Menjadi Kompasianer!

Posted on

Beberapa hari yang lalu saya mendaftar di salah satu komunitas kepenulisan online, Kompasiana, dan langsung merasa surprise. Gimana ngga? Ternyata di situ bertebaran tulisan-tulisan bagus, kadang mencengangkan, aktual dan inspiratif. Para penulisnya pun datang dari berbagai kalangan – seperti layaknya blogger – ada guru, wartawan, dosen, penulis, dokter, mahasiswa, pengusaha, bahkan pelajar dan ibu rumah tangga ikut berjejal tumpah ruah di sana.

Surprise saya pun makin menjadi, karena tak jarang kita kan menemukan sudut pandang yang berbeda dari sebuah peristiwa, entah itu yang serius sekelas politik maupun obrolan ringan seputar keseharian. Great.

Kompasiana memang beda. Kita sebagai member tak hanya akan disuguhi banyak pilihan artikel, menyumbang tulisan dan saling berdiskusi. Media ini juga mampu menguak gerbang pertemanan dengan orang-orang baru yang memiliki satu kesukaan, yaitu dunia tulis menulis. Beberapa bahkan memang seorang penulis yang sudah menelurkan beberapa buku. Jadi, kesempatan untuk belajar di dunia ini sangat terbuka.

Wah, asyik sangat 😀

Yup, di tengah maraknya pilihan bahan bacaan di internet bagi blogger, mungkin Kompasiana bisa jadi alternatif yang menarik.

Kalau sobat? Kompasianer juga? 🙂

21 thoughts on “Menjadi Kompasianer!

  1. Saya belum daftar,Kang..cuma memang suka mampir aja…memang kita disuguhkan berbagai sudut pemikiran baru yg mungkin belum terlintas di pikiran kita..sangat bagus untuk benar-benar menerima “angin segar” pemikiran baru…

  2. keren kompasiana dan kompas.com
    Aku suka mereka jago bikin multisite, panels dan gridnya.
    Apalagi delegasi penulis.. jangan di tanya..

  3. Aku pernah baca kompasiana dan ada yang bangga dia banyak dikunjungi orang menulis hal dengan judul heboh. Menyangkut agama agama gitu. Ibarat film “?”. Aku punya banyak teman non muslim, tapi tetap beranggapan lakum dinukum waliyadin. Gak ngucapin natal, paskah ato yang lain. Masalah prinsip pribadi aja, gak memaksakan diri ke yang lain, lebih nyaman kayak gitu

  4. Saya tidak memiliki jalur untuk membahas topik-topik yang memang menjadi mainstream nostalgis nan menggugah untuk ditulis pada umum. Saya rasa untuk jurnalisme warga, kompasiana sangat bagus, meski saya jarang masuk ke dalamnya karena bukan bagian dari komunitas. Meski kadang terpaksa masuk karena ada satu – dua artikel yang menyudutkan profesi atau perlu ditengok sendiri kebenaran penulisannya.

  5. Aku juga suka tulisan dari kompasioner yang merubah paradigma tentang seks. Yaitu si Mariska Lubis. 😆

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  6. belom punya nyali sih untuk nongkrong di kompas, soalnya tulisan2 di blog aja masih amburadul

  7. Saya masih jadi pengunjung disana mas… Memang manteb kok kompasiana dan kompasianernya… Punya karakter masing2 dalam penulisannya…

  8. Tulisan yang disajikan oleh para kompasianer memang beragam dan berbobot…. Saya sebenarnya sempat daftar di situ, tapi begitu tahu kejadian yang menimpa salah satu kompasianer akhirnya saya mengurungkan niat menulis disitu… Saya merasa ngga fair dengan perlakuan admin kompasiana…

    1. Wah, memangnya apa yang terjadi bro? Apa mungkin tulisannya terlalu vulgar dan provokatif?
      Kalau saya tujuannya ya untuk ajang belajar menulis dan pertemanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *