Mengenal Kuadran Artikel Blog – Dimanakah Posisi Artikel Blog Anda?

Posted on

Buku Jangan Ngaku Blogger Kalau Nggak Bisa Nulis BukuBeruntung sekali saya mendapatkan buku yang berjudul Jangan Ngaku Blogger Kalau Nggak Bisa Nulis Buku langsung dari penulisnya, yaitu bung Eko Nurhuda di Pemalang.

Buku yang juga di-endorsement oleh beberapa blogger yang tak asing lagi, seperti Pak Mars (marsudiyanto.net), Pak Sawali (sawali.info) dan Duto Cahyono (omkicau.com) ini walau masih didistribusikan dengan cara self-publishing, namun draft yang sempat dikirim penulis via email membuat saya yakin bahwa nantinya buku ini bakal menggegerkan blogosphere Indonesia.

Sekaligus, saya juga sedikit menyesal, karena tak sempat mengabulkan tawaran penulis tuk ikut mengirimkan endorsement. Kalau iya, kan blog ini bisa makin terkenal.. *mulai ngelantur* ๐Ÿ˜€

Tapi it’s ok, karena ternyata nama saya juga ikut tercantum di halaman ‘ucapan terima kasih’ bersama deretan blogger-blogger lain, seperti Iskandaria (kafegue.com) dan Jimmy Sun (jimmysun.net), dan itu cukup membuat saya terharu biru *_*

Mengenal Kuadran Penilaian Penerbit

Ok, sebelum saya me-review keseluruhan isi buku di artikel tersendiri, pada postingan kali ini saya hanya ingin sharing tentang bagaimana penerbit memberi label atau kategori pada jenis-jenis naskah dari penulis, atau kalau di dalam buku ini disebut dengan Kuadran Penilaian Penerbit. Berikut skematiknya:

Kriteria Naskah Yang Diterima Penerbit

Naskah yang masuk di kuadran 1, bagi penerbit adalah jenis naskah primadona. Selain memiliki standar mutu yang tinggi, tema tulisan pun sedang hot di pasaran, jadi tak ada alasan lagi bagi penerbit tuk segera membukukan naskah tersebut. Istilah lain yang umum disematkan bagi naskah jenis ini adalah naskah ‘lampu hijau’, alias pasti menguntungkan.

Untuk naskah yang masuk di kuadran 2, ada beberapa penerbit yang tak mau ambil resiko karena alasan citra/branding. Meski topik naskah pasti meledak di pasaran, namun beberapa penerbit tersebut tak mau ‘mengorbankan nama’ hanya untuk mengejar keuntungan. Tapi ada juga penerbit yang berani meng-gol-kan naskah berlabel ‘lampu kuning’ ini, asalkan mutunya ngga ancur-ancur banget.

Bagaimana nasib naskah di kuadran 3? Buku ini menulis:

Ini biasa terjadi dalam dunia perbukuan Indonesia, dimana buku yang (dianggap) bermutu tinggi tidak diminati pasar.

Jadi solusinya, ada beberapa penerbit yang masih mau menerbitkan, asal ada dana khusus yang disisihkan untuk biaya penerbitan. Dan jika dana itu kurang, penerbit mengajak penulis atau pihak ketiga untuk membantu biaya penerbitan (co-publishing).

Dan bagi naskah di kuadran 4 sepertinya tak perlu lagi diperjelas. Daripada penerbit menanggung malu dengan mutu tulisan yang jelek plus kerugian yang akan diderita, lebih baik naskah ini pasti ditolak mentah-mentah.

Lalu, Apa Itu Kuadran Artikel Blog?

Saya rasa masih ada relevansi untuk memberikan sebuah penilaian untuk artikel-artikel blog, dan jika itu diterapkan seperti halnya skema di atas, maka kira-kira hasilnya sebagai berikut:

Artikel Blog di Kuadran 1

Artikel jenis ini mutunya sangat bagus, ditulis secara skematis, lengkap, bermanfaat dan dapat dipahami oleh pembacanya. Jadi bisa dimaklumi jika artikel di kuadran ini sering menjadi rujukan bagi artikel-artikel blog lain dan mendapat respon yang tidak sedikit, baik lewat kotak komentar maupun via sharing di jejaring sosial. Begitu pun di mata mesin pencari, artikel jenis ini mendapat tempat yang memiliki peluang terbesar untuk dilihat karena memiliki struktur SEO yang mumpuni. Kalau dalam bahasa blogging, artikel di kuadran ini disebut dengan artikel pilar.

Artikel Blog di Kuadran 2

Meski ditulis dengan bahasa seadanya, artikel-artikel yang berada di kuadran 2 masih mampu meraup traffic yang lumayan. Dengan gaya penulisan yang cenderung personal, penulisnya masih dapat mengisi ‘ruang-ruang’ yang dapat dimaksimalkan untuk ‘memaksa’ mesin pencari untuk ikut juga melirik artikel tersebut. Faktor promosi juga berpengaruh, dimana penyebaran link-link lewat blogwalking, forum maupun direktori blog dijadikan senjata ampuh tuk ikut mendongkrak kepopuleran artikel.

Artikel Blog di Kuadran 3

Ini mungkin yang dinamakan dengan artikel idealis, yaitu jenis artikel yang hanya bisa dipahami dan bermanfaat untuk kalangan tertentu. Walau ditulis dengan sangat teliti dan lewat proses research yang panjang, namun tak mendapat respon positif, alias cenderung tenggelam di lautan blogosphere.

Artikel Blog di Kuadran 4

Saya tak berani banyak berkomentar, tapi setidaknya pada kesempatan ini saya ingin menghimbau untuk blogger-blogger semua agar memproduksi artikel yang jauh sejauh-jauhnya dari kuadran ini. Setuju?

Kuadran Artikel Blog

Jadi, di Kuadran Manakah Sebaiknya Posisi Artikel Blog Anda?

Idealnya sih, semua artikel yang ditulis di blog itu masuk di kuadran 1. Tapi – yah – dari pengalaman pribadi, saya sendiri tak selalu bisa menghasilkan artikel-artikel jenis itu secara konsisten. Ada beberapa yang masih berputar-putar di kuadran 2, esoknya posting artikel yang ternyata berada di kuadran 3, malah – kalau menengok ke belakang – mungkin sangat sering menulis artikel kuadran 4 *hehe*

Kalau Anda sendiri, kira-kiraย dimana posisi rata-rata artikel blog Anda jika diplot di uraian Kuadran Artikel Blog di atas? Share, please ๐Ÿ˜€

PS: Jika Anda juga ingin memiliki buku ini, silakan kunjungi blog Bung Eko.

Sumber gambar: business-blogging.co.uk

40 thoughts on “Mengenal Kuadran Artikel Blog – Dimanakah Posisi Artikel Blog Anda?

  1. sedang belajar biar di kuadran 1 nih, he2…mimpi sedikit ga apa2 ya..nice info sob, langsung ke tkp..thanks.

  2. Kalau tahun-tahun lalu, sepertinya blog saya berada di kisaran kuadran 3 atau 4. Apalagi lama hiatus, kayaknya di putaran 4 terus. Baru 2 bulan terakhir ini merangkak kembali, dan boleh dibilang berada di kuadran 2… ๐Ÿ˜€

    1. Hi mas Adiarta. Senasib dong. Saya pas lama hiatus jg sering mentok nulis, dan hasilnya artikel ngga keruan hehehe ๐Ÿ˜€

  3. Sayang cuma ada 4 kuadran.. seandainya ada kudaran 5 mutu sangat rendah dan sangat tidak laku.. disitulah tempat blogku..
    Tks mas DArin.. sebuah pencerahan tentunya buatku nih ๐Ÿ˜€ Salam Blogger

  4. menarik..jadi inget jaman2 SMA dlu belajar matematika pakek kuadran…hihi…saya rasa susah n banyak saingan utk brada di kuadran 1…:)

  5. Punya saya di kuadran berapa ya?
    Kalau saya menilai punya sendiri malah nggak bisa.
    Sama seperti menilai diri sendiri, saya ini termasuk orang baik apa kurang baik, atau malah tidak baik.
    Kriteria yg nggak terukur memang susah.

    1. Kalau dalam bahasa religi namanya ‘muhasabah’ ya pak ๐Ÿ™‚
      Ya, untuk menilai diri sendiri hanya kita sendiri yang tahu. Kriteria2 di atas hanya opini subyektif saja.

  6. Nggak tahu mas. Yang bisa menilai hanya pengunjung blog saya. Kalau saya pribadi yang menilai, akan terasa subyektif. Tapi kalau boleh berharap, semoga kuadran 1 ๐Ÿ™‚

    1. Yup, visitor is a king. Dan harapan itu tentunya bisa memotivasi kita untuk terus belajar dalam menyajikan konten2 ya mas Leo ๐Ÿ™‚

  7. Walaupun mas Darin sudah berusaha keras menghimbau agar jauh dari kuadran ke-4, tapi nyatanya punyaku tidak pernah berubah dari sana. Muanya sih berpindah ke kwadran pertama.

      1. Hahaha…jadi tersanjung nih. Ops, mau nanya dikit mas, kapan nih blog kartunnya di release? [udah menghayal, image postingan saya akan bersumber dari sana – tentunya tidak hotlink]

  8. hehe, kalau tulisan blog saya pasti masuk kuadran 4. pertanyaan: ketika niat kita nge-blog apakah laku dan tidak laku itu sebuah pertanyaan penting?

    1. Hmm, pertanyaan bagus dan penting banget mas. Saya kira niat itu ngga harus statis kan? Niat saya pertama kali ngeblog dengan sekarang saja beda. ๐Ÿ™‚

  9. Oh, ada nama saya juga ya ternyata di buku itu (walau sebatas pada bagian ucapan terima kasih)…*kaget campur gembira* ๐Ÿ˜†

    Yups. Saya sendiri masih belum mampu memproduksi postingan pilar secara konsisten maupun sebanyak-banyaknya. Sedikit share, untuk kasus blog saya, sejumlah postingan berjenis tutorial menjadi salah satu penopang utama aliran kunjungan dari mesin pencari. Awalnya saya cuma ingin eksperimen (sekalian juga buat dokumentasi pribadi). Sekaligus menguji sampai sejauh mana efektivitas pemilihan keyword pada judul yang saya pilih dalam menjaring pengunjung dari mesin pencari.

    Tapi Alhamdulillah, rata-rata hasilnya tidak mengecewakan saya. Salah satunya pada kata kunci “cara download video youtube menggunakan google chrome”, “cara download video youtube di google chrome” dan “cara download video youtube melalui google chrome”. Pada ketiga kata kunci panjang tersebut, postingan saya (Alhamdulillah) ada di nomer 1 dan pageviewsnya lumayan, yaitu sebesar 25 ribuan sampai komentar ini saya tuliskan ๐Ÿ™‚ (bisa dicek pada statistik di bawah judulnya)

    Intinya menurut saya lebih baik fokuskan pada kata kunci yang agak panjang (jika ingin menjaring banyak pengunjung dari mesin pencari).

    1. Hehe, saya juga surprise banget mas Is. Nah, tambahan di atas bisa jadi pertimbangan tuk membuat artikel lebih laris nih ๐Ÿ˜€
      Thanks mas! ๐Ÿ™‚

      1. Ralat dikit mas, pageviewsnya 23 ribuan. Bukan 25 ribuan. Mata saya lagi rabun pas ngeliat angka statistiknya ๐Ÿ˜†

  10. Terima kasih atas infonya. Untuk saya sendiri masih dini karena baru belajar.. Yang jelas saya akan lebih banyak belajar.

  11. wah, masuk mana ya mas? saya belum bisa buat buku, tepatnya sering ditolak, tapi juga sekarang lebih konsen buat artikel di blog saja. ๐Ÿ™‚

    1. Kayaknya mas Hanif perlu banget baca buku ini deh. Soalnya dijelaskan secara rinci bagaimana seluk beluk dari mulai proses menulis hingga menjadi buku, dan ada juga langkah2 saat naskah ditolak.

  12. Alhamdulillah novel perdana saya Sahaja Cinta laris manis di pasaran. Saya ngeblog karena suka nulis. Mungkin ini bedanya saya dg blogger yg lain. Jadi saya nulis buku jalan, ngeblog jalan. Target 10 buku & 200 postingan di 2012 moga tercapai ๐Ÿ™‚

    1. Alhamdulillah mas Achoey. Bisnis mie janda lancar, jadi novelis pun lancar.
      Wow, target yang sangat menginspirasi! Sip! ๐Ÿ˜€

  13. Kadang kalau saya merasa artikel saya bagus, promosiinnya juga gencar, bisa masuk kuadran 1. Kalau tulisan saya lagi gak bagus, saya gak semangat promosinya, tapi masih banyak yang liat dan komen, oh masuk kuadran 2. Yang sering ya kuadran 4, kalau kuadran 3 kayaknya engga deh ๐Ÿ˜€

  14. Masih kebanyakan di kuadran 4 artikel saya, ada sih yang dekat-dekat kuadran 3, maksimal di 2 lah. Kalo 1 masih jauh…Thank Om Darin

  15. Pertama, trims sudah mempromosikan buku saya, Bung. Saya juga ikut terharu lho dengan support yang Bung berikan. Jadi merasa bersalah karena jaraaaaang banget bw kemari. Hiks.

    Btw, saya sepakat dengan Bung Darin. Kuadran penilaian yang biasa dijadikan standar acuan penerbit itu juga bisa dijadikan acuan untuk menilai kualitas sebuah posting. Sayangnya banyak blogger lokal yang cuma mengejar trafik, akibatnya nulis asal nulis yang penting temanya hot. Tidak banyak blogger yang mau menulis secara prima dan pembahasan yang serius tapi enak dicerna seperti Bung Darin atau Cosa Aranda.

    1. Saya disandingkan dengan bang Cosa? Waduh ๐Ÿ˜€
      Ya bung, tapi saya yakin betul kok buku ini bakal jadi best-seller, karena wacana ‘blogger nulis buku’ itu sekarang sedang hot ๐Ÿ˜€

  16. kalau saya masuk kuadran mana ya?
    kayaknya kebanyakan nongkrong di kuadran 4 deh, harusss banyak perbaikan lagi nih ๐Ÿ˜ฎ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *