Semalam Dengan Buku ‘Money From Anywhere’

Barusan nemu buku bagus, judulnya Money From Anywhere.

Well, mendengar kata uang, itu sudah membuat dada tergelitik. Tapi money from anywhere alias uang dari mana-mana, siapa yang tak gerah? Apalagi ada endorsment paten dari sang pakar otak kanan Ippho ‘Right’ Santosa yang nebeng di sana.

Untuk menghasilkan banyak uang yang ada di sekeliling kita, buku ini solusinya. Baca dua kali!

Singkat cerita,dengan iringan lagu-lagu Silverchair, jadilah ia teman minum kopi di malam minggu yang kelabu ini *ihik.

Penulisnya baru saya dengar, Aswar Saputra. Tapi dari rentetan pengalamannya – wah – ini bukan main-main. Anak muda kelahiran 20 Mei 1984 ini adalah seorang praktisi Emotional Freedom Technique (EFT) dan founder dari e-EFT Club For Nation Building di Yogyakarta.

Ia ternyata sudah menulis beberapa buku, diantaranya Attract Your Dream With Law of Attractions, Mind Surgery, dan EFT For Changing Bad Habits. Dan di buku ini, dari review singkat di halaman belakangnya, penulis akan mengungkapkan rahasia-rahasia kecilnya untuk menarik beberapa uang yang cukup untuk hidup dan mendirikan perusahaan Self Publishing setelah berhenti bekerja tanpa tabungan dan pesangon di tahun 2008.

Hmm, menarik.

Tapi belum reda rasa penasaran tuk membuka daftar isi dan mengintip bab-bab bahasannya, saya malah sudah tertohok duluan di halaman-halaman awal, tepatnya di lembar ‘cara menggunakan buku ini’.

Entah saya sudah pernah membacanya dimana, tapi kalimat-kalimat yang tertulis di sana bagaikan de javu. Membuat saya lama tercenung.

Jika Anda ingin dan sungguh-sungguh berharap mendapatkan hasil yang maksimal dari sebuah buku, Anda harus menganggap seolah-olah buku itu adalah sebuah pemberian dari Tuhan. Hanya khusus untuk Anda.

Ini beda. Jarang sekali saya menemukan pengingat bagus di awal sebuah buku, bahkan sebelum prakata. Dan dari sedikit kalimat tersebut mau tak mau membuat fikiran saya langsung serasa down to earth, merendah, dan seakan bilang ‘ini buku spesial lho, langsung dari Yang Kuasa, khusus untuk kamu’.

Jadi benar ungkapan penulis di akhir lembar tadi:

Apresiasi, membuat jarak dalam jiwa.

Ok, lanjut ke daleman buku, cukup unik juga penulis mengurai materi tulisannya. Tak ada pakem khusus apakah harus dibaca berurutan dari bab awal sampai akhir,  karena ada beberapa bab yang kadang seperti sebuah artikel yang berdiri sendiri bak postingan blog berdurasi 400-an kata, tapi ada pula 2 atau 3 bab yang berurutan sambung menyambung.

Gaya penulisannya mengingatkan saya pada Gol A Gong. Setiap paragraf langsung to the point, ke pokok masalah, dan berlanjut ke paragraf berikutnya dengan jarak yang rapat. Enak dibaca. Sedang gaya bahasanya mirip-mirip dengan Ippho Santosa: luwes, kocak dan menghadirkan banyak sekali referensi berupa cerita, karya  dan kutipan-kutipan dari buku penulis-penulis ternama. Tapi tetap, tulisan Aswar Saputra ini memiliki nuansa tersendiri yang cukup membuat saya salut.

Nah, mengenai konsep money from anywhere, di buku ini penulis memaparkan pengalaman pribadinya yang kemudian membawanya ke sebuah pemikiran bahwasanya uang itu akan datang dengan sendirinya jika kita konsisten melakukan ‘kebiasaan-kebiasaan kecil’ di keseharian.

Apa ‘kebiasan-kebiasaan kecil’ itu?

Untuk yang pernah melahap 7 Habits of Highly Effective People-nya Stephen Covey, kebiasaan yang dimaksud di buku ini lebih condong ke menyerap apa yang ditawarkan oleh dunia luar, bukan sekedar merenungkan diri sendiri, membuat to do list, dan praktek.

Faktanya memang mencengangkan, buku ini menulis:

Setiap detik, berjuta-juta bit informasi mengalir melalui indra-indra kita. Namun, alam bawah sadar mungkin paling banyak hanya bisa memproses empat puluh bit saja. Jadi jutaan bit tadi dipadatkan menjadi sebuah pengalaman sadar yang secara praktis tidak berisi sama sekali.

Sebentar. Anda bisa jadi seperti saya, yang memang harus beberapa kali membaca kalimat di atas untuk menangkap arti dan pesan yang dimaksud oleh bit-bit itu.

Intinya sih sederhana saja: berhentilah berbohong. Terutama, berhentilah membohongi diri sendiri.

Ya, alam bawah sadar kita sebenarnya sudah tahu betul apa yang kita inginkan, harapan-harapan kita, impian kita, apa-apa yang setengah mati kita idamkan. Contohnya: ingin kaya (saya yakin semua juga begitu). Tapi lihat, ketika di alam sadar kita ditanya: apa yang bisa membuat Anda kaya raya?

Mendadak semua sejenak bungkam. Sama seperti saya. Terdiam karena tidak tahu harus memulai dari mana untuk menjawab pertanyaan itu, sampai pada akhirnya tanpa sadar kita bergumam pelan: saya nggak tahu apa yang akan membuat saya kaya raya.

Betul?

Beberapa gelintir orang mungkin jaringan otaknya mulai aktif memikirkan jalan ke arah sana, tapi sebagian besar lebih memilih aman dan berteduh di zona nyaman dengan berbohong dan membuat alasan yang dianggapnya benar.

Duh, berat juga ya. Saya juga sampai puyeng mikirin itu *haha.

Tapi saya kira inilah titik awal dari konsep money from anywhere. Kita harus berani jujur dulu pada diri sendiri bahwa kita punya impian, lalu selanjutnya berani mengambil tindakan yang berupa ‘kebiasaan-kebiasaan kecil’ itu.

Berhubung ritme tulisan dalam buku ini – meski ditulis semacam diary dari pengalaman pribadi penulisnya – kadang melompat-lompat baik dari segi waktu maupun topik bahasan, saya coba ringkas dengan pemahaan saya sendiri: apa sih yang disebut ‘kebiasaan kecil’ yang menjadi rahasianya itu?

Ok, yang pertama, setelah berani jujur bahwa kita memang sebenarnya punya impian kaya dan tahu apa yang bisa mewujudkannya, hal berikutnya adalah memaafkan.

Memaafkan siapa? Ya memaafkan situasi yang tengah tak menentu, memaafkan orang lain yang pernah menipu, bisa juga memaafkan diri sendiri yang mungkin lama ‘tertidur’ dan baru ‘tersadar’ tentang itu sekarang. Itu saja.

Menerima konsep itu sangatlah penting. Saya merasa terbebaskan.

Free.

Nah, ketika dalam kondisi terbebaskan itulah kita mulai beranjak ke kebiasaan kedua, yaitu: selalu mendahulukan orang lain, uang kemudian.

Cerita dari Starbucks, IKEA, Joe Girard, Air Asia juga Merry Riana yang pernah diulas blog ini mungkin salah satu contoh. Dahulukan orang lain, pentingkan kepentingan orang lain, selalu perhatikan apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh orang lain. Manusiakanlah manusia.

Otomatis – layaknya memang sudah kodrat alam – bahwa kalau kita punya pemikiran tersebut maka lahirlah rasa cinta dan ketulusan pada orang lain, yang kelak menjadi dasar dari tindakan-tindakan kita selanjutnya.

Fiuh. Cinta.

Ya, kalau ada perasaan ‘ah, itu kan klise’, coba deh baca kutipan dari Wayne Dyer di buku ini:

Jika Anda tidak bisa mewujudkan apa yang Anda inginkan, mungkin itu terjadi karena ketiadaan cinta dalam dunia batin Anda.

Nyetrum nggak?

Ini langsung mengantar mata saya pada sebuah pembatas buku sederhana yang bertuliskan kata-kata mutiara, gantungan kunci yang berisi pesan kemanusiaan, pin dengan seruan menjaga kelestarian alam. Hey, apa itu maksudnya?

Otak saya langsung berderik ketika di akhir bab itu tertulis:

Lewat apa Anda akan menjaga dan menumbuhkan inspirasi dalam jiwa setiap orang? Semangkuk bakso, onde-onde, sepotong es krim, selembar kertas berlukis, sebatang sedotan, gantungan kunci, dan masih banyak lagi. Itulah ladang minyak Anda yang akan menerangi kehidupan dunia ini. Menciptakan lebih banyak lagi kebahagiaan. Setelah itu, seperti kata orang: uang akan turun dari langit.

Bum.

Yang menggelikan (sampai saya senyum-senyum sendiri), ada pengalaman penulis yang menyentil kelakuan para pebisnis online saat mencoba mencari data dan informasi di google. Ceritanya…

Saya mulai mengetikkan kata kunci yang saya inginkan. Beberapa saat, pesananpun datang. Saya senang. Ada banyak tampilan yang muncul di halaman pertama, dan saya langsung klik pada situs di urutan satu. Membaca hasil pencariannya, jantung saya hampir pecah!

‘Kok begini?’

Saya coba bersabar. Saya menarik nafas panjang dan klik lagi situs urutan kedua. Tapi, saya tak mempercayai apa yang saya lihat. Kali ini, darah saya langsung mendidih.

Kenapa orang-orang ini memasang banyak jebakan?

Hanya karena ingin situs mereka diklik banyak orang, lalu mereka menggunakan trik murahan dan jahat. Orang-orang itu sudah salah menggunakan internet. Alih-alih menumbuhkan inspirasi dalam jiwa saya, mereka malah menghancurkannya. Menjebak saya dengan memberikan informasi yang salah!

Orang-orang itu mendapatkan bayaran atas klik saya. Yang lebih parah lagi, saya dipersulit di situs mereka. Ada banyak tampilan yang tidak saya inginkan dan tampilan itu memaksa saya untuk semakin banyak melakukan klik, plus mengharuskan saya untuk mengisi sesuai dengan permintaan mereka. Ini dan itu yang tak ada gunanya bagi saya. Waktu saya pun habis percuma.

Anehnya lagi, situs mereka tidak menyediakan apa yang saya inginkan.

Jelas, mereka sudah menjalankan bisnis dengan cara yang salah.

Ini membawa kita pada fase di ‘kebiasaan kecil’ berikutnya, yaitu: janganlah menjadi jahat.

Apapun itu, selain di kehidupan sehari-hari, saya fikir prinsip janganlah menjadi jahat sangat amat tepat sekali disematkan di diri kita masing-masing, apalagi dalam urusan mencari sesuap nasi. Kasus penulis yang ‘disiksa’ oleh segelintir oknum pebisnis internet adalah contoh yang bisa dibilang sederhana, karena nyatanya di sekeliling kita masih banyak contoh besar yang menghalalkan segala cara demi mendapatkan uang.

Dan ketika ungkapan ‘mencari pekerjaan haram saja susah, apalagi yang halal’ sepertinya mulai lumrah, sangat beruntung saya menemukan satu pengingat jitu itu di buku ini.

Memaafkan, dahulukan kepentingan orang lain dan kemudian janganlah menjadi jahat. Sip? Ok, dengan begitu kita mulai bergerak ke kebiasaan berikutnya, yaitu: berfikir seperti pengusaha.

Ini yang kadang membuat kita alergi dan kesenangan pun mulai luntur. Mulai deh ceramahnya. Pasti isinya motivasi cas-cis-cus, teori was-wis-wus dan pamer ngas-ngis-ngus *haha.

Yah, namanya juga buku tentang uang, dimana-mana pasti muaranya sama, yaitu mendorong kita untuk memiliki bisnis sendiri. Saya kira sedikit sekali buku tentang uang yang ditujukan untuk para penerima gaji bulanan. Ada sih, tapi gregetnya pasti nggak se-intens buku tentang uang untuk para (calon) pengusaha. *Uhuks, bahasanya bo 😀

Lanjut, untuk masalah membangun motivasi dan tetek bengeknya itu ya pasti ada, tapi sebaris kalimat di awal bab ini sudah sukses membuat saya merinding:

Ketika Anda sudah mendapatkan pemahaman, Anda tidak lagi sangat membutuhkan pengalaman.

Keren juga.

Tapi lebih keren lagi ketika saya menelusuri halaman-halaman berikutnya dan menemukan jurus sakti dalam memulai sebuah bisnis.

Jurus itu dimulai dengan satu pernyataan: pasti ada cara yang lebih baik untuk ………..

Untuk apa? Saat selesai membaca bab itu imajinasi saya mulai bermain. Mata liar menatapi barang-barang di sekeliling. Klip kertas, pembatas buku, lotion anti nyamuk, pengharum yang nempel di setrika, kipas di bawah laptop, mouse yang kabelnya bisa menggulung sendiri. Ah, ini pasti lahir dari pemikiran sederhana tersebut!

Pasti ada cara yang lebih baik untuk…… katakanlah berjualan bakso. Wus, sekarang banyak berseliweran abang bakso dengan motor. Menjaga hape, muncul bisnis casing hape. Membuat pakaian lebih wangi saat dicuci, ada tambahan pewangi saat membilas. Banyak hal di sekeliling yang rupa-rupanya menjurus ke arah sana.

Ok, rekan semua, ambil selembar kertas, berimajinasi, dan mulailah berfikir: pasti ada deh cara yang lebih baik untuk ……….

Cari pacar! Hus! 😀

Epilog

Sebetulnya banyak sekali hal yang ingin saya kupas tentang buku Money From Anywhere ini. Tapi ya harap maklum, selain kasihan dengan jari saya yang mulai keriting, kasihani juga penulisnya dong. Kalau saya kupas semua disini bisa-bisa Anda malah ngga jadi penasaran dengan bukunya *hehe.

Yah, terlepas dari banyaknya kesalahan penulisan dan desain halaman yang kurang begitu meyakinkan, intisari dari buku ini layak sekali untuk dikonsumsi, mencerahkan dan menggugah selera. Mudah-mudahan kelak bukunya dicetak ulang dengan desain yang lebih hot. Se-hot tulisannya.

Dan tepat saat Silverchair merampungkan Tomorrow, saat itu pula saya merebahkan diri di peraduan. Tapi entah kenapa, benak ini masih dilanda tantangan sialan itu.

Pasti ada cara yang lebih baik untuk ……….

Anda sendiri? :)

Share Button

About Darin

Hai, terima kasih sudah membaca artikel di blog ini. Untuk selanjutnya, Anda bisa berlangganan artikel secara gratis via RSS Feed atau lewat Email. Dan untuk mengenal saya lebih dekat, mari cuap-cuap bareng di Twitter dan jangan lupa sempatkan buka laman About dan Arsip blog ini.
This entry was posted in Buku and tagged , , , . Bookmark the permalink.

25 Responses to Semalam Dengan Buku ‘Money From Anywhere’

  1. Ade Truna says:

    kalo kang Darin sudah beraksi (baca: mengulas), suka pengen ikut baca (kalau kebetulan buku yg diulas), ke Gramed aja gitu? *berharap dikirimi (buku bukan pentungan) – trims :)

    • Darin says:

      Mungkin seleranya sama kali kang 😀
      Di Gramed sini aja ada apalagi disana kang, pasti ada lah.
      Kalo dikirim, ntar dulu kang, masih asik bukunya buat kelonan xixi 😀

  2. iska says:

    menginspirasi sekali om Darin
    saya juga berusaha menanam benih situs yang nantinya saya harapkan mendulang hasilnya, entah mungkin baru 3 tahun setelah hari ini
    saya tetep optimis, hehe

  3. @bangsaid says:

    Jadi kepengen baca (beli bukunya) 😀

    Ada satu quote dari teman yang sangat mengena di hati saya “Mudahkan orang lain, pasti Tuhan mudahkan hidupmu”

  4. jarwadi says:

    saya juga pengen baca jadinya, ulasan mas darin kereeen dan memancing penasaran

  5. MasMaoe says:

    wah jadi penasaran pengen baca juga hehe 😀

  6. giewahyudi says:

    Yah kok cuma semalam doang. Hahahha.

    “Anda harus menganggap seolah-olah buku itu adalah sebuah pemberian dari Tuhan. Hanya khusus untuk Anda.” Jadi seolah-olah kita nabi yang menerima kitab suci gitu? Berat. :))

  7. whizisme says:

    penasaran dengan bentuk visual bukunya mas :)

  8. indobrad says:

    iya nih. maaf terpaksa di-sekip2 gitu bacanya biar penasaran utk beli 😛

  9. Program Diet Herbal says:

    pasti ada cara yang lebih baik untuk… turun berat badan… hehe

  10. Aswar says:

    Makasih Mas Darin

    Ini Saya Aswar. Penulis bukunya. Dulu, saya bikin self publishing sendiri.
    Sekarang, saya lagi bisnis jualan alat fitness di Mall juga online di:
    http://www.assafitnessonline.com

    Ini juga lagi buka pijat refleksi di Mall

    Money From Anywhere, Men…. Hehehehe.
    Buku saya lainnya lihat: http://www.terapi-eft.com

    Setiap detik, berjuta-juta bit informasi mengalir melalui indra-indra kita.
    Namun, alam bawah sadar mungkin paling banyak hanya bisa memproses
    empat puluh bit saja. Jadi jutaan bit tadi dipadatkan menjadi sebuah
    pengalaman sadar yang secara praktis tidak berisi sama sekali.

    Btw, sebentar lagi saya akan merilis buku, The Awakening Course: Panduan Mengalirkan
    Arus Keinginan Anda untuk Lebih Cepat Menarik Apa pun Impian Anda

  11. Aswar says:

    Pasti Ada Cara Yang Lebih Baik Untuk………

    Tahun 2010, saya jadi sales alat-alat fitness.
    Waktu itu saya sudah menerbitkan buku sendiri.
    Saya juga masih jadi terapis. Kok jadi sales alat fitness?

    Ah, tidak ada urusan dengan soal gengsi-gengsi.

    Money From Anywhere…

    Selama jadi sales tadi, saya selalu membawa filosofi
    Pasti ada cara yang lebih baik untuk………

    Tahun 2011, saya buka pameran alat fitness sendiri.
    Kali ini, saya sudah menemukan cara yang lebih baik
    untuk calon pembeli alat fitness. Apa itu?

    “Assa Body Journal”

    Jadi, orang datang ke toko fitness saya. Sy tidak menawarkan
    alat apa pun untuk mereka beli. Banyak kejadian, termasuk Om saya.
    Baru beli alat fitness seminggu, alat tadi hanya jadi gantungan handuk
    basah sekarang.

    Alih-alih saya berusaha membujuk mereka tuk beli alat, saya menawarkan
    mereka untuk naik GRATIS ditimbangan khusus produk Jepang. Lewat timbangan
    tadi, setiap orang jadi tahu komposisi tubuh mereka.

    Kelebihan lemak. Kepadatan tulang. Massa Otot. Kadar air. dan banyak lagi.
    Jika ada komposisi yang tidak imbang, biasanya lemak, baru saya ceritakan
    alat-alat yang saya jual bisa menormalkan komposisi yang tidak imbang tadi.

    Biasanya, orang langsung beli. Beli dan beli lagi. Tidak hanya itu, saya juga
    menggaransi hasilnya. Jika tidak sesuai omongan, bisa tukar alat. Keren kan?

    Pasti Ada Cara Yang Lebih Baik Untuk………

    Sekarang, ide seperti “Buku Assa Body Journal” juga
    dipake di salah satu Poli Obesitas di sebuah Rumah Sakit.

    Money From Anywhere. Yup.

    Selalu ingat,

    Pasti Ada Cara Yang Lebih Baik Untuk………

    Aswar

  12. lama gak berkunjung, melihat salah satu daleman blog saya, ternyata pengunjungnya banyak dari sini. Mungkin ada koneksi dalam otak saya, kalo blog darinholic menurutku adalah blog yang pernah saya pamerkan ke temen2 saya kalo blog dengan PR tinggi dsb. Ternyata bekas itu masih ada sampai sekarang. bahkan membawa traffic. Pikiran positif membawa dampak positif juga.

  13. Irvan says:

    Jadi ikutan pengen baca gan
    sebelumnya sy juga dah baca2 si beberapa ebook walau ga satu tema dengan ini tapi hampir mirip kesimpulannya :)

  14. mamatz says:

    salam kenal bro

  15. Rentanu says:

    Semua berasal dari pikiran dan vibrasi pikiran ini memang sangat berbahaya, kalau benar mengaplikasikan akan berbuah hebat tapi kalau salah tentu sebaliknya.

  16. wah jadi penasaran dengan buku nya seperti nya memberi inspirasi buat cari duit yang bagus hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *