4 Alasan Kuat Mengapa Saya Memilih Theme Genesis

Salah satu faktor yang membuat aktivitas blogging makin menyenangkan adalah theme, atau template. Iya dong, dengan template yang asyik, proses mengisi konten-kontennya akan terasa lebih enjoy. Kita tak perlu lagi memikirkan tetek bengek seputar coding dan mantra ajib yang bernama SEO.

Template juga bisa menjadi keunikan tersendiri. Berhubung ada jutaan blog yang berkeliaran di luar sana, pemilihan template yang stand out dan lain daripada yang lain secara tak langsung akan menciptakan citra/branding tertentu.

Yah, walau ada juga yang beranggapan kalau theme hanyalah aksesori atau hiasan dari sebuah blog, namun kenyataan di lapangan, pengaruh dari bungkus tampilan blog itu tak bisa dipandang sebelah mata. Kenapa? Karena penggunaan template juga memiliki efek samping yang kadang dicuekin oleh banyak blogger. Setidaknya ada 2 efek samping dari template yang mempengaruhi performa blog:

1. Loading Blog

Pada dasarnya, sebuah template blog disusun oleh developer dengan gaya penulisan struktur kode tertentu, yang bisa kita lihat dengan menekan Ctrl+U (untuk browser Chrome). Semakin efesien struktur kode yang dibuat, semakin cepat browser me-render halaman tersebut.

Untuk mengecek seberapa cepat loading dan optimasi yang ada pada template blog, silakan Anda tes di PageSpeed Tools milik Google atau Pingdom. Meski keduanya memakai metode pendekatan yang berbeda, namun dari hasil laporan kedua tools tersebut bisa menjadi gambaran menyeluruh tentang bagaimana mesin pencari meng-crawl suatu laman situs.

cara mengecek kecepatan loading blog

Selain itu, di jaman serba mobile sekarang ini, template yang baik haruslah responsif di berbagai jenis antar muka. Template yang cepat di-loading biasanya memiliki fitur mobile friendly atau bahasa kerennya AMP (Accelerated Mobile Pages). Jelas lah, blog yang terlihat ancur kala diakses dengan smartphone pastinya membuat ill feel pengunjung yang datang, kan?

pentingnya amp pada blog

2. SEO

Atmosfir blog sudah berubah. Dulu, blogwalking adalah cara terampuh menjaring trafik blog. Tapi sekarang, blog is just another media di tengah himpitan media sosial. Dan formula yang masih jadi andalan untuk mendulang trafik adalah – here we go – dari mesin pencari.

Lalu, apa efek template bagi SEO? Well, sebelumnya, kita setuju dulu bahwa keberadaan template adalah untuk membuat tampilan blog terlihat bagus, right? Nah, jika template yang digunakan memiliki fitur SEO-Friendly, itu adalah sebuah bonus. Namun dengan semakin ketatnya tingkat persaingan di mesin pencari, ‘bonus’ tersebut bukan lagi sekedar bonus, melainkan hal yang wajib ada.

Dan sebuah template dengan optimasi SEO yang mumpuni memiliki beberapa karakter, yakni antara lain:

  • Tampilan dan navigasi mudah dimengerti oleh orang awam sekalipun.
  • Loading cepat (anjuran Google: kurang dari dua detik).
  • Struktur kode rapi, karena alih-alih menampilkan begitu saja konten yang relevan, mesin pencari menelisik dahulu struktur kode di belakang layarnya. Jika struktur kode buruk, tak ada jalan lain bagi mesin pencari untuk melirik blog sebelah yang relevansi kontennya mirip namun dengan struktur kode yang lebih baik.

Kedua hal tersebut di atas tentu bukan sesuatu yang valid. Seperti yang sudah ditulis di atas, ada pula blogger yang tak ambil pusing dan berpedoman slogan content is a king. Itu pun sah-sah saja.

Berkenalan Dengan Genesis

Bayangkan blog adalah sebuah mobil: mesinnya adalah platform blog yang dipakai, body-nya adalah template yang diinstal dan rangkanya – yes – adalah yang membuat kedua hal tadi bisa ajeg kokoh berdiri. Meski tak kelihatan, jelek tidaknya rangka bisa menentukan tingkat akselerasi dan kehandalan mobil tersebut di berbagai medan. Percuma toh kalau mesin dan body bagus tapi sasis-nya empot-empotan di track off road?

Untuk pengguna WordPress, tentunya tak perlu memikirkan rangka, karena WordPress sendiri telah didesain sedemikian rupa untuk menjadi pondasi serba guna di tatanan laman blog. Konsep CMS (Content Management System) yang dimiliki WordPress pun sudah diakui dan menjadi trend-setter bagi blogger yang ingin lebih serius terjun di dunia blogging.

Lalu kenapa masih butuh rangka? Ladies and gentlemen, here we come: Genesis.

mengapa memilih genesis

Genesis adalah framework, atau dengan analogi mobil di atas disebut dengan rangka. Jadi Genesis bukan sekedar theme balutan blog. Genesis adalah theme yang berbaur dan menyatu dengan rangka.

Dengan permisalan mobil tadi, mobil Genesis adalah mobil yang body-nya nggak bisa ditukar-tukar dengan sembarang body. Meminjam istilah pabrik, blog yang memakai theme Genesis adalah berjenis monocoque (menyatu), bukannya composite (terpisah).

Terus, tak cukupkah hanya dengan WordPress?

Alasan Memilih Theme Framework Genesis

Banyak theme yang bisa dipilih. Dari yang gratisan hingga berbayar, apapun gaya, selera dan niche yang diinginkan, semua muncul di mesin pencari. Kita juga bisa mengecek tingkat kehandalan theme dari laman developer-nya, baik dari segi kepopuleran, track record, maupun review para pengguna.

Sebagai platform yang bersifat open-source (bebas diutak-atik), WordPress pun menyediakan lusinan theme yang siap pakai. Secara berkala, WordPress menampilkan theme-theme sesuai opsi yang kita pilih. Tak perlu kuatir dengan bug, error atau problem update, karena semua theme yang muncul sudah disetujui dan klop dengan standar pembuatan theme WordPress.

memilih theme wordpress

Nah, seperti yang sudah disinggung di atas, developer membuat theme dengan gaya penulisan struktur yang berbeda-beda. Dan itu berimbas pada beragamnya arsitektur kode yang ditulis.

Ini yang menjadi alasan kuat pertama kenapa saya memilih Genesis:

Arsitektur Kode Genesis Rapi

Framework Genesis diciptakan oleh sekumpulan developer yang tergabung dalam StudioPress. Bagi Anda yang belum tahu, StudioPress adalah brand developer website yang paling populer saat ini.

kelebihan theme genesis

Jadi tak heran jika framework besutan StudioPress ini populer. Karena meski dibangun di atas standar kode yang ketat dan memasukkan setiap aspek teknologi terkini, arsitektur kode Genesis begitu rapi dan mendapat pengakuan sejumlah blogger papan atas. Sebut saja Copyblogger.

Dan dengan arsitektur kode yang rapi, itu membuat saya…

Tak Perlu Pusing Lagi Soal SEO

Google dan mesin pencari lainnya suka dengan efisiensi. Makin efisien kode, makin cepat mereka menjelajah satu laman. Sisi baik selain loading yang cepat, tentu saja mempengaruhi tingkat visibilitas blog di mata mesin pencari. So, saya nggak perlu lagi berpikir soal SEO dan teori-teori yang bikin pusing. Apalagi dengan adanya plugin Yoast

Just write I wanna write.

Child Themes Cantik Dan Mudah Dikostumisasi

Yang perlu diketahui, Genesis adalah framework, bukan theme. Dengan analogi mobil tadi, Genesis framework adalah sasis-nya. Rangka yang menopang body sesuai dengan strukturnya. Jadi untuk membuat body mobil, kita bisa mendesain dari nol atau memilih desain body yang sudah disediakan oleh pabrik.

install chid themes genesis

Nah, desain body mobil yang disediakan pabrik tersebut, dalam struktur Genesis disebut dengan Child Themes.

Jadi, jika ingin menggunakan child theme Genesis, terlebih dahulu menginstal framework-nya, aktifkan, kemudian instal dan aktifkan child theme-nya. Nanti secara otomatis, Genesis meminta kita untuk menginstal semua plugin-plugin dan ekstensi yang berkaitan dengan child themes tersebut (dalam praktiknya, ini opsional, karena setelah menginstal semua plugin rekomendasi, kita bisa memilih mana yang sesuai dengan kebutuhan).

Hingga kini, StudioPress sendiri telah merilis sekitar 35 child themes dalam laman resminya.

Loh, kalau begitu blog-blog yang memakai framework Genesis terbatas cuma 35 tampilan doang dong?

Nope. Kita lihat dalemannya

cara instal child theme genesis

Nah, gimana, kebayang kan? Dengan hanya satu child themes saja, ada banyak kemungkinan format tampilan yang diinginkan. Tinggal drag and drop. Dan di setiap widget itu bisa dikostumisasi sesuai selera pula. Jadi mau blog meriah? Fine. Simpel? Ok. Semau-mau kita aja.

Dan yang terakhir yang ke-empat, alasan saya mengapa memilih Genesis adalah:

Super Duper Aman

Dari apa? Bukan hanya dari penyusup dan hacker yang berkeliaran, tapi juga dari kemungkinan ‘tertinggal’ oleh perkembangan zaman.

Karena dengan Genesis di tangan, ia akan merespon setiap perkembangan dan update di seputar SEO, WordPress dan permasalahan keamanan seperti perubahan HTTP menjadi HTTPS beserta plugin-pluginnya. Jadi bukan jamannya lagi harus update manual, kini semuanya terpusat di satu pintu bernama Genesis Framework.


Begitulah, sebenarnya ke-empat alasan yang saya uraikan di atas adalah rangkuman dari berbagai kelebihan yang saya dapat sebagai pengguna theme Genesis. Dan sebagai blogger pemula, this is as good as I expected. Saya tak bisa membayangkan theme yang lebih baik dari Genesis.

Bagaimana dengan Anda? Punya theme andalan yang memiliki kelebihan tersendiri? Share, please.

Seorang freelance engineer penyuka konten tentang teknologi dan desain, terutama seputar web development/UX design. Yuk, saling sapa di Twitter!

2 comments On 4 Alasan Kuat Mengapa Saya Memilih Theme Genesis

Leave a reply:

Your email address will not be published.