Mengasah Gergaji Ala Blogger

Istilah mengasah gergaji mungkin sudah tak asing lagi tuk para motivator. Kalau saya pribadi sih lebih prefer tuk menyebut istilah itu sebagai aktivitas menumpuk ide. Ya, kenapa harus ditumpuk? Simpel saja. Bagi blogger, tips itu memang cukup ampuh tuk menjaga ritme blogging. Toh tak setiap waktu kita mendapat sesuatu yang bisa membuat klik di otak, atau pun ujug-ujug – wush –Β  ide-ide itu sudah nongkrong santai di depan saat kita buka pintu di pagi hari kan? Bukankah lebih asyik lagi bila kita sudah punya stok gagasan-gagasan fresh tuk kemudian dapat dieksekusi menjadi sebuah postingan siap publish?

Ok, anggap saja kita sepakat bahwa mengasah gergaji itu penting, karena di postingan kali ini saya ingin sharing jurus-jurus mengasah gergaji ala blogger versi saya. Ready?

1. Banyak Membaca Buku. Kata orang, buku adalah jendela dunia. Sedang bagi saya, buku adalah jendela tembus pandang yang mempunyai remote, dimana channel perspektifnya bisa kita ubah sesuka hati. Karena bisa saja dari novel picisan ada sepetik impresi tentang bagaimana mengelola komentator yang emosional, dari buku tips komputer ada ide tentang trik menulis paragraf yang mengalir, atau dari buku politik kontemporer ada gagasan bahwa ngeblog itu salah satu cara untuk merubah dunia.

Dan lewat buku juga, kadang sesuatu yang terlihat remeh bisa memangkas habis pesimis dan menumbuhkan keberanian. Seperti yang saya alami sendiri, bisa semangat ngeblog lagi hanya dengan perantaraan sebuah quote sederhana di buku saku kecil. That’s true. Jadi, banyakin baca buku, guys.

2. Temukan Blog-Blog Bagus. Bagus disini bukan berarti harus blog mapan dan sering dipanggil master lho ya. Bagus di sini bersifat subyektif, karena apa yang saya bilang bagus belum tentu sip di mata sobat. Nah, setelah nemu, jadilah pengunjung loyalnya, oprek arsip-arsipnya, lanjut subscribe RSS atau via email kalau perlu. Dan agar lebih dekat secara personal, tambahkan narablognya sebagai teman di facebook, follow akun twitternya, juga sambangi blog-blog yang sering direkomendasikan beliau.

Oya, blog itu pun tak harus satu niche atau sealiran dengan blog kita. Free your mind. Saya misalnya, santai saja terbang ke blog-blog yahud seperti kancut beringas, asyerabellas juga adrianzzz. Kesemua contoh blog itu jauh dari topik blog ini, tapi ada sesuatu yang bagus di mata saya, yang kadang bisa melecut wawasan dan ide baru, baik itu dari segi bahasa, layout atau pun feel secara umum. Yup, tunggu apa lagi, blogwalking, and find them!

3. Aktif di Jejaring Sosial. Ada yang tak punya akun facebook, twitter, atau plurk? Saya sangsi. Kalau pun iya ada, saya berani katakan bahwa blogger itu telah menyia-nyiakan sedikitnya 90 persen dari kekuatan internet.

Wajar dong, apa yang dibaca di media online hanyalah isu-isu yang dilempar dari satu sumber. Sedang di jejaring sosial, kita bisa dengan mudah mendengar pandangan sebuah isu dari berbagai model, dari mulai sebangsa alay hingga individu yang memang profesional di bidangnya. Dan tak jarang banyak blogger yang mendapat inspirasi tulisan dari desingan status facebook atau pun dari deretan kata-kata di timeline twitter. Dua keuntungan jadinya deh: inspirasi ngalir, gaul pun oke kan? *hehe*

Ide Ngeblog4. Rekamlah! Melewatkan percikan ide sama saja dengan membuang percuma sebuah kesempatan besar. Analoginya, gergaji yang sudah tajam terasah bila tak segera digunakan tuk memotong kayu pun lama-lama akan tumpul kembali. Jadi bagaimana agar gergajinya tetap maknyus? Segeralah ide-ide itu direkam! Cara apa saja boleh, yang penting usahakan slentingan ide itu tak melayang ditelan kegalauan #eh πŸ˜€

Ada yang senang free writing alias menulis bebas dan sekenanya lalu disave sebagai draft, boleh. Ada yang suka langsung mendadak buka dashboard blog dan publish seketika itu juga, mantap. Kalau saya sih, untuk saat ini masih tetap trik mind map yang paling cantik.

Ada lagi? Saya kira langkah-langkah di atas sudah cukup efektif. Jadi, sekarang waktunya sobat tuk ambil gergaji masing-masing dan asahlah ia sampai licin!

Selamat mengasah, guys! :)

Share Button

About Darin

Hai, terima kasih sudah membaca artikel di blog ini. Untuk selanjutnya, Anda bisa berlangganan artikel secara gratis via RSS Feed atau lewat Email. Dan untuk mengenal saya lebih dekat, mari cuap-cuap bareng di Twitter dan jangan lupa sempatkan buka laman About dan Arsip blog ini.
This entry was posted in Blogging, Inspirasi, Opini, Tips Menulis and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

56 Responses to Mengasah Gergaji Ala Blogger

  1. Agus Siswoyo says:

    Assalammualaikum…
    Atuk… atuuuk…
    Jual pertamax?

  2. pertamaxkah?apakah sudah keduluan mas agus?

  3. Kim says:

    Asiiik.. Nambah lagi deh ilmuku.. πŸ˜€

    Kayak artikelku ttg copas itu branjak dari obrolan #bloggermalam di twitter.. πŸ˜€

  4. Agus Siswoyo says:

    Wah, artikel ini ada motif bisnis. Habis ini toko bangunan pada diserbu blogger yang pengen kulakan gergaji. Hihihi… :)

  5. kalo blog ini termasuk poin ke2 mas..*menurut saya loya*

  6. saya cukup lama punya akun fb, dan twitter baru2 ini aja q oprekin.

    Pemilihan teman juga penting mas..coba kalo teman kita dari anak remaja2 sekolahan..yg di update hanya hal2 yg malah bikin keki baca..

  7. Cahya says:

    Ah, saya sih tidak sampai segitunya Mas, paling hanya nengok-nengok saja. Ndak pernah terasah, karena bahannya memang ndak bagus, kalau diasah bukannya tajam, tapi malah patah :).

    • Darin says:

      Hehe, iya, saya percaya kalo bli Cahya sih ga usah ngasah gergaji. Dah tajem dari sananya mungkin ya? Hehe :)

      • Cahya says:

        Ah, ndak juga…, tajam dari sononya sih namanya akal bulus :D.

        Btw, kenapa gergaji, kenapa bukan light cyber saja ala Star Wars gitu kan keren, biar tokoh di atas buka topeng dan bilang, “I am your father” :lol:. (Plus ga perlu diasah).

  8. Hendro says:

    Nah itulah, sebenarnya kalau ingin berinteraksi dalam blog jangan pikirkan nyambung atau tidak nyambungnya pembahasan antara sesama blog memang sih di pikirkan juga kalu kita tidak mengerti lebih baik di baca saja ” kaya tempo hari kartunya mantap mas darin.. hehehe”,

    Justru dapat ilmu itu yang paling mahal saya rasa. Dan bloglah sarana untuk mengantarnya, semoga dalam hidup kita dapat memberikan manfaat pada orang lain, einsteinpun begitu tidak mau berusaha menjadi orang yang berhasil tetapi menjadi yang berguna.

    Kalu saya blog buat eksperiment dan dokumen untuk saat ini, yah..kalu berguna allhamduliah.

    • Hendro says:

      Kecepetan, nulisnya tadi ga muncul.
      Ralat: Alhamdulilah

    • Darin says:

      hehe, bang hendro ngerti juga ternyata inti dari kartun kemarin :)
      betul, ilmu yg penting. Interaksi bisa menyusul.
      teruskan saja proyek drupalnya bang, pasti nanti ada hikmahnya, oks? :)

      • Hendro says:

        Sekarang lagi mau ke canvas dulu bang darin sama delphi..hehehehe, otak berubah-ubah terus nih kebanyakan makan jengkol pake kecap cabe mahal soalnye..
        wkwkwk

  9. marsudiyanto says:

    Weh…
    Berarti saya termasuk yang menyia2kan ya Mas…
    Nggak FB an, nggak Twitteran.
    Cuman Ngeplurk dowang πŸ˜€

  10. icit says:

    komen apa ya.. bingung
    eh itu si asyerabellas favoritku.. πŸ˜€

  11. kurniasepta says:

    wah,, ini ilmu baru, makasih tipsnya, akan lebih banyak membaca.
    Dan saya telah menemukan blog bagus satu lagi. ini dia πŸ˜€

  12. Ami says:

    Sharpen the saw, dari buku Stephen Covey pernah aku kasih linknya ke kang Andi Sakab.

    Mungkin kalo aku tuh sebetulnya lebih banyak nyari info dari internet. Trus setelah baca jadi banyak uneg-uneg yang ingin disampaikan.

    Facebook buat dokumentasi foto (gantinya coretan “Ami was here”).

    Menurut Al Quran manusia diciptakan mata untuk membaca, telinga mendengarkan, hati untuk memahami. Dan sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Jadi bila kita pahami sesuatu, informasikan bagi orang lain.

    Semoga pikiran, hati kita selalu terasah agar bisa memberi sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain ya Mas Darin. Thanks artikelnya yang menyentuh…

  13. iskandaria says:

    Membaca blog inspiratif itu salah satu santapan wajib saya. Soalnya saya memang lebih suka membaca tulisan yang terstruktur dan tuntas pembahasannya. Kalau cuma berupa kalimat singkat yang dibatasi karakter, entah kenapa saya merasa itu belum cukup πŸ˜›

  14. julicavero says:

    jadi tajam neh klo dah diasah gergajinya..hehe

  15. alamendah says:

    Keknya saya dengan pengetahuan yang terbatas kalau gak dibarengi dengan menimba ilmu (mengasah gergaji) setiap saat, sudah gak akan sanggup bikin postingan baru lagi, Mas.
    Hehehehe

    • Darin says:

      Dilihat dari frekuensi postingan di blog, mas alam ini menurut saya termasuk pengasah gergaji yang mumpuni πŸ˜€ Tos dulu mas! :)

  16. Kakaakin says:

    Ketahuan deh, gergaji saya masih tumpul. Perlu banyak membaca lagi agar bisa bikin postingan bagus :)

  17. Sugeng says:

    Setujuh, banyak baca buku. Tapi aku sekarang jarang sempat baca buku, media membacaku sekarang yang lewat internet. Mulai portal berita sampai blog, ya itung2 membaca dengan sudut pandang yang berbeda karena portal berita tulisan nya terjalin sesuai pakem tapi kalau blog tulisannya dari sudut “aku” si penulis. πŸ˜†
    Aku juga berusaha mengasah gergajiku tapi koq gak tajam-tajam ya πŸ˜•

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  18. rohani syawaliah says:

    Makasih tiga blog rekomendasinya…

    Mau saya sambangi

    Apakah memang berhak untuk disambangi?

    Hahay….

    Kalo memang saya suka akan saya kentuti dengan komentar-komentar saya

  19. Ami says:

    Mas Darin, butuh dukungannya yah. Aku mau ke surabaya ketemu John Terro mau bicarakan TANTANGAN BUAT BLOGGER BIKIN DEMO KEMBALIKAN SAFIRA DAN SAFITRI (6 TAHUN) YANG DIASUH NENEKNYA (DI SUDIRMAN 56 BOGOR KARENA AYAHNYA TIDAK BEKERJA) KEPADA IBUNYA. Ma kasih

  20. Joko Sutarto says:

    Saya boleh sharing Mas Darin? Saat ini entah kenapa tips yang no 1 dan 2 (Membaca Buku termasuk blogwalking) sedikit menurun saya. Jujur bukannya saya mengaku sudah pintar dan merasa sudah master sehingga tidak butuh nutrisi bacaan lagi, tapi saya lebih suka nulis dari hasil merenung dan mengamati sekitar.

    Dan selebihnya, membaca buku saat ini lebih kepada Membaca Sintopikal (membaca perbandingan) saja. Yaitu membanding-bandingkan sumber satu dengan sumber yang lainnya dengan subyek tertentu sesuai minat yang ingin saya tulis. Saya hanya cari point-point yang saya butuhkan saja, sisanya abaikan. Makanya banyak buku yang medak tidak tuntas saya baca karena alasan ini.

    Tentang cari ide di social media, ini masih sangat relevan kalau buat saya. Saya pun banyak nemukan ide-ide segar dari timeline di Twitter.

    • Darin says:

      Gagasan tentang membaca sintopikal itu bagus, saya malah baru tau dari postingan Pak Joko. Dan saya rasa itu cocok untuk yang sudah kenyang pengalaman membaca, dalam artian sudah mengerti garis2 besar atau outline suatu buku, sehingga bisa dengan mudah menggarisbawahi ide-ide unik di tiap buku.

      Sedang bagi blogger pada umumnya, membaca sintopikal tak begitu populer. Atau mungkin ini hanya opini saya saja yang kurang membaca? πŸ˜€ Tapi nanti mungkin saya jalani juga trik sintopikal itu :)

      Trims tambahannya pak :)

  21. eser says:

    Untuk poin ke dua sepertinya saya mempunyai masalah dengan hal tersebut dikarenakan koneksi yang saya gunakan super lemot. Untuk blogwalking ke blog sahabat saja sulitnya minta ampun bro…
    Untuk poin yang ketiga saya sangat setuju. Banyak ide yang bisa kita dapatkan dari Facebook dan twitter, tinggal bagaimana kita mengolahnya…. Saya sendiri pernah beberapa kali mendapatkan ide apalagi lewat facebook untuk dieksekusi menjadi sebuah tulisan dalam blog…

  22. kang ian dot com says:

    wah wah makin mantap ni mas tipsnya..saya koq malas y baca buku makanya postingan suka g jelas gitu ya wkwkw makasih^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *