Reborn And Reflection: 5 Hal Yang Seharusnya Saya Ketahui Saat Memulai Blogging

Seorang bijak pernah berkata:

Jangan pernah menyesali sesuatu yang pernah dilakukan di masa lalu, tapi sesalilah apa-apa yang tidak dilakukan di masa lalu.

Ini cukup klise. Saya terpaksa – atau lebih tepatnya – dipaksa lagi tuk mengingat-ingat segala hal yang sudah saya lakukan untuk blog darinholic.com selama setahun ini. Setelah sukses memperpanjang domain yang ternyata sangat amat mudah (thanks kuncihost!), kini, layaknya sebuah rekaman yang diputar ulang dan di-review kembali ala kaledioskop, perjalanan di tahun pertamanya, blog ini tak cukup memenuhi ekspektasi awal peluncurannya.

Yeah, jangan pernah menyesali sesuatu yang pernah dilakukan di masa lalu. Ok deh, kalau gitu tentu ada hal-hal yang tidak, atau seharusnya, atau belum, atau tak terfikirkan tuk dilakukan untuk blog ini.

And that’s not easy. Kadang kita lebih asyik bergumul dengan kelebihan-kelebihan dan terus terfokus untuk menjadikannya lebih baik lagi, namun lupa dan lengah tuk berkontemplasi dan menengok sebentar ke belakang. Seperti sekarang, berikut 5 hal yang seharusnya saya ketahui saat akan memulai ngeblog di blog darinholic.com setahun silam:

Blogging adalah – juga – sebuah pekerjaan

Memulai ngeblog sebagai pekerjaan sambilan, itu bagus. Tapi bila kepala jadi cenat-cenut karena tak kunjung menemukan sesuatu dari kegiatan blogging yang bisa diambil manfaatnya, itu non sense. Jadi, kalau saja saya menerapkan mindset bahwa blog juga merupakan sebuah pekerjaan, yang tentunya membutuhkan perhatian yang sama besarnya dengan pekerjaan nyata yang saya geluti, saya mungkin tak perlu bersusah hati seperti sekarang ini.

Blogging is also a real job. Kita menulis, itu pekerjaan. Kita researching, itu pekerjaan. Bahkan kala kita berkomentar dan memindai artikel blog-blog lain, itu juga pekerjaan yang bisa dikatakan berat, mengingat betapa berwarnanya topik yang dibaca sehingga butuh kecerdasan ekstra untuk mencernanya. Sindrom blogwalking mengintai setiap waktu, dan jika tak waspada, kita bakal drop out dari blogging alias pensiun dini tanpa kompensasi sepeserpun.

Baca Juga:  Inilah Alasan Mengapa Orang Tertarik Membaca Blog

So, saya belajar dari hal ini. Memperlakukan kegiatan blogging sebagai sebuah pekerjaan yang sama porsinya dengan pekerjaan pada umumnya adalah sesuatu yang harus dicamkan baik-baik di tahun mendatang. Hey-ho!

Get personal is still the best!

Pernah mencoba menulis gaya kolumnis ternama, pernah juga pontang-panting menyesuaikan ritme tulisan dengan style blogger-blogger idola, but that’s useless. Saya baru menyadari bahwa ternyata hal yang seperti itu bukanlah sesuatu yang bisa dinikmati. Blogging should be fun, right?

Beruntung saya memiliki rekan-rekan blogger yang selalu mendukung dan memberi perhatian baik lewat kolom komentar, chat di YM, juga interaksi asyiknya di jejaring sosial. Itu cukup membantu. Hadirnya nuansa personal memang beda. Sebagai penganut reader first, google second, saya sadar, bisa jadi inilah penyebab seringnya blogger’s block menyerang. Yup, kembali menggali potensi diri dan menyampaikannya selugas mungkin dengan gaya sendiri adalah faktor yang seharusnya dipertahankan.

Dengan kata lain: back to nature.

Fokus pada keahlian dan memperluas pengetahuan

Saya bukan seorang ahli, tapi bila ada yang menanyakan siapa orang yang paling mengetahui secara detail kelebihan dan kekurangan saya, tentu orang itu adalah saya sendiri. So, saya bisa dibilang ahli. Ya, ahli dalam memahami apa yang saya sukai, apa yang selama ini saya kerjakan, apa kekurangan saya dan apa-apa yang ingin saya ketahui.

Dan setahun kemarin, proses blogging untuk meng-cover wacana itu ngga cukup bagus. Parah malah. Saya sering kehilangan fokus dan tanpa sadar menulis hal-hal yang tak penting dan sama sekali tak menunjang tujuan awal ngeblog. Ngga heran kalau diantara rekan blogger yang selalu mengikuti update blog ini sering dibuat bingung. Lu nulis apaan? Ini maksudnya apa? Dimana, dimana, dimana? *joged alamat palsu*

Now, focus is the key, dan yang tak kalah penting adalah memperluas pengetahuan. Saya merasa, setahun yang lalu kebutuhan untuk meng-upgrade kemampuan memang besar tapi sangat minim aplikasi. Saya terjebak dalam pusaran stagnan dan ketemu dengan titik nol lagi, nol lagi. Ini ngga keren, dan di tahun depan harus lebih keren!

Baca Juga:  2 Keuntungan Membatasi Waktu Saat Menulis Artikel Blog

Lebih aktif di komunitas

Mungkin sudah bawaan orok, saya ini orang yang lahir dan kemudian berkembang dengan kepribadian yang kompleks. Contoh kecil, saya ini cenderung introvert namun di saat yang sama bisa sangat easy going. Moody? Bisa jadi. Nah, di sebuah komunitas, apalagi komunitas maya, hal ini sangat cocok. Kalau ingin koar-koar tinggal online, sebaliknya kalau ingin menyendiri, ya tinggal log off. Mudah.

Tapi porsi kesendirian saya di tahun kemarin rupanya telah melebihi dosis yang diharuskan. Saya lupa, blogging dan jejaring sosial itu layaknya dua sisi mata uang, atau lebih tepatnya seperti Captain Jack Sparrow dan Black Pearl-nya *kagak nyambung dul!*

Yah, aktif di twitter adalah sebuah keharusan sekarang ini. Hare gene ngga ngetwit? Pedagang siomay sebelah rumah aja dah twitter-an, ini yang ngaku blogger malah masih sibuk main layangan *tambah ngawur dul!*

Oke deh, bagi rekan-rekan yang dulu sempat nge-hits lewat tajuk #bloggermalam, mari sama-sama kita hangatkan kembali perapian kita. Dan bagi yang belum kenalan lewat twitter, silahkan follow saya di @darinholic dan mention agar saya bisa follow balik.

Be yourself, be your own picture

Nah, ini seperti menemukan potret diri yang hilang. Potret terbagus, ternarsis dan tergaya yang tertimbun potret-potret hasil jepretan orang lain. Potret itu kucel plus berbau tak sedap. Ya, saya harus merawatnya, karena siapa lagi yang akan merawatnya selain saya sendiri?

Menjadi diri sendiri itu kadang rumit. Kadang potret yang dijajakan orang lain terlihat lebih bagus dan mengkilap. Padahal itu hanyalah sebuah blue-print yang setiap saat bisa pudar. Karena ketika kita selalu memajang potret hasil jepretan orang lain, saat itulah kita menjadi pribadi yang tak terlihat. Akibatnya, potensi tak terasah maksimal, ragu-ragu bila ada kesempatan untuk maju, dan seperti penyanyi rock yang dipaksa nyanyi seriosa, itu ngga enak bener didenger.

Baca Juga:  Self-Knowledge To Elevate On Blogging

Cukup sudah. Be yourself, titik.

Epilog

Setahun mungkin sebuah masa yang belum lama, dan perjalanan blog ini ke depan belum tentu bisa dinilai hanya dengan melihat hasil dari refleksi di tahun kemarin. Yang pasti, seperti kata Lorelle van Fossen: Blogger are their blog. You made your blog and your blog made you, blog adalah pencerminan dari siapa diri kita, baik itu yang asli maupun yang dibuat-buat. Dan yang tetap bertahan adalah menjadikan blog sebagai pencerminan diri kita yang asli, not else.

Yup, sekarang waktunya tiup lilin untuk kue ulang tahun darinholic.com and make a wish! Fuh fuh!

Blogger yang sedang nge-freelance di ujung timur Indonesia. Suka nulis, baca buku, musik dan nggambar. Contact | Subscribe RSS Feed or Email

31 comments On Reborn And Reflection: 5 Hal Yang Seharusnya Saya Ketahui Saat Memulai Blogging

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer