Merah Menyala di Mandala

Seumur-umur, saya belum pernah menyaksikan pertandingan sepakbola sekelas kompetisi ISL secara langsung. Jadi, saya sangat bersemangat dan exciting sekali saat teman satu mess mengajak menonton laga Persipura versus Persela di Stadion Mandala, Jayapura, hari Minggu (3/2/2013) kemarin. Hitung-hitung refreshing lah :D

Beli tiket nonton persipura

Di hari-H, meski laga baru bergulir pukul 15.30, tiga jam sebelumnya saya sudah bergegas berangkat dari mess. Bakal macet, katanya. Continue reading

The July Blues

Time goes by.

Bagi seorang blogger, ketiadaan update tulisan terbaru selama beberapa waktu adalah sebuah bencana. Bukan hanya dari segi teknis, semisal traffic, SEO dan lainnya; namun lebih dari itu, kepercayaan diri tuk mulai menulis lagi bagai lokomotif yang tersusah payah menyeret ratusan gerbong di awal pemberangkatannya. Berat, dan tersendat-sendat.

Tulisan ini pun begitu. Akhirnya meluncur juga huruf demi huruf di papan keyboard, menjadi kata, menyambung kalimat dan memahat paragraf-paragraf hingga menjadi tulisan yang Anda baca sekarang.

Dan terus terang, saya sungguh terpaksa – kalau tidak ingin disebut amat terpaksa – tuk menulis ini. Apa pasal? Continue reading

Merapat di Pesta Komunitas Solo 2012

Beberapa hari kemarin selama tugas survey di Solo, beruntung saya bisa menyempatkan diri tuk menengok event yang bertajuk Pesta Komunitas Solo. Acara yang digelar selama 3 hari (18 – 20 Juni 2012) ini mengambil venue di hall utama Solo Square dan diramaikan oleh berbagai komunitas anak muda se-Solo dan sekitarnya.

Tak mengira, ternyata ragam bentuk komunitas itu bener-bener ajib. Saya sampai bengong melihat berbagai macam ide dan gagasan yang kelihatannya sepele, tapi bisa juga dijadikan sebuah komunitas.

Contohnya ini, Continue reading

Hello Darinholic, How Are You?

Pertanyaan yang sering terucap saat dua orang atau lebih berjumpa dan saling sapa adalah ‘hai, apa kabar?’, dan jawaban ‘halo, saya baik-baik saja’ hampir dipastikan mendekati 100 persen menjadi balasannya. Entah karena intuisi spontan atau ingin memberi kesan perhatian pada pihak penanya, jawaban ‘saya baik-baik saja’ akan selalu jadi pilihan utama.

Tapi jika pertanyaan itu ditujukan pada diri sendiri? ‘Hello kamu yang ada di cermin, apa kabarmu?’ Kira-kira apa ya jawabannya? Continue reading

Negosiasi Idealisme, Kenapa Tidak?

Membaca artikel Budiman Hakim yang berjudul Saya Takut Hidup di Jakarta membuat saya bertanya-tanya, merenung dan mengernyitkan dahi.

Dan sesaat setelah selesai membaca artikel tersebut, spontan dalam hati saya menanggapi dengan: Kalau Takut, Ngapain Hidup di Jakarta? :D

Ok, itu hanya reaksi spontan, tapi coba kita fikir deh, di belahan bumi mana sih yang ngga akan ada masalah? Meski kita berandai-andai hidup tenang di lembah subur pegunungan Alpen, memilih tuk hidup di pedesaan yang permai, atau – sepertinya ini langka – memutuskan untuk menyendiri di tengah belantara Oksibil dan jauh dari gesekan dengan manusia, kita pasti berhadapan dengan sesuatu yang bernama masalah.

Mari kita cermati cerita di scene pertama: Continue reading