Paradoks Kekuatan Dan Kelemahan Diri: Sebaiknya Fokus Pada Sisi Yang Mana?

Saya punya teman yang jago basket, tapi dia ngga bisa gitar. Teman yang lain – sumpah – keren betul menggambar sketsa, tapi dia mengaku ngga pernah ngerti sama sekali dengan yang namanya pelajaran kimia.

Kelebihan dan kekurangan, terdengar lumrah, bukan?

Masalahnya, teman saya yang jago basket kepingin sekali tuk bisa nyanyi sambil main gitar dan dia menganggap hal itu sebagai satu kelemahan yang harus diperbaiki. Setali tiga uang dengan si master sketsa, berhubung cita-citanya adalah menjadi dokter, kekurangan dalam pelajaran kimia ia jadikan sesuatu yang harus dicari solusinya dengan segera.

Kemudian – taruhlah – si jago basket menjadi benar-benar bisa menyanyi dan memainkan gitar. Namun apakah kemampuannya sebanding dengan orang yang memang memiliki kemampuan dan bakat di bidang musik?

Pun si master sketsa, dengan kegigihannya mengikuti les privat dan bimbingan belajar, akhirnya ia bisa juga mengerti konsep reaksi kimia, jenis-jenis unsur dan hapal tabel periodik. Tapi dibanding mahasiswa teknik kimia yang memang memiliki minat dan hasrat di bidang kimia?

Dua kasus itu berakhir dengan jawaban yang sama: mereka hanya akan menjadi orang rata-rata di bidang yang dipilihnya.

Karena apa? Continue reading

The Next BIG Thing: Antara Gairah Dan Kejelasan Tujuan Dalam Blogging

Dulu, sewaktu ada kesempatan main ke Jakarta, saya sering dibuat heran dengan ritme hidup teman, saudara dan kenalan yang kebetulan bekerja disana. Berangkat pagi-pagi saat masih gelap, pulang pun malam dikala hari benar-benar gulita. Ekstrim betul!

Belum lagi saat menengok di jalanannya, semua orang terlihat seperti mahluk-mahluk yang sedang diburu sesuatu. Berjalan cepat, kadang setengah berlari, dan sebagian malah bener-bener lari sprint ala Usain Bolt.

Saya fikir, ini gila. It’s kind of madness.

Dan di saat itulah alam bawah sadar saya tetiba saja mengikrarkan sebuah cita-cita: Continue reading

Negosiasi Idealisme, Kenapa Tidak?

Membaca artikel Budiman Hakim yang berjudul Saya Takut Hidup di Jakarta membuat saya bertanya-tanya, merenung dan mengernyitkan dahi.

Dan sesaat setelah selesai membaca artikel tersebut, spontan dalam hati saya menanggapi dengan: Kalau Takut, Ngapain Hidup di Jakarta? :D

Ok, itu hanya reaksi spontan, tapi coba kita fikir deh, di belahan bumi mana sih yang ngga akan ada masalah? Meski kita berandai-andai hidup tenang di lembah subur pegunungan Alpen, memilih tuk hidup di pedesaan yang permai, atau – sepertinya ini langka – memutuskan untuk menyendiri di tengah belantara Oksibil dan jauh dari gesekan dengan manusia, kita pasti berhadapan dengan sesuatu yang bernama masalah.

Mari kita cermati cerita di scene pertama: Continue reading

Tentang Menebak Rejeki

Ada yang pernah berfikir bahwa alur kehidupan ini lucu? Saat sejenak menengok ke waktu yang silam, adakah sekilas melihat perbukitan yang menjulang dengan lembah-lembah yang curam, atau hanya hamparan padang rumput yang datar dan sedikit bergelombang?

Hidup ini penuh teka-teki. Tak pernah bisa kita tebak akhir episode dari cerita yang saat ini tengah kita jalani. Pun sedetik ke depan, mustahil kita menerka apa yang akan terjadi.

Makanya saya sangat terharu sekali saat Jum’at kemarin membaca sepenggalan kalimat di majalah dinding di Continue reading

Misteri Six Degrees of Separation: Apakah Saya Terhubung Dengan Anda?

Beberapa bulan sebelum pernikahannya, sepupu perempuan dari istri saya memberitahu tentang hal ihwal calon pasangannya lewat telepon. Saat itu saya sedang bekerja di Oksibil, Papua, dan layaknya orang yang sedang kasmaran – saya fikir – sangat wajar jika sepupu istri saya itu begitu antusias sekali menceritakan sosok pujaannya. Namun ternyata tak hanya itu, karena ia juga memastikan bahwa saya akan terkaget-kaget saat saya mengetahui orang yang dimaksud. Nah, gimana ngga penasaran coba?

Dan benar saja, sampai saat acara ijab qobul usai, saya masih tak habis fikir, ternyata orang itu adalah teman saya sendiri! Yang pernah satu kos dengan saya dan rumahnya di Cirebon pun letaknya tak begitu jauh dari rumah orang tua saya! What? Kok bisa ya? :D

Mungkin ini efek dari teori Six Degrees of Separation. Teori yang menyatakan bahwa Continue reading