Menulis Lebih Cepat Dari Berfikir Ala Utami

Bila Stephen King menutupΒ  7 tips menulisnya dengan write a lot, atau banyak-banyaklah menulis, maka kiasan dari Utami – blogger asal Yogya – ini bisa jadi alternatif yang bagus tuk terus memotivasi energi menulis. Ya, menulis lebih cepat dari berfikir. Dan uniknya, beliau sendiri pun tak mampu melukiskan hal itu dengan kata-kata…

Hal yang masih aku gak ngerti adalah aku menulis lebih cepat daripada pikiranku. Aku menggambarkan kayak Lucky Luke, a cowboy known to shoot faster than his shadow.

Perumpamaan yang menarik πŸ˜€

Me-review kembali ke beberapa bulan di belakang, Utami dan saya bisa dibilang blogger satu angkatan. Saya memulai blog DarinHolic.com di pertengahan Desember 2010, sedang beliau mengudara lewat ratnawatiutami.blogspot.com sebulan sebelumnya, yaitu tepat saat Merapi bergolak.

Namun tak dinyana, produktivitas kami jauh berbeda. Sebagai salah seorang guru di salah satu playgroup Islami di Yogya, Utami yang banyak menulis tentang pengalaman spiritual, inspirasi kehidupan juga opini-opini yang tak umum ini terus melesat tak terbendung. Hampir tiap hari di blognya yang bertajuk Safira dan Safitri – sepasang putri kembar beliauΒ  – diisi dengan tulisan-tulisan baru. She’s so hyper-productive.

Tak cukup di situ, Stairway to Heaven dan Mengharap Ridho Allah pun lahir, menandakan kiasan beliau – menulis lebih cepat dari berfikir – itu memang benar adanya.

Menulis Lebih Cepat Dari Berfikir

Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari blogger wanita yang gemar bersepeda ini. Salah satunya adalah mengenai bagaimana menangkap ide dan inspirasi untuk dijadikan bahan tulisan.

Inspirasi menulis banyak banget, karena saat pindah ke Jogja dari Bogor (sejak Juni 2009) aku mendadak melakukan hal berbeda. Banyak reuni, kembali melakukan hal-hal yang dulu aku sukai saat sekolah dan kuliah. Dan pengalaman pahit saat belajar agama Islam, mencoba bicara kebenaran…

Atau alasan mengapa kegiatan menulis itu perlu:

Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, dan manusia mati meninggalkan nama. Andai aku bisa, aku mau membuat masjid, dan ditulis masjid ini didirikan olehku (wah, mengkhayal banget). Soalnya gak mampu membuat masjid, jadinya aku membuat tulisan saja. Pertama di coretan, dipublish di internet, dan kelak dicetak sebagai kenang-kenangan untuk anak cucuku kelak.

It’s really inspire me.

Yup, menulis lebih cepat dari berfikir, ada yang berani tantangan ini? πŸ˜€

Share Button
This entry was posted in Blogger, Tips Menulis and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

18 Comments

  1. Posted 26/05/2011 at 23:44 | Permalink

    aq g terlalu pandai nulis, kalaupun bisa nulis blog yah butuh waktu lama bisa berjam2

    • Posted 27/05/2011 at 10:19 | Permalink

      nulis berjam-jam tapi cuma butuh sedetik buat klik ‘publish’ ya riz? πŸ™‚

  2. Ami
    Posted 26/05/2011 at 23:57 | Permalink

    Ma kasih reviewnya mas Darin. Speechless… Ini hadiah ultah indah… Kemarin ultahnya sih… Ma kasih lagi…

    • Posted 27/05/2011 at 10:21 | Permalink

      Lho, saya malah baru tau kamu ultah Mi πŸ˜€
      kebetulan yang aneh.. hehe
      keep writing! πŸ™‚

  3. Zey Yoshito
    Posted 27/05/2011 at 08:05 | Permalink

    yupz , jadi terinspirasi

  4. Rohman Alhayat
    Posted 27/05/2011 at 08:08 | Permalink

    Kalo Saya menulis juga lama mba…siapin recipe dulu apa yng mau ditulis di web maupun di blog

    • Posted 27/05/2011 at 21:52 | Permalink

      recipe-nya kelamaan dianggurin kali mas, jadi mandeg pas mau ditulis πŸ˜€

  5. Posted 27/05/2011 at 16:52 | Permalink

    tapi menulis tanpa berpikir, itu kualitasnya gak akan maksimal…

    • Posted 27/05/2011 at 22:25 | Permalink

      kualitas menurut siapa mas? saya kira kualitas bisa menyusul, betul? πŸ™‚

  6. anank
    Posted 27/05/2011 at 15:22 | Permalink

    sepertinya saya belum bisa menerapkan tantangan itu mas… masih lama mikirnya daripada nulisnya.. haha..
    menginspirasi sekali mas.. thanks..

    • Posted 27/05/2011 at 21:54 | Permalink

      thanks juga mas, semoga inspirasinya bisa mengurangi waktu mikir *hehe*
      just write! πŸ™‚

  7. Posted 27/05/2011 at 17:33 | Permalink

    benar2 inspiratif

  8. iam
    Posted 27/05/2011 at 21:04 | Permalink

    Saya masih dalam tahap seperti itu mas, mencoba menulis cepat. Walau kadang mood yang bikin saya nyerah ditengah jalan -__-

    • Posted 27/05/2011 at 22:31 | Permalink

      stel ulang aja mood-nya mas, stel ke full oks! πŸ™‚

  9. Posted 30/05/2011 at 19:04 | Permalink

    Waduh, kalau menulis lebih cepat dari berfikir ini baru hebat, kalau aku menulis sambil difikir saja nggak selesai-selesai kok… πŸ˜€

    *tapi tidak menutup kemungkinan kita bisa menyamainya lho πŸ™‚

  10. Posted 20/10/2011 at 18:13 | Permalink

    Wow.. para blogger senior, nih.. perlu dicerna n dicerap ilmunya. πŸ™‚
    Salam kenal, Mas Darin πŸ™‚

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*
*