Menanjak di Pegunungan Arfak

Ceritanya, Kabupaten Pegunungan Arfak di Papua Barat membutuhkan tenaga perencanaan untuk peningkatan empat ruas jalan dan dua jembatan. Keempat ruas jalan itu berada masing-masing di distrik Hingk, Dumnamet, Situmbey dan Taige, sedang dua jembatan berada di kali Meyes dan Panimbut.

Setelah perihal surat mobilisasi dan birokrasi kelar, saya dan tim pun bergerak dari Jayapura menuju Manokwari. Menginap semalam, dan selanjutnya pagi-pagi sekali, perjalanan darat ke tujuan pertama, yaitu distrik Hingk pun dimulai.

Wisata Pegunungan Arfak Papua Barat
memulai perjalanan…

Kondisi jalan yang berselang-seling antara aspal curah, tanah dan batu ke ketinggian 2300-an MDPL seakan tak terasa, karena mata ini terus-menerus dilanda kekaguman atas panorama pegunungan tengah di Provinsi Papua Barat ini.

Kondisi Jalan Pegunungan Arfak Papua Barat
mulai menanjak…
Keindahan Panorama Pegunungan Arfak Papua Barat
ke atas awan…

Setelah menempuh sekitar enam jam perjalanan, gapura distrik Hingk mulai nampak, dan tim langsung beraksi.

Distrik Hingk Pegunungan Arfak Papua Barat
disambut pak desa
Masyarakat Pegunungan Arfak Papua Barat
welcome
Wisata Pegunungan Arfak Papua Barat
kondisi jalan yang akan ditingkatkan

Rampung di Hingk, tim bergerak ke distrik Taige.

Pesona Pegunungan Arfak Papua Barat
meluncur…
Kebudayaan Pegunungan Arfak Papua Barat
ready to go
Jalan Pegunungan Arfak Papua Barat
minggir sedikit adek…

Puas survey di Taige, tim memutuskan tuk beristirahat. Berhubung tak ada penginapan, ya tidur di mobil pun jadi.

Rute Jalan Pegunungan Arfak Papua Barat
sepinya gak ada yang ngalahin

Pagi menjelang, tim melaju ke destinasi berikutnya: distrik Dumnamet. Oya, saya belum mendeskripsikan jarak antar lokasinya ya? Ok, ini titik lokasi-lokasi survey berdasar image google earth:

Lokasi Pegunungan Arfak
lokasi tersebar di beberapa titik di kabupaten pegunungan arfak
Hutan Pegunungan Arfak Papua Barat
dumnamet – jalan akses masuk masih hutan

Selepas dari Dumnamet dan sebelum survey ke Situmbey, saya dan tim melepas lelah sejenak di Anggi (ibukota Kabupaten Pegunungan Arfak) yang kesohor dengan Danau Anggi Giji-nya.

Danau Anggi Papua Barat
itu victory lho ya, bukan kampanye :p

Sebenarnya ada dua danau besar di sini selain Anggi Giji, yaitu danau Anggi Gida. Sama-sama di ketinggian 2000-an MDPL. Jadi jangan ditanya dinginnya kalau nyeblung ya? 😀 Kabarnya disana juga ada penangkaran kupu-kupu ‘sayap burung’. Sayang nggak sempat nengok 🙁

Panorama Pegunungan Arfak Papua Barat
gerimis mengundang
Suku Arfak Pegunungan Arfak Papua Barat
situmbey jadi sutebey? hanya masalah lidah

Permasalahan yang sering menjadi tantangan tersendiri bagi surveyor (khususnya di Papua) yaitu komunikasi dengan warga setempat. Jadi ya perlu ketelatenan ekstra plus pembicaraan tingkat dewa *tsah* agar pekerjaan tak terhambat.

Baca Juga:  Melongo di Mamberamo
Rencana Jalan Pegunungan Arfak Papua Barat
ayo minggir sedikit om-om

Situmbey kelar, saatnya basah-basahan di sungai. Ya, kali Panimbut dan Meyes adalah target selanjutnya.

 

Wisata Pegunungan Arfak Papua Barat
ndlosor mang
Sungai Pegunungan Arfak Papua Barat
panimbut in action
Kondisi Alam Pegunungan Arfak Papua Barat
shooting meyes

Meyes tuntas, keseluruhan kegiatan pun selesai sudah. Tim ungket-ungketan lagi semalam di mobil dan keesokan harinya langsung turun kembali ke Manokwari *fiuh*


Ada yang penasaran gimana rasanya sensasi off road perjalanan survey nan menanjak di Pegunungan Arfak Papua Barat? Berikut cuplikan-nya: (btw, gedein bass-nya, lagunya asyik lho) 😀

Disini ada yang pernah ke Papua Barat juga? Share pengalamannya dong!

Blogger yang sedang nge-freelance di ujung timur Indonesia. Suka nulis, baca buku, musik dan nggambar. Contact | Subscribe RSS Feed or Email

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer