Nama Pena Bagi Blogger, Perlukah?

Nama pena, alias, a.k.a., atau yang sering disebut dengan nama samaran, tentu tak asing lagi di bidang kepenulisan, baik fiksi maupun bukan. Untuk fiksi ada Gol A Gong yang aslinya bernama Heri Hendrayana Harris, sedang non-fiksi siapa yang tak kenal Multatuli, pendobrak sistem tanam paksa lewat buku Max Havelaar yang ternyata bernama Douwes Dekker. Di dunia jurnalis pun setali tiga uang. Banyak kolumnis ternama menyamarkan dirinya, dan memang tak jarang nama pena tersebut malah lebih dikenal luas ketimbang nama asli.

Beralih ke dunia virtual bernama blogosphere, kita berkenalan dengan Ndoro Kakung, Paman Tyo dan entah berapa banyak narablog yang nyatanya lebih memilih menggunakan nama pena sebagai identitas diri. Dan kalau saja ditanyakan alasannya, tentu beragam jawaban terlontar. Dari mulai iseng, hingga yang berskala luas, termasuk branding.

Well, saya jadi teringat kutipan dari karya Gol A Gong, yang menuliskan…Perlukah Nama Pena Bagi Blogger

Nama pena itu perlu, karena untuk menjadi penulis/pengarang harus mengandalkan imajinasi. Albert Enstein pernah berkata, “Ilmu pengetahuan terbatas, tapi imajinasi tidak!” Maka dengan memikirkan nama pena, berarti itu awal memasuki dunia kepenulisan. Kita diajak berfikir, berimajinasi tentang makna dan filosofinya.

Berimajinasi tentang makna dan filosofinya, hmm, menarik. Meski memang setiap nama pemberian orang tua adalah do’a dan pengharapan, tetap saja ada unsur-unsur yang membuat seorang narablog beranggapan bahwa nama pena itu perlu. Mungkin disebabkan oleh hal-hal berikut:

  • Nama pena memberi kenyamanan dan akan memicu kreatifitas dalam berkarya.
  • Lebih pede, karena mungkin nama pena yang disandang sesuai kondisi zaman (baca: trendy).
  • Ingin membentuk personal branding yang unik, sehingga lain daripada yang lain.
  • Nama asli banyak yang nyamain, jadi harus membedakan diri.
  • Lebih aman, karena (mungkin) apa yang akan dituliskannya banyak yang berbau kontroversial.
  • Alasan klasik, yup, iseng.

Alasan-alasan di atas hanya sekilas pandang sih, karena bisa jadi bervariasi, tergantung kondisi pemikiran dari si narablog. Saya sendiri, terus terang, sempat terfikir tuk menyandang nama hasil kreasi sendiri. Tapi akhirnya itu tak terwujud, karena yang kemudian terjadi: saya malah lebih asyik memakai nama sendiri, meski nama belakang :)

Bagaimana dengan blogger pembaca? Adakah yang memakai nama pena, atau lebih sreg dengan nama asli? Dan terakhir, sebenarnya perlu nggak sih nama pena itu?

Monggo :)

Share Button

About Darin

Hai, terima kasih sudah membaca artikel di blog ini. Untuk selanjutnya, Anda bisa berlangganan artikel secara gratis via RSS Feed atau lewat Email. Dan untuk mengenal saya lebih dekat, mari cuap-cuap bareng di Twitter dan jangan lupa sempatkan buka laman About dan Arsip blog ini.
This entry was posted in Blogger, Blogging, Opini and tagged , , , . Bookmark the permalink.

105 Responses to Nama Pena Bagi Blogger, Perlukah?

  1. Pertamaxxx kah ?

  2. Nama pena = nama panggung , khan ? kayak selebriti yang pakai nama panggung supaya mudah di ingat. Saya rasa ini cukup memebrikan dampak psikologis yang baik bagi si pengguna nama pena. memberikan rasa nyaman dalam berkreasi dan berekspresi sehingga bisa terus produktif.

    • Darin says:

      Bener juga bli, nama panggung. Seperti Kaka Slank yang nama aslinya Akhadi Wira Satriaji, Madonna.. dan masih banyak artis lain yg lebih memilih pakai nama panggung. Iya, keliatannya mereka lebih nyaman :)

  3. Kimi says:

    Klo menurutku sih, nama pena untuk blogger itu perlu. Ya itu… personal branding. Atau biar lebih mudah dan lebih akrab saja dengan pembacanya. Dan juga kan gak semua orang merasa nyaman menuliskan nama aslinya di internet, maka diciptakanlah nama pena itu. Seperti saya. Saya lebih nyaman memakai nama “Kimi” dibandingkan menggunakan nama sesuai akte kelahiran.

    Ng… entah kenapa kok merasa lebih cocoknya pake term “nickname” ya? Eh tapi sama aja ding intinya. :))

    • Darin says:

      Nickname, ID, ya, artinya mungkin sama ya mbak. Sama-sama menyamarkan, hehe :) Btw, mesti ada sejarahnya kan, kenapa pakai nickname Kimi? 😀

  4. Kim says:

    Aku sih asik pake potongan nama belakang. Hakim jadi kim. Alasan pemilihan, biar lebih enak aja sih.. 😀

  5. inge says:

    kalo nama Inge mah panggilan dari emak bapak sedari kecil…
    kalo nama pena… erm… mungkin cyberdreamer kali yaaaah… :)

  6. nama pena ya? Kira2 nama saya asli gak tuh?

    Sengaja memang saya g pake yang namanya nama pena, saya menghargai nama saya. Biar semua orang tahu nama saya. Gak pake nyamar.

    Dulu awal2 memang suka pake *nickname, tapi saya pikir2, nama Zainul abidin keren juga. Hahahahahaha…#narsis mode=on#

  7. andi sakab says:

    nama pena saya andi sakab soalnya nama asli kurang gaul kalo di sebutkan :mrgreen:

  8. Hendro says:

    Ane yang namanya paling aneh soalnya kelamaan tinggal di depok, padahal kan namanya jawa tapi ga bisa bahasa jawa..hehe
    Biarlah,,emang udah bangkotan kali ya..
    Yah.. apalah arti sebuah nama, namun itu bisa menjadi berarti.

  9. Masbro says:

    Kalau saya lebih senang pake nama sebutan, panggilan sehari hari di dunia nyata. Atau pake nama kecil. Aim. Pandangan tentang nama pena? Tidak masalah, selama nama itu dirasa membawa energi atau sugesti untuk lebih semangat berkarya. Salam ronda mas, hehe..

  10. dHaNy says:

    Nama pena ya? Kalau di account2 maya saya biasa pake dHaNz, kalo di blog dHaNy.. :d
    Kalau untuk yang lebih personal branding, saya belum berfikir kesitu deh..

    • Darin says:

      Saya malah jadi berfikir, apakah nama akun juga bisa disebut nama pena ya mas? Karena yang saya coba ulas di sini adalah nama pena di dunia kepenulisan/blogging, bukan di media jejaring sosial 😀

  11. bicara soal nama pena agaknya sangat personal sifatnya, mas darin. ada yang suka, ada juga yang nggak. saya sendiri cenderung lebih suka apa adanya, meski dengan tambahan nama2 lain sbg embel2 biar punya “nilai jual”, hehe ….

  12. Kim says:

    Iya. Saya masih belajar bahasa Indonesia.

    Hahahaha :mrgreen:

  13. iskandaria says:

    Mas Darin, karena saya sudah terlanjur pakai nama asli semenjak pertama ngeblog hingga saat ini, saya pilih nama asli saja sebagai identitas di dunia maya. Toh, nama asli saya itu kayaknya nggak ada yang nyamain (aman terkendali dot com).

  14. Ami says:

    Aku kagok dipanggil yang lain. Saat merasa ketemu orang besar untuk dimintain nasehat, kayak Nabi (wah emang, ketinggian imajinasinya) mereka nyebut nama asli. Dan saat merasa tersesat ke dunia gelap, ada yang manggil nama asli agar kembali ke dunia nyata.

    Aku bukan sastrawan, jadi maklum aja kalo ada yang lain pake nama berbau sastra agar merasa menyatu dengan tulisannya…

  15. Joko Sutarto says:

    Semua adalah pilihan. Mau pakai nama asli atau nama pena tidak menjadi masalah. Dan masing-masing pilihan punya alasannya masing-masing. Mungkin pernyataan saya ini terdengar klise. Tapi itulah kenyataannya.

    Kalau saya lebih memilih pakai nama asli saya saja. :)

  16. pink says:

    nama pena?
    Hmmm… Saya banget tuh. Saya malah lebih biasa kalo dipanggil Pink daripada Harini Swari. Terasa asing kalo dipanggil nama asli.

    Menurut saya sih nama pena itu optional. Tapi sepertinya perlu juga di dunia perbloggingan. Pendapat saya kurang lebih sama dengan postingan di atas. Lebih PD pake nama pena, dan buat personal branding juga.

  17. dery says:

    nama pena yang cocok untukku apa ya?
    mas darin punya nama pena sendiri ga?

  18. hosnan fauzi says:

    kalau saya lebih suka pakek nama sendiri mas… soalnya udah kerenn habis… hehhe..

  19. kucrit says:

    kalau saya menggunakan nama pena ini awalnya sih hanya nama panggilan di dunia offline mas, lagian mau buat nama asliku juga banyak yang nyamain.. haha..

  20. Ardianzzz says:

    Saya pilih nama keyboard,. Sorry, sudah nggak pakai pena lagi. 😛

  21. Fadly Muin says:

    sekarang penulis sudah mulai beralih ke nama asli mas.. soalnya untuk nagih ke penerbit perlu nama asli..hehehe

    saya cukup puas dengan nama asli mas. soalnya selama ini teman2 main saya memanggil dengan nama yg lain. jadi keterusan sampai sekarang. saya justru lebih sreg dengan nama asli :)

    tapi dalam konteks keunikan, bagus juga kok. akhirnya kembali lagi pada pilihan2 ya mas

    • Darin says:

      Untuk non-fiksi sepertinya memang harus begitu mas Fadly. Tapi di dunia kepenulisan fiksi, hal itu bukan suatu keharusan. Pipiet Senja dan Gol A Gong adalah buktinya. Entah generasi yang sekarang 😀

      Ya, kadang2 nama pena memberi keunikan tersendiri. Itu yang asyik :)

  22. sky says:

    sy sepakat dgn alasan iseng dan suka menulis kontroversi…jadi ndak peru takut

  23. wah komennya banyak amat..
    nyari nama pena susah2 gampang kah.. 😀

  24. Agung Online says:

    Nama pena yang selalu saya di dunia internet gabungan dari singkatan nama saya dan singkatan nama tunangan saya, kemudian di bumbui oleh angka-angka favorit kami. Saya menggunakannya sejak lima tahun lalu.

    Seiring perkembangan zaman, untuk blog saya gunakan seperti diatas dan imajinasi saya mungkin sedang hot-hotnya untuk social network (terutama untuk komunitas saya sendiri menggunakan nama yang lain) dan cukup di kenal malahan. Hehehe

    Untuk blog lebih saya sedang mengembangkan nama blog saya. :)

    • Darin says:

      Berarti nama pena menyesuaikan lingkungan ya mas? Bagus juga. Kalau saya masih nyaman dengan darinholic di media manapun :)

  25. rohani syawaliah says:

    Saya sudah sangat nyaman dengan nama Rohani Syawaliah, karena ini untuk diri saya.. Tapi kalo untuk merek dagang saya, saya lebih nyaman dengan nama honeylizious… tidak meninggalkan nama asli sih, tetap ada Hani-nya dengan bentuk berbeda…

    bahkan dulu sempat nama di twitternya juga nama lengkap, eh di protes orang kantor karena kepanjangan, jadinya diganti dengan honeylizious juga biar lebih nyaman…

    ternyata saya menyukainya..

    hahahah

    sekarang e-mail baru juga pake nama honeylizious…

    wkkwkwkwkkw…

    emangnya nama mas darin aslinya sopo to?

  26. mas-tony says:

    mas-tony ajalah, orang bilang waton muni…. (paling tidak nama itu banyak yang tenar, makanya ikut nimbrung)

  27. joe says:

    nama pena kenapa tidak, banyak sekali kan seniman-seniman atau seleb yang memiliki nama pena agar lebih komersil

  28. bobby says:

    Nama, pena boleh juga.. bikin orang penasaran. tapi saya mending nama asli aja deh kayaknya… nama asli saya sudah ajib bin unik… ahahahha…

  29. SERBA GRATISAN says:

    mending nama aslinya saja dr pd diganti menjadi nama saya Pena. (halah….)

  30. ALHIJR ADWITIYA says:

    Keren dah… nama pena… apa yah

  31. Danu Akbar says:

    nama pena itu bagus..
    tapi jangan sampai menghilangkan identitas asli :)

  32. Untuk kasih komen saya lebih sering pake nama blog saya daripada nama saya. Termasuk nama pena gak ya…

  33. r10 says:

    nama pena saya (yg sering dipakai) r10 atau rio200

    saya tdk menggunakan nama asli, krn alasan privasi :p

  34. Agus Siswoyo says:

    Saat ini belum kepikiran pakai nama pena. Kalaupun kepengen, saya mesti berunding dengan orang tua yang sudah susah-susah carikan nama. :)

  35. Cahya says:

    Sebenarnya mungkin karena kita menulis di Internet, mesti dibedakan lagi lagi ke dalam beberapa katagori, sehingga “nama pena” hanya akan berlaku bagi penulis, sedangkan istilah lain seperti “nick name” (nama pendek), “user name” (nama pengguna) pun termasuk “pseudonym” (nama samaran) akan sangat berbeda penerapan praktisnya.

    Bahkan ujung-ujungnya ada juga “anonymous” (tanpa nama).

    Sehingga banyak narablog yang masih salah kaprah antara “pen name”, “nick name” dan “user name” :).

  36. Rizky2009 says:

    aq juga sebenarnya menggunakan nama pena u/ blog q mas darin, y meski nama pena yg aq gunakan sebenarnya juga nama q, tp nama kewcil q sebelum aq berganti nama

  37. deknada says:

    halo mas darin :) first timer di blog ini nih :)

    kalo saya, ndak pake nama pena karena nama asli uda kaya nama pena. hehehehe 😀

  38. ‘Penulis Cemen’ nama pena yang secara tidak sengaja terpikirkan waktu saya lagi nulis puisi di blog 😀 Dan menurut saya nama pena itu penting, karena itu adalah ciri kita sbg penulis/blogger.

  39. tomi says:

    saya kalau untuk blogwalking sll menggunakan nama asli mas.. tp kalau di forum.. cari saja gabriel 😀

  40. YeN says:

    Hummm…
    Sebenernya pengen banget banget pake nama pena. Tapi setelah mikir-mikir luaaaaaamaaaaaa. Aku ngerasa ga ada nama lain yang pantas aku sandang selain namaku.Haha
    *ngeles dari ketidak-kreatif-an*

  41. Irawan says:

    dah lama ga mampir, ternyata pindahan hosting…. saya sih ga punya nama pena karena merasa belum perlu.

    tapi kalau nama karakter yang biasa saya gunakan dalam game multiplayer saya punya

  42. akhy says:

    pake nama aseli aja… pengaruh facebook-an kali ya 😛

  43. abaw says:

    ‘abaw’ = nama pena saya 😀 . awal tujuan nya buat ngeledek krn saya cadel, tapi malah keterusan, udah 5tahun nama itu nempel di saya. krn nama saya ada unsur huruf R yang gak smw org bisa, jadi biarin deh mereka manggil saya ‘abaw’ biar lebih friendly :”>

  44. awitara says:

    saya juga gtu mas, di media cetak (koran) kalau nulis saya singkat, biar trendi dikit, di blog saya gbungkan, biar gk bosen, So, apakah nanti keliatannya gk konsisten ya?

    • Darin says:

      Konsistensi dalam penggunaan nama pena sepertinya perlu mas. Karena itu menunjukkan ‘jati diri’ atau istilah kerennya trademark/cap dagang. Jadi setiap orang dengar nama itu langsung tahu bahwa kita lah orang di baliknya. Misal Gola Gong di atas, beliau slalu konsisten dengan nama itu meski karya tulisnya tak melulu berupa novel. Buku motivasi misalnya :)

  45. Grandchief says:

    Lebih nyaman pakai nama pena,dulu sebenarnya buat nama blog aja,eh…malah jadi keterusan 😀

  46. aspadani says:

    terserah sesuai keinginan penulisnya aja…

  47. arif says:

    selama ini saya sering menggunakan nama asli, tapi ya cuma sesekali pake nama pena, lum kepikiran ato nemu nama pena yg bagus hihihi

  48. Jefry says:

    Kalau saya menggunakan nama asli secara sayapun dalam berblogging memasarkan usaha saya jadinya harus memperkenalkan diri dengan nama asli saya

  49. Nama memang sangat penting untuk branding, apalagi kalo nama asli banyak yang nyamain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *