Style of Bimbang

Bahkan di tengah udara dingin yang menyelimuti dini hari ini, fikiran saya masih hangat oleh suguhan inspirasi sebuah acara talkshow semalam. Ya, acara yang digawangi Mario Teguh (MT) ber-tagline Golden Ways itu sungguh sangat hebat, dan seperti biasa, memberi wawasan dan pencerahan baru. Seperti kemarin, topik yang diusung adalah tentang bagaimana mengatasi rasa bimbang dalam pengambilan keputusan pada pilihan-pilihan hidup. Bimbang Not My Style, begitu judulnya.

Banyak hal menarik yang dapat dipetik, dimulai dari betapa ketidaktegasan untuk memilih adalah sesuatu yang tak logis hingga tips dalam memaknai kegagalan. Saya terhenyak dengan uraian argumentasi dari MT yang menyatakan bahwa ketidaktegasan bukan hanya tak logis, namun juga berbahaya. Apa pasal?

Begini, katakan ada dua pilihan, apapun itu, pasti pilihan-pilihan itu adalah baik, dan tentunya kita menginginkan yang terbaik, bukan? Nah, proses memilih yang terbaik dari pilihan-pilihan yang baik ini harus segera dieksekusi, karena kalau tidak nanti akan membawa kita ke keadaan serba salah, alias semua pilihan itu menjadi salah. Contoh mudah, yaitu ketika seorang gadis yang menerima pinangan dari dua pria. Jika si gadis tak segera menentukan pilihan, apa yang terjadi? Ya, kedua pria itu bakal angkat koper and say goodbye. Tak ada lagi pilihan. Danger.

Thus, di sesi diskusi, ada sebuah pertanyaan bagus, yaitu: apa bedanya ketidaktegasan dan kesabaran?

Mengatasi Kebimbangan HidupKita tahu, beda antara keduanya memang samar, dan MT menggambarkan ilustrasi seperti sket di samping. Bimbang memilih dan tak jua menentukan jalan bukan malah meningkatkan kualitas hidup, malah menjadikannya turun. Dan kesabaran sering kita jadikan sebagai tameng pelindung ketidaktegasan itu. Sabar, sabar dan pokoknya sabar. Efeknya, bukan kemuliaan yang didapat karena kita terlihat sabar, namun lebih parah, karena kualitas hidup tak kunjung menjadi lebih baik. Jadi untuk apa bersabar-sabar? Just pick your choice and go on. Kesalahan dan kegagalan hanyalah proses menuju kemuliaan hidup, karena katanya…

Jika kesuksesan adalah sebuah keharusan, maka kegagalan adalah hak!

Super. Meresapi kata-kata itu sungguh membuat saya terbakar. Sepertinya baru kali ini saya menemukan kalimat motivasi tentang kegagalan yang paling menggugah. Ya, kalau kita berfikir bahwa kegagalan adalah hak, atau sesuatu yang memang seharusnya terjadi, lalu apalah artinya menjadikan diri rendah? Toh bukannya kesuksesan itu sudah kita tetapkan sebagai sesuatu yang harus?

Kegagalan Adalah HakSket MT di atas juga super. Digambarkan bahwa proses peningkatan kualitas hidup adalah serangkaian pantulan dari kegagalan-kegagalan yang dialami. Hubungannya dengan konteks menjauhi ketidaktegasan adalah, lebih baik tahu bahwa kita salah langkah sekarang dan terus maju daripada terus menerus berlindung di balik tameng kesabaran dan tak melakukan progress apapun.

Keberhasilan, kesuksesan dan kemuliaan hidup bukanlah hasil dari ketiadaan bertindak dan berfikir berlama-lama. Just do it. Seperti saya yang selalu kagum dengan pepatah ‘Do the best and God will do the rest‘, melakukan yang terbaik itu bukan semata lewat pemikiran panjang. Makna utama dari melakukan yang terbaik adalah melakukannya sesegera mungkin tanpa terlalu mengkhawatirkan apa yang terjadi nanti. Apa yang terjadi nanti adalah urusan Tuhan, karena yang tahu pasti hasilnya adalah Tuhan. We just play our role.

Ok, let’s play it with style! 🙂

Share Button
This entry was posted in Inspirasi and tagged , , . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

37 Comments

  1. Posted 21/02/2011 at 10:55 | Permalink

    Ya, saya setuju.. Yang penting mau melakukan terlebih dahulu jangan terlalu banyak pertimbangan.

  2. Hendro
    Posted 21/02/2011 at 11:01 | Permalink

    Baru OL lagi nih..hehe
    Yah, harus hancur dulu itu tahap untuk terbentuk, harus jatuh dulu itu tahap berdiri, harus sakit dulu itu tahap sembuh, harus gagal dulu itu tahap berhasil.

    • Posted 11/03/2011 at 12:04 | Permalink

      Iya bang hehehe.
      Betul, tahapan itu sepertinya sudah sunatullah, hukum alam. Apa yang ditabur itulah yang dituai. Tak ada jalan pintas. Namun kebanyakan dari kita terus menunggu jalan pintas itu terbuka, tanpa mau susah2 melewati tahapan yg sudah digariskan.

  3. Posted 21/02/2011 at 12:07 | Permalink

    Saya ndak tahu sih caranya Pak MT, tapi kalau saya tidak pernah gagal, saya selalu berhasil (termasuk berhasil gagal dengan sangat sukses, he he…). Karena itu saya jadi bimbang, kok saya ndak pernah gagal ya… :D.

    • Posted 11/03/2011 at 12:07 | Permalink

      Hahaha, perasaan itu harus terus dipupuk bli. Jadi Super Duper nanti 😀

      • Posted 13/03/2011 at 18:17 | Permalink

        Ndak apa-apa, yang penting tidak jadi Super Mario 🙂 [maksudnya merujuk pada konsol game besutan Nitendo ™ dan bukan Pak TM]

  4. kamaropini
    Posted 21/02/2011 at 11:23 | Permalink

    setuju, berpikir dan bertindak seharusnya dilakukan berbarengan, dengan artian tidak dapat di kerjakan terpisah, terlalu lama berpikir akan menimbulkan spekulasi tak pasti yang berakibat asumsi sering bercampur dengan keegoisan atau keengganan, jika dilakukan bersamaan, maka akan dihadapi masalah-masalah baru yang dapat menciptakan tantangan untuk segera diselesaikan. jadi daripada menunggu menghabiskan waktu, lebih baik berpikir dan bertindak apa yang dapat dikerjakan walau sebatas hal-hal kecil. salam super…

    • Posted 11/03/2011 at 12:06 | Permalink

      Salam Super.
      Ya, mulai dari hal terkecil, mulai dari diri sendiri dan mulai detik ini juga. Slogan itu masih relevan 🙂

  5. Posted 21/02/2011 at 13:03 | Permalink

    Kalau bicara M.r.Mario Teguh, beliau memang salah satu guru yang sangat saya hormati. Kalau berjuang kemungkinannya dua ; berhasil atau gagal. tapi kalau berdiam diri kemungkinannya cuma satu, yaitu; gagal. so , kita dihadapkan pada pilihan yang sudah jelas dan tegas..apapun yang akan terjadi, maka lebih baik berjuang dulu sampai perjuangan yang maksimal…lalu berserah diri agar mendapatkan bantuan-Nya…

  6. Posted 21/02/2011 at 13:16 | Permalink

    Analisis yang oke , tentang cara pandang kita terhadap sebuah kegagalan.

  7. Ami
    Posted 21/02/2011 at 15:03 | Permalink

    Mmm, soal kebimbangan, aku lagi nulis topik tentang itu tuh. Kalo pemahaman soal kegagalan udah lewat tuh. Sudah gagal diteror lagi. Abis itu juga keluarga takut sama peneror. Jadi belajar nerima kenyataan bahwa sabar dan doa adalah yang terbaik. Dan setelah itu masalah muncul semakin rumit mesti membuka wawasan tentang pemahaman baru. Kalo bimbang shalat istikharah dan perbanyak sedekah ikhlas, menambah dari definisi tentang bimbangnya MT…

    • Padly
      Posted 21/02/2011 at 19:55 | Permalink

      Istikhâra merupakan sebuah perbuatan yang terpuji yang harus dikerjakan pada waktu yang tepat. Namun dalam proses mengambil keputusan, tingkatan istikhâra (mencari kebaikan) urutannya berada setelah tingkatan berpikir dan bermusyawarah. Artinya dalam setiap proses pengambilan keputusan, langkah pertama adalah berpikir dimana setiap orang harus memberdayakan dan memanfaatkan akal dan pikiran kita. Setelah itu adalah langkah kedua berupa musyawarah (istisyârah), yaitu bermusyawarah dengan orang-orang pandai dan orang-orang yang layak dimintai pendapat serta menginginkan kebaikan diri kita. Apabila setelah melalui tingkatan-tingkatan ini tetap belum dapat diambil sebuah kesimpulan dan kita tetap masih bingung menentukan pilihan maka tingkatan berikutnya adalah melakukan istikhâra.

      Kan lucu jadinya misalkan ada orang sakit, kita melakukan istikhâra dulu untuk meminta pilihan terbaik, apakah kita harus membawa orang tsb ke dokter atau tidak?

      Akal dan syariat tentu saja tidak menganjurkan perbuatan seperti itu.
      Begitu yang aku ketahui tentang istikhâra Bu.

      • Posted 27/02/2011 at 17:11 | Permalink

        +1
        Kalau dikit-dikit istikharah, dikit-dikit minta tawakal, bisa mandul nanti… 😀

  8. dery
    Posted 21/02/2011 at 20:33 | Permalink

    super sekali..
    setelah aku baca artikel ini, aku benar-benar terasa masih dalam titik dibalik pelindung kesabaran itu, yaitu ketidaktegasan..
    betul, dan saya alami itu..
    saya masih takut salah, gagal dsb,, tapi sekarang pikiranku sudah diluruskan oleh artikel ini,,

    we must try it, before you regret in the future

    aku jadi mengerti sedikit, kesabaran dengan ketidaktegasan yang kita lakukan sekarang, bisa berujung penyesalan dikemudian hari..
    nah, yang jadi masalah utama disini adalah, bagaimana memunculkan ketegasan kita dibalik kesabaran itu? banyak sekali faktor-faktor yang sudah melekat dalam diri seseorang, seperti malas, penakut, pemalu, yang bisa mendorong ketidakpastian kita, dan kesabaran dijadikan tameng pelindung dari ketidakpastian tersebut..

  9. Posted 21/02/2011 at 23:29 | Permalink

    Kebimbangan bagi saya itu wajar. Dengan catatan, kebimbangan itu menjadi sebuah proses untuk menentukan pilihan yang kemudian diyakini dan dilaksanakan dengan bertanggung jawab.

  10. Posted 22/02/2011 at 11:33 | Permalink

    ia mas.. saya kadang sering bimbang dan terpuruk mpe ke bawah. tp karena keterpurukan itu bangkit dan sampai di puncak.. ya roda pasti berputar,,
    yg penting take action 😀

  11. Posted 22/02/2011 at 18:58 | Permalink

    Saya teringat cerita klasik tentang Luciano Pavaroti yang memilih menjadi penyanyi tenor daripada meneruskan usaha bakerry milik keluarga. Awalnya Luciano ingin menekuni dua-duanya, ya nyanyi ya usaha kue. Namun yang didapat adalah ketidakfokusan. Sampai akhirnya ayah Luciano bilang: Choose one chair! Pilihlah satu kursi mana yang ingin kamu duduki, lalu pertahankan sekuat tenaga. Be wise when selecting your job. 🙂

    • Posted 11/03/2011 at 12:08 | Permalink

      Trims tambahannya Mas. Kisah ini baru saya denger, dan sangat inspiratif 😀

  12. Posted 22/02/2011 at 18:59 | Permalink

    Saya teringat cerita klasik tentang Luciano Pavaroti yang memilih menjadi penyanyi tenor daripada meneruskan usaha bakerry milik keluarga. Awalnya Luciano ingin menekuni dua-duanya, ya nyanyi ya usaha kue. Namun yang didapat adalah ketidakfokusan. Sampai akhirnya ayah Luciano bilang: Choose one chair! Pilihlah satu kursi mana yang ingin kamu duduki, lalu pertahankan sekuat tenaga. Be wise when selecting your job. 🙂

    • Posted 27/02/2011 at 21:33 | Permalink

      wah mungkin karena itu disebutkan bahwa kalian tidak akan bisa duduk diatas dua kursi tul gak mas?!?!?!? heheheheeh

    • Posted 27/02/2011 at 21:36 | Permalink

      acara the golden ways Mario Teguh memang penuh inspirasi dan bisa memberi pikiran positif untuk kita!!!!

  13. Posted 22/02/2011 at 19:56 | Permalink

    Super sekali….
    Mario Teguh memang sangat menginspirasi, kemarin saya cuma bisa nonton sebentar.. Terima kasih mas Darin sudah memberikan reviewnya..
    Memang kekuatan sebenarnya dalam diri kita adalah kemampuan untuk segera mengeksekusi apa yang telah difikirkan.. Karena jika kita terlalu banyak memikirkannya dan tak segera action, kita akan tersesat pada pembenaran-pembenaran dan kesabaran kenapa tidak segera merealisasikannya…

  14. Posted 23/02/2011 at 22:07 | Permalink

    bisa ndak style nyantai 😀 tapi fokus :D?

  15. Satu dua tiga
    Posted 24/02/2011 at 15:45 | Permalink

    klo prinsip ane ya mirip2 dg mas,, usaha dulu semaksimal mgkin, hasil serahkan pada NYa,, toh hidup ini jg sprti merupakan sbuah permainan, kadang bs diatas, kadang di bawah… yg penting action dl.. 😀

    salam kenal, kunjungan pertama ke blog mas.. 😀

  16. Satu dua tiga
    Posted 24/02/2011 at 15:45 | Permalink

    klo prinsip ane ya mirip2 dg mas,, usaha dulu semaksimal mgkin, hasil serahkan pada NYa,, toh hidup ini jg sprti merupakan sbuah permainan, kadang bs diatas, kadang di bawah… yg penting action dl.. 😀
    salam kenal, kunjungan pertama ke blog mas.. 😀

  17. Posted 24/02/2011 at 21:17 | Permalink

    super, kang darin 🙂

  18. Geisha Seksi
    Posted 26/02/2011 at 22:36 | Permalink

    Berpikir dan Bertindak sama sama di lakukan pasti hasilnya bagus
    sukses mua na yah

  19. lyna r
    Posted 26/02/2011 at 22:17 | Permalink

    saya termasuk orang yg banyak pertimbangan dan memikirkan sesuatu dengan detail dan panjang.
    sepertinya bertentangan ya..hehe tp kata just do it bukan berarti nekat tanpa perhitungan khan Mas Darin..?

  20. Posted 08/05/2011 at 00:29 | Permalink

    Waduw…kalo saya sih masih suka mikir2 dulu mas.
    Mikirnya pun gak sekali dua kali, bisa banyak 😀
    Kayaknya terlalu banyak berfikir, jadi untuk realisasinya agak susah 😆

    • Posted 08/05/2011 at 01:12 | Permalink

      Sama Zip. padahal kalo kebanyakan mikir, ntar kesempatannya diambil orang lho 😀

  21. Posted 21/05/2011 at 14:55 | Permalink

    Eh, ada kata-kata just do it. Seperti artikel saya yang terakhir nih 😀

  22. eko
    Posted 11/08/2011 at 19:09 | Permalink

    terima kasih untuk motivasinya….
    saya orang yang sangat bimbang…

    banyak pekerjaan yang tertunda karena susahnya memilih mana yang baik untuk ke depannya dengan keadaan yang cukup sulit dan tidak adanya yang mendukung dari belakang….

    Mudah-mudahan dan doakan saya untuk menjadi pribadi yang tidak BIMBANG lagi…..
    salam super!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  23. adi shalahuddin
    Posted 24/03/2012 at 09:12 | Permalink

    pilihan memang selalu ada, mau tak mau….

    hanya saja membiasakan tidak mengeluh, dan berusaha semampunya…

    bisa karena biasa…gak biasa ya gak bisa-bisa…

    dan yang penting…jangan katakan kepada tuhan; aku punya masalah…tapi katakan kepada masalah; aku punya tuhan…

  24. Posted 26/09/2012 at 09:57 | Permalink

    wah manis banget ini mas kata-katanya, penjelasannya juga mantab,
    tulisan yang bagus, thanks mas 😀

  25. dita
    Posted 03/10/2013 at 09:11 | Permalink

    yach aku merasa bimbang karena cowok selalu datang padaku pada waktu yang ga’ tepat.. aku sayng sama cowok q.. tapi selalu aja datang cowok bertubi-tubi.. jadi takut kehilangan cowok q.

  26. Posted 26/02/2016 at 08:20 | Permalink

    thanks for your article sob,

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*
*