Menghangatkan Momentum Ngeblog Agar Tetap Hot

Sehari lagi, umur blog DarinHolic.com akan menginjak sebulan. Enjoy, fun, dan antusias, itu yang masih saya rasakan sejak memutuskan tuk memiliki blog berdomain pribadi dan hosting berbayar. Sugesti? Mungkin. Sugesti bisa saja menjadi faktor. Tapi saya berkeyakinan, momentum juga berpengaruh. Ya, dengan momentum yang terus mengalir, kegiatan ngeblog akan terasa lebih mudah, easy going, dan jauh dari kemungkinan tuk terseret arus ungkapan blog hanya trend sesaat.

Menghangatkan Momentum NgeblogDi postingan yang lalu, saya sudah pernah menerbitkan tema menulis sebagai gaya hidup yang bertujuan sebagai modal dasar mengapa kita rela ngeblog dan konsisten di dalamnya. Untuk mengupas ide tulisan, postingan mengasah gergaji ala blogger, atau bermain dengan mind map bisa dibaca kembali sebagai salah satu rujukan. Sedang gaya penulisan artikel, versi saya yang berjudul Membentuk Tubuh Seksi Di Artikel Blog mudah-mudahan bermanfaat.

Dan kali ini, momentum ngeblog lah topiknya. Mengapa menarik? Saya teringat penggalan artikel dari Agus Siswoyo yang berjudul Energi Internal dan Eksternal Dalam Blogging di majalah digital CafeZine edisi Januari ini yang berbunyi:

Vakum sebulan sama artinya dengan loss informasi setahun. Berlebihankah? Tidak juga. Kalau mau jeli, setiap hari ada saja perkembangan terkini di dunia blogging.

Persepsi saya, inilah yang disebut dengan momentum. Itu benar. Kehilangan momentum sedikit saja, kita akan dipaksa menguras energi ngeblog tuk mengembalikannya ke level semula. Tak selalu sih untuk blog personal. Tapi bagi blog yang tujuan awalnya didesain tuk dimonetasi, momentum ngeblog saya kira perlu dan harus terus dipelihara.

Langsung saja, bagaimana menghangatkan momentum ngeblog agar tetap hot? Berikut opini saya:

1. Terus mencari peluang untuk berkembang. Ngeblog bukan sekedar pertukaran informasi di lingkungan media blog, karena gebrakan social media kini tak bisa lagi dipandang sebelah mata, terutama Twitter. Bolehlah mengandalkan blogwalking dan saling berkirim email tuk menjalin pertemanan. Tapi berkaca pada pengalaman, saya lebih mudah mendapat sahabat blogger baru lewat media ini. Selain realtime, twitter menghadirkan suasana lebih personal. Kita jadi lebih tahu keseharian narablog yang bersangkutan dan jangkauan interaksinya jauh lebih hebat dari sekedar berbalas di kotak komentar. Ini yang saya sebut dengan peluang untuk berkembang. Ilmu berkembang, hubungan personal turut terkembang, begitu pula dengan momentum ngeblog. Nah, peluang yang bagus, bukan?

2. Terus menggali keunikan diri. Dari bangsa Jepang, kita mengenal apa yang disebut dengan ATM, yaitu Amati, Tiru, dan Modifikasi. Dengan cara itu pulalah mereka berhasil membentuk brand tersendiri hingga patut disejajarkan atau bahkan melebihi produk yang diboncengi ATM tadi. Sama halnya dengan ngeblog. Tak ada produk artikel blog yang orisinal, karena pepatah tak ada yang baru di atas muka bumi ini memang benar. Orisinalitas hanyalah gambaran hasil dari proses ATM, seperti yang diungkapkan oleh Mario Teguh:

…orisinil itu, meniru sebanyak-banyaknya, lalu menampilkan diri kita dalam bentuk yang sesulit mungkin untuk bisa ditiru.

Jadi, keunikan dan personal branding bisa terus digali. Dan bila ini terus diterapkan, momentum ngeblog pun niscaya dipaksa tuk tetap mengalir. Try it.

3. Saling support partner blog yang bermomentum sama. Saya bisa dibilang beruntung, karena sejak awal kemunculan blog ini, ada beberapa teman yang ternyata memiliki passion ngeblog yang sama di awal tahun. Andry Sianipar dan Andi Sakab adalah salah satunya, hingga saya berimajinasi adanya poros virtual Tangerang – Denpasar – Kupang *haha*. Ya, meski berjauhan jarak, saling tular menular semangat toh manjur juga tuk memaksa saya terus mengupdate artikel sekaligus memelihara momentum ngeblog tetap hot. So, carilah partner yang mempunyai gairah sama, and stick with it!

Akhir kata, satu artikel tiga poin. Dan tiga poin di atas menjadi panduan bagi saya tuk terus memanaskan momentum ngeblog yang sedang hangat-hangatnya ini. Hmm, bukankah sesuatu itu lebih nikmat jika disajikan selagi hangat? 😀

Sobat punya opini?

Share Button

About Darin

Hai, terima kasih sudah membaca artikel di blog ini. Untuk selanjutnya, Anda bisa berlangganan artikel secara gratis via RSS Feed atau lewat Email. Dan untuk mengenal saya lebih dekat, mari cuap-cuap bareng di Twitter dan jangan lupa sempatkan buka laman About dan Arsip blog ini.
This entry was posted in Blogging, Opini and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

86 Responses to Menghangatkan Momentum Ngeblog Agar Tetap Hot

  1. Masbro says:

    Yang paling menyenangkan itu kalau kita sudah mempunyai partner yang sama sama bergairah untuk terus berkarya Mas. Wah asyik juga tuh Mas, poros virtual, hehe..

    • Darin says:

      Betul masbro, dari sekedar becandaan jadi tular menular semangat.
      Hmm, sepertinya Jember juga bisa diajak masuk porosnya nih hehe :)
      Sip mas!

  2. Puguhkris says:

    pertamax ya mas darin?

  3. Joko Sutarto says:

    Pertumbuhan blogging memang sedemikian pesat sekarang ini. Mudah-mudahan blogger yang lama-lama tidak terus tergerus oleh kehadiran banyaknya blogger pendatang baru.

    Point ke-2 tentang negara Jepang, ya itu sangat pas sekali kalau dikaitkan dengan blogging. Kaizen bisa juga diterapkan dalam blogging. Saya setuju dan sebagai blogger kita memang dituntut terus kreatif karena jika tidak kita akan tenggelam. Atau menenggelamkan diri dengan berhenti ngeblog.

  4. menciptakan sebuah momentum mungkin lebih mudah dari pada memperbaiki.
    Mencari keunikan diri dan menampilkannya?itu yang harus dilakukan…
    *mantap!*

  5. idana says:

    waaahhh udah setahun yaa blognyaa…eh
    malah bagus yaa kalau banyak orang udah sadar akan dunia blog, jadinya bisa rame2
    dunia blogging kita, ngak sepi kayak dulu 😀

  6. Leo says:

    Menulis artikel blog dekat kompor…HOT

    But seriously… Ada benarnya loh tulisan mas (atau mungkin lebih tepatnya akang ?). Kita memang harus memanfaatkan momentum yang ada untuk blog kita bisa maju. Tapi pertanyaannya sekarang, bagaimana kalau kita kehilangan momentum. Bisakah diperbaiki? Ada saran suhu?

  7. masaim says:

    Saya setuju banget tuh sama poin pertama. Interaksi di twitter memberikan sensasi lebih maknyus.. Tapi ada juga gak enaknya, pas interaksi gak sesuai keinginan.. jadi inget postingan yang baru saya terbitin.. 😀

  8. marsudiyanto says:

    Ikut menyemangati, biar saya juga tambah semangat Mas…

  9. andi sakab says:

    yang membuat saya betah di blogosphere ya ini. pertemanan yang bisa saling support antar blogger sehingga suasana terus hangat apa jadinya kalo engga gitu. mungkin baka cepet bosen bahkan males kali yah? :)

  10. Catatan Hery says:

    Yah, aku sudah mengalami bagaimana absen sebentar saja dari kegiatan ngeblog serasa ketinggalan “berita dunia”.

    Mungkin yang harus jadi perhatian adalah menjaga level konsistensi agar tidak kebablasan menjadi obsesi. Obsesi dalam arti meningkatkan prioritas ngeblog diatas kegiatan offline lain. Blogging tidak boleh jadi tujuan utama, menurut saya. Karena jika blogging menjadi tujuan, rasa bosan dan tertekan malah bisa menjadi momok yang membuat kegiatan blogging tidak lagi fun, malah jadi beban.

    Blogging should be fun.

  11. Ami says:

    Kalo sudah jadi hobi kayaknya ingin mengembangkan diri dan membuat sesuatu yang orisinal bukan jadi beban.

    Ada rasa kebahagiaan sendiri saat menunjukkan blog milik kita. Kira-kira menunjukkan inilah kerja kerasku berpikir, mencari referensi, dan inilah hasilnya.

    Yah, dan persahatan Kupang Denpasar Tangerang, salut deh. Moga-moga kapan-kapan bisa kopdar, aku ikutan yah… *ngarep, hehehe*

    • dHaNy says:

      Wah ide yang bagus tuh mbak Ami…
      Mas Darin juga sudah ngajak kopdar kalo pas saya maen kesolo… perlu diwujudin juga nih

    • Darin says:

      Ada rasa kebahagiaan sendiri saat menunjukkan blog milik kita. Kira-kira menunjukkan inilah kerja kerasku berpikir, mencari referensi, dan inilah hasilnya.

      Itu salah satu pendorong paling besar bagi saya Mi. I’am exist! :)

      • dHaNy says:

        Negksis abis pokoknya mas Darin…

        Apresiasi dari blogger lain sangat menyemangati kita untuk terus berbagi yang terbaik mas Darin.. Bethull??

        • Darin says:

          Apresiasi, itu bahan bakar yang tak tergantikan mas. makanya saya sering miris kalau ada blogger saling kritik mengkritik tanpa ujung pangkal. Bukan itu kan tujuan kita ngeblog?
          Yes, hidup exist mas dhan! :)

          • dHaNy says:

            Banyak sekali tujuan ngeblog jadinya banyak sekali jenis2 yang beredar di dunia virtual ini. Kita termasuk yg mana mas Darin?

            Kalo tujuan saya pengen belajar nulis dan praktek ttg motivasi. Kritik untuk lebih baik dan membangun tidak masalah mas asal tidak terjadi miss…

          • Darin says:

            Kalau saya, mending fokus di tujuan dan sebisa mungkin tak mengikuti arus. Kalau pun iya, arus itu kita modif sedikit jadi gaya kita sendiri.
            Ya, kritik membangun it’s oke. Saya juga suka itu :)

          • dHaNy says:

            Betul.. Mas Darin sangat berkarakter pokoknya.. Kembangkan dan tingkatkan mas..
            Indonesia butuh blogger berkarakter seperti mas Darin.. Indonesianer dah…

  12. Haqqi says:

    Bikin target aja, sebulan minimal posting berapa gitu.. Saya bikin target itu di halaman goals blog saya, biar kebaca orang lain dan jadi ada rasa malu kalo gak bisa nepatin komitmen sendiri.. hehe..

  13. dHaNy says:

    Mantebb deh mas Darin.. dah sebulan komennya dah bejibun….
    Semoga bukan menjadi tren sesaat. saya sangat setuju dengan itu.

  14. alamendah says:

    Wah, habis kehujanan ini memang butuh yang hangat-hangat.
    Mari saling menghangatkan!

  15. anugrha13 says:

    memang blog bikin ketegantungan hehehe

  16. Zippy says:

    Bleeeh…saya kira udah setahun mas, ternyata baru mau sebulan toh.
    Habis kayaknya udah eksis banget sih blognya 😀
    Emang bener sih, info yang ada akan terus berkembang dari hari ke harinya, bahkan tiap detik sekalipun.
    Jadi wajar aja kalo vakum sebulan sama dengan kehilangan informasi setahun 😀

    • Darin says:

      kira-kira gitu mas. yg lain dah naik kereta bisnis, kita masih nunggu kereta ekonomi. Itu pun belum tentu kapan mampirnya, hehe 😀

  17. genial says:

    bermain dengan main map sangatlah membantu kita mengingat lebih kuat hal hal kecil yang mudah kita lupa, dus berarti itu juga bisa membantu kinerja ngBlog makin hot apalagi klu sambil makan mie rebus kelebihan dosis :) [yg belakang lupain ajja]

  18. joe says:

    lewat blog kita bisa saling berbagi ilmu dan bersahabat…

  19. Agus Siswoyo says:

    Semoga awet ngeblog mas. Tapi jangan berpuas dulu. Ujian sebenarnya belum datang lho. Tunggu tanggal 22 Januari 2012 apa masih ada artikel terbaru di blog ini… :)

  20. blog bobby says:

    Wah, selamat yah… tapi kok nggak ada lilinnya? hehhee…. 😀
    Jadi pengen punya blog sendiri pake TLD, tapi lum keturutan.. :(

  21. tomi says:

    bener jg sih mas,, terutama di langkah ke 3.. karena #bloggermalam saya bs terus ngeblog meskipun banyak kendala waktu dll… coba gak ada bloggermalam, wahhh bisa2 saya beneran 100% hibernasi hehehhe

    • Darin says:

      ternyata benar, #bloggermalam punya kharisma tersendiri *hayah* 😀
      gimana tu ide blog multi-author usulan mas Satrya? sepertinya asik :)

  22. vanmovic says:

    #eaaa pasang surut ngeblog sering juga sih mas :))
    Kadangkala males abis, pas kompie ngadat ga mau diajak kompromi .

    Nomer 2 yg sulit, hihi 😀

    btw kok telat terus yak ane kalo disini

  23. iskandaria says:

    Wah, penjelasan poin pertama kayaknya nonjok banget ke diri saya mas. Soalnya saya belum aktif di twitter dan belum tertarik aja. Plus belum membutuhkan. Tapi itu tidak membuat saya jadi kesulitan memperoleh ide menulis. Sejauh ini saya masih puas bertukar pikiran di kolom komentar blog. Masalah berinteraksi lebih dekat, itu bukan fokus/tujuan saya. Kebutuhan saya lebih kepada saling berdiskusi saja. Dan kolom komentar blog menjawab kebutuhan saya tersebut 😉

    (sepertinya bernada pembelaan diri yach)

    • Darin says:

      Adanya twitter hanya salah satu sarana kok Mas. Ya, kalau Mas Is lebih intens berdiskusi di kolom komentar, saya kira itu juga bagus. Ini cuma opini saya :)

      • iskandaria says:

        Yups. Bukan berarti saya anti sosial media yach (soalnya saya juga memanfaatkan facebook). Bedanya, facebook saya manfaatkan sebatas untuk mempermudah bertukar informasi dan data saja pada teman-teman yang saya kenal 😉 Kalau twitter, tidak menutup kemungkinan kok suatu saat nanti akan saya jajal juga (nunggu momentum yang tepat aja mas).

  24. muarra says:

    wah mantap bgt nie,, dari Amati, Tiru n Modifikasi jadilah kita yang tangguh, kokoh tak tertandingi,,, mantap gan infonya mantap,, mak nyoooosss,,

  25. pink says:

    Wah, ternyata baru sebulan toh. Saya kira udah lama…

    Tentang topik postingan di atas…
    Saya setuju, cepat hilangnya momentum blog kalo kita nggak rajin ngeblog. Walaupun blog saya blog personal, tapi saya merasakan itu juga. Baru nggak update atau blogwalking 3 hari aja, rasanya blog saya jadi sepi dan saya merasa blog saya nggak dikenal. Saya juga kehilangan banyak perkembangan.

    Ya maklumlah, perkembangan informasi saat ini pesat banget.

    • Darin says:

      Masalah blog sepi karena jarang blogwalking itu saya kira relatif kok pink. Menurut saya postingan kamu bagus2, dan kalau pun kamu gak singgah ke sini, saya akan sesekali menengok apdet di sana.

      Dan itu bisa jadi apa yg difikirkan semua blogger tentang postingan yang orisinal dan sip. Jadi keep blogging saja, dan pertahankan momentumnya, oks? :)

  26. MisterXWebz says:

    hanya kata “Penyesalan” ketika ada keputusan vakum … :( untuk membangunkan “blog” kita yang sengaja kita “tidurkan” itu tidak mudah, seperti yang saya alami sekarang :(

  27. Pingback: Mengelola Kreativitas Blogging Ala Alex Osborn | Darinholic dot Com

  28. Sandy Eggi says:

    Ide untuk maju bersama memang paling bagus buat ngeblog ya. Teman-teman generasi blogger dah kebanyakan berhenti sayang nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *