Too Big To Fall

Inisiatif Chiang Mai atau CMI (Chiang Mai Initiative) Maret tahun lalu melahirkan kebijakan moneter demi tindakan preventif agar krisis moneter tahun 1998 silam tak terulang. Yang menarik, keikutsertaan tiga macan Asia – China, Jepang dan Korea Selatan – memprakarsai kesepakatan ini dibangun atas kesadaran akan posisi kuatnya pengaruh perekonomian Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Maklum, ketiga negara raksasa ekonomi itu telah memperhitungkan besarnya dampak yang terjadi pada ekonomi dalam negeri mereka, jika dikemudian hari Indonesia kembali jatuh di lubang yang sama. Yes – kata mereka – Indonesia is too big to fall.

Menjadi Pribadi Yang Terlalu Besar Untuk jatuh

Sari tulisan di kolom salah satu surat kabar terkemuka itu saya baca saat mengantri di sebuah bank. Too big to fall, alias terlalu besar untuk (dibiarkan) jatuh/gagal.

Saat itu fikiran saya sontak melayang dan berandai-andai jika sebuah negara Indonesia ini adalah seseorang. Seorang yang pernah terpuruk dalam kegagalan dan kemudian bangkit. Ia kembali menyusun apa yang terserak dan terus membina hubungan baik dengan sesama. Thus, beberapa lama kemudian, banyak relasi yang karena ketergantungan akan dirinya bersedia memberi dukungan tanpa diminta.

Hmm, apakah imajinasi saya terlalu jauh? Sebenarnya tidak juga, karena saya ada sedikit cerita yang mungkin bisa menggambarkan kondisi itu.

Dulu, saya memiliki seorang teman yang sangat berbakat. Ia gitaris handal. Setiap band yang digawanginya hampir pasti menang jika mengikuti parade dan selalu mendapat applaus di panggung-panggung festival.

Nah, sampai suatu ketika ia terjerumus masalah narkoba yang perlahan berimbas pada performance-nya dalam bermusik. Saat itu benar-benar tak ada yang bisa membantu selain dirinya sendiri. He’s totally by himself. Wajar bila kemudian satu persatu rekannya menghindar namun tetap menyimpan harapan ia akan kembali seperti sedia kala.

Dan entah apa yang terjadi, it could be a miracle, ia sembuh. Tapi keadaan tak seperti dulu, karena ia tak lagi mendapat respect. You know, dunia menginginkan pembuktian.

Tapi seiring waktu berjalan, ia pun kemudian berhasil. Bersama rekan-rekan band barunya ia sukses mebuat album indie, meski berformat mini album dan diedarkan di wilayah yang terbatas. Tak hanya itu, saat rekan-rekannya tahu bahwa status jobless-lah yang menjadi akar permasalahan kejatuhannya dulu, dengan sukarela mereka pun membantu mencarikan pekerjaan.

Dan Anda bisa menebak akhirnya, bukan?

Pembaca, kehidupan ini tentu lebih nyaman jika kita selalu dikelilingi oleh keluarga, teman, atau rekan sejawat yang akan sukarela memberikan support. Lebih lancar segala urusan bila semua orang yang ada di sekeliling kita menganggap bahwa kita adalah pribadi yang terlalu besar untuk jatuh. Too big to fall.

Before we can have a successful relationship with anyone, we first need a perfect personal relationship. (Russ Von Hoelscher)

Sudahkah kita seperti itu?

Share Button
This entry was posted in Inspirasi and tagged , , , . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

23 Comments

  1. Posted 20/05/2011 at 18:46 | Permalink

    Membaca ini saya jadi ingat kalau sekarang tanggal 20 Mei, Hari Kebangkitan Nasional. Mari kita terus berusaha bangkit dari keterpurukan agar negara kita tak semakin tertinggal dari 3 negara macan Asia lainnya: China, Jepang dan Korea Selatan. Terutama Korea yang sebetulnya seumuran dengan negara kita merdekanya.

    Ngomong-ngomong cerita kawan Mas Darin itu, kok bisa pas dengan momennya ini? Tapi saya salut dengan usahanya yang berusaha bangkit dan akhirnya bisa sukses. πŸ™‚

    • Posted 20/05/2011 at 19:47 | Permalink

      Tentang kawan saya, saya jg ga tau pak. Mungkin hanya kebetulan pas momennya. Sayang beliau ga bisa baca postingan ini karena sudah almarhum (pernah saya posting kisahnya).
      Yup, bangkit Indonesia! πŸ™‚

  2. Posted 20/05/2011 at 19:30 | Permalink

    mas darin thx 4 sharing. Bagus :). Smoga ya Indonesia bisa cepat bangkit…

  3. Posted 20/05/2011 at 19:55 | Permalink

    Mari kita bangkitkan semangat dalam diri untuk memajukan diri yang pada akumulasinya akan membangkitkan bangsa ini menuju kehidupan yang lebih baik. Amien…

  4. shanushy0809
    Posted 20/05/2011 at 23:34 | Permalink

    masa lalu adalah pembelajaran
    yang penting bagaimana kita bisa bangkit pada masa yang akan datang

    • Posted 21/05/2011 at 22:14 | Permalink

      Setuju. Learn from the past and build the future πŸ™‚

  5. Ilmu komputer pemula
    Posted 20/05/2011 at 23:51 | Permalink

    Weleh-weleh saya malah baru tahu kalau sekarang yang jadi Macan Asia : China, Jepang dan Korea Selatan… dengan hari kebangkitan nasional ini, semoga Indonesia juga bisa bangkit kembali jadi Macan Asia, kalau perlu Macan Dunia

    • Posted 21/05/2011 at 22:16 | Permalink

      Sebenarnya Indonesia sudah punya syarat (lebih malah) untuk menjadi macan Asia. Cuma ya mungkin sedang proses. Yup, semoga tercapai! πŸ™‚

  6. Lintas Berita
    Posted 21/05/2011 at 05:04 | Permalink

    salam kenal ya. Indonesia ini Bangsa yang besar lho tapi kok bisa terpuruk begini yah…oia tukeran link yuk !Terimakasih sebelumnya..

  7. Posted 21/05/2011 at 11:53 | Permalink

    Kita mesti belajar pada bangsa Jepang yang pernah jatuh, hancur berantakan saat di bom atom. Namun ia mampu bangkit sehingga sekarang menjadi sebuah negara yang kuat di bidang ekonomi dan teknologi

    • Posted 21/05/2011 at 22:18 | Permalink

      Benar sekali. Jepang adalah contoh yang bagus, dan masih yang terbaik.

  8. Erdien
    Posted 21/05/2011 at 11:56 | Permalink

    Inspirasi untuk “bangkit” yang sungguh memiliki “energi” nih Kang.

    Hatur Nuhun, salam sukses!

    • Posted 21/05/2011 at 22:18 | Permalink

      Sami-sami Kang Erdien, salam haneut πŸ™‚

  9. Posted 21/05/2011 at 15:06 | Permalink

    Jatuh dan bangun adalah nasib sebuah negeri, jika tidak pernah jatuh, maka generasi baru mungkin akan sulit menghargai perjuangan pendahulunya dalam membangun kehidupan di negeri ini.

    • Posted 21/05/2011 at 22:23 | Permalink

      Tambahan yang bagus Bli. Dengan bercermin ke masa lalu, tentunya mampu membuat kita berusaha agar kejadian yang sama tidak terulang.

  10. ione
    Posted 21/05/2011 at 16:30 | Permalink

    setuju,kehidupan kita yg menentukan,thanks atas postingannya

  11. bdangkal
    Posted 21/05/2011 at 17:21 | Permalink

    pertemananan terkadang untung2an…kadang berteman dgn org yg culas, terkadang dg org2 yg solidaritasnya tinggi…. *untung ada saya… Oh itu gepeng πŸ˜›

    • Posted 21/05/2011 at 22:26 | Permalink

      yah, beginilah hidup mas Gepeng #eh mas Ade πŸ˜€

  12. Agus Siswoyo
    Posted 21/05/2011 at 20:49 | Permalink

    Berdirilah pada kaki sendiri. Itu yang saya pegang dalam kehidupan nyata maupun bisnis online. Bisa jadi kita melakukan kerjasama dengan orang lain, namun tetap saja sukses atau tidak tergantung usaha sendiri. You know your best potential!

    • Posted 21/05/2011 at 22:39 | Permalink

      Hidup bidadari, eh, berdikari! πŸ˜€
      Yes, we are all born unique!

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*
*