Modus Bertanya Sesaat Di Jalan

Bagaimana jurus Anda jika berada di tengah perjalanan di tempat yang sama sekali baru dan ingin menanyakan sesuatu? Langsung to the point bertanya pada orang yang terdekat di tempat Anda berdiri? Apakah ada trik-trik khusus agar apa yang menjadi tujuan Anda cepat tercapai?

Bagi sebagian orang, terutama yang extrovert, hal itu bisa dibilang sepele. Lha cuma bertanya kok, apa susahnya?

Tapi bagi saya yang notabene ngga begitu gahol, perihal tanya-bertanya itu mau tak mau memaksa otak ini untuk berputar lebih keras, dan saya sepertinya sudah memiliki blueprint atau kebiasaan yang sudah melekat plus siap untuk digunakan di situasi dan kondisi tertentu.

Jadi alih-alih langsung nyeplos nanya ke orang terdekat dari lokasi saya berdiri, saya otomatis akan mempertimbangkan 3 hal berikut:

1. ProfesiΒ  yang ditanya

Saya lebih senang bertanya ke penjual kaki lima, dan kadang saya membeli sesuatu dari si penjual terlebih dahulu untuk memperlancar misi tersebut.

Seperti yang terjadi hari ini, saat saya mendarat di Terminal Cicaheum Bandung, untuk mengetahui trayek angkot ke daerah Telaga Bodas, saya nanya ke penjual siomay pas nongkrong beli siomay-nya. Yah, itung-itung sambil menyelam minum air lah, info dapet perut pun kenyang *hehe πŸ˜€

Begitu juga untuk detil alamat, saya lebih suka mengincar warung-warung kecil di pinggir jalan. Dengan motif beli minuman dan sebatang rokok, saya sering lho mendapat informasi yang lebih komplit ketimbang searching di kolom google tentang daerah sekitar dari empunya warung.

Lainnya, hmm.. favorit saya adalah tukang parkir, supir angkot dan satpam!

2. Orang yang ditanya

Orang yang jadi target saya biasanya berkelamin laki-laki, umur kira-kira sebaya dan aura wajahnya ngga serem-serem amat atau terkesan lagi punya masalah keluarga. Alasan saya simpel, selain lebih nyaman karena tak berseberangan dalam hal gender, kaum Adam juga terkesan lebih mobile *tsah

By the way, entah kenapa juga ya saya selalu menghindar untuk bertanya pada kaum Hawa? *garuk-garuk jidat*.

3. Waktu bertanya

Saya lihat-lihat dulu, apakah orang yang akan ditanya itu sedang sibuk atau senggang, karena tingkat kesibukan target biasanya akan mempengaruhi kadar keakuratan informasi. Pertanyaan yang sama untuk dua orang, yang satu sedang santai dan yang lain sedang – katakanlah – main catur, tentu akan berbeda hasilnya.

Paling asyik ya nanya di warung rokok yang sepi, jadi bisa ngobrol ngalor-ngidul dulu sambil ngaso dan ngopi πŸ˜€

Bagaimana dengan Anda? Punya trik tertentu untuk urusan tanya-bertanya ini?

Share Button

About Darin

Hai, terima kasih sudah membaca artikel di blog ini. Untuk selanjutnya, Anda bisa berlangganan artikel secara gratis via RSS Feed atau lewat Email. Dan untuk mengenal saya lebih dekat, mari cuap-cuap bareng di Twitter dan jangan lupa sempatkan buka laman About dan Arsip blog ini.
This entry was posted in Opini and tagged , . Bookmark the permalink.

17 Responses to Modus Bertanya Sesaat Di Jalan

  1. Saya juga sering melakukan pendekatan yang sama dengan mas, yang intinya kita buat dulu hubungan dan kesan yang baik terhadap calon responden kita, mudah-mudahan informasinya juga benar, tidak menyesatkan.

  2. biasanya sesuaikan bahasa, kadang bahasa daerah jadi terkendala, jadi langsung bawa kertas dan pulpen, buat denah seadanya dengan bantuan yg ditanya. kadang ya nyasar juga lupa ngasih kompas utara-selatannya di denah. huehehe.

    • Darin says:

      Iya, kalau di daerah Jawa penunjuk arahnya bukan kiri-kanan, tapi pakai mata angin πŸ˜€ Itu menurut saya malah lebih logis dan ngga bakalan nyasar ya mas

  3. jual beli says:

    kalo saya sering banget pake yang nomor satu soalnya sambil menyelam minum air hehehe

  4. ibnu ch says:

    Saya juga agak kesulitan jika merasa tersesat untuk kemudian bertanya pada orang sekitar. Mesti pilah pilih orangnya, Muka gak serem, lagi gak sibuk. Untuk usia, saya tak pilah ilih . .
    Salam kenal Mas Darin…

  5. trik saya, jangan bertanya kpada anak muda. pegalaman saya, tanya sama pemuda malah disasarkan…

  6. volverhank says:

    paling gampang sih tanya polisi, lebih aman πŸ˜€

    blogwalking ya

  7. papapz says:

    hehe iya mas bener.. biasanya saya liat sikon sih kalau udah kepepet banget nanya siapa aja dah yang pas ketemu di perjalanan πŸ˜€ kalau lg naik angkutan umum ya langsung nanya supir/keneknya aja πŸ˜€ kalau nanya sama cewek kalau gak jadi ikutan godain atau sebaliknya digodain wkwk (digoda tante :P)

  8. Tekun says:

    memang bertanya ada seninya, minimal tahu moment yang tepat untuk bertanya. Sesuatu yang benar, namun jika disampaikan dengan cara salah dan tidak tepat, nanti maknanya kurang ditanggap

  9. promosi says:

    kalau saya mending to the point, biar cepet dapat petunjuk hehe

  10. kalau saya sendiri lebih seneng yan pertama mas, kayanya banyak bgt juga y yg kaya gitu cara nanyanya biar gak tengsin

  11. dulu pertama kali masuk MLM, kalo udh abis List Kontak kudu cari kontak baru.

    nah. salah satu caranya adalah “Pura2 bertanya” lalu minta kontaknya.

    kadang berhasil ada juga yang malah takut karena “modus bertanya alamat rumah dan no telp si korban” hehe..

    utk bertanya di jalan saya biasanya sama penjual minuman, satpam, polisi.

  12. Pengalaman ane kadang langsung aja bertanya ke pedagang di pinggir jalan, atau ke satpan, tapi memang klo pengen ngobrolnya agak lama, ya setidaknya kita beli makanan jika bertanya ke pedagang.

  13. kalau saya cari orang yg ditanya yg ibu ibu selain enak dan gak canggung ibu ibu kan suka jalan jalan.

  14. kayaknya saya sama dengan mas adminnya , kayaknya lebih gampang dan efektif

  15. syaa suka nanya sama yang muka nya meyakinkan aja hahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *