Melotot di Film HEADSHOT!

Bagi Anda yang masih menunggu kelanjutan trilogi The Raid, film Headshot yang tayang premiere di bioskop-bioskop Indonesia sejak 8 Desember lalu ini bisa jadi merupakan sebuah ‘pemanasan’ menuju The Raid 3 yang konon akan release tahun 2018.

Teknik pengambilan gambar, dramatisasi efek suara serta sisi brutalitas-nya memang mirip, setidaknya itu yang tersaji di trailer-nya yang membuat heboh seisi jagat maya.

Dan sore tadi, saya beserta beberapa teman (karena ngga asyik kalau nonton film action sendirian) menyempatkan diri ke Cinema XXI di Mall Jayapura demi memuaskan rasa penasaran: sebagaimana serunya sih film ini? Well, jika sobat penggemar berat film action yang level kesadisannya di atas rata-rata, this is what you’re looking for 🙂

Alur ceritanya lumayan mudah diikuti, tak serumit plot di The Raid 2: Berandal yang kita kudu sedikit memutar otak tuk memahami koneksi antar layer-nya. Di film Headshot, plotnya cukup simpel, yaitu berkisah tentang seorang pemuda yang secara misterius hilang ingatan mencoba untuk mencari jati diri dan asal-usulnya di masa lalu. That’s it.

Mirip film Jason Bourne? Ya, nyerempet-nyerempet dikit. Tapi di Headshot porsi dramanya lebih kental dan – jujur saja – saya jadi ikutan mellow 🙂

Chelsea Islan Film Headshot

Akting Chelsea Islan yang berperan sebagai Ailin, dokter perawat si pemuda hilang ingatan (Ishmael yang diperankan oleh Iko Uwais), memang patut diacungi jempol. Di beberapa scene, sosoknya sukses membuat film yang full aksi kekerasan ini menjadi lebih soft dan bernuansa romantis.

Aksi Sunny Pang juga oke. Gahar sekaligus simpatik, khas karakter Godfather di film-film bertema Mafia. Namun bos mafia yang satu ini daya gedornya yahud, tak seperti lazimnya big boss yang hanya duduk manis dan langsung main senjata api, disini ia pun terjun langsung dan bentrok fisik di final fight.

Awalnya saya kira Headshot akan setipe dengan film-film laga Iko Uwais lainnya yang mengeksplorasi teknik Pencak Silat habis-habisan. Nyatanya, Kung Fu dengan tinju ala Tai Chi Master juga ada men. Salut!

Headshot Fight Scene

Para pemain pendukung juga sip. Beberapa yang terlibat di The Raid 2 pun ikutan nimbrung disini, seperti Julie Estelle dan Zack Lee. Namun sayang, aksi Julie yang memerankan tokoh antagonis Rika tak seheboh saat ia berjibaku sebagai hammer girl. Yah, tuntutan skenario kali ya 🙂

Tapi teuteup, secara visual, pengambilan gambar di tiap fight scene-nya keren abis! Artistik, khas dan berkelas. Meski ada beberapa momen yang membuat kepala agak pening karena efek shaky-cam (kamera bergetar) yang terlalu lama, namun esensi dan segala teknik dari sesi laganya masih jelas terlihat, bukan memang dengan sengaja dikabur-kaburin.

Nonton Film Headshot

Yup, secara keseluruhan, film yang disutradarai oleh Timo Tjahjanto dan Kimo Stamboel atau yang lebih dikenal dengan Mo Brothers ini sangat-sangat memenuhi ekspektasi saya selaku penggemar film laga.

Hanya saja, untuk para sobat yang terlanjur berharap gebrakannya akan sedahsyat The Raid 2, itu lain perkara, karena Headshot menawarkan plot yang lebih sederhana namun dengan kadar intensitas action yang nggak kalah sengit dan bikin mata melotot. Plus, bersiaplah termehek-mehek oleh syahdunya kisah roman antara Ishmael dan Ailin. *fiuh*

Sobat ada juga yang sudah nonton Headshot? Bagaimana kesan-kesannya? Share, please 🙂

This entry was posted in Film, Hobby and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

9 Comments

  1. Posted 11/12/2016 at 06:48 | Permalink

    Aku jadi bingung mau nonton atau gak. Temanku ada yang bilang filmnya jelek. Sementara Mas Darin bilang bagus. Aku pengen nonton niatnya kan demi mendukung perfilman Indonesia, tapi ya gak mau rugi juga. Halah, njelimet.

    • Darin
      Posted 11/12/2016 at 09:59 | Permalink

      Temennya co apa ce kim? Terus hobi film laga ngga? Soalnya emang subyektif klo masalah selera mah hehe

    • Ima
      Posted 22/12/2016 at 19:49 | Permalink

      Bagus kok, nnton ajaa.. Karna efek visual dan sound di bioskop bakal gak didapet kalo nntn di tv atau komputer nntinya..

  2. Posted 11/12/2016 at 22:31 | Permalink

    Ada Zack Lee? Wah

  3. Posted 15/12/2016 at 14:31 | Permalink

    Mas Darin bilang bagus alat pemotong ubi keripik singkong

  4. Ima
    Posted 22/12/2016 at 19:47 | Permalink

    Udah nonton, keren abiiiis, cuman masih bingung knpa ada dialog bapak2 penyelamatnya di pantai berlogat makassar tapi ternyata pengambilan gambarnya di batam, kirain di daerah sulawesi juga hehhehe..

  5. fave
    Posted 22/12/2016 at 20:14 | Permalink

    Keren ni ulasan loe bro. Intinya film ini simpel dan gw suka Sunny Pang. Ia tokoh antagonis di film Indonesia yg paling artistik tahun ini. Pintar memainkan gesture dan volume suara. And Iko lbh slow di film ini.

  6. Posted 24/01/2017 at 10:32 | Permalink

    iko tampil keren abis di film ini.. apakah mungkin ada sekuelnya ..

  7. Posted 03/02/2017 at 12:32 | Permalink

    Aku belum nonton sih filmnya. Tapi pas liat cuplikannya, kayaknya seru, keren nih filmnya. Cuma dikit sayang sama jalan ceritanya, Kalo menurutku predikable.

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*
*