Update Privacy Policy dan Terms of Service Dari Google: Bagaimana Sikap Blogger?

Pagi tadi, saya mendapat email dari google yang berjudul Changes to Privacy Policies and Terms of Service. Isinya adalah pemberitahuan tentang pembaharuan kebijakan privasi dan ketentuan layanan bagi seluruh pengguna akun google.

Google Update Privacy Policy dan Terms of Service

Saya langsung menuju blog resmi google untuk mengetahui lebih jelas tentang kabar tersebut, dan kalimat yang langsung menarik hati saya yaitu:

First, our privacy policies. Despite trimming our policies in 2010, we still have more than 70 (yes, you read right … 70) privacy documents covering all of our different products. This approach is somewhat complicated. It’s also at odds with our efforts to integrate our different products more closely so that we can create a beautifully simple, intuitive user experience across Google.

Wow, sudah lewat 11 tahun lebih dan masih ada 70 kebijakan yang masih dievaluasi? Apa yang mendasari Google untuk terus melakukan ekspansi dengan terus memperbaharui kebijakan privasi dan ketentuan layanannya? Ya, tentu saja, untuk menjadi penyedia layanan nomor satu di jagad internet.

Dan kini dengan kebijakan privasi dan ketentuan layanan barunya, terhitung sejak tanggal 1 Maret 2012 nanti, google akan mengintegrasikan seluruh akun pengguna layanan google, seperti Gmail, YouTube, Google Search dan Google Plus menjadi sebuah akun tunggal. Jadi tak akan ada pilihan lain bagi pengguna selain mengikuti aturan tersebut. Secara sederhana, misalkan saat ini kita sedang login di Gmail, saat itu juga akun yang sama akan ter-login di YouTube dan Google Search tanpa terkecuali.

Simak saja preview dari kebijakan privasi yang baru dari Google ini:

Kebijakan Privasi Google

Adapun dalih utamanya yaitu untuk mempermudah Google dalam menyediakan informasi yang lebih relevan terhadap pengguna layanan mereka. Contoh, jika kita tengah menonton video konser Avril Lavigne di YouTube, data ini akan terekam di database Google yang akan menjadikan kita target advertiser untuk menampilkan iklan tiket konser Avril Lavigne di kolom iklan Gmail. Begitupun jika kita mencari lokasi restoran cepat saji McDonalds di Google Maps, data ini akan tercatat dan sewaktu membuka Google Plus, kita akan ditawari untuk mem-follow page McDonalds.

Teknologi yang digunakan Google memang diakui cukup mumpuni untuk mengumpulkan informasi dan data dari penggunanya, dan seperti yang ditulis di TOS-nya yang baru, informasi-informasi itu terkumpul lewat dua cara, yaitu:

  • Satu, dari informasi yang diberikan sewaktu mendaftar akun Google, seperti nama, alamat email, nomor telepon dan sebagainya.
  • Dan yang kedua, dari informasi yang didapatkan dari penggunaan layanan Google lainnya yang kita pakai, seperti informasi tentang perangkat yang digunakan, informasi log, lokasi, hingga cookies dan pengenal anonim.

Hmm, prinsipnya mungkin sama persis dengan saat kita mengisi kuesioner dan psikotes untuk memilih jurusan di perkuliahan saat SMA dulu (ada pembaca yang juga mengalami?). Tim perwakilan dari kampus-kampus yang diundang akan memberikan pengarahan pada siswa yang telah dikelompokkan sesuai dengan hasil kuesioner dan psikotes-nya. Saya kebetulan dikelompokkan di grup eksakta (ilmu pasti), jadi melimpahlah brosur dan pamflet tawaran untuk masuk di jurusan-jurusan teknik dari kampus-kampus tertentu baik di sekolah maupun yang dikirim lewat pos ke rumah. Dan bagi saya, ini sangat membantu dalam memilih jurusan dan tempat untuk melanjutkan pendidikan.

Saya berfikir, apa jadinya ya jika dulu saya hanya main-main dalam mengisi kuesioner dan psikotes itu? Apa saya juga akan menerima brosur dan pamflet yang relevan? Saya kira tidak.

Dan jika melihat aktivitas blogging yang kini saya dan Anda lakukan, adakah benang merah yang bisa ditarik? Ternyata ada!

Sikap Blogger Tentang TOS Google

image courtesy: lifed.com

Sebagai blogger, tentu kita butuh referensi-referensi penunjang yang akan mendukung tulisan sesuai dengan topik blog kita. Misal, blog kita banyak mengulas tentang update gadget, dan agar tak ketinggalan informasi, kita akan sering sekali search tentang perkembangan dunia gadget dari berbagai sudut pandang di mesin pencari, terutama Google Search.

Nah, data-data ini akan terekam dan terlacak oleh Google. Jadi jangan heran jika nanti saat mengunjungi situs YouTube, kita akan digiring tuk melihat video-video tentang tips-tips gadget, di laman Gmail akan ada iklan-iklan seputar gadget, dan saat bermain di Google Plus, akun-akun blogger yang juga mengulas tentang gadget dan brand-brand gadget akan tampil di sidebar sebagai saran untuk kita follow.

Itu jika kita memang benar-benar mengikuti perkembangan tentang gadget. Bagaimana jika ternyata kita hanya sekedar iseng? Well, sudah pasti kita akan dibanjiri informasi yang tak perlu. Alih-alih sibuk mendapat informasi yang relevan, kita malah sibuk menyortir info-info yang jauh dari kebutuhan.

Itulah yang kini jadi perdebatan. Seperti artikel yang pernah saya tulis (baca: Blogger di Era Informasi: Mengejar atau Dikejar?), secuil informasi yang ingin kita cari mungkin akan dijadikan acuan untuk datangnya aliran informasi yang dinilai relevan oleh Google tanpa bisa kita bendung.

Jadi, bagaimana seharusnya blogger menyikapi hal tersebut?

Menurut saya, meminimalisir, atau setidaknya persempit area ketertarikan kita. Google tentu tak main-main, dan kita – blogger – pun dapat mengambil keuntungan dengan kebijakan baru ini. Sesuaikan apa yang kita cari dengan apa yang ingin kita dapatkan dari Google. Give what we want, and take the best advantages.

Ya, walau tanggal 1 Maret masih sekitar satu bulan dari sekarang, tapi tak ada salahnya kan jika kita mulai mempersiapkan segala sesuatunya :)

Bagaimana pendapat Anda tentang perkembangan update kebijakan privasi dan ketentuan layanan dari Google ini?

Share Button

About Darin

Hai, terima kasih sudah membaca artikel di blog ini. Untuk selanjutnya, Anda bisa berlangganan artikel secara gratis via RSS Feed atau lewat Email. Dan untuk mengenal saya lebih dekat, mari cuap-cuap bareng di Twitter dan jangan lupa sempatkan buka laman About dan Arsip blog ini.
This entry was posted in Jurnal and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

43 Responses to Update Privacy Policy dan Terms of Service Dari Google: Bagaimana Sikap Blogger?

  1. Cahya says:

    Saya biasanya jalan-jalan dengan memblok semua fitur pelacakan Google, jadi apa yang saya kerjakan di semua aplikasi dan layanan Google meski saat login tidak akan tercatat oleh server mereka.

    Jadi ya, kebijakan baru ini, di sisi pengumpulan data mereka, tidak akan pengaruhnya bagi saya :D.

    • Dendy Darin says:

      Wow, seperti tulisan di Bli Cahya itu.. berjalan di atas lumpur 😀
      Ghost commenter in action hehe :)

    • iskandaria says:

      Wah, mantep deh Mas Cahya. Pakai jurus tak tersentuh oleh pukulan 😆 (kayak lembu sekilan aja kalau gitu).

      Mas Darin, saya kebetulan suka searching video klip lagu dari girlband2 Korea dan juga suka menontonnya via Youtube. Ah, berarti kemungkinan saya akan ditawarin iklan tawaran tiket konser kalau gitu..he..he..he

      • jarwadi says:

        teknik lembu sekilan dari mas cahya memang layak diterapak, hehe

        syarat ilmu pakai puasa bertapa 40 hari 40 malam kah? hehe

        • Dendy Darin says:

          Hahaha, aduh saya ngga sanggup komen nih 😀
          Serahkan pada masternya deh! 😀

  2. Rinaldy Sam says:

    Wah makin mantep ya kebijakan dari Google…

    Tapi apa ini akan menambah notif ya…? (GMail)
    kalau seperti itu saya malah merasa risih (T^T

    • Dendy Darin says:

      Kalau ngga salah, masalah itu nanti ada panduan settingnya mas.
      Yah semoga saja nanti pelayanan Google jadi lebih baik deh.

      • Rinaldy Sam says:

        Iya… Sejak kenal google saya gak pernah buka yahoo lagi.. Paling2 cuma buka Y!m (^ ^
        Tapi hal yang gak saya sukain… kadang email yang beberapa bulan gak dibuka… malah ditutup (T^T… gak bisa dibuka lagi… mau buat baru dengan email itu juga gak bisa (T^T

        • Dendy Darin says:

          Hehe senasib mas. Y!m paling saya buka buat chat messenger dan nyortir email2, selain itu cuma buat pelengkap saja kayaknya.

  3. Leo Ari Wibowo says:

    Saya dapat email ini kemarin sore mas, dan langsung saya atur setting privacy layanan-layanan Google yang saya pakai di Google Dashboard saya.

    Walaupun mungkin sebagian orang akan tidak suka karena segala kegiatan internetnya akan diketahui oleh Google, tapi pendapat pribadi sih, saya suka. Karena semuanya terintegrasi yang pada akhirnya akan lebih memudahkan saya untuk mencari dan mendapatkan data/informasi yang saya butuhkan.

    Lagipula kalau terintegrasi, kita tidak perlu login situs sana/situs sini :)

    • Dendy Darin says:

      Hahaha, iya mas Leo. Sekarang aja yang mengandalkan fitur save password di Chrome sudah nyaman, apalagi nanti, pasti ngga usah repot2 ngisi nama dan password lagi ya 😀

  4. Ramy says:

    wah jadi sekarang bener-bener mau digabung ya, bukan sekedar diintegrasikan? 😮
    dulu akun google blog saya sama akun google youtube saya beda. Makannya di akun google yang satu lagi saya bikin akun blogger baru, dijadiin admin sama akun satu lagi, dan akun satu lagi dikeluarin dari blog, dan mulai follow ulang blog-blog yang saya follow di akun lama.

    Ribet banget, tapi untung aja udah dipindah kayak gitu, jadi udah siap deh ngadepin kebijakan baru ini 😀

    • Dendy Darin says:

      Iya mas Ramy. Tadinya kan kalau sudah login Gmail trus buka YouTube ada pilihan login dengan akun lainnya. Tapi nanti ngga gitu lagi. Pakai akun tunggal.
      Wah, repot juga ya yg berternak blog di blogspot 😀

  5. asmari says:

    wah baru tahu dan belum dapat kiriman nih

    yang jelas, soal integrasi ke semua akun google, sudah dilakukan dah beberapa lama yah

    kalo soal informasi yng masuk sesuai kriteria itu, malah baru tahu

    info yang update 😀

    • Dendy Darin says:

      Yup mas Asmari, integrasi memang sudah lama, tapi masih ada opt out-nya (pilihan memakai akun lain).
      Trims dah mampir yah 😀

  6. Ami says:

    udah nurut aja deh…

  7. Lompo Ulu says:

    well, saya kira kesempatan kita untuk memilah dan menelaah semua informasi yang masuk akan makin berkurang, karena saking banyaknya informasi yang akan ditawarkan google pada kita. padahal anonimitas di internet juga perlu loh, untuk memberikan rasa aman.

    • Dendy Darin says:

      Setuju mas. Risih juga kalau aktivitas kita di internet direkam tanpa sepengetahuan kita. Contoh, saat kita baca berita di Yahoo, eh tau2 muncul di wall aktivitas Facebook. Kan aneh tuh.. :(

  8. adetruna says:

    Saya perhatikan teman2 di google plus yang selama ini terjaring di-nol-kan (sudah 200-an), atau inet di sini sedang DC… Nggak tau nih? :roll:

    • Dendy Darin says:

      Lho, ternyata kang Ade juga tah? Wah berarti kita sama2 kang, saya juga kaget bin aneh, kok jadi telor lagi nih haha 😀
      Mungkin ini efek proses persiapan update policy privacy dan TOS itu kang 😀

  9. Hansen says:

    Ooooooo… Jadi maksudnya begitu…
    Tadi saya dikasi tampilan seperti itu sama Google, cuma malas saya baca… 😀

    Sippp dah tu Google…
    Apalagi saya banyak pakai produk Google… Makin asik ni kalo Google seperti itu… Integrasi di mana2… :)

  10. kautau says:

    menarik dan boleh ni di terapkan dari sekarang.. agar google bisa lebih mudah engevauasi

  11. Ipras says:

    Katanya search result Google juga menyesuaikan dengan kebiasaan kata kunci yang sering digunakan oleh pengguna ya Mas, meski penggunanya tidak sedang login sekalipun?

    • Dendy Darin says:

      Tadinya Google memberi relevansi kata kunci secara universal, misalnya kita ketik ‘blogging’ nanti kan ada pilihan2 ‘long tail’ keyword muncul di bawahnya. Saya jg belum tahu, 1 Maret nanti relevansi kata kunci itu mengacu pada kebiasaan kita atau masih seperti yg dulu.

  12. danyf5habibi says:

    Sudah sempat menyimak kebijakan privasi yang baru dari Google, tapi belum sempat membuka e-mail-nya. Tanggal 1 Maret ya awal kebijakan privasi ini akan disahkan, langsung saja untuk berbenah diri dan juga blog untuk bulan Maret esok.
    Semoga saja bisa sesuai dengan yang mas Darin katakan,

    Sesuaikan apa yang kita cari dengan apa yang ingin kita dapatkan dari Google

  13. zona remaja says:

    kok saya masih kurang faham ya…,! hhe., 😀

    • Dendy Darin says:

      Gapapa mas, ini cuma kebijakan dari ‘pembesar’. Kita rakyat kecil mah ngikut2 aja deh ya hehe 😀

  14. Wah, kalau dipikir ada enaknya juga ya Gan, cukup login dengan 1 akun maka akun yang lain juga login secara otomatis. Jadi mudah karena gak harus login satu per satu.

    • Dendy Darin says:

      Iya mas, tapi nanti mungkin kita harus lebih spesifik pas nyari kata kunci, ngakses YouTube dsb, karena itu nanti direkam oleh Google untuk acuan advertiser-nya.

  15. uzanks90 says:

    hmmm… tadi udah baca juga lewat web dari Google.. semoga aja bisa dengan mudah berselancar di dunia maya lewat Google

  16. Review Hosting Indo says:

    Bukannya sekarang saja kalo login satu layanan udah login di semua layanan? Saya biasa login di Youtube, udah login di GMail dan Analytics. :) Kalo masalah iklan saya ga tau, soalnya saya pake AdBlock plus, jadi iklan ga keliatan. 😀

    Kalo yang saya suka dari Google adalah DMCA actionnya. :) Blog saya sering dicopas, dan jika pengcopas adalah blogger dgn blogspot, saya langsung kirim DMCA takedown request. Ga ada 7 hari langsung deh. :) *eh, OOT ya*

    • Dendy Darin says:

      Betul mas, saya juga merasakan kemudahan saat login di akun Google, satu login yang lain ikutan 😀 Ini memang sudah otomatisasi karena Google jg merekam cookies penggunannya. Nah, update privacy policy dan TOS yang nanti 1 maret diberlakukan saya fikir lebih dititik beratkan pada layanan advertiser, ini yang jadi pro kontra. Seakan-akan kita para pengguna itu ‘dicurangi’ secara halus, tapi ya sebenarnya ngga begitu berpengaruh jika kita pinter2 me-manage penggunaan akun Google.

      Atau, mas mau ikut cara2 Bli Cahya di atas, yang ndlusap-ndlusup tanpa terdeteksi? Hehe 😀

  17. KD says:

    Setuju saja dengan Rinaldy Sam, menurut saya Mr “G” Selalu 1 langkah lebih maju dari Mr “Y”, buat kerja juga fitur emailnya bermanfaat banget :)

  18. momod says:

    wah, semacam dimata-matai ini .. tapi tanpa google, sepertinya tidak mungkin karena banyak layanan yang disediakan google cukup vital dan banyak digunakan oleh pengguna internet ..

    salam kenal, baru pertama berkunjung ^_^

  19. Mukti Effendi says:

    bagus. saya pikir nggak apa apa login 1 account otomatis login ke banyak web google. semoga google bisa menjaga terus privacy penggunanya.

  20. Andi Sakab says:

    loh kok saya belum terima emailnya ya? wah bakalan banyak iklan bertebaran di google bakal lambat loading nih -_-“

  21. eria says:

    apapun itu,, semoga lebih baik dan tidak merugikan pengguna layanan…

  22. Pingback: Google Revisi Kebijakan Privasi dan Penggunaan Data | My Blog

  23. bro eser says:

    Tapi bukankah dengan hal itu justru membuat jati diri kita didunia maya sepenuhnya berada ditangan google?

    • Dendy Darin says:

      Resikonya begitu bro. Jadi, hal ini sekaligus membuat kita harus lebih pintar-pintar dalam mengakses internet, terutama penggunaan akun Google nantinya. Jangan sampai alih-alih dipermudah, kita malah jadi ‘korban’ dari kemudahan yang ditawarkan Google.

  24. isnuansa says:

    Kalau saya sih nggak ada masalah dilacak. Iklan2 yang tampil emang biasanya saya hiraukan, Mas. Udah tau di mana letak ‘isi’ yang dibutuhkan, dan mana bagian ‘tambahannya’.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *