Review Buku: Melejitkan Otak Lewat Gaya Menulis Bebas (Freewriting) 3 – Fast and Furious!

Tulisan ini adalah bagian ketiga dari seri sebelumnya.

Ok, setelah sedikit mengerti tentang bagaimana cara kerja otak yang selalu ingin menyensor apa yang kita tulis, di sini metode freewriting menantang kita tuk menulis secara cepat dan terus menerus.

Mengapa harus menulis secara cepat? Buku ini menjawab:

Dengan menulis secara cepat, ritme otak menjadi lebih siaga dan itu artinya kita akan lebih mudah menuangkan gagasan dalam bentuk rangkaian kata-kata. Kalau kita mengendorkan kecepatan menulis, otak akan terasa lesu dan itu akan melahirkan dua kemungkinan; Satu, kita akan berhenti menulis karena tidak bergairah lagi, dan kedua, ide-ide yang tadi kita ingat lambat-laun akan memudar sehingga menjadi sulit untuk dituangkan.

Salah satu trik agar proses menulis secara cepat ini lancar – menurut buku ini – adalah mematikan semua distraksi, atau hal-hal yang sering mengalihkan perhatian. Facebook, Twitter, email, cek statistik blog, notifikasi BB, pokoknya semua hal yang dapat memperlambat laju proses menulis di-shut down.

Trik lainnya yang tak kalah penting adalah, kita dituntut untuk berfikir secara kuantitatif. So, quantity first quality second.

Maksudnya?

Begini, sekedar sharing, saya punya pengalaman unik tentang hal ini. Menulis cepat memang belum membudaya untuk diterapkan, apalagi jika itu menyangkut tulisan yang akan dipublish di blog. Ide ada, mind map sudah jadi, tapi sejurus kemudian jari-jemari ini seperti menggantung di atas keyboard seraya bertanya-tanya: saya harus mulai dari mana nih?

Well, kadang saya memulainya dengan sebuah fakta, kadang pertanyaan, kadang quote atau pepatah orang terkenal, atau malah kalimat-kalimat yang sebetulnya ngga nyambung dengan gagasan awal. Itu gak jadi masalah. Karena saya tahu ini akan memicu lahirnya kata-kata lain yang akan mengarah dan menyempit ke topik semula. Saya berusaha mengetik kata-kata sebanyak mungkin – walau jika dijadikan sebuah kalimat akan terlihat rancu – karena saya tahu pada akhirnya nanti kata-kata kunci pendukung ide tulisan akan muncul.

Setelah membaca buku ini, ternyata cara itu masuk juga dalam pembahasan. Ya, kualitas kalimat seharusnya tak perlu difikirkan selama kita mampu ‘memproduksi’ kata-kata sebanyak mungkin.

Berfikirlah secara kuantitatif. Itu artinya, kualitas tulisan belum menjadi poin utama. Satu-satunya yang harus diutamakan adalah jumlah kata yang berhasil kita tuangkan, entah di atas selembar kertas atau lembar kerja di layar monitor. Bayangkan dirimu sebagai sebuah pabrik besar yang memproduksi ‘kata-kata’.

Jadi, setelah rileks dan santai, menulis secepat mungkin seperti halnya Vin Diesel yang tengah ngebut dengan Mazda RX-7-nya di Fast and Furious, adalah kunci utama agar metode freewriting ini bekerja. Wuzz!

Gaya Menulis Cepat

image courtesy: imbuh.com

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana kalau kita benar-benar telah kehabisan kata-kata dan tetiba saja mogok di tengah jalan? Pernah kan? Kalau saya: pernah dan sering banget!

So, buku ini memberikan sebuah solusi yang cukup bagus, yaitu dengan cara yang sama dengan prinsip ‘memancing’. Intinya, kita dituntut untuk menulis kata-kata selanjutnya yang terputus, dengan cara menulis apapun yang terlintas di benak. Semua kata, baik yang tanpa arti, acak, sampai ngawur boleh ditorehkan. Apa tujuannya?

Untuk menyediakan jeda waktu sampai fikiran kita menemukan ide-ide baru dan melanjutkan tulisan kita tanpa harus kehilangan ritme menulis.

Seperti yang dicontohkan dalam buku ini, “Kakakku memancing ikan di telaga bersama temannya dan berhasil menjebak seekor ikan piranha.. piranha piranha piranha ganas bergigi tajam merah brutal amazon..” dan seterusnya, dan seterusnya.

Dengan memancing otak lewat kata terakhir yang diulang-ulang, secara otomatis kita akan menghubungkan kata itu dengan informasi-informasi lain yang pernah tersimpan di memori kita sehingga terciptalah kata-kata lanjutan.

Superb!

Saya yakin, setelah membaca tulisan ini, saya dan juga Anda sudah tak sabar tuk segera ambil pena atau nyalakan komputer dan langsung tancap gas tuk ngebut menulis ala Fast and Furious!

Berani? Pasti berani 😀

Share Button

About Darin

Hai, terima kasih sudah membaca artikel di blog ini. Untuk selanjutnya, Anda bisa berlangganan artikel secara gratis via RSS Feed atau lewat Email. Dan untuk mengenal saya lebih dekat, mari cuap-cuap bareng di Twitter dan jangan lupa sempatkan buka laman About dan Arsip blog ini.
This entry was posted in Tips Menulis and tagged , , . Bookmark the permalink.

20 Responses to Review Buku: Melejitkan Otak Lewat Gaya Menulis Bebas (Freewriting) 3 – Fast and Furious!

  1. obat radang paru-paru says:

    kalau otak kerja cepat tapi kata-kata yang digunakannya lupa atau malah gak tahu,otak akan berhenti begitu saja gan,jadi selain menulis cepat tapi kita juga harus menguasai kosa kata

    • Dendy Darin says:

      Maka dari itu, solusi di akhir artikel mungkin bisa membantu. Karena kalau kita berhenti maka khawatirnya nanti ritme menulis akan hilang. Ini juga bisa membantu menemukan kosakata2 yg sebelumnya ga pernah terfikirkan. Bukan begitu?

  2. grandchief says:

    Keren mas ketiga artikel lanjutan ini,coba mulai tancap gas nich #wuzz

  3. khan says:

    wah, senjata yang sangat jitu! awalnya suka ga nyambung, kata-kata suka aneh, keluarnya juga seret-seret… tapi tancap saja. toh itu baru tulisan awal. pada akhirnya akan diedit dulu sebelum dipublish. jadi buat apa diedit dari awal? tancap terus saja sampai tanda baca terakhir ^_^

    salam,

  4. bintangair says:

    masalahnya mas,,, aku ini kalo mo nulis suka bingung merangkai katanya. pengennya nulis yang romantis. malah jadi narsis. pengen pake bahasa yang serius malah jadi alay. kalo kecepatan menulis dengan pena aku ga begitu cepat. tapi mengetik baru bisa dibilang cepat. latihan dari sejak sekolah dulu

  5. niee says:

    kalau aku seh bisa lah untuk blog menulis cepat.. Tapi untuk menulis fiksi susah juga kan yak.. Soalnya harus difikirkan carita demi ceritanya 😀

  6. Maryo says:

    Iya sih.. anehnya klo diriku menulis cepat itu jika sudah ada gambaran apa yg ingin kutuilis dari awal kata hingga akhir paragraf..salam kenal….

  7. KD says:

    Langsung tancap gas tuk ngebut menulis ala Fast and Furious! heuheuehue

  8. giewahyudi says:

    Iya, Mas..
    Kadang kalimat pertama memang menjadi penentu, kalau sudah ada kalimat pertama biasanya lancar-lancar aja..

    • Dendy Darin says:

      Kalimat pertama itu jg yg kadang2 malah membunuh ritme menulis ya mas Gie. Tadinya udah semangat mau nulis apa, jadinya mlempem karna ga kunjung nemu2 kalimat yang pas. Ternyata mas Gie yang subur menulis jg sering gitu ya, wah apalagi kita2 nih? hehe 😀

  9. Ami says:

    aku malah suka nulis ngalor ngidul panjang trus aku edit. kadang berubah dari judul. biarinlah

    • Dendy Darin says:

      Sama kalo gitu Mi. Sepertinya memang harus gitu. Kalo ngga, ya kapan bisa nulisnya ya :) Makanya jurus quantity first itu didahulukan untuk freewriting.

  10. Lilih Prilian Ari Pranowo says:

    saya masih belajar. jadi mengikuti pelajaran dulu.

  11. Angga says:

    hmm.. harus terbiasa dulu sih ya
    klo gak biasa pasti ada aja bagian yang gak ngikutin

  12. masalah mind map ini nii yg masii harus terus saiia pelajari ;( duhhh.. klu uda kena dateng mandegnya :(

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *