Tips Menyelesaikan Masalah Kompatibilitas Plugin Dan Error Log Yang Membengkak

Beberapa hari yang lalu saya menerima surat elektronik (email) dari server hosting, dan isinya berupa peringatan bahwa penggunaan disk (disk usage) mendekati kritis, yaitu sekitar 90,08 persen dari kapasitas maksimalnya.

Error Log Membengkak

Saat itu saya sontak menghubungi bagian pelayanan konsumen (consumer service) kuncihost – penyedia jasa hosting blog ini – dan langsung ditanggapi dengan baik. Email keluhan saya dibalas dengan catatan adanya plugin-plugin yang tidak kompatibel sehingga menyebabkan error log membengkak. Kemudian saya menanyakan, kira-kira plugin-plugin apa sajakah yang tidak kompatibel tersebut?

Dan dijawab:

Kami tidak bisa menyimpulkan plugin yang mana yang menyebabkan error log begitu besar. Tapi mas bisa memulai dengan melakukan pengecekan di forum2 apakah plugin yang mas gunakan memiliki ranking tinggi atau tidak untuk digunakan. Karena sangat memungkinkan wordpress yang selalu update namun tidak diimbangi dengan update dari si pembuat plugins.

Cukup logis. Ini menyadarkan saya bahwa ternyata masalah kompatibilitas plugin tidak hanya berpengaruh pada kinerja blog, tapi berpengaruh hingga pemakaian disk usage di hosting.

Masalah Kompatibilitas Plugin

Plugin adalah fitur aplikasi terpisah berupa sekumpulan kode-kode yang dapat mendukung dan memperkaya fungsi suatu program. Dan dengan adanya plugin, platform blog WordPress yang notabene bersifat opensource ini dapat lebih powerful, baik dalam hal performa maupun fleksibiltas dipandang dari sisi pengguna (user). Menurut catatan, hingga artikel ini ditulis sudah ada 14.684 plugin di database komunitas pengembang WordPress.

Masalah Kompatibilitas Plugin

Nah, berhubung plugin diciptakan oleh seseorang atau kelompok dengan berdasarkan acuan versi WordPress pada saat itu, berarti ada kemungkinan ketika versi WordPress ter-upgrade, plugin-plugin tersebut belum mengalami penyesuaian. Dalam hal ini, kemungkinan terburuk yang terjadi adalah plugin tersebut tidak dapat berjalan dengan semestinya (crash). Dengan kata lain, plugin tersebut tidak kompatibel dengan WordPress versi terbaru.

Masalah kompatibilitas plugin ternyata juga mendapat perhatian di forum WordPress, ditandai dengan banyaknya diskusi mengenai beberapa plugin yang tidak bekerja setelah pengguna meng-upgrade versi WordPress. Beberapa kasus plugin sudah terselesaikan, masih hangat didiskusikan, dan ada pula yang masih menunggu respon dari pihak developer plugin.

Untuk itu, saya menuliskan artikel ini dengan maksud untuk berdiskusi dengan pembaca mengenai permasalahan di atas. Saya pun sudah mencoba beberapa tips atau langkah berikut untuk mencegah plugin-plugin yang tidak kompatibel dengan WordPress versi terbaru dan meminimalisir terjadinya crash pada blog.

Berikut tips/langkah yang saya lakukan:

Memeriksa Kompatibilitas Plugin Secara Manual

Sebagai langkah awal, saya memeriksa kompatibilitas plugin-plugin yang aktif dengan versi WordPress yang terinstall (saat ini saya memakai WordPress versi 3.1.3). Terlebih dahulu saya mengecek versi plugin tersebut, yang dapat dilihat pada laman DashboardPlugins. Sebagai contoh, saya ingin memeriksa kompatibilitas plugin All in One SEO Pack:

Plugin All in One SEO Pack

Disitu tertulis versi plugin adalah 1.6.13.2, yang kemudian saya cek silang di database plugin WordPress:

Cek Plugin

Di laman ini yang perlu diperhatikan adalah link download versi terbaru dan kompatibilitasnya di bilah sidebar sebelah kanan.  Sebagai tambahan, rating plugin dari pengguna juga bisa jadi bahan pertimbangan. Contoh plugin All in One SEO Pack yang saya gunakan memiliki rating bintang 4 dari 1030 pengguna, pertanda plugin ini cukup mendapat apresiasi yang bagus. Dan bagian diskusi plugin juga patut dicermati, siapa tahu permasalahan yang kita hadapi mengenai plugin ini pernah dialami oleh para pengguna WordPress yang lain.

Memangkas Plugin Yang Tidak Perlu

Langkah selanjutnya yang saya ambil adalah me-non aktif-kan plugin-plugin yang fungsinya dapat digantikan dengan cara lain. Contoh, sebelumnya  saya menggunakan plugin AmberPanther Favicon untuk menampilkan favicon blog. Setelah surfing, akhirnya saya temukan bahwa menampilkan favicon pun bisa tanpa bantuan plugin. Caranya yaitu dengan menulis baris-baris kode berikut di header section (header.php) di atas kode </head>:

<link rel="shortcut icon" href="images/namafile.ico"/>
<link rel="icon" href="images/namafile.ico"/>

Tentu sebelumnya saya mengunggah file namafile.ico dulu di folder public_html/images.

Menginstal Plugin Better Plugin Compatibility  Control

Menginstal Better Plugin Compatibility Control

Ini merupakan langkah pencegahan sekaligus cara yang paling efektif untuk memantau kompatibilitas plugin. Better Plugin Compatibility Control memberi sinyal awal pada plugin-plugin yang terinstal, yakni mana yang perlu dicek kompatibilitasnya dan mana yang tidak. Di kasus saya, berikut penggalan screenshot dari daftar plugin setelah saya mengaktifkan Better Plugin Compatibility Control:

Penggunaan Plugin Better Plugin Compatibility Control

Bulatan-bulatan merah adalah perbandingan mengenai versi plugin yang terinstal sehubungan dengan kompatibilitasnya terhadap versi WordPress saat itu, yang ternyata bisa mempersingkat waktu pengecekan di langkah pertama yang saya tulis di atas. Tulisan versi plugin yang berwarna hijau menerangkan bahwa: This plugin has been tested successfully with your current version of WordPress, dan jika pasangannya berwarna merah menerangkan: Warning: this plugin has not been tested with your current version of WordPress.

Oya, kadang kala pihak pengembang plugin sudah menyiapkan plugin versi terbaru namun masih berlabel beta, seperti pada plugin Google XML Sitemaps Generator. Jadi pilihan di tangan kita, apakah ingin langsung memakai plugin versi tersebut atau menunggu hingga versi finalnya selesai.

Menginstal Google XML Sitemaps Generator

Apakah Setelah Itu Error Log Berkurang?

Ini masih belum bisa menjamin, namun bila melihat link error log di cPanel yang sampai artikel ini ditulis masih kosong (setelah sebelumnya dibersihkan oleh pihak hosting pada tanggal 23 Mei), berarti paling tidak langkah-langkah yang saya lakukan di atas dapat diharapkan tuk menghambat adanya error log secara signifikan.

Error Log di cPanel

Pembaca ada yang punya pengalaman serupa? Atau, adakah tambahan dan koreksi untuk tips menyelesaikan masalah kompatibilitas plugin yang saya sampaikan di atas?

Share Button
This entry was posted in WordPress and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

18 Comments

  1. Posted 04/06/2011 at 21:06 | Permalink

    Saya sih gak perlu repot-repot melakukan pengecekan. Lha, yang mau diceck plugin yang mana, wong emang gak pakai plugin.
    hehehehe

    >>>Nitip pesan buat semua:
    Saya ada tantangan buat para blogger Indonesia, ki. Yang siap bisa langsung ceck TKP di blog saya (alamendah.wordpress.com/2011/06/03/tantangan-untuk-para-blogger-indonesia/)

    • Posted 04/06/2011 at 21:08 | Permalink

      Pesan diterima mas Alam. Buat teman2 yang lain, berani dgn tantangannya? 🙂

  2. Posted 04/06/2011 at 21:43 | Permalink

    Saya mengatur manual saja, yang jelas yang bisa membuat ruang ratusan MB bisa penuh dengan cepat adalah plugin cache, tinggal diatur saja sesuai keperluan.

    Tapi rasanya saya tidak pernah mendapatkan error log yang membengkak, beberapa galat yang terjadi paling hanya karena orang atau bot berusaha mencari halaman yang tidak tersedia.

  3. Posted 04/06/2011 at 23:55 | Permalink

    wah kadang saya suka sebel kalo dapet email begitu berkali-kali. dalam pikiran saya pasti berkata “apa salah saya?” :mrgreen:

  4. Posted 05/06/2011 at 00:41 | Permalink

    Blog saya pernah juga mengalami hal serupa setelah menginstal plugin tertentu.. Dan lebih ekstrim lagi diatas 100% jadi meluber… Cara yang saya tempuh saat itu, hilangin tuh plugin dan hapus error_log. Setelah error_log muncul lagi buru-buru saya rubah permissionya menjadi 000 agar unread unwrite, laporan error tidak masuk…

  5. Abdul Hakim
    Posted 04/06/2011 at 23:04 | Permalink

    nasib kita sama mas, bahkan saya sampai 114MB waktu itu… dan belum cek lagi sekarang..

  6. Satrya
    Posted 05/06/2011 at 21:14 | Permalink

    Kang, pertama error log yg bisa menyebabkan disk space usage membengkak itu, setau saya bukan disitu letaknya, digambar diatas itu. Error log itu biasanya berbentuk sebuah file, nah error_log ini biasa terdapat di root folder atau 1 tempat dgn wp-admin folder, wp-content folder dll.

    Sebaiknya 2 minggu sekali cek ke cpanel, apakah ada file error_log, klo ada segera hapus saja. Sdikit pengalaman dari teman saya juga, ukuran file error_log teman saya ampe 1Gb kang waktu itu, isi dari cpanel dia pun langsung berantakan akibat file error_log yg trlalu diluar batas.

    Untuk error log yg gambar cpanel diatas itu. Kalau saya tidak salah, 1-3 hari akan secara otomatis terhapus, krna cuma menampilkan 100 error terbaru.

    Trus 1 lagi yang perlu di ingat, belum tentu membengkaknya error log disebabkan oleh kompatibilitas antar plugin, bisa jga antara plugin dan theme. Dan thanks juga, saya dapat ilmu baru setelah baca artikel ini 😉

    • Posted 06/06/2011 at 19:31 | Permalink

      Ooh gitu ya. Sip, sama, dapet ilmu baru nih 😀
      Trims koreksi dan tambahannya kang 🙂

    • Lulu Kemaludin
      Posted 13/06/2011 at 21:03 | Permalink

      Disk saya bulan Lalu merah… 🙂
      Bulan lalu sempat bingung luar biasa,
      Tapi alhamdulillah sudah teratasi.

      Sayang kemarin tidak langsung mendarat di sini. 🙂
      Artikel + tambahan dari Satria menjadi sangat lengkap.
      Thank’s untuk kalian berdua. Sangat bermanfaat.

      Great post, healthy… wealthy way…
      Salam kenal untuk teman2 semua..

      See U At The TOP! 🙂

  7. FB
    Posted 07/06/2011 at 00:18 | Permalink

    biasanya saya sih sering hapus error log aja..

  8. Kaget
    Posted 07/06/2011 at 13:48 | Permalink

    Kebanyakan orang berfikir menggunakan WP itu maknyus dengan pluginnya. Padahal tak semua dan semakin berat ketika harus menggunakan banyak plugin. Saya sendiri sedang berusaha agar code dimasukkan kedalam theme 😀

  9. Posted 07/06/2011 at 20:38 | Permalink

    Saya juga pernah mengalami masalah ini bro, Error log terdapat di root folder, wp-admin folder, wp-content folder, dll seperti yang disebutkan oleh bro satrya. Hal ini saya sadari setelah saya melakukan modifikas html dan css dari template blog.. Untuk blog saya yang lain yang tidak saya modifikasi kode html dan cssnya walaupun banyak plugin yang terpasang (maklum blognya dimonetize) error log belum pernah saya temukan bro

  10. AMA Compushop
    Posted 29/05/2012 at 07:47 | Permalink

    pernah baca, katanya file error log di chmood 000 sudah bisa dan tidak akan bertambah lagi

  11. AMA Sport Shop
    Posted 14/06/2012 at 08:07 | Permalink

    Kebanyakan orang berfikir menggunakan WP itu maknyus dengan pluginnya. Padahal tak semua dan semakin berat ketika harus menggunakan banyak plugin. Saya sendiri sedang berusaha agar code dimasukkan kedalam theme

    • Darin
      Posted 19/06/2012 at 16:20 | Permalink

      Nah, itu yang bagus. Cuma kadangkala blogger banyak yg ngga mau ribet (kayak saya ini), jadinya ya masih mengandalkan kinerja plugin he2

  12. Posted 02/08/2012 at 20:54 | Permalink

    file error_log mending di chmod jadi 000 aja, tujuannya agar file error_log tidak merekam dan memakan space hosting setiap kali ada rekaman error yang terjadi. saya make cara begitu mas. 😀

    • Darin
      Posted 14/08/2012 at 13:37 | Permalink

      Mantap mas. Makasih tipsnya ya. Keren! 😀

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*
*