Warning: Berakhirnya Era Keemasan Blogging

Artikel ini ditulis oleh Miftah Abdillah Achmad dari miftahgeek.com.

Enda Nasution boleh mendapat gelar sebagai bapak blogger Indonesia karena beliau yang mengobarkan semangat awal blogging di Indonesia. Namun bagi saya, yang lebih pas untuk didapuk sebagai bapak blogger Indonesia yang sebenarnya adalah Raditya Dika.

Why?

Sebab ia sukses membakar ratusan bahkan ribuan anak muda untuk terjun menjadi blogger dengan kemunculan buku pertamanya yang fenomenal di medio 2008 silam, Kambing Jantan, dimana saat itu saya juga mulai memiliki blog pribadi dengan akses username yang masih saya gunakan hingga sekarang.

Buku Kambing JantanDan dengan antusiasme yang ditularkan oleh β€˜si Kambing’ dalam buku dan blog-nya saat itu, saya yakin bahwa dunia blog pun akan turut memiliki prospek yang lebih bagus dan akan lebih menyenangkan lagi karena dalam perkembangan hingga kini, pihak developer blog akan terus menambah fitur-fitur baru yang jelas akan membuat blogging menjadi lebih menarik.

Namun tidak sampai 5 tahun rasanya, si Kambing kemudian mulai sering hiatus dalam blogging. Yang biasanya seminggu sekali pasti ada postingan, turun menjadi dua minggu sekali, sebulan sekali, hingga akhirnya tak jelas lagi kapan ada tanda-tanda kehidupan di sana.

Kalaupun kemudian muncul tulisan, yah, isinya cuma sekelumit permintaan maaf dan pernyataan β€˜saya berusaha untuk menghidupkan kembali blog ini, dan meninggalkan dunia Plurk yang menjadi candu.’. Setelah itu, hiatus lagi, dan hingga setahun terakhir ini tercatat hanya ada dua kali penampakan, itu pun jika disponsori.

Terdengar klise dan mirip dengan pengalaman Anda sendiri? πŸ™‚

Nah, lalu bagaimana dengan Pesta Blogger, ajang yang konon menjadi semacam perayaan nasional tuk para blogger itu? Well, getaran romantismenya hanya berlangsung hingga tahun 2010, karena pada tahun 2011 nama resmi ajang tersebut berganti menjadi ON|OFF dengan konsep yang lebih melebar karena mencakup seluruh komunitas online, alias yang ikut serta bukan hanya blogger.

pesta blogger gagal

Bahkan pada tahun 2012 kemarin event tersebut pun menghilang secara total. Beberapa kalangan mengatakan bahwa konsepnya telah bergeser dan berganti β€˜kulit’ dengan nama Social Media Festival, tapi toh tetap saja esensi blogger-nya menghilang, sebab justru faktor social media-nya lah yang akhirnya lebih ditonjolkan.

Dengan fakta itu, wajar jika kemudian muncul pertanyaan: inikah pertanda berakhirnya era keemasan blogging?

Hipotesa itu bisa saja terjadi, karena meski belakangan ini mulai banyak brand, tokoh politik, sampai calon legislatif yang justru mulai melirik blog sebagai wadah eksistensi keberadaan mereka didunia internet, dan ada pula yang memenuhi daftar kerja jasa pembuatan website dengan pangsa pasar mencari jasa review dari blogger – blogger aktif yang masih tersisa, dugaan itu tetap masih relevan tuk direnungkan.

Bagaimana pendapat Anda, setujukah jika era blogging kian mendekati akhir? Atau Anda punya teori sendiri tentang hal ini?

Share, please.

———-

Miftah Abdillah Achmad adalah seorang blogger, otaku, sekaligus pengamat teknologi informasi terkini. Follow akun twitter-nya di @miftahgeek, dan bagi Anda yang berminat tuk menjadi blogger tamu di blog ini silakan melihat tata caranya di laman Guest Blogger.

Share Button
This entry was posted in Blogging and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

52 Comments

  1. Posted 27/02/2014 at 15:27 | Permalink

    Keemasan? Masa-masa itu sih sebenarnya bukan secara umum aja sih. Setiap blogger punya masa keemasannya masing-masing. πŸ˜€

    • Darin
      Posted 27/02/2014 at 15:30 | Permalink

      Istilahnya kaya masa puber, gitu ya mas Gie? Xixixi.
      Yup, tulisan mas Miftah itu bisa nyentil gaya blogging kita2 juga..

  2. Posted 28/02/2014 at 10:41 | Permalink

    Belum tahu juga ya. Yang penting semangat berbaginya sih. Jadi tergantung dari masing2 orang

  3. Posted 28/02/2014 at 15:06 | Permalink

    Masa-masa keemasan? Mendekati akhir? Kok aku jadi gerah sendiri membaca ini ya? Why don’t we just enjoy the ride? πŸ˜‰

    • Darin
      Posted 02/03/2014 at 10:16 | Permalink

      Pas nerima artikel ini jg saya gitu Kim. Cuma akhirnya saya fikir ide di tulisan ini bagus juga, sebagai pengingat kita2 bahwa social media sudah begitu banyak berpengaruh pada sebagian besar blogger.
      Yes, you’re right. Shall we enjoy this awesome ride? πŸ™‚

  4. Posted 28/02/2014 at 22:08 | Permalink

    Iya sih, dulu gue termasuk sering baca postingan di blognya si Radith.
    Tapi berhubung dianya makin kesini makin jarang nulis postingan, akhirnya saya tinggalkan begitu aja.
    Saya juga lagi berada dalam masa2 itu, menghilang entah kemana, meninggalkan sementara dunia blog, wkakakaka πŸ˜†

    • Darin
      Posted 02/03/2014 at 10:17 | Permalink

      Ayo kopdaran dulu zip sebelum gw cabut dari jayapura nih πŸ˜€

  5. Posted 01/03/2014 at 22:15 | Permalink

    Mungkin era keemasan dunia blogging sudah mulai redup seiring semakin mesranya para blogger dan calon blogger dengan social media… Tapi saya yakin, dunia blogging pasti mempunyai tempat tersendiri jika dikelolah dengan baik…

    • Darin
      Posted 02/03/2014 at 10:18 | Permalink

      Bener bro, idealnya sih antara blog dan social media itu saling mendukung πŸ™‚

  6. Posted 01/03/2014 at 23:39 | Permalink

    Bisa jadi, karena makin kesini orang jadi makin malas membaca. Ini terjadi juga di lingkungan saya, dimana orang-orang lebih suka membaca status facebook ketimbang membaca artikel blog yang panjang.

    Yah sebenarnya blog masih punya pangsa pasarnya sendiri. Namun jika mau tetap eksis, harus kreatif dalam menyampaikan informasi. Mungkin penyampaian lewat video akan lebih menarik, orang lebih suka melihat ilustrasi visual di banding tulisan. Namun itu kembali lagi kepada diri masing-masing

    • Darin
      Posted 02/03/2014 at 10:19 | Permalink

      Idenya boleh juga bro. Ya, penyampaian informasi lewat video yang belum kepikiran nih oleh saya.

  7. Posted 02/03/2014 at 05:19 | Permalink

    kurang setuju, blogging akan tetap hidup beberapa puluh tahun kedepan

  8. Posted 03/03/2014 at 07:38 | Permalink

    menurutku sekarang ini ngeblog malah sesuatu yang biasa, kalau dilihat dari volume postingan per hari saya kira meningkat dibanding awal saya ngeblog dulu. bedanya kalau dulu ngeblog itu terasa keren dan elit, sekarang ngeblog itu sudah terlalu biasa πŸ™‚

    • Darin
      Posted 16/03/2014 at 09:43 | Permalink

      ‘Sudah terlalu biasa’… keren mas πŸ˜€

  9. Posted 03/03/2014 at 19:15 | Permalink

    Normal, blogging itu sesuai mood πŸ™‚

  10. Posted 03/03/2014 at 22:44 | Permalink

    yang penting sih tetep konsisten aja ,,klo ane sendiri alhamdulilah dari dulu masih konsisten blogging tanpa moneytizing atau balalalala..

  11. Posted 05/03/2014 at 23:11 | Permalink

    Uforianya mungkin yang berakhir mas, namun soal masa keemasan tentu bergantung pada blogger masing masing, dengan perubahan yang ada, antisipasinya kemana, kalau saya sekarang memilih menjadi blogger terima release :)))

    • Darin
      Posted 16/03/2014 at 09:45 | Permalink

      Yoi mas Sriyono, mengingat masih adanya mas melang melintang di blogosphere, masa keemasan blog sepertinya masih gemerlap nih hehe

  12. Posted 08/03/2014 at 20:38 | Permalink

    seperti siklus tepatnya, mode pakaian ada siklusnya, musik ada siklusnya. Blog? semoga ada, selagi internet masih hidup. Sekarang jadi micro blog, lebih suka cuap2 di twitter dan sejenisnya, foto2 di instagram daripada harus ribet nulis opini panjang2 di blog. Toh, pada akhirnya akan kembali lagi pada masanya. πŸ˜€

    • Darin
      Posted 16/03/2014 at 09:46 | Permalink

      Setuju sekali mas Hanif. Siklus… πŸ˜€ jadi inget siklus haid #eh

  13. Posted 09/03/2014 at 23:11 | Permalink

    masa keemasan sih menurut saya tergantung pribadi. kalo saya sendiri merasa masa keemasan saya taon 2009an. dan sekarang mencoba bangkit lagi *curhat* πŸ˜†

  14. Posted 11/03/2014 at 11:00 | Permalink

    Hmm. Blogging harusnya tetap hidup. Blog bagi saya hobi.

  15. Posted 12/03/2014 at 13:56 | Permalink

    Kalau menurut saya sih, asalkan kita disiplin dalam ngeblog ya nggak bakal kejadian tuh yang namanya blog mati. Tolak ukur blog jangan dilihat dari jumlah komentar, tapi terbitnya artikel per bulan. Kalau misalnya rutin 4-5 artikel lah per bulan ya blog nggak bakal mati.

    Tapi jangan malah juga karena gitu blog dianggap jadi mirip portal berita. Walaupun sbenernya blog dan portal berita itu mirip karena menyebarkan informasi. Yang penting aktivitas ngeblog yang “suka-suka” harus juga diiringi dengan tanggung-jawab. Yang terakhir itu yang repot tapi bisa bikin blog tetap pada masa keemasannya.

    • Darin
      Posted 16/03/2014 at 09:51 | Permalink

      Suka dengan komentarnya bro. Mudah2an ini bisa jadi motivasi buat kita semua πŸ™‚

  16. Posted 12/03/2014 at 14:36 | Permalink

    mungkin karena sekarang raditya sudah menjadi selebriti sehingga mulai jarang ngeblog

  17. Posted 16/03/2014 at 09:41 | Permalink

    Baru mulai ngeblog ‘lagi’…. mudah2an terus jadi masa emas πŸ˜€

    • Darin
      Posted 16/03/2014 at 14:42 | Permalink

      Selalu dipoles aja bang, biar emasnya terus mengkilap hehe

  18. Rudi
    Posted 17/03/2014 at 09:36 | Permalink

    wah belum sempet ngeblog udah mau berakhir hik.

  19. Posted 23/03/2014 at 14:40 | Permalink

    blogging sebentar lagi hancur?? Baru kenal kok sudah mau berakhir? Menurutku web ataupun blog akan tetap eksis walaupun naik turun. Dan tetap akan berada pada 5 besar dari semua bentuk internet marketing. Tetap singsingkan lengan untuk terus menulis artikel bro.. hidup blogger!! hehehe

  20. Posted 08/04/2014 at 13:08 | Permalink

    Sedih ya banyak yang berhenti menulis. Saya juga hiatus beberapa tahun. Sekarang mulai lagi.

    Sekarang jaman keemasan social media.

  21. Posted 15/08/2014 at 10:08 | Permalink

    Malah bagus kan, artinya kurang saingan..hehehe. Ini bagian dari seleksi alam kalo menurut ane. Sehingga blogger-blogger yang tersisa adalah mereka yang kegiatan ngeblognya sudah mendarah daging. Bukan hanya sekedar ikut-ikutan tren.

  22. Posted 08/11/2014 at 09:53 | Permalink

    jika tidak ada blogger lagi yang meneruskan. maka tidak ada orang kreatif di dunia ini yang menjadi penulis handal. saya sangat takut jika masa keemasan blogger punah.

  23. Posted 17/11/2014 at 07:24 | Permalink

    Blog sesuai namanya akan selalu ada ko mas, terutama untuk menghidupkan informasi di dunia maya….
    lulur bali termurah

  24. Posted 06/01/2015 at 05:51 | Permalink

    blogger sebenernya cukup banyak tapi kadang mereka tidak konsisten aja mas

  25. Posted 09/01/2015 at 04:31 | Permalink

    sayang sekali yahhh…… hehe

  26. Posted 22/01/2015 at 17:44 | Permalink

    menurut aqu …
    Blogging is never die …
    pada akhirnya orang semakin tahu … bahwa social media jauh lebih banyak di penuhi curhat, ababil, diary … tulisan di sos med lebih diragukan,
    on the contrary …
    Blog-blog tetap selalu menjadi tempat sumber informasi,
    lebih dipercaya, karena semua penulis blog selalu berusaha meberikan yang terbaik.

  27. Posted 28/01/2015 at 17:44 | Permalink

    Menurut saya, tergantung dari mana kita memandang. Memang di satu sisi social media boleh jadi merupakan “ancaman” terhadap eksistensi blogger. Tapi di sisi lain, kita bisa memanfaatkan social media sebagai media untuk mem-populer-kan blog kita agar semakin banyak yang berkunjung. Bukan begitu? :mrgreen:

  28. Posted 03/02/2015 at 00:04 | Permalink

    sebenarnya nggak berakhir MAs Darin cuma sekarang yang muncul blogger – blogger pemburu rupiah yang jarang bersosialisasi

  29. Posted 05/02/2015 at 19:57 | Permalink

    jangan sampai lah blog di tinggalkan

  30. Posted 26/02/2015 at 12:02 | Permalink

    ingin belajar ngeblog…biar bisa jadi seperti para master.hehehe

  31. Posted 06/03/2015 at 01:36 | Permalink

    Memang semua ada pasang surutnya. Ada yang bosen, ada semangat. Silih berganti.

  32. Posted 03/04/2015 at 18:07 | Permalink

    wah memang bner. tpi ada tidak benernya jg. hehe malah pinplan ea.
    semoga era keemasan blogging berkembang kembali dan kita menjadi seorang blogger yang pantang menyerah dan selalu bekerja keras.

  33. Posted 31/07/2015 at 06:09 | Permalink

    Blogger hanya sebagai ladang mencari uang saja untuk saat ini, tulisannya kurang diperhatikan dan malah terkesan ngasal, agak prihatin

  34. Posted 01/10/2015 at 19:28 | Permalink

    gak setuju kalau bloger berhenti……..harus lanjut teruuuuuusss

  35. Posted 08/10/2015 at 10:08 | Permalink

    Jangan sampai para blogger hilang masa keemasannya, kita harus konsisten dan semangat.

    Kenapa Ane jadi rajin baca artikel mas darin ya?

  36. Posted 25/01/2016 at 00:54 | Permalink

    Semua ada masa nya… Tapi saya agak kurang setuju jg kalau era blogger sudah habis, mungkin kalo usianya sama iya muali pada males, kan ada regenerasi anak-anak yang 5 thn lalu masih SD skrg sudah SMA dan udah melek internet. Seharusnya generasi sekarang yang harus lebih gencar lagi ngeblog nya….

  37. Posted 21/03/2016 at 16:02 | Permalink

    Info yang menarik. thanks ya

  38. Posted 29/03/2016 at 06:41 | Permalink

    Kalau kita berbicara dari segi SEO, sekarang google sudah lebih baik cara pengindexan SERp, yang kaya blog g jelas udah banyak yang dibasmi

  39. Posted 22/05/2016 at 10:48 | Permalink

    saya kurang setuju gan… era blogger akan tetap bertahan dan harus maju terus…

  40. Posted 01/09/2016 at 11:09 | Permalink

    jangan sampai berakhir gan … semoga makin beremas gan hehehje

  41. Posted 07/09/2016 at 02:05 | Permalink

    Menurut saya selama masih ada inspirasi google adsense aktivitas blogging masih akan tetap hidup, soalnya nyari duit doang tanpa suatu tantangan untuk di tulis gak asyik juga… walau media sosial lebih menjanjikan, tapi blogging rasanya lebih leluasa…

  42. Posted 07/09/2016 at 22:44 | Permalink

    iyha… seakan blogging semakin susah, sana sini udah jadi spamm.. berat rasanya…

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*
*