Placebo Effect for Placeblog Effect

Istilah placebo effect tetiba saja menjadi istilah yang tak lagi asing. Placebo, alih dari bahasa Latin yang berarti ‘I will please’, muncul lagi dan menggeliat ke permukaan seiring dengan semburan kasus kontroversial sekelas Gelang Power Balance. Ya, menilik sentuhan Priyadi dan sentilan Devieriana, efek yang sebenarnya bermukim di ranah kedokteran ini betul-betul tengah mengalami masa-masa jayanya. Diserbu, diperbincangkan, diulas balik, bahkan terus dieksploitasi bagai kopi, yang tentu terasa lebih nikmat disajikan selagi hangat.

Mengapa? Karena menarik. Semenarik kala efek psikologis bernama placebo ini bersinggungan erat dengan alam bawah sadar otak manusia, yaitu sugesti. Yup, sugesti. Placebo effect menawarkan sugesti, yakni pembenaran pada sesuatu yang diyakini bisa memberi kekuatan lebih. Menjadi lebih nyaman, lebih plong, or even stronger than ever.

Lalu apa itu placeblog effect?

Ini hanya sinonim asal. Saya berimajinasi, bagaimana sekiranya blog yang kita ciptakan itu memberi sesuatu yang persis sama dengan efek placebo. Apa pasal? Yeah, seperti diketahui, blog sebagai media internet berbasis web 2.0 ini sudi mengizinkan individu dari berbagai kalangan tuk menyalurkan sesuatu, yang mungkin sesuatu itu tak pernah terfikirkan tuk digelar di wahana offline.

Baik opini terpedas, pemikiran terliar, jurnal dan tips ciamik hingga curhat berbalut puisi, rela kita tuangkan di wadah bernama blog. Untuk apa? Tak salah lagi, inilah saluran yang paling tepat tuk mensugesti diri kita bahwa kita ada, menceritakan pada dunia bahwa kita bisa, plus menguatkan persepsi bahwa kita pun dapat ikut menyumbang sesuatu pada khalayak. Dan efeknya bisa sangat hebat. Cengar-cengir sendirian, puas, terhibur dan terhipnotis bagai mimpi, jadi menu sehari-hari saat berasyik masyuk dengan blog. Fantastic!

Lalu lambat laun, blog menjelma menjadi sosok penghibur dan tiada hal yang bisa lebih menghibur selain blog. Ekstrimkah? Tergantung. Saya pribadi lebih memilih tuk menjawab: yes. Dalam artian, melihat sisi ekstrim itu sebagai pemantik semangat. Bahwa blog sungguh memang merupakan sebuah landasan yang tepat tuk mengekspresikan diri, memastikan gaung kita terdengar, dan itu sudah cukup membesarkan perasaan sukacita saat apa yang kita poles di blog dapat membuahkan inspirasi bagi pembacanya.

Ya, blog will please, begitu gambaran dari placeblog effect.

Sobat punya pendapat? :)

Share Button

About Darin

Hai, terima kasih sudah membaca artikel di blog ini. Untuk selanjutnya, Anda bisa berlangganan artikel secara gratis via RSS Feed atau lewat Email. Dan untuk mengenal saya lebih dekat, mari cuap-cuap bareng di Twitter dan jangan lupa sempatkan buka laman About dan Arsip blog ini.
This entry was posted in Blogger, Blogging, Opini and tagged , , , . Bookmark the permalink.

57 Responses to Placebo Effect for Placeblog Effect

  1. pertamaxxxx kah ?

  2. Aktualisasi diri..untuk ynag sampai detik ini bergelayut dipikiran saya ketika saya ditanya apa tujuan nge-blog. sekaligus ajang menambah ilmu dan pengetahuan2 unik lainnya. sola efek placeblog,ini juga sangat menarik…adalah tentang bagaimana kekuatan dan potensi diri si narablog dapat terekspose dengan maksimal. bahkan banyak diantara teman teman Blogger umumnya dan teman teman #bloggermalam yang akhirnya kemudian jadi “peternak blog ” . mungkin karena “ketagihan blogging” atau memang inilah bukti nyata tentang teori placeblog….

    • Darin says:

      Berkaca pada diri sendiri, sebenarnya ini yang saya ungkapkan bli. Blog telah mentransformasi menjadi sebuah kebutuhan. Atau jangan-jangan.. sudah menjurus addict? Who knows? :)

  3. Cahya says:

    Duh, blog induced dependency nih :D.

  4. Zippy says:

    Hhaha…ada2 aja nih.
    Tapi sama sih, Blog buat gue adalah segalanya… *lebay 😆
    Tapi beneran loh…
    Gue barusan bener2 pusing lantaran database blog gue gak sengaja gue hapus.
    Asli, pucat pasih!
    Tapi beruntung, CS hostingnya mau membantu, hahaha…
    Tidak membayangkan kalo masih error, bisa nangis kali yah… :mrgreen:
    Yes, blog please…. 😛

  5. Joko Sutarto says:

    Saya sampai saat ini masih tetap mengfungsikan ngeblog sebagai hiburan, Mas Darin. Hiburan buat saya sendiri dan syukur-syukur bisa buat orang lain. Kalau bahasa saya “Klangenan” dan sampai akhirnya nanti semoga bisa lebih dari itu. Hiburan yang sekaligus menghasilkan. :)

    • Darin says:

      Setuju pak. Artikel ini juga terinspirasi dari postingan pak Joko yang yahud itu. Sungguh sebuah wacana yang sangat mencerahkan! :)

    • eser says:

      Kelihatannya kita berdua mempunyai kesamaan bro, blog masih sebatas hiburan dan tempat rekreasi, walaupun blogger yang lain sudah menjadikan aktifitas ngeblog sebagai mata pencaharian. Tapi yang penting kita bisa terus menikmati aktifitas ngeblog yang kita lakukan

      • Darin says:

        Sip bro, temat hiburan yg paling mantap tentunya. Dimana lagi sih media yg mau menampung isi fikiran kita secara bebas? 😀

  6. sky says:

    menurut saya…blog lebih dari sekedar placebo…

    malah blog adalah terapi bagiku 😀 untuk mengatasi masalah kejiwaan 😀 (lebay)

    dengan menulis di blog apapun itu…dimengerti atau tidak…seperti sudah melepaskan beban dari pundak… 😀

  7. sky says:

    lho kok komentar awalku ndak muncul dsini? (aneh…)

  8. sky says:

    waduh…sudah 2 komentarkun yg ndak muncul disini…aneh banget…

    pokoknya…blog lebih dari sekedar placebo…. 😀

  9. Ami says:

    Mas Darin, buat saya pibadi, blog saya tidak sepenuhnya menyenangkan hati saya.

    Saya menulis berita gembira bagi yang beramal shaleh akan mendapat pahala. Sedangkan yang melalaikan ibadah akan dapat azab pedih. Bila mendzolimi orang lain akan dapat siksa dunia akhirat. Itu bukan hal menyenangkan buat saya, maunya saya semua orang dapat kesenangan dunia akhirat.

    Tidak mudah menjelaskan pada orang lain, dan tidak mungkin langsung paham. Jadi blog saya adalah bentuk penguatan kesabaran saya, dan saya tujukan terutama untuk anak-anak saya. (Juga saya print dan kirim ke pihak terkait…).

    Yang membuat saya senang adalah blog orang lain, misalnya mas Darin (apalagi kalo ada karikaturnya), dan siapa saja yang mau berpikir panjang untuk bisa menjalani hidup positif… (curhat banget yah… btw, life is very very beautiful, but… remember about another life after death)

    • Darin says:

      Yah, setidaknya Ami sudah menjadikan blog sebagai ‘perpanjangan’ dari isi fikiran, jadi dapat tersalurkan plus terakses ke dunia luar. Adapun feedback dan semacamnya itu relatif, karena blogosphere bener2 heterogen.

      Tapi saya yakin, kekonsistensian bisa melahirkan sesuatu yang lebih. Bukan begitu? :)

  10. awal mula says:

    aku suka artikel ini..
    memang dalam blog kita di bebaskan mengeluarkan apa yang ada dalam pikiran kita, namun tetap harus ada batasan-batasan yang harus kita ketahui, misal copy right dan lain2 😀

    • Darin says:

      Setuju. Permasalahan copyright memang tak tuntas2 selama belum ada kesadaran dari si penjiplak, maupun dari sisi proteksi yang dijiplak yg terlalu longgar. Dan bila yg dikeluarkan adalah murni dari fikiran, saya kira itu sudah sangat2 orisinil :)

  11. andi sakab says:

    berarti saya bisa menjadi karakter yang kita mau, padahal dikenyataannya berbeda. tapi setidaknya sugesti yang ada bisa membangkitkan kita dan mewujudkannya di sebah media. apakah begitu. kang? 😀

    • Darin says:

      yup kang, sugesti bahwa dgn blog kita bisa berkembang, itu logis. Toh seneng banget rasanya bisa berbagi dgn dunia luar, dgn orang2 yang sama sekali belum pernah bertatap muka, betul? :)

  12. sky says:

    yeah…udah muncul 😀

  13. kang ian dot com says:

    saya setuju mas.. biasanya orang itu lebih terlihat eksis di dunia maya daripada dunia nyata..mereka lebih bisa mendeskripsikan dirinya sendiri 😀 mungkin karena g terlihat secara langsung kalai yaaa…tapi keeksisan di dunia maya mempunyai pengaruh yang hebat juga loo ^^

    • Darin says:

      Senasib dengan jejaring sosial, hahaha. begitulah kang, sepertinya mental kita sudah bergeser. Kadang malah lebih baik terkenal di dunia maya daripada ikut kerja bakti di lingkungan RT hahaha 😀

  14. genial says:

    …asal gag menjadi usggest ajja si kang :(
    sejauh ini saiia setuju… dan itu pun saiia anggap gag ekstrim :)

  15. Agus Siswoyo says:

    ngeblog adalah pelarian jiwa menuju kebebasan bercengkerama dengan imaji, bermain rasa, menipu pandangan mata dan… berlaku dengan ide gila tanpa takut norma-norma.

    • Darin says:

      ………… *tercenung*
      tumben bener mas Agus komennya berbau-bau prosa 😀
      ah iya, kan lagi kasmaran. cmiww! 😀

  16. Mars says:

    Saya setuja-setuju saja Mas… 😀

  17. john says:

    Di sini juga dibahas gelang Power Ballance yang dieluh-eluhkan HOAX di KasKus.Us. Saya sudah menduga sebelumnya, gelang itu pasti HOAX, makanya saya tidak membelinya. By the way, berbicara tentang blog, memang saya akui pamor saya naik gara-gara blog *mengerlingkan mata :)

  18. A Fauzi says:

    Wah, aku masih SD disini. Numpang baca dulu cak. Besuk aja kalo udah agak “gede” baru bisa koming disini. Aku sih wis pokoke ngeblog aja, dibaca syukur, kalau tidak, ya gak patheken 😀
    Wong abis nulis gitu, walau gak mutu, ning ati puas. Ini yg gak bisa dibeli :)
    Salam.

  19. salam sahabat
    wah baru tahu nich placebo effect for placeblog mas makasih ya infonya,maaf telat

  20. Fadly Muin says:

    menarik nih artikelnya mas Darin.
    saya mencerna banyak sekali efek psikologis yang bermain disini. berbagai sudut pandangpun terlihat dari komentar yang masuk.

    saya ngga banyak komentar, yang jelas, point + tentang ngeblog banyak terkandung dalam artikel ini..

  21. bobby says:

    Hemm… aktualisasi diri di dunia maya, bagaimana ya jadinya, kalo internet dilanda bencana? hehehe…
    sepertinya blog ini sudah termashur yah.. 😀
    Salam kenal mas Darin, kalo soal blog-isme, saya masih anak kemarin sore…
    Blog saya aja belum seumur jagung

    • Darin says:

      Wih, masyur gimana bob? tampil ala kadar begini kok 😀
      Wah, entah apa jadinya kalau internet menghilang,… pada mati gaya kita nih! 😀

  22. Sepertinya aku juga sangat menikmati aktivitasku ngeblog deh. ^_^

  23. Sugeng says:

    Meski aku blog oriented (tapi terdaftar sebagai blogger kalong) namun masih belum bisa membuat membuat placeblog untuk teman2 yang ada disekitarku. Mereka saat OL lebih asik di kaskus dan FB. Saat aku ceritakan temtamg blog, sberibu pertayaan konyol selalu keluar dari orang yang melek tekhnologi. 😳 Ups…. koq jadi OOT gini ya 😛
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    • Darin says:

      hehe, microblogging memang terlihat mengasyikkan ya pak. Memang lebih mudah ngetweet ketimbang ngeblog. Yah, selera orang memang berbeda :)
      Salam kembali dari Kupang.. :)

  24. lyna riyanto says:

    Saya membaca artikel ini sambil berpikir dan akhirnya memaksa saya untuk pindah dari bw memakai hp kemudian bangun dari tempat tidur dan membuka itop hehe…

    Saya setuju sekali dengan pemikiran Mas Darin, saya juga sempat merasakan fenomena merasakan gembira yg berlebihan ketika ngeblog, tetapi untungnya tidak terlalu lama.

    Sekarang rasanya semua menjadi mengalir saja, menjadi penghibur tetapi bukan satu2nya, tidak ekstrim. Saya tidak memaksakan pikiran saya untuk memikirkan dan menulis hal-hal yang berat dan serius, karena saya sudah terlalu serius didunia nyata hehe…kalau dibilang mencari eksistensi diri..rasanya didunia nyata saya cukup eksis… hehe..Seperti memenuhi kebutuhan yang kita sendiri tidak bisa mendifinisikannya yah …

    Mudah2an aktivitas ngeblog yg kita semua lakukan tidak membuat lupa diri sampai akhirnya mengorbankan kehidupan kita didunia nyata.

    • Darin says:

      Blogging kadang seperti itu bu. Dan seperi yg ibu tulis, sebagian besar blogger mengalami, yaitu bersemangat dan cenderung ekstrim di awal, yg kemudian seiring waktu jadi santai dan mengalir. Tegantung prioritas juga sih, karena banyak jg blogger yg menjadikan blognya lahan penghasilan. Naah, kalau itu, sudah seharusnya ‘lengket’ terus dgn blog :)

      Amin bu, yang penting sih have fun saja lah, bukan begitu? :)

  25. Leo says:

    Setuju dengan artikel mas yang ini. Selain untuk mengekspresikan diri, blog juga bisa memberikan sugesti bahwa kita bisa lebih baik. Makanya banner di blog saya, saya rubah untuk memberikan sugesti. Menurut mas gimana banner saya?

    Omong2, mas ini orang Bali-kah? Kok pake bli?

    • Darin says:

      saya orang Sunda mas, temen2 di atas ada yg orang Bali :)
      wiks, banner situ mantab, satu sugesti yang dashyat! 😀 maju terus!

  26. Khalid Abdullah says:

    ibarat katanya nih mas Darin…… sebagai pembuat senyum kecil dikala kehidupan jenuh untuk dipikirkan. hahahha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *