Sinopsis Tulisan Dengan Gunung Alur: Solusi Praktis Menulis Artikel Di Blog

Beberapa waktu yang lalu, saya pernah menulis tentang penggunaan mind map juga urutan penulisan sebuah artikel agar terlihat seksi. Keduanya – jujur aja – bagi proses ngeblog di diri saya pribadi ya masih dalam tahap ujicoba, atau dalam bahasa kerennya: beta testing. Dan tujuan saya menulis tips-tips yang kelihatannya mantap itu bukan berarti saya dah mahir lho. Bukan. Saya cuma berusaha memegang teguh prinsip Picasso yang berbunyi:

Saya selalu melakukan apa yang tidak saya bisa, supaya saya bisa belajar bagaimana melakukan itu.

Idem pula dengan menulis 🙂

Nah, di buku Kitab Writerpreneur-nya Sofie Beatrix, saya menemukan lagi tips bagus untuk mempermudah dalam penulisan artikel setelah kita sebelumnya menentukan tema tulisan yang akan diangkat. Tips itu adalah dengan membuat sinopsis atau kerangka tulisan menggunakan metode gunung alur. Sketsanya begini…

Gunung Alur Untuk Sinopsis Kerangka Tulisan

Yang penjelasan sederhananya dijabarkan sebagai berikut:

  • Awal: Mengapa saya menulis tentang tema ini?
  • Masalah: Masalah yang terjadi/dampak
  • Mengurai Masalah: Definisi, opening menuju jawaban/solusi
  • Penyelesaian: How to (bagaimana kiat-kiatnya)
  • Akhir: Kesimpulan, motivasi

Tujuannya seperti yang ditulis di dalam buku ini:

…dengan membuat sinopsis kita telah membuat isi tulisan mulai awal sampai akhir. Tujuannya membantu sebagai indikator apakah pemikiran kita sudah cukup sistematis, memiliki alur yang dalam dan sesuai serta masuk akal. Artinya, sinopsis itu berisi sebuah argumen yang menyatakan pendirian tentang suatu gagasan diikuti oleh pernyataan yang menguatkan argumen tersebut kemudian disimpulkan.

Benar juga. Brainstorming dengan mind map mungkin mampu memberikan cetusan-cetusan ide baru dan segar ketika kita ingin membahas suatu topik tulisan, namun dalam penyajiannya, kita tentu membutuhkan sebuah pola agar menarik dari segi keterbacaan. Metode gunung alur di atas tak salah lagi bisa memberikan arahan, menyempitkan fokus pengembangan ide dan mempermudah kita dalam berargumen.

Hmm, walau baru saja menemukan metode ini, sepertinya ada beberapa artikel yang pernah saya angkat mendekati kaidah sketsa gunung alur tersebut. Seperti tulisan saya yang berjudul Menghangatkan Momentum Ngeblog Agar Tetap Hot yang sinopsisnya dapat berupa:

Sketsa Sinopsis Tulisan

Awal: Mengapa saya menulis tema tentang ini?
Kegiatan ngeblog adalah sebuah aktivitas yang memerlukan konsistensi, baik di blog yang mengutamakan personal branding maupun – dan apalagi – jika blog itu didesain untuk keperluan monetasi.

Masalah: Masalah yang terjadi/dampak
Namun dalam perjalanannya, seringkali narablog menemukan halangan dan sering kehilangan momentum, sehingga proses blogging menjadi tak konsisten dan berakibat hilangnya spirit of blogging.

Mengurai Masalah: Definisi, opening menuju jawaban/solusi
Sebenarnya setiap narablog sadar akan hal ini. Momentum ngeblog memang harus menjadi perhatian, tapi kadang perlu diingatkan kembali atau diperlihatkan wawasan baru mengenai hal-hal yang bisa mempertahankan dan atau membangkitkan kembali momentum ngeblog yang sedang surut. Tambahan, disini dipaparkan pula kerugian jika kehilangan momentum ngeblog.

Penyelesaian: How to
Ada beberapa solusi yang bisa ditawarkan, antara lain dengan memaksimalkan peluang tuk berkembang di jejaring sosial, menggali kembali kekuatan diri, juga saling support dengan sesama blogger yang memiliki kesamaan visi dalam blogging.

Akhir: Kesimpulan/motivasi
Mengajak pembaca untuk menjaga momentum ngeblog dengan tips-tips yang telah dijelaskan.

See? Beginilah pemecahannya. Ternyata untuk membentuk tulisan yang sistematis itu tak sesulit yang dibayangkan. Dan dengan menguraikan sinopsis mengikuti metode gunung alur, ini bisa menjadi solusi praktis untuk memudahkan sistematika tulisan yang mengalir, runtut serta logis. But of course, ini memerlukan banyak sekali latihan, seperti yang sedang saya lakukan ini: banyak-banyak menulis dan update di blog! 😀

Berani mencoba?

Share Button
This entry was posted in Blogging, Buku, Tips Menulis and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

10 Comments

  1. Posted 30/09/2011 at 19:11 | Permalink

    aku sih gak bosen, banyak curhatnya, hahaha… ketawa nulis, nangis nulis. Baca ini nulis, ketemu ini nulis. beli baju yang biasanya kotak mau jadiin bunga-bunga biar lebih perempuan juga mau tak tulis… yang gak suka ngeblog yah, anggapannya kurang kerjaan aja…

  2. rachmat amienullah
    Posted 30/09/2011 at 17:14 | Permalink

    makasi infonya…jadi nambah ilmu nech aku 🙂

    salam kenal dari blogger banyuwangi

  3. Posted 01/10/2011 at 03:17 | Permalink

    kalau saya sih, tidak terlalu pakem sama sistematika. yang penting konsisten saja berkarya. sistematika akan muncul sendiri

  4. Posted 01/10/2011 at 10:35 | Permalink

    Memang aplikatif nih tipsnya… Moga aja mas Darin jadi penulis hebat nantinya… Saya perlu banyak belajar disini…

  5. Posted 05/10/2011 at 09:33 | Permalink

    Artikel yang bagus. +1 juta kak 🙂

  6. Posted 10/10/2011 at 11:06 | Permalink

    Halo, Bung. Teman lama datang kembali nih. Setiap kali kemari pasti bingung baca yang mana dulu, kebetulan lebih tertarik dengan ‘jurus’ yang satu ini. 😀

    Btw, yup, metodenya mantap dan rasanya bakal sangat membantu penulis dan juga blogger bila diaplikasikan dalam menulis. Sebenarnya di sekolah menengah pun hal seperti ini sudah diajarkan, tapi materinya terlalu simpel sedangkan guru yang mengajarkan seringkali terlalu textbook. Padahal kalau diuraikan secara elegan seperti ini terasa mudah dicerna, dan siapapun merasa bisa mengaplikasikannya.

    • Posted 11/10/2011 at 20:05 | Permalink

      Halo Bung Eko, habis turun gunung ya? Hehe 😀

      Wah, saya jadi bingung sendiri nih dikomentari penulis yang beneran. Ya bungm kebetulan ini saya dapet di buku ‘kitab writerpreneur’. Eh, buku yang draftnya sedah ada itu sudah cetak belum bung? Saya penasaran banget lho jadinya kayak apa. Pasti mantep banget! 😀

  7. Posted 07/01/2012 at 12:53 | Permalink

    salam kenal bung Darin..akibat ikutan giveaway buku ini dan ga dapet, saya malah kepincut pengen beli..:)
    tp dmn ya???

    • Posted 07/01/2012 at 13:51 | Permalink

      Saya beli di Gramedia mbak. Kalau di tempat mbak ga ada, bisa kok beli secara online di web gramedianya.
      Buku ini sepertinya cocok buat mbak, karena penulisnya juga seorang ibu muda yang suka sekali menulis dan akhirnya bisa menulis buku.

  8. Posted 07/01/2012 at 20:18 | Permalink

    ok terima kasih infonya..siap2 hunting deh..:)

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*
*