Reshuffle Motivasi, Solusi Ketika Childish Dan Moody Melanda Blogger

Seorang narablog yang memiliki niat kuat tuk membangun blognya dengan baik, tentu akan selalu memperhatikan bagaimana ia menggauli dan mempertahankan momentum agar aktivitas ngeblognya dapat terus ter-update. Lalu bagaimana ceritanya bila situasi tak lagi mendukung? Seperti masalah koneksi internet yang kembang kemput, kegiatan offline membludak, atau mungkin tengah diserang kegalauan akut cuma gara-gara gebetan tak kunjung memberi sinyal?

Kalau sudah begini, perlu kiranya meninjau ulang motivasi yang pernah dicanangkan saat membuat posting pertama kala silam. Apakah motivasi itu masih ada tanda-tanda kehidupan, atau jangan-jangan sudah menjadi fosil?

Sebagai preambule, saya terkesan dengan postingan Mas Agus Siswoyo yang mengatakan ‘kalau kita bicara blog untuk sebuah profesi jangka panjang, apalagi kalau Anda punya ancang-ancang mau jadi fulltime blogger, maka sisihkan sejenak sikap moody dan childish tersebut. Mau nggak mau Anda harus rajin nulis artikel untuk publikasi di blog’. Iya juga. Nah, kalau memang keadaan sudah sedemikian parah seperti yang terlukis di paragraf awal, gimana dong? Yah, kalau gitu motivasinya di-reshuffle aja.

Bukan merubah total, membelokkan, atau memformat ulang. Konsep reshuffle versi saya ini tak menghapus motif awal ngeblog. Ia hanya menyusun kembali strategi dengan formasi yang sama. Mirip-mirip coach sepakbola, merotasi dan mengembangkan formasi, dari 4-4-2 atau 4-3-3, menyerang total atau menerapkan counter attack, intinya tetap sama, yaitu bagaimana agar bisa memenangkan pertandingan melawan klub-klub lawan dengan gaya dan strategi yang berbeda. Kalau memakai formasi dan strategi yang itu-itu saja? Tunggu di akhir musim, karena ancaman degradasi siap mengintai.

Reshuffle Motivasi Ngeblog

All right, berikut dua tips reshuffle motivasi bagi blogger jika itu memang diperlukan:

  1. Menjadikan blog sebagai wahana klangenan. Untuk referensi, sobat bisa membacanya di blog diptara.com yang telah beropini tentang hal ini dengan apik. Pak Joko – sang narablog – berpendapat, kebahagiaan dan keseimbangan hidup itu perlu, dan ngeblog bisa menjadi wadah alternatif yang baik untuk itu. Sekedar buka rahasia, artikel ini pulalah yang sukses membakar motivasi saya tuk mulai ngeblog dengan having fun :D.
  2. Jika ragu, tuliskan! Pernyataan ini sempat terlacak di timeline twitter saya dari @salsabeela, seorang penulis yang sukses menerbitkan calon-calon penulis muda untuk mulai menggeluti dunia self-publishing. Beliau menulis: When I’m in doubt, I write it. Singkat, namun sangat mengena. Saya fikir, betul juga. Kita sebagai blogger tentu bukanlah manusia online yang tahu segala. Ada hal-hal yang terlihat semu abu-abu sehingga butuh penjelasan yang mungkin tak mampu kita urai. Well, just write it, siapa tahu blogger sebelah bisa memberi solusi? :)

So, bersikap childish hingga melempar tanggungjawab dan kesalahan pada serbuan social media, atau moody hingga men-jablay-kan blog sendiri bukanlah sikap yang bijak. Sebuah blog, menurut saya adalah penampakan diri kita yang paling aktual di dunia maya, dimana personal branding menjadi taruhannya.

Hmm, ada yang menambahkan? :)

image source: http://www.thedugout.net/community/showthread.php?t=52855&page=4
Share Button

About Darin

Hai, terima kasih sudah membaca artikel di blog ini. Untuk selanjutnya, Anda bisa berlangganan artikel secara gratis via RSS Feed atau lewat Email. Dan untuk mengenal saya lebih dekat, mari cuap-cuap bareng di Twitter dan jangan lupa sempatkan buka laman About dan Arsip blog ini.
This entry was posted in Blogger, Blogging, Tips Menulis and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

25 Responses to Reshuffle Motivasi, Solusi Ketika Childish Dan Moody Melanda Blogger

  1. kim says:

    Mau ragu atau enggak, saya tetap menuliskannya. Tapi semenjak ditinggal kakek saya, mood nulis artikel belum naik lagi. :(

  2. Abdul Hakim says:

    pertamax dulu kang,

  3. Abdul Hakim says:

    ngakak plus tersindir ane dengan kata-kata terakhir, “menjablaykan blog” karena blog ane jarang dibelai.
    niche strategi coach, tapi kenapa chelsea ga juara tahun ini #eeaa

    • Darin says:

      may be next season mas, hehehe. Tapi sebelum janur kuning melengkung..eh sebelum poin masih bisa digapai, maju terus Chelsea! 😀

    • Agus Siswoyo says:

      Sebenarnya kita punya hak yang sama buat give up or goes on. Kalaupun pensiun hari ini pun nggak masalah. Masih banyak blogger lain yang siap meramaikan blogosphere. :)

  4. catatan hery says:

    Mas darin lagi sedang bergulat menemukan kegairahan ngeblog seperti 3 bulan yang lalu sepertinya. Ini normal dilakukan oleh siapa saja, maksudku mencari kambing hitam atas jablaynya blog-blog kita untuk beberapa saat.

    Idealnya, ngeblog harus fun. Fun disisi kita, blogger, juga fun disisi pembaca. Tapi hati-hati dengan tekanan yang muncul karena standar tinggi yang kita tetapkan bagi setiap posting. Karena tekanan yang terus menerus justru menghilangkan nafsu ngeblog, karena blog jadi beban, tidak lagi fun.

    Aku nantikan episode baru dari epic ‘kembalinya sang darin’ hehehe

    • Darin says:

      Bang Hery jeli juga 😀
      Yup, ke-ideal-an itu yang kadang malah jadi bumerang, dan yah, mungkin dengan having fun ini motivasi ngeblog bisa mantep lagi.
      Tentang tekanan karena standar tinggi, menurut saya ini juga bahaya. Dan saya beruntung dapet pencerahan dari Darren Rowse (empunya problogger.net) yang bisa memberi pesan dan gagasan lewat pengalaman pribadi.
      Duh, kayak trilogi lord of the ring aja mas, ‘epic’.. hehe jadi malu *blushing* :)

  5. Deny Setiyadi says:

    bersikap childish
    Saya setuju sekali dengan kata ini 😀

  6. dHaNy says:

    Wah suka maen FM to.hehe…
    Tambah satu lagi mas, kalau motivasi lagi kacau bisa juga posting untuk menyisipkan link2 tulisan terakhir sahabat2 blogger lain seperti tulisan ini, hehe 😀

  7. Ami says:

    Lawannya childish itu mature ya? Buat yang masang iklan memang perlu motivasi untuk ngeblog, kadang jenuh.

    Motivasiku itu dari keyword statistik. Seneng ada yang butuh pencerahan trus tersesat di blogku.

    Keep blogging, dan semoga blog kita bisa jadi pencerahan bagi orang lain…

    • Darin says:

      Iklan dan monetasi memang harus dimaklumi Mi. Betul, ini juga yang jadi motivasi :)
      Sip Mi, keep writing ya dengan tulisan2 Ami yang selalu mencerahkan! :)

  8. fitrimelinda says:

    hehehe..kadang aku juga suka moody buat ngblog mas..tapi kdg dipaksain posting juga 2 atau 3 hari sekali.. :)

  9. iskandaria says:

    Jadi kayak reshuffle kabinet dong kalo gitu mas 😉

    Sadar tidak sadar, saya yakin hampir semua blogger pernah melakukan reshuffle itu di blognya. Dari mulai menata ulang tampilan, motivasi, visi-misi, target ke depan, hingga cakupan tema kontennya (apakah diperluas atau dipersempit).

    • Darin says:

      Cakupan konten yang diperluas/dipersempit itu menarik mas Is. Iya, sempat juga terfikir begitu. Trims mas tambahannya :)

  10. Agung Prasetyo says:

    Iya nih mas, motivasi ngeblog selalu terhambat. Padahal saya ingin menjadi fulltime blogger.

  11. Ocehanburung says:

    Saya ngeblog kalo lagi punya cerita yang mau disampein.. apa aja.. fiksi, nyata, lelucon.. makanya buanya bgt cerita bersambung di blog saya…

    nice posting!!!

  12. bro eser says:

    Poin ke dua “Jika ragu, tuliskan!” sangat bagus bro,… Bertambah lagi ide untuk posting blog kedepan…

  13. Joko Sutarto says:

    Wah, saya termasuk disebut juga di artikel ini. Terima kasih, Mas Darin. :)

    Masa pasang surut dalam ngeblog rasanya pasti akan dialami oleh semua blogger. Terlebih yang sudah bertahun-tahun lamanya malang melintang ngeblog. Pada saat saya menulis artikel itu (klangenan) sebetulnya saya juga sedang menyemangati diri sendiri. Jika itu ternyata bisa menyemangati orang lain dan membakar motivasi Mas Darin, mungkin suatu kebetulan karena pas timingnya aja.

    Bukankah sesama blogger sudah sepatutnya kita saling mendukung dan menyemangati, Mas. Betul?

    • Darin says:

      Betul pak. Beruntung sekali saya bisa membaca artikel pak joko. Saya sempat berfikir, kenapa hal sederhana seperti ‘klangenan’ itu bisa terlewatkan ya? Apa mungkin karena kita terlanjur mencap kegiatan blogging itu benar2 teknis, dan melupakan sisi emosionalnya 😀

      Setuju pak, mari saling support :)

  14. Nu Rie says:

    ^_^
    Permainan Puzzle belum bisa dikatakan selesai, jika puzzle belum terususun semua. Guna daam upaya mencari pasangan-pasangan puzzle yang match dengan tempatnya… dibutuhkan waktu dan kesabaran tingkat tinggi. Toh, Ketika menyusun pun tak harus selesai dalam sekali duduk atau sehari. Jika merasa jenuh dan ‘mampet’, bisa dilanjutkan dikemudian hari…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *