RSS Feed atau lewat Email. Dan untuk mengenal saya lebih dekat, mari cuap-cuap bareng di Twitter dan jangan lupa sempatkan buka laman About dan Arsip blog ini.
This entry was posted in Inspirasi and tagged , . Bookmark the permalink.

47 Responses to Ketika Menang Atau Kalah Bukan Masalah

  1. Rudy Azhar says:

    Saya memang masih kurang paham cerita diatas, tapi hikmahnya dapat diambil… Bukan masalah menang atau kalau kalah tapi berani menghadapi tantangan itu yang penting.

  2. Bahasanya terdengar sangat populer dan merakyat.Bagaimanapun,tantangan haruslah kita hadapi dan selesaikan..jangan lari atau kita tidak akan pernah “naik kelas”. hadapi dengan kerja keras dan fokus, lalu bersenyumlah dalam do’a dan berdo’a-lah dalam senyum yang optimis…

  3. andry sianipar says:

    Hadir,kang…

  4. Padly says:

    Mungkin inilah definisi Tawaqqal yang benar. Di coba dulu, hasil akhir… Belakangan.

    Tapi Aku suka Buzz & Lithium 😀

  5. Ami says:

    Sebagai orang Jawa dan beberapa kali mengikuti kompetisi, baik sofbol di kejurnas maupun paduan suara antar universitas, bisa ngerasaain banget suasana itu. Saat melihat tim DKI Jaya, Jawa Barat, Jawa Timur dengan banyak pemain nasional. Atau universitas lain yang pernah mewakili Indonesia melanglang buana kadang merasa down. Tapi pasti ada penyemangat dari pelatih yang berpengalaman merasakan kompetisi. Nikmatilah perjuangan itu. Dan perjuangan ternyata menjadi kenangan manis yang merekatkan hubungan saat puluhan tahun berlalu…

    • Darin says:

      Dan kenangan manis itu, meski kalah tetap berkesan ya Mi. Bisa jadi bahan cerita di masa sekarang :) Yup, menikmati perjuangan, itu yang penting.

  6. inge says:

    yah… kadang tanpa sadar seperti kalah sebelum perang :)

  7. Agus Siswoyo says:

    Kalau almarhum masih hidup, mungkin beliau akan tersenyum bangga melihat semangat mas Darin saat ini…

  8. Agoest says:

    saya sependapat dengan rekan mas Darin,menang kalah urusan mburi…seng penting niate ati…
    OOT..
    dalam konteks menang dan kalah,sebenarnya akan lebih lebih enjoy dengan posisi kita yang underdog,kalaulah lawan kita sudah mempunyai nama besar,band-band papan atas kemudian kalah,beban mental justru tidak ada,karena memang mereka bukan lawan kita…
    tapi seandainya menang/lolos,setidaknya mengimbangi,akan bisa menaikkan mental kita,tapi bukan lantas menjadikan besar kepala…

    • Darin says:

      Setuju. Saya baru saja baca buku ‘Nyemplung Jadi Pengusaha’, dan memang apa yang terjadi terjadilah, yg penting kita nyemplung dulu. Toh itu bisa jadi pengalaman yang bagus.
      Relevansinya, menang opo kalah urusan mburi. Ya, setuju itu :)

  9. marsudiyanto says:

    Mendapat tambahan pengalaman juga termasuk sebuah kemenangan Mas…
    Salam!

  10. joe says:

    betul, kadang memang soal menang atau kalah adalah yang ke dua, tapi justru prosesnya itulah yang membuat kita menjadi matang

  11. dHaNy says:

    Ada talenta drummer to ternyata…
    Wah multi tallent nih..
    sukses mas Darin

    • Darin says:

      Awal ngeband saya drummer mas. Pernah kursus juga di Yamaha. Cerita di atas adalah band pertama saya. Masih awur2an 😀 Alirannya grunge.
      Tapi cuma bertahan 2 tahun, habis itu saya pegang bass di band yang lain :)
      Yup, sukses selalu juga buat mas Dhany *tos*

      • dHaNy says:

        Bakat pasti akan berkembang dan terasah jika selalu mengasahnya mas Darin.. Buat refreshing enak jg bermain musik

  12. Masbro says:

    Menikmati dan menghargai proses memang penting Mas.
    OOT : Saya kok rasanya nggak asing dengan nama Biscuit mas. Kalo boleh nanya, apa biscuit itu punya lagu yg liriknya begini. “Aku ingin melukis wajah mungil.. yang tak pernah bisa lepas dari ingatanku..” Maap kalo salah ya Mas Darin.

    • Darin says:

      Wah, band saya itu belum pernah publikasi lagu sendiri mas :)
      Ada dua lagu, tapi liriknya bukan yang mas sebut. Oya, masbro ngeband juga kan? Kapan2 kita ngejam bareng :)

      • Masbro says:

        Barusan gugling, ternyata itu lagunya band asal kediri, namanya sama Mas. Wah saya lebih ke menciptakan lagunya, tapi asyik juga ngejam bareng2 Mas, hehe.. Tengkyu Mas Darin;

  13. eser says:

    Saya selalu memegang teguh prinsip bahwa dalam suatu pertandingan kalah menang itu hal biasa… Bagi saya justru pemenang sejati adalah mereka yang mengalami kekalahan namun bisa menerima kekalahan dengan ikhlas dan mencoba memperbaiki diri sehingga suatu saat nanti jadi pemenang… Kalah menang, nya’ pe ngaruh vor kita bro

    • Darin says:

      menerima kekalahan meski kita tahu kita bakal kalah, itu yg kadang susah bro.
      Ya, pada akhirnya tergantung bagaimana kita menyikapinya. Sip bro eser :)

  14. andi sakab says:

    mari kita menikmati proses. flash back memang memberikan semangat baru

  15. pink says:

    Yang penting kita mau berusaha. Nggak ada usaha yang nggak ada hasilnya, biarpun nggak menang, tapi paling nggak kan nambah pengalaman.

  16. Arief Rizky Ramadhan says:

    meski raga sudah tak ada perkataan dan semangat bisa membuat kita ingat terhadapnya itulah, maka dari itu jadilah orang yang selalu bersemangat dan bisa menyemangati orang lain agar terus di ingat (kebaikannya).. :)

    • Darin says:

      Tul Riz, kadang sepatah kata bisa terngiang hingga kini. Ini yg jadi inspirasi agar kita terus menularkan semangat, karena siapa tahu itu akan terus dikenang pendengarnya. Setuju? :) *tos*

  17. wits says:

    ya bener mas, yang penting proses, ..usahanya

  18. Catatan Hery says:

    ah, cukup emosionil aku baca posting ini.

    Jadi ingat pengalaman pribadi yang mirip-mirip dengan kisah ini, juga semasa SMA. Sayangnya kisahku anti klimaks karena komandan grup band kami udah keder duluan. Aku cukup menyesalkan kejadian itu karena kesempatan untuk unjuk bakat didepan orang banyak dalam suatu festival adalah pengalaman yang luar biasa.

    • Darin says:

      untuk mundur memang nyaman mas. Saya juga sudah patah arang saat itu. Untungnya ada yang memotivasi. Kalau tidak, ya mungkin saat ini sama keadaannya dengan mas Hery.
      Kalau gitu, gimana kalau kita balas dendam, ngejam bareng sepuasnya? hehe 😀

  19. aming says:

    menang kalah yang penting kasih sayang…
    halaagghh….

  20. Saya jadi ingat ketika bbrp kali berlaga di lomba/ festival band (rock) jadul. Saya dkk sempat keder dgn grup2 yg musikalitas ataupun alatnya lebih canggih, seolah mrk pasti nggilas kita. Tapi, lama2 saya pikir, knpa hrs down? Anggap aja nekat manggung di acara 17-an. Dan ketika kita tampil tanpa beban, justru itulah yg membuat kita lebih tampil greget. Slm jbt erat dari kota kecil Ampah, Kal-Teng!

    • Darin says:

      Wah, mantan musisi juga ya mas 😀
      Ya, pengalaman2 seperti itulah yang kadang membuat kita senyum2 sendiri. Ternyata apa yg kita fikirkan tak begitu berat, sederhana saja. Dan tampil tanpa beban itu yang memang mengasyikkan, betul?
      Ok, salam kembali dari Kupang mas. Thanks :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *