Seputar Niche Blog: Memang Ahli, Menyukai, Atau Profitable?

Salah satu faktor yang mengundang begitu banyak orang untuk mulai ngeblog adalah adanya keinginan untuk berbagi. Sharing pengalaman, pengetahuan, jokes, atau hanya sekedar membagikan kesan bahwa dirinya eksis. Ya, meski corong social media disediakan begitu mudahnya tuk dijadikan ajang berbagi, namun untuk mengetahui hal-hal yang menjadi ketertarikan dari seorang personal, blog tetaplah yang terbaik.

Untuk alasan berbagi itu lah blog memang sebuah media yang sanggup mengakomodir seluruh kemampuan kita yang ahli atas suatu bidang. Sekaligus, blog pun mampu menampung semua tulisan kita yang menyukai, atau tertarik pada suatu topik.

Ada alasan lain? Ada. Saya pernah membangun blog dengan topik yang bukan keahlian saya, dan saya pun tak memiliki passion pada topik tersebut. Alasan satu-satunya yang ada di benak adalah, blog tersebut memiliki niche yang ber-profit, alias profitable.

Niche, atau cakupan pembahasan pada sebuah blog memang beragam. Bahkan dengan mudah kita temukan satu blog dengan niche personal dapat menelurkan tulisan bagus tentang niche yang lain. Yang kemudian istilah blog gado-gado pun muncul. Ya, tak bertema khusus namun mampu terus mewarnai blogosphere, bahkan tak jarang postingannya malah menjadi acuan bagi blog bertopik khusus.

Dan kata orang, memilih topik bahasan blog itu gampang-gampang susah. Betul sekali, gampang jika kita memang sudah punya latar belakang pendidikan, atau yang utama adalah latar belakang pengalaman.

Apa Niche Blog Anda?Contoh, Mas Hengky yang kini berkibar lagi dengan blog bertajuk Kaya Dari Bisnis VCC. Blog ini berisikan pengalaman-pengalaman pribadi beliau sendiri yang sudah makan asam garam berkecimpung di bisnis online. Passion-nya adalah sharing tentang tips dan trik untuk menjadi kaya dari internet, seperti yang tersemat di profilnya:

Apakah kaya dari internet harus selalu berjualan ebook dan tutorial how to make money? Nggak juga tuh! Mas Hengky, bisa kaya dari bisnis vcc dan tidak berjualan ebook apapun. Simak bocoran-bocoran ide dan tips serta trik bagaimana bisa kaya dari internet lewat blog ini.

Right. Lalu bagaimana dengan narablog yang ingin berbagi tentang topik yang tidak atau belum dikuasai sepenuhnya, namun ia menyukai hal tersebut? Well, kalau tak mau dibilang sebagian besar, bisa jadi 90 persen blog yang beredar adalah blog jenis ini. Ya, ini bisa dimaklumi, karena memang – sekali lagi – blog adalah wahana yang tepat untuk bereksperimen, menikmati progress secara online, sekaligus mendapat feedback langsung dari pengunjungnya.

Tak salah jika kita bercita-cita menjadi penulis novel, lalu blog dijadikan wadah kepenulisan kreatif seperti halnya Honeylizious.com. Tak berlebihan kiranya bila kesukaan pada bidang IT menjadikan Mas Iskandaria intens berbagi tentang topik tersebut di kafegue.com. Atau blog DarinHolic.com ini yang membahas seputar blogging, meski saya sendiri terlalu ‘wah’ untuk dibilang ahli, namun saya memiliki kesukaan tuk berbagi opini mengenai dunia blogging.

Dan yang terakhir, memilih niche blog adalah karena alasan profit. Hmm, niche ini sepertinya mengambang di dua kubu. Satu, yang memulai blog dengan tujuan awalnya memang ditujukan untuk profit, dan kedua, blog menjadi profitable karena telah mengalami progres panjang. Mana yang lebih baik?

Memilih Niche Blog

Jawabnya: tergantung. Jika melihat contoh kasus Mas Hengky di atas, yang telah memiliki background mumpuni, tak ada ruginya tuk memulai blog dengan tujuan profit. Namun yang banyak terjadi belakangan, blogger kadang langsung memonetasi blog dan menjadikan profit sebagai tujuan awal, tanpa didukung oleh pengetahuan apalagi pengalaman yang cukup. Bagus kalau mampu bertahan, karena jika tidak, apa-apa yang cepat panas, cepat pula dingin.

Sebentar, ada yang berpendapat kumulatif? Yaitu memulai blog dengan menyukai niche/topik tertentu, kemudian menjadi ahli dan akhirnya profitable?

Sepertinya ideal tuh *hehe* 😀

Happy blogging!

Share Button
This entry was posted in Blogger, Blogging, Opini and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

25 Comments

  1. Ami
    Posted 30/05/2011 at 16:26 | Permalink

    Semua blog kalo sudah dimonetasi bisa saja mulai dari titik mana. Akhirnya hanya yang mau belajar yang survive. Ada pembimbing umroh yang menyarankan tulisanku jadi buku. Soalnya banyak menulis pemahaman plus kekesalanku pada orang2 yang memicu aku belajar, buku ini revisi dari tulisanku. Waaah, gak nyambung ya. Intinya start dari mana aja bisa, asal terus mau belajar…

    • Posted 30/05/2011 at 16:30 | Permalink

      Dari blog jadi buku? Sudah ada yg membuktikan lho Mi, dan siapa tau Ami juga bisa 😀 Saya support Mi! 🙂

  2. Posted 30/05/2011 at 19:02 | Permalink

    saya keliatannya masuk ke kategori karena suka mas.. saya ngeblog karena hobby menulis dan suka berbagi. makanya blognya gak ada nichenya..
    tp kalau yg dot com mgkn karena fans MU 😀

  3. Posted 30/05/2011 at 19:10 | Permalink

    Ngeblog itu idealnya seputar apa yang diketahui, kalau pun perlu referensi minimal tidak menyimpang jauh dari batas pemahaman kita, masalahnya kalau sampai ada yang bertanya.komentar kita tidak bisa menanggapinya, itu malah terkesan lucu 😀

    Soal medapat profit dari blog, itu lain soal. Bagi yang sudah ahli, itu adalah kewajaran, mereka punya ‘sesuatu’ untuk ‘dijual’. Sedang yang dari awal sudah berfikir soal profit, itu yang terkadng bikin soal 😀

  4. iskandaria
    Posted 30/05/2011 at 17:37 | Permalink

    Ada pendapat yang menyatakan bahwa niche blog masih kurang cocok untuk karakter orang Indonesia. Mungkin karena budaya baca yang masih rendah di kalangan masyarakat Indonesia, sehingga untuk bisa fokus di satu bidang, rasanya agak sulit. Sulitnya karena memang kebanyakan tak punya keahlian yang benar-benar bisa dijadikan pondasi untuk membangun blog bertema khusus.

    Karena agak malas membaca, ide-ide menulis pun kebanyakan dari hasil pengalaman sehari-hari. Paling banyaknya tentang curhat pribadi. Paling parah lagi jika cuma nyomot sana-sini, berharap trafik cepat naik dan bisa dimonetisasi secepatnya.

    Namun bukan berarti bahwa suka membaca adalah satu-satunya sumber ide yang baik. Tapi jika melihat kenyataan budaya sebagian besar masyarakat Indonesia yang lebih suka ngomong daripada membaca, maka konten berjenis curhat pun masih mendominasi 😉

    Malah merembet ke jenis konten yach mas.

    • Posted 30/05/2011 at 22:04 | Permalink

      Korelasi antara pemilihan niche khusus dan budaya membaca mungkin ada mas Is. Saya malah dapet pencerahan di sini. Ya, misal ada blog dengan topik politik, tentu tak seramai dengan blog gado-gado yang sekali-kali nembak keyword ttg peristiwa politik yg sedang hangat. Jadi di sini kreativitas dari bloggernya juga terkait.

      Tapi jika melihat kenyataan budaya sebagian besar masyarakat Indonesia yang lebih suka ngomong daripada membaca, maka konten berjenis curhat pun masih mendominasi..

      Hehehe, saya baru sadar tentang hal ini 😀

  5. Hendro Prayitno
    Posted 30/05/2011 at 17:51 | Permalink

    Kesalahan blogger menulis di blog, pada awalnya ingin monitasi..itu ajah, menurut gw. Kalau sudah begitu sifat membaca dan menulis ga ada lagi..malah banyakan mengoptimasi..bahkan plagiat cuma untuk traffic semata.
    Kalu mau pikir yang real, banyaknya uang yang di keluarkan untuk inet lebih di bela..
    Sekarang pikirlah yang wajar aja, kl pun dapat duit seberapa sih?
    Sebanding ga sama yg kita keluarin buat ngenet? cuma ane salut aje buat blogger yang semangat betul monitasinya..sampe ngasih tau udah di bayar en screenshootnya ..keren, buat promosi mang harus begitu..
    Kl ane malah ga ada karakter
    “dapet duit aje belum pernah dari blog, kl AGC malah pernah”
    and blogging sekarang jadi seperti yang mas darin bilang..cuma curhat dan catatan..

    • Nurul Imam
      Posted 31/05/2011 at 21:11 | Permalink

      Ini nih yang saya suka. saya malah ngebandingin hasil pkerjaan offline saya dengan penghasilan yang pernah saya coba di bisnis online. malah klo di hitung2 lebih banyak pengeluaran untuk biaya akses internet dari pada penghasilan onlinenya

      • iskandaria
        Posted 01/06/2011 at 09:44 | Permalink

        Mas Imam, sama dong kalo gitu. Kalo cuma mikirin biaya internet, saya mungkin sudah berhenti ngeblog. Toh, buat apa buang-buang duit kalo hasilnya nihil. Tapi kalo segalanya cuma diukur dari uang, ya bakalan nggak ada ‘rasa’nya. Ngeblog kan juga pakai rasa. Rasa itulah yang memberikan kepuasan batin (yang mungkin tak bisa diukur dengan uang).

    • iskandaria
      Posted 01/06/2011 at 09:35 | Permalink

      Bang Hendro,
      Jadi kesindir nih saya 🙂 (tentang ngasih tau lewat screenshot bahwa telah dibayar). Sebenernya motif saya cuma ingin ngikutin saran dari pihak broker saja, bahwa mereka akan sangat senang jika publisher-nya ngasih testimonial bahwa sudah dibayar. Itu saja. Toh, itu juga bisa jadi motivasi bagi blogger lain yang kebetulan membacanya.

      Jadi, bukan sekedar mau pamer.

  6. Posted 30/05/2011 at 21:30 | Permalink

    Membaca posting beserta komentar komentarnya, asyik, menambah wacana saya. Tengkyu Mas..

  7. Rohani syawaliah
    Posted 30/05/2011 at 20:08 | Permalink

    wah masih sudah memasukkan blog saya sebagai tambahan contoh…

    hehehhee….

    tapi isinya memang campur aduk….

    jadi yang mampir semoga juga banyak…

    karena topiknya buanyak banget

  8. Gita Nurani
    Posted 30/05/2011 at 23:53 | Permalink

    blogging menambah teman jd asyik

  9. Posted 31/05/2011 at 11:32 | Permalink

    kyknya sy harus berkunjung tuh,,, di situs vcc.. siapa th bisa kaya juga 😀

  10. masyhury
    Posted 31/05/2011 at 10:46 | Permalink

    Saya masih belum mengerti tentang bisnis di internet, termasuk VCC. Dan sejauh ini menjalani blog dengan gado-gado masih menjadi pilihan karena benar saja, apa yang ada di otak itu lah yang di tulis. Gak mikir soal niche deh… 😀

  11. bdangkal
    Posted 31/05/2011 at 14:18 | Permalink

    lihat bilah sisi kanan atas blognya mas darin sudah ada banner PPC IdBlognetwork, –mulai memonetasi blog nih…. *Sama dong dgn sayah! :mrgreen:

  12. ajurNA
    Posted 31/05/2011 at 15:30 | Permalink

    ternyata banyak latar belakang dari ngeblog yah, kalau aku latar belakangnya paling sekedar hoby dan tempat catatan aja. (itu untuk sekarang, tidak tahu kalau kedepannya) dan sedikit belajar monetize dari PPC.hehe

    kalau soal blog niche aku sendiri masih berat. soalnya belum punya kemampuan niche juga. kemampuannya masih menyeluruh tapi dibawah 50% untuk setiap kategorynya. jadi punya blog juga gado-gado yang juga setengah2 pemahamannya, karena selain share juga curhat minta pendapat siapa tahu ada yang menanggapinya.

  13. Posted 31/05/2011 at 20:25 | Permalink

    saya jadi malu baca tulisan ini, ahihihihihihihihihi blog saya gak ada nichenya xixixixixiiiii…… nichenya Gado 😛

  14. Posted 31/05/2011 at 21:25 | Permalink

    Semuanya baik mas, toh memang kesemuanya pasti memiliki niatan untuk berbagi ilmu.. Yang salah adalah yang mementahkan semangatnya

  15. Posted 01/06/2011 at 00:32 | Permalink

    Saya menjadikan blog saya sebagai semacam “tempat sampah” yang menampung hal-hal menyesakkan dalam benak dan pikiran. Karenanya, saya tak pernah peduli dengan apa pun yang saya tuliskan, tak peduli apakah ada yang membacanya atau tidak, apalagi sampai mikir niche dan profit. Karenanya pula, ketika mengetahui ada orang yang membacanya, saya terkejut, kok rupanya ada yang mau “memulung” sampah saya. 🙂 Lebih terkejut lagi, enam bulan setelah ngeblog, “sampah-sampah” yang dianggap baik diminta penerbit untuk diterbitkan, dan sekarang bukunya sudah terbit, bahkan masuk bestseller. (Sedikit ngiklan, judulnya “Inner Wisdom”).

    Nah, ini kasus ngeblog yang aneh, kan, Mas Darin? 😀

    • iskandaria
      Posted 01/06/2011 at 09:39 | Permalink

      Mas Hoeda,
      Memang sangat aneh kalau begitu. Saya juga punya feeling kalau suatu saat nanti, tulisan-tulisan ”ngaco” di blog itikbali.com bakalan dibukukan. Soalnya gaya tulisan sang penulisnya sangat khas dan menghibur. Nggak ada bandingannya deh.

      Selamat ya mas Hoeda (atas buku dari hasil ngeblognya). Ini contoh nyata bahwa menjadi diri sendiri ketika ngeblog ternyata bisa membuka kemungkinan yang tak pernah kita sangka-sangka dan inginkan.

    • Posted 01/06/2011 at 16:31 | Permalink

      Wow, saya surprise sekali mendengar berita ini. Saya baru tau mas 😀 congratulations!
      Ya, seperti komentar Mas Is, pabila kita ngeblog dengan enjoy dan tak memikirkan apakah itu populer atau tidak, kemungkinan apapun bisa terjadi. Termasuk dibukukan seperti yang mas Hoeda alami 🙂
      Saya kira kasus seperti ini tak begitu aneh mas, sudah banyak buktinya. Dari mulai Raditya Dika hingga penulis2 buku yg lain, banyak yg mulai dari tulisan2 di blog 😀 mantap deh!

  16. ardianzzz
    Posted 02/06/2011 at 18:49 | Permalink

    yang jelas, baiknya kita menuliskan sesuatu yang bermanfaat di blog…

  17. Arief Maulana
    Posted 03/06/2011 at 10:13 | Permalink

    Lalu bagaimana dengan narablog yang ingin berbagi tentang topik yang tidak atau belum dikuasai sepenuhnya, namun ia menyukai hal tersebut?

    Untuk kasus seperti yang saya quote di atas, itu jauh lebih baik mas daripada memulai sesuatu yang kita ga ada passion. Berawal dari passion itulah nantinya kita akan terpacu semangat untuk meng-upgrade kapasitas dan skill sampai 100%. So, konsklusi mas Darin udah pas :

    memulai blog dengan menyukai niche/topik tertentu, kemudian menjadi ahli dan akhirnya profitable?

  18. Posted 06/06/2011 at 14:16 | Permalink

    pertama dulu memang suka, dan keinginan untuk melakukan sesuatu, untuk untuk ibukota tercinta yang nyaris tak terdengar… lantas ingin menghasilkan, sekarang menghasilkan, walau belum sesuai target, tapi lumayan lah… pertumbuhannya selalau positif, mohon bimbingannya… 🙂

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*
*