Ngeblog Dengan Intuisi

Intuisi? Apa itu? Dari buku Nyemplung Jadi Pengusaha-nya Harun Arasid dimaknai dengan..

…istilah untuk kemampuan dalam memahami sesuatu tanpa penalaran rasional dan intelektualitas. Intuisi merupakan proses mengetahui secara langsung, tanpa perantaraan analisa. Itu sebabnya intuisi disebut sebagai sudden knowledge, atau pengetahuan yang tiba-tiba datang. Tapi justru karena tidak diperantarai oleh analisa, maka intuisi merupakan pengetahuan yang holistik (menyeluruh).

Mengetahui secara langsung tanpa perantaraan analisa. Ilham kah? Bisa jadi. Albert Einstein juga mengaku bahwa penemuan teori relativitas muncul lewat fikiran yang berkelebat, bukan karena pola pikir logis yang disajikan oleh para peneliti di laboratorium yang berorientasi pada data. Kata beliau…

Tiba-tiba ada lompatan ke alam kesadaran, katakanlah itu intuisi atau terserah Anda mau menyebutnya apa, yang jelas solusi datang padamu.

Hmm, oke, sedikitnya makin memperjelas arti dari intuisi ini. Lalu biarkan fikiran saya berlanjut dan mengalir pada aktivitas ngeblog, di situ, apakah juga perlu intuisi? Adanya ide tulisan, planning blog ke depan, pun kreasi tampilan layout, adakah intuisi diharuskan bermain di sana?

Sepertinya memang begitu. Berkaca pada beberapa penelitian – dan jika semua blogger kita samakan saja dengan seorang pengusaha – di bawah ini, bukti-bukti itu benar adanya:

  • Penelitian McGill University yang dikomandoi oleh Harry Mintzberg memperlihatkan bahwa para pemimpin perusahaan yang unggul dalam mengambil keputusan biasanya menggunakan belahan otak kanan – sisi intuisi – sebanyak 80%.
  • New Jersey Institute of Technology mendalami riset yang menemukan bahwa 80% pemimpin perusahaan dengan menggunakan kemampuan intuitif mampu menghasilkan profit dua kali lipat.
  • Hasil riset dari International Inctitute for Management Lausanne Swiss, para manajer sukses selalu menggunakan instuisi dalam mengambil keputusan di sebagian besar bisnisnya.

Penelitian boleh berbicara, sekarang mari tengok ke fakta-fakta yang sudah terjadi:

  • Tahu Ray Croc? Awalnya ia membeli franchise McDonalds dengan harga yang kelewat mahal dan sebenarnya ia tak punya cukup uang. Namun ia berkata “intuisi saya mendorong untuk tetap membelinya, dan itu harus!“. Terbukti, yang dulu hanya ada satu restoran di California, kini McDonalds menjadi salah satu franchise fast food yang mendunia.
  • Huruf K pada merk KODAK muncul dari intuisi George Eastman, yang kemudian menjadikannya donatur terkenal bagi universitas-universitas terkemuka di AS.
  • Intuisi Bill Gates datang ketika melihat peluang bahwa Apple dan IBM tak mau memberikan lisensi sistem operasinya pada para perakit komputer. Ia memutuskan tuk membuat sebuah sistem operasi sendiri dan memberikan lisensinya untuk dipakai oleh pembuat komputer. Awalnya berwujud MS-DOS yang mampu menguasai 80% pangsa pasar, dan kemudian Windows lahir. Sekarang, siapa yang tak tahu Windows?

Ngeblog Dengan IntuisiDan ngeblog, sebuah aktivitas yang tentunya memiliki sebuah tujuan ini, setidaknya memang perlu amunisi berupa intuisi. Contoh, bagi yang bermain adsense pasti sudah mulai menggunakannya saat pemilihan keyword. Yang konsen di afiliasi tak pelak harus menerapkan intuisi di tulisan-tulisannya yang bersifat ajakan. Bagi blogger yang jago desain, intuisi adalah keharusan demi cantiknya sebuah karya. Lalu bagaimana dengan blogger yang tak berorientasi bisnis? Masih. Intuisi sangat diperlukan saat ingin menelurkan postingan yang menggugah pembacanya, bukan?

Ngeblog dengan intuisi. Apakah hanya sebuah wacana, atau memang sudah menjadi realita? Punya pendapat? 🙂

Share Button
This entry was posted in Blogger, Blogging, Inspirasi, Opini and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

39 Comments

  1. Posted 08/02/2011 at 13:33 | Permalink

    Petamax kah…

    • Posted 08/02/2011 at 13:40 | Permalink

      Intuisi adalah cara kerja otak tidak sadar, jadi tanpa sadar otak sadar bekerja untuk kita, solusi datang dengan sendirinya. Tanpa sadar kita sudah diarahkan menangkap peluang2 yang ada..

      Menurut saya dalam ngeblog, saya juga setuju intuisi memang tergantung dari tujuan ngeblog kita. Namun buat yang intuisi yang kadang datang kadang tidak jadi konten tulisan yang dihasillkan ya ambur adul.. 😆

      • Posted 08/02/2011 at 14:05 | Permalink

        Betul mas Dhan, biasanya intuisi datang ketika kita dalam keadaan rileks, atau tak terbeban apapun. Ide postingan blog pun begitu. Nah, mungkin karena itulah perlu adanya notes atau trik2 untuk merekam ide saat intuisi datang, biar tak lekas hilang. Betul? 🙂

    • Kris
      Posted 08/02/2011 at 13:40 | Permalink

      Waduh,telat nih

  2. Posted 08/02/2011 at 14:37 | Permalink

    Sering juga saya dapat ide nulis secara ‘mak-bedunduk’ (tiba-tiba tanpa disangka). Dan jika demikian menulispun menjadi berkali-kali lebih mudah dan lebih cepat. Intuisi atau enggak, selama ini gak pernah mikir.

    • Posted 09/02/2011 at 09:20 | Permalink

      Nah itu juga yang selama ini saya alami, “mak bedunduk” ada ide terus tulis sambil cari referensi

      • Posted 09/02/2011 at 10:35 | Permalink

        Kalau masih nyari referensi, setahuku itu bukan intuisi, Tapi pengembangan dari ide-ide orang lain.

        Intuisi itu seperti air mengalir -Yeah… Seperti ilham, kata Mas Darin-. Dia bisa benar, bisa salah. Aku lebih suka menyebutnya spekulasi.

        • Posted 09/02/2011 at 12:21 | Permalink

          Jadi mungkin yang pas hanya “mak bedunduk” iku ya mas? Kalo ilhamnya di cari lewat sebuah pertapaan agar dapat wangsit, itu intuisi bukan?
          Kalo spekulasi berarti trial n error gitu ya, mencoba sampai yang berhasil

      • Posted 16/02/2011 at 11:23 | Permalink

        atau bisa juga lewat ‘mak-jegagig’ 😀
        Jadi banyolan Tom Gembus dan Jon Koplo di rubrik humor SoloPos 😀

  3. Kris
    Posted 08/02/2011 at 13:42 | Permalink

    Wew,jadi intuisi itu semacam indra ke 6 ya??

    • Posted 08/02/2011 at 13:46 | Permalink

      Mungkin bisa juga dibilang seperti itu mas.. Intuisi datang juga karena kita sudah membiasakan dan mengharapkan tujuan kita…

    • Posted 08/02/2011 at 14:07 | Permalink

      Bisa jadi, tapi sepertinya jauh dari istilah mistis. Ini bisa dijelaskan secara ilmiah kok. Sama seperti penjelasan jenis2 gelombang yang terjadi di otak kita 🙂

      • Kris
        Posted 08/02/2011 at 14:22 | Permalink

        Wew,oke oke masbro,

        guru sejarah saya dulu juga pernah menjelaskan ttg itu sih,hehe
        tapi sayang nggak memperhatikan,

  4. Ami
    Posted 08/02/2011 at 14:11 | Permalink

    Intuisi berperan penting untuk tulisan yang tidak ilmiah. Tapi dari yang aku pelajari tidak ada satu daunpun jatuh tanpa sepengetahuan yang Maha Kuasa. Jadi semua penemuan hebat sesungguhnya juga karena anugerah dari Allah. Ingat Archimedes kan, gara-gara nyemplung di bak mandi jadi nemu rumus menghitung berat jenis…

    • Posted 09/02/2011 at 11:16 | Permalink

      Archimedes salah satu contoh yang bagus. Hanya dari melihat benda mengapung di bak mandi bisa menemukan teori gaya berat. Eureka! 🙂

  5. Hendro
    Posted 08/02/2011 at 14:16 | Permalink

    Ga secara langsung sepertinya intuisi itu datang, namun terkadang tidak di rasakan narablog.

    • Posted 16/02/2011 at 11:22 | Permalink

      Sense blogging memang harus terus diasah ya bang, saya juga kerap meleset menangkap intuisi itu 🙂

  6. Posted 08/02/2011 at 15:31 | Permalink

    semakin berbobot artikelnya mas darin dengan daftar source2 terpercaya.

    btw saya menggunakan intuisi karena saya malas untuk berpikir. 🙂

    • Posted 16/02/2011 at 11:26 | Permalink

      Haha, bukannya dengan berfikir itu nanti malah muncul intuisi? Katakanlah begini, kita berfikir tentang bagaimana desain yang bagus untuk kamar pribadi, yang lalu kemudian muncul intuisi tentang memulai bisnis atau menjadi makelar bisnis desainer interior? Apa bisa dihubungkan begitu? 😀

      • Posted 17/02/2011 at 17:36 | Permalink

        wah, kurang tau saya mas, realitanya intuisi dan berpikir adalah sesuatu yang berbeda.
        setidaknya iut yg saya rasakan 🙂

  7. dery
    Posted 08/02/2011 at 19:43 | Permalink

    hmm.. intuisi,, aku baru denger sekarang mas..
    ternyata intuisi itu hampir mirip-mirip dengan sesuatu yg langsung terlintas dipikiran aja ya..
    kalo gitu, sudah berapa banyak intuisi yang terbuang bagi setiap orang..
    setiap jamnya, pasti intuisi itu bisa muncul,, cuma bagaimana mempergunakaannya itu yang membuat malas..
    jadinya peluang itu terbuang sia-sia..

    • Posted 16/02/2011 at 11:28 | Permalink

      Ya, dan intuisi itu bisa menghilang mungkin karena kita kurang terlalu fokus pada tujuan skala besar. Saya juga sering gitu Kris 🙂

  8. Posted 08/02/2011 at 21:40 | Permalink

    Intuisi memang bukan sekedar wacana tapi realita yang terjadi disekitar kita. Pintar menganalisa sesuatu tidak serta merta akan menjadi apa yang diharapkan. Penerapan dari hasil intuisi tersebut yang diperlukan.

    • Posted 16/02/2011 at 11:32 | Permalink

      Setuju bang Rud, penerapannya itu yang penting. Aksi! 🙂

  9. Posted 08/02/2011 at 22:17 | Permalink

    Aku tidak percaya dengan intuisi, aku lebih percaya dengan mantiq

    • Posted 16/02/2011 at 11:36 | Permalink

      Agar tidak salah dalam berfikir ya mas? Benar juga. Kadang kita salah menginterpretasikan intuisi sehingga menjadikannya sebuah gagasan buta 🙂

  10. vany
    Posted 08/02/2011 at 21:20 | Permalink

    finally i found complete explanation about intuition in this post, mas darin…
    thanks… 🙂
    but, based on my psychological test, i prefer sensing to intuition, mas…
    so, how about that, mas? is there any relationship with my blog? 😉

    • Posted 16/02/2011 at 11:31 | Permalink

      Sense saya rasa bisa deh dikaitkan dengan intuisi. Mungkin bedanya sense itu adalah intuisi yang sudah terasah. Seperti sense-nya Affandi dalam melukis, dan seniman2 lainnya, tentu lahir karena telah melewati banyak limpahan intuisi. Sehingga ketika petikan intuisi/ilham datang, sense-lah yang bekerja mewujudkannya 🙂

      Dan blog Vanny sense-nya sekarang beda, apa karena telah mendapat intuisi? 🙂

  11. Posted 09/02/2011 at 00:33 | Permalink

    lebih suka menggunakan intuisi karema malas mikir. Saya juga demikian.

    Intuisi=penalaran.
    Otak manusia biasanya lebih kuat dg intuisi dari pada dipake mikir.

  12. Posted 09/02/2011 at 16:07 | Permalink

    Intuisi saya akui atau tidak, pastilah punya peran yang cukup signifikan bagi seorang Blogger. masalahnya apakah kita benar-benar mengikuti Intuisi tersebut ( idealis) atau justru mengedepankan peluang yang ada didepan mata…
    kalau bisa seimbang, bagus bangettt tuh..

  13. Posted 09/02/2011 at 18:23 | Permalink

    tujuan ngeblog saya adalah
    untuk menyalurkan hobi ngoceh
    menjadi coretan ala kadarnya
    itu saja, hehehe…
    salam sukses..

    sedj

  14. Posted 09/02/2011 at 21:03 | Permalink

    Percaya tidak percaya, posting yang dibuat berdasar intuisi lebih sering mempunyai “rasa” yang lebih “menggigit” ketimbang posting yang ditulis dengan rencana matang dan ada orientasi tertentu. Yang jadi kendala bagi warnet user seperti saya, posting yang idenya nongol tiba-tiba tidak bisa langsung ditulis di blog, bisa-bisa jebol billing-nya. Maka, harus pinter-pinter mengelola ide deh.

  15. Posted 10/02/2011 at 03:22 | Permalink

    ngeblog biasanya memang selalu berdasarkan intuisi. sebab intuisi itu ibarat peletikan ide awal yang biasanya sekelebat dalam pikiran kita. dan tanpa sadar di sanalah muncul sebuah aliran cerita kelanjutannya yang pastinya pengembangan dari ide.

    apakah ide itu adalah intuisi?????

  16. Posted 10/02/2011 at 19:16 | Permalink

    Seperti halnya indera keenam dalam blogging, mata batin kita seolah bisa menangkap gejala-gejala yang terjadi dan yang akan datang. Ini bisa terjadi kalau kita bisa menyatu dalam ngeblog itu sendiri.

    Hal ini saya manfaatkan dalam hal mengatur topik dan frekuensi publikasi artikel. Kalau situasi lagi mendukung, saya bisa menulis apa saja dan sesering saya mau tanpa pernah mikir hal-hal lain. And… so far, I can enjoy it. 🙂

  17. Posted 12/02/2011 at 09:36 | Permalink

    Saya ngeblog dengan mood :D. Karena intuisi saya termasuk tumpul dalam hal tulis menulis.

  18. Posted 12/02/2011 at 22:55 | Permalink

    Mantap… intuisi ini yang selalu menggerakkan jemari saya untuk “cetak cetuk” di atas keyboard… 😀

  19. rohani syawaliah
    Posted 13/02/2011 at 10:43 | Permalink

    huhuhuuhuhuhuhuhu….

    saya mau curhat..

    saya nggak menang lomba cerpennya…

    😀

One Trackback

  • By Tweets that mention Peran Intuisi Dalam Aktivitas Ngeblog | DarinHolic.com -- Topsy.com on 08/02/2011 at 14:00

    […] This post was mentioned on Twitter by Puguh Kris Killjoys and Arief M. W, Dendy Darin. Dendy Darin said: My New Blog Post: Ngeblog Dengan Intuisi http://bit.ly/ec6xGp […]

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*
*