Self-Knowledge To Elevate On Blogging

Berapa lama kita ngeblog? Setahun, dua tahun, baru beberapa bulan, atau jangan-jangan baru kemarin sore? Ok, tak jadi masalah. Yang jadi pertanyaan selanjutnya adalah: seberapa banyak sih pengetahuan yang sudah kita dapat?

Pengetahuan, tak harus berupa hapalan rumus fisika yang baru diposting blog sebelah, atau pun jurus bagaimana caranya tuk bisa nangkring di papan atas mesin misterius bernama google. Pengetahuan yang paling mendasar, kata orang bijak, adalah sebuah pemahaman agung atas potensi diri sendiri.

Knowing others is intelligence; knowing yourself is true wisdom. Mastering others is strength; mastering yourself is true power (Oscar Wilde)

Sebelumnya, seperti yang sudah dimaklumi, blogging identik dengan dunia tulis menulis. Thus, blog adalah salah satu media online yang dapat menyalurkan apapun, ya, apapun yang kita tulis. Baik curhat, opini, hujatan, sampai murni hasil copy paste, semua diperbolehkan menjadi konten yang nantinya bakal abadi berputar-putar di orbit internet.

Dan menulis memang arena yang paling ajaib untuk mengenal diri sendiri. Saya sebut ajaib karena saya sering dibuat heran ketika membaca lagi postingan-postingan di lemari arsip. Pertanyaan demi pertanyaan kerap datang: saya sedang merasa bagaimana ya kok bisa menulis seperti ini? Apa ya yang saya fikirkan saat itu? Atau, ya ampun, apa benar ini tulisan saya?

Menggali Pengetahuan Diri Lewat Blogging

Well, saat itulah self-knowledge tengah mengalami proses. Saya lambat laun lebih mengerti mana kekuatan dan kelemahan, mana kebaikan mana keburukan, dan mana yang seharusnya ditambah atau kalau bisa dimusnahkan. Putaran ping-pong ini akhirnya mengarah ke satu koridor, yaitu: bagaimana blogging bisa mengajari saya tuk menjadi diri sendiri, meningkatkan potensi diri, sekaligus memberi pengaruh pada blogosphere?

Be yourself, everyone else is taken (Oscar Wilde)

Benar sekali. Kesalahan terbesar saya dulu adalah mencoba tuk blogging di jalur yang saya anggap oke dan diterima di ranah blog. Padahal seperti apa yang dikatakan Wilde, itu percuma. Inilah self-knowledge, pengetahuan tentang diri sendiri yang terbesar.

Namun, menjadi diri sendiri pun bukan tanpa resiko. Resikonya adalah kita harus siap menerima kenyataan bahwa kita tidaklah sempurna. Bahkan kadang di satu saat kita harus berani menuliskan apa yang sebenarnya kita fikirkan.

Karena – yang kadang terlupakan – inilah spirit sebenarnya dari blogging. Karena kita manusia, dan manusia suka dengan hal-hal yang manusiawi. Entah kalau kita menganggap artikel blog ini hanya sebatas untuk konsumsi mesin pencari.

Be who you are, and say what you feel because those who mind don’t matter, and those who matter don’t mind (Dr. Seuss)

Bagaimana, sudah siapkah sobat meningkatkan pengetahuan diri lewat blogging?

Share Button

About Darin

Hai, terima kasih sudah membaca artikel di blog ini. Untuk selanjutnya, Anda bisa berlangganan artikel secara gratis via RSS Feed atau lewat Email. Dan untuk mengenal saya lebih dekat, mari cuap-cuap bareng di Twitter dan jangan lupa sempatkan buka laman About dan Arsip blog ini.
This entry was posted in Blogging, Tips Menulis and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

17 Responses to Self-Knowledge To Elevate On Blogging

  1. iam says:

    Siaaap mas kalo soal menambah pengetahuan lewat blogging.
    Wahaha sama mas, saya juga kadang suka berfikir begitu ketika saya baca2 lagi tulisan saya. “Apa iya ini tulisan gue?”. Dan malah saya kadang suka bangga karena hal itu :p

  2. huda tula says:

    really love this…
    ga tw mau komen apa, hehehe.
    tapi cukup melegakan bagi blogger pemula seperti saya yang kadang merasa bersalah,wkwkk. serta membuat saya lebih bersemangat lagi..

    tanks!

  3. Ferry says:

    penuh inspirasi mas.

    seperti mas sudah sangat berpengalaman nnih menulis. Nubie ijin belajar dari blog ini yah :)

  4. kang ian dot com says:

    hehehe iya mas kadang saya bingung saya ini mau jadi apa sih di blog saya ini? pembuat artikel blog, tukang sharing informasi, atau cuma sekedar penulis diari aja? ah saya sempat loh mengalami mas gonjang ganjing g jelas cuma karena kebingungan untuk memposisikan saya di blog saya sendiri wakaka
    tapi alhamdulillah saya berteman dengan mas darin..jujur saya suka tulisan mas darin. teruskan mas sangat inspiratif deh πŸ˜€ saya akhirnya menemukan diri saya di jalur blog ini wakakak

  5. Kimi says:

    Sesekali saya membaca ulang tulisan-tulisan saya di blog. Ketika membacanya, kadang saya ingin tertawa karena malu sendiri membaca tulisan2 saya jaman dahulu kala. Kok ya jelek banget kaya’nya. πŸ˜†

  6. bdangkal says:

    aku kudu khatam baca artikel yang ini *sambil menikmati singkong goreng dan teh hangat

  7. Deny Gnasher says:

    Saya baru beberapa bulan lalu ngeblog, tapi mau serius dan menjadi diri sendiri aja :)
    Biarin blog orang lebih, baus, lebih banyak dikunjungi yang penting bagaimana saya bisa termotivasi agar lebih baik lagi.

    • Darin says:

      Opini yg keren mas.

      Biarin blog orang lebih bagus, lebih banyak dikunjungi yang penting bagaimana saya bisa termotivasi agar lebih baik lagi.

      Salut! :)

  8. Cahya says:

    Tulisan itu hanya sebuah cerminan, dan seperti diri saya jua, tidak akan menjadi abadi, jadi akan menghilang jua suatu hari nanti.

  9. Rohani Syawaliah says:

    be my self…

    bagaimana ya kalo saya + blog? jadi apa ya?

  10. Pingback: Manfaat Konsistensi Menulis Terhadap Motivasi Blogging | Darinholic dot Com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *